NovelToon NovelToon
Di Ujung Senja Kita Bertemu

Di Ujung Senja Kita Bertemu

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:19.3k
Nilai: 4.3
Nama Author: As Pamungkas

Novel ini menceritakan gadis Belanda yang jatuh hati pada pria pribumi. Pria yang begitu tampan di mata Mariana. Namun sayang pria itu bukan berasal dari keluarga bangsawan. Ketika ayah sang gadis mengetahui, ia segera memerintahkan anak buahnya untuk menangkap dan mengasingkan pria yang disukainya di suatu tempat yang jauh.

Novel ini akan membawamu kembali ke masa penjajahan Belanda ketika itu banyak yang melakukan perkawinan antara Belanda dengan pribumi. Namun, dengan akal licik penjajah, perkawinan Belanda dan pribumi dinyatakan tidak sah menurut hukum pemerintahan kolonial pada masa itu. Lalu konflik apa saja dalam cerita ini? Nantikan terus kisah terbarunya ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon As Pamungkas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir dari Cerita

“Ya, Tuan Donner,” sahut Frenkie. Lalu mengarahkan pistol ke Tuan Donner. “Jadi seperti ini kelakuanmu pada anak dan istrimu?”

Melihat pemimpinnya ditodong senjata, para serdadu serentak mengarahkan senjatanya pada Frenkie. Tangan mereka terlihat gemetar saat mengangkat senjatanya masing-masing. Nyali mereka jadi ciut melihat Frenkie menembaki serdadu-serdadu yang hendak menangkap Nyonya Ros dan putrinya.

“Kau tak usah ikut campur, Frenkie. Ini urusan keluargaku!” seru Tuan Donner. Telunjuknya menunjuk Frenkie.

Frenkie tertawa pongah menganggap lucu ucapan Donner. Ia meludah seraya merendahkan Tuan Donner.

“Sudah jadi kewajibanku menolong orang yang butuh pertolongan. Apakah kau sudah gila mau menangkap istri dan putrimu sendiri?” tegur Frenkie.

“Asal kau tahu mereka mau melarikan diri dariku.”

“Kau ini benar-benar laki-laki yang tidak berperasaan, Tuan. Kau tahu mengapa Nyonya Ros hendak lari dari sini? Karena dia sudah bosan dengan sikapmu yang semena-mena terhadap pribumi. Kau juga tak pernah menghormati Nyonya Ros sebagai seorang istri,” tukas Frenkie. Sesaat situasi pun menjadi hening, semua mendengarkan perkataan Frenkie.

“Dan satu lagi kesalahanmu,” lanjut Frenkie. Ia melepas satu tangannya dari pistol dan telunjuknya memberi isyarat angka satu. “Kau juga telah menyuruh Kerto dan Kerti untuk menghabisi calon suami Nyonya Ros, bukan?”

Tuan Donner terkejut bukan main mendengar ucapan Frenkie. Nyonya Ros di ujung sana juga ikut membelalakan matanya, tak menyangka dengan kenyataan yang diungkapkan Frenkie. Tubuhnya serasa disambar petir di siang hari.

“A-apa itu benar, Donner. Jadi kau yang membunuh Mas Mandala?” Nyonya Ros langsung memburu Tuan Donner dengan pertanyaan itu. Mengatupkan kedua telapak tangan menutupi bibirnya. Kakinya lemas hingga ia bersimpuh. Menangis tersedu-sedu tak kuasa mendengar kenyataan ini. Relung hatinya terasa begitu sakit. “Mengapa kau lakukan seperti itu Donner?”

“Aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu, Ros. Aku ingin kau jadi milikku,” ungkap Tuan Donner.

“Bukan seperti itu caranya kalau kau mencintaiku. Kalau memang kau tidak bisa mendapatkanku. Kamu ‘kan bisa mencari noni-noni lainnya. Jangan kau rebut sesuatu yang bukan milikmu. Karena suatu saat nanti akan berakibat fatal,” tutur Nyonya Ros sembari menangis.

