NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mantan Suami

Benih Rahasia Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Angst / Single Mom / Cerai / Penyesalan Suami / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: sayonk

Selena wanita yang begitu mencintai Jhonatan Alberto. Dia bahkan melakukan apa saja demi Jonathan agar mencintai, hingga suatu hari dia merencanakan untuk menjebak Jhonatan dan berhasil mengandung benihnya. Bukannya Jhonatan mencintainya justru membencinya sekalipun ada anak di dalam perutnya.

"Aku tidak akan mengakui anak itu kalau perlu gugurkan saja karena anak itu hanyalah kesalahan dan aku sudah memiliki anak dengan Julia. Jadi aku hanya mengakui anak ku dengan Julia." Jhonatan Alberto.

Bagaikan di tikam dengