Karena janjinya kepada sahabat nya sejak kecil, membuat Novi harus menikah dengan Daniel suami sahabat nya imma yang meninggal karena sakit kanker.
Walaupun sebenarnya dia membenci Daniel, yang telah memperlakukan sahabatnya seperti burung dalam sangkar emas.
Dimana semua kebutuhan sahabatnya dia penuhi dengan kemewahan,tidak kekurangan apapun tetapi hanya sebagai pelengkap hidup dihadapan klien.
Daniel sosok lelaki tampan berusia36 tahun. Dia sangat gagah, tinggi, kaya raya, bahkan bisa dibilang konglomerat dengan aset bertebaran dimana-mana.
Semua gadis yang melihatnya pasti mengincarnya karena kekayaannya, bahkan mereka rela tidur dengannya demi hidup mewah bersama Daniel.
Tetapi dia berhati dingin tidak pernah tersenyum, dan menganggap istri hanya pendamping yang dibutuhkan saat bertemu kliennya.
Istri baginya sama seperti barang yang ada dirumahnya juga pelengkap kebutuhan biologisnya.istrinya harus patuh dan tunduk atas semua perintahnya tanpa kecuali.
Baginya semua harus terlihat sempurna tanpa kesalahan sekecil apapun.
Novi gadis periang, cuek, berhati lembut keras kepala, cantik, berkulit putih berasal dari keluarga yang biasa saja.
Kerja diperusahaan swasta sebagai arsitek, dia tidak biasa diperintah siapapun termasuk orangtuanya.
Novi biasa dimanjakan karena dia anak tunggal, tapi meskipun terbiasa dimanja novi sangat menghormati orang lain yang lebih tua daripada nya juga terbiasa hidup mandiri.
Dengan keahlian memasak, menyusun bunga, juga bahasa dan berbagai keahlian lainnya.
Orangtuanya tidak membatasi kegiatannya yang suka belajar, tetapi mereka juga cemas diusia yang 28 tahun dia belum menikah.
Akankah novi bisa merubah sifat suaminya yang dingin seperti es ataukah perkawinan yang dianggapnya seperti sangkar emas berakhir dengan perceraian..
Selamat membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon christine kweejaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikmati hari
Sepanjang malam mereka bertempur hingga dini hari sehingga novi kecapean dan badan sakit semua seolah habis dipukuli orang.
Dia baru saja memejamkan matanya ketika dia merasa tangan Daniel membelai pipinya dan memeluknya erat serta mencium lehernya hingga banyak tanda disana juga daerah favorit Daniel.
Novi mendesah tetapi juga tidak melarang suaminya karena sudah tidak bertenaga lagi,daniel berencana menghabiskan hari itu di hotel saja.
Semua tugas perusahaan sudah di serahkan kepada asisten kepercayaan nya,hari ini waktu nya bersama istrinya karena sejak menikah mereka belum honeymoon dan menghabiskan waktu berdua saja jadi dia ingin menebus nya.
Daniel senang mendengar Istrinya berteriak bebas karena kamar ini kedap udara,desahan istrinya tidak akan terdengar keluar dan dia ingin memuaskan istrinya.
Daniel berlama -lama bermain dengan tangannya menggoda istrinya sampai istrinya minta ampun.
"Sayang kenapa kau tidak capek" kata novi menggerutu.
"Entahlah adikku ini bangun terus malam ini jadi kau harus bertanggung jawab dan bagaimana aku bisa capek melakukan kesenangan ini" kata Daniel tersenyum dan terjadilah ritual suami istri lagi beberapa jam sampai subuh.
Novi kelelahan langsung tertidur pulas dan Daniel memeluknya didadanya ikut tertidur, keesokan harinya novi terbangun ketika matahari sudah tinggi.
"Ya ampun sudah jam berapa ini? " kata novi menguap masih mengantuk.
"Jam 11 sayang " kata Daniel melihat jam tangannya.
"What.. " novi langsung terbangun.
Dia sangat malu tidak biasanya dia bangun jam segini,dia melirik Daniel yang sudah segar sehabis mandi dan sedang duduk di atas soft sambil minum kopi dan membaca koran di tangannya dia hanya memakai piyama mandi.
"Kenapa tidak membangunkan aku?" tanya novi berjalan kearah kamar mandi.
"Tidurmu sangat nyenyak jadi aku tidak tega membangunkan mu,cepatlah mandi dan makan aku sudah lapar menunggu mu" kata Daniel.
"Iya kau harusnya makan saja duluan kau kan punya maag! " kata novi menggerutu sambil masuk kamar mandi dan tidak lama kemudian keluar sambil mengenakan piyama handuk mandi.
"krukkk..." perut novi sudah keroncongan kelaparan dia segera kearah meja dan membuka tutup makanan melihat roti sosis telur juga sup masih panas uap mengepul.
Novi memanggil Daniel dan mereka makan bersama dengan lahap,novi juga membantu mengoles selai di roti bakar Daniel dan menuangkan kopi dicangkir yang sudah mau habis.
"Hari ini kau tidak masuk kantor?" tanya nya.
"Aku hari ini sengaja cuti ingin menikmati hari bersamamu jadi hari ini aku milikmu seutuhnya, karena aku ingin menebus waktu kita menikah aku langsung bekerja " kata Daniel tersenyum.
Novi memandang Daniel yang sedang tersenyum. kalau seperti itu terus kau sangat tampan dan lebih muda daripada serius dan berwajah dingin seperti pas kita awal bertemu,aku senang kalo kita.seperti ini terus tidur dalam pelukanmu tiap hari tidak tidur sendiri karena aku sudah terbiasa tidur dipelukanmu..batinnya.
"Aku nanti mau menelepon papa dan mama mereka pasti marah kita menikah tanpa kehadiran mereka "kata novi.
"Ya nanti aku sekalian kenalan dengan mertua" kata Daniel.
Sehabis makan pelayan mengambil sarapan dan menghidangkan makan siang 2 jam lagi,novi beranjak keatas tempat tidur mengambil handphone nya dan mulai menelepon orangtuanya.
Panggilan tersambung novi pun menjelaskan yang terjadi dan pernikahan mereka yang sederhana dan darurat orangtuanya mengerti bahkan menyukai menantu nya sejak kenal dan bicara lewat video call.