Donner terdiam. Perasaan marahnya bercampur malu. Malu pada istrinya ketika kejahatannya terungkap. Kepalanya menunduk dan telapak tangannya mengepal. Ini semua gara-gara Frenkie. Tuan Donner benar-benar geram pada anak muda itu. Batinnya merutuki. Sungguh menyebalkan. Sekarang Frenkie sudah menjadi ancaman baginya. Frenkie harus secepatnya dilenyapkan.

“Serdadu, tembak orang itu!” perintah Tuan Donner kemudian dan ia pun berlari menuju tempat istrinya yang sedang menangis sesenggukan. Di sana Sofia sedang menggerayang panik. Mencari-cari keberadaan ibunya.

Dan tanpa disangka, Donner memanfaatkan kelengahan istrinya dengan menangkap Sofia. Tangan Sofia dibekuk ke belakang. Ujung pistolnya diletakkan ke pelipis putrinya itu.

Sofia takut bukan main. Melihat putrinya dijadikan sandera oleh bapaknya sendiri, Nyonya Ros segera bangkit dan menarik-narik tangan Donner yang sedang mengarahkan pistol, memohon agar suaminya tidak melakukan hal gila itu.

Melihat kegilaan Tuan Donner, Frenkie benar-benar tak habis pikir. Kepalanya menggeleng beberapa kali. “Kau benar-benar sudah gila, Tuan.”

“Hahaha ... inilah akibat untuk orang yang terlalu menyampuri urusanku.” Tuan Donner bersiap menarik pelatuk pistol agar peluru terlontar menembus kepala Sofia.

Melihat para serdadunya tak berbuat apa-apa, Tuan Donner memerintahkan mereka untuk segera menembak Frenkie. “Serdadu, ayo tembak pengkhianat itu!”

Serdadu-serdadu yang tengah tertegun tersadar. Satu diantara mereka menembak ke bagian dada Frenkie sebelah kanan.

“Ayo tembak lagi!”

Serdadu lain juga menuruti perintah tuannya. Ia menembak bagian perut Frenkie. Sehingga darah segar keluar dari dada dan perutnya. Mengalir deras sampai merembes membasahi pakaiannya. Kini tubuhnya terasa lemas. Banyaknya darah yang keluar membuatnya merasa akan mati sebentar lagi. Tubuhnya juga mulai terhuyung. Sebelum tumbang Frenkie tak menyia-nyiakan sisa peluru di pistolnya. Pelatuk pistol kemudian ditarik dan dorrr ... dorrr ... dua serdadu di hadapannya pun langsung tumbang tertembak di bagian kepalanya.

Frenkie tersenyum puas dan diapun gugur. Di dekat Tuan Donner, Nyonya Ros berteriak histeris, “Frenkie ....” Dengan sangat marah, beliau mengguncang kencang tubuh suaminya. “Dasar biadab kau, Donner.” Sebuah tamparan keras pun mendarat ke pipi Donner.

Dengan guncangan dan tamparan itu membuat Tuan Donner makin membabi buta. Ia menjadi gelap mata sehingga Nyonya Ros pun dihempaskan hingga tersungkur.

Ketika sudah ambruk di tanah, Nyonya Ros mencoba bangkit namun tak bisa. Kakinya terasa sakit, tak mampu berdiri hingga ia pun ambruk lagi. Di dalam situasi yang mencekam ini, istri Tuan Donner itu teriak minta tolong dengan segenap tenaga yang tersisa. “Tolong ... tolong ....”

Beruntung, Tuhan sepertinya tahu bahaya yang dialami Nyonya Ros. Dari luar dinding benteng, tiba-tiba terdengar suara orang meneriakan, “Seraaang!” dan setelah teriakan itu terdengar pula suara kuda meringkik. Suara sepatu hewan itu terdengar berlari mendekati benteng.

Berkali-kali suara bedil menyalak berpadu dengan suara benda tajam yang beradu. Juga suara-suara serdadu Belanda yang mengerang kesakitan.

Mendengar suara pertempuran di luar benteng, Tuan Donner sangat terkejut. Serangan ini benar-benar di luar dugaan. Raut wajah Tuan Donner berubah panik. Sekarang apa yang harus dilakukannya? Tapi dia merasa beruntung karena masih menyandera putrinya. Ini bisa dijadikan alat agar para pejuang yang masih berada di luar tidak berani menyerangnya.

Sementara Sofia yang masih dalam belenggu sang ayah mencoba meronta. Terus-terusan memohon agar sang ayah melepaskannya.

“Ayah, jangan kau lakukan seperti ini padaku. Sofia mohon lepaskan, Ayah. Aku ini putrimu, Yah.”

“Sudah jangan banyak merengek. Aku tidak sudi mempunyai putri yang buta sepertimu,” ketus Tuan Donner. Matanya terus belingsatan ke sana kemari karena takut.

Tidak hanya Tuan Donner yang takut, para serdadu pun merasakan hal yang sama. Dengan jumlah yang tak begitu banyak, mereka membentuk formasi waspada. Satu per satu mereka melihat orang-orang pribumi memanjati tembok. Para serdadu berusaha menembaki. Ada yang terkena lalu langsung jatuh dan ada juga yang meleset mengenai tembok hingga berlubang.

Para serdadu saat ini benar-benar terancam. Tak kehabisan akal, para pejuang pun memanjati pohon nangka secara diam-diam agar bisa melesatkan anak panahnya dari tempat yang lebih tinggi. Dan ketika posisinya sudah pas, pemanah-pemanah melesatkan anak panah, meluncur deras menancap pada bagian punggung para serdadu. Tak butuh waktu lama racun pada anak panah pun menjalar ke seluruh tubuh. Mereka kejang-kejang dan akhirnya mati.

Melihat semua prajuritnya mati, Donner makin ketakutan. Apalagi gerbang berhasil terbuka oleh seorang serdadu yang lehernya sudah ditodong golok. Ini menandakan bahwa pasukan Donner di luar benteng telah kalah.

“Menyerahlah Tuan Donner. Kau dikepung. Kau sudah kalah, Tuan!” Seru Mandala. Mandala terlihat berjalan beriringan bersama Kerto. Keberadaan dua orang tersebut membuat Donner tak percaya.

“Man ... Mandala ka-kau masih hidup? Mus-Mustahil,” ucap Tuan Donner terbata-bata dan mendadak sekujur tubuhnya terasa kaku.

“Iya. Aku Mandala. Apa kau kaget, Tuan. Orang yang dicintai oleh istrimu namun dengan begitu liciknya kau membunuhku,” ujar Mandala.

Dengan datangnya Mandala dan Kerto, membuat pikiran dan mata Tuan Donner hanya tertuju pada dua orang itu. Kesempatan ini tak mau disia-siakan Nyonya Ros.

Dilihatnya senapan yang berada di genggaman serdadu yang telah mati. Tanpa berlama-lama dia ambil senapan itu. Pergerakan Nyonya Ros ini luput dari perhatian Tuan Donner. Tanpa disangka bunyi tembakan pun meletus mengejutkan semua.

Dorr! Dorr! Dorr

Nyonya Ros menembak Tuan Donner dari belakang beberapa kali.

Mandala dan lainnya terhenyak. Melihat Tuan Donner bersama Sofia ambruk. Bagian dadanya telah tertembak. Peluru-peluru yang ditembakkan Nyonya Ros mengoyak paru-paru suaminya.

Nyonya Ros langsung menolong putrinya. Pelan-pelan mengeluarkan tubuh Sofia dari belenggu sang ayah.

“Kenapa Ibu bunuh Ayah, Bu?” tanya Sofia sambil menggerayangi wajah sang ayah. Gadis itu sungguh sedih atas meninggalnya sang ayah. Bulir bening keluar dari kedua matanya. Meski selama hidupnya sang ayah tak pernah menyayangi, namun dia tak pernah membenci. Ketika ayahnya mati seperti ini, Sofia merasa amat sedih.

Mata Nyonya Ros berkaca-kaca melihat watak Sofia yang begitu lembut. Tidak menyimpan rasa dendam sedikit pun, malah justru sangat menyayangi sang ayah.

“Maafkan Ibu, Nak. Ibu terpaksa membunuh Ayah. Ayahmu itu orang yang kejam, licik, dan sulit dinasihati,” hibur Nyonya Ros pada Sofia. “Kamu jangan sedih ya, kau harus merelakan Ayah.”

Pelan-pelan, Nyonya Ros mengajak putrinya bangkit. Beliau membimbing langkah Sofia menuju keberadaan Mandala dan pasukannya.

Di dekat Mandala, Nyonya Ros berhenti. Menitipkan Sofia pada pembantunya yang baru saja keluar dari persembunyian.

Di depan Mandala, Nyonya Ros mendongak dan memberi senyum. Kerinduan di hatinya pada sosok yang dulu menjadi pernah dicintainya sangat membuncah. Tak mau menahan lagi, tangannya langsung mendekap Mandala.

Menerima dekapan ini, Mandala merasa terharu. Ia juga merasakan rindu yang teramat sangat. Terasa begitu nyaman ketika pipi Nyonya Ros menempel di dadanya. Mereka saling melepas tawa. Tawa yang diselingi tangis di antara mereka berdua bercampur dengan hangat peluk kerinduan yang tersiram matahari senja. Di ujung senja sepasang kekasih yang telah lama berpisah akhirnya bertemu kembali.

TAMAT

1
Green Garden
Permisi author dan segenap pembaca setia noveltoon.
Mampir juga yuk ke novel aku yang judulnya counting of love
Ditunggu komentar dan juga votenya ya...🥰😉
Hallo Pitta
parah sob, pikiran gw bisa berbaur dengan apa yanh dituliskan oleh sang penulis
As Pamungkas: mksh kak
total 1 replies
LaeLie Megha LaeLie
mandala dan kerto masih hidup,tambah seruu ceritanya 😍
As Pamungkas: mksh kak
total 1 replies
Nany Manessa
mantap ka ceritanya bgus ga bertele-tele😍
As Pamungkas: mksh kak
total 1 replies
Nany Manessa
frenky😍
Nany Manessa
😍😍😍
Nany Manessa
siap2 kau donner😂
Nany Manessa
next💪
Nany Manessa
mandala msh hidup😍
Nany Manessa
bau bangkai yg kau sembunyikan sudah tercium donner..
Nany Manessa
bentar lagi ketahuan ya boroknya c donner🤭
🐊⃝⃟ Queen K 🐨 코알라
Ceritanya apik, seruu..
Author kereeen ♥

Buat yg baca jangan lupa like juga karna emg layak kok buat di like ♥
🐊⃝⃟ Queen K 🐨 코알라: Sama-sama thor..
ditunggu next karya nya
total 2 replies
🐊⃝⃟ Queen K 🐨 코알라
Seruu thor dari awal cerita..
Semoga bertahan sampai akhir keseruan & penasarannya hehee
Nany Manessa
c donner bener2 kejam😡
Nany Manessa
lanjut💪
Nany Manessa
donner licik
Nany Manessa
keren😍
Nany Manessa
koreksi dikit thor di awal part c donner kan dateng pke kereta kuda pas plng msa pke mobil😁😁 trus pas donner neken bel kyanya kurang pas deh thor emng zaman dlu udh ada bel ya,, maaf ya thor tolong di koreksi lg🙏🙏
El_Ni.Mar: , jadi inget novel diantara dua benua cowok belanda yg jatuh cinta sama cewek Jawa sundari. karya populer di eranya penulisnya udah jadi oma- oma. Herman de bruyne dan sundari
total 3 replies
Nany Manessa
lanjut💪
Nany Manessa
jd ngebayangin drama kolosal😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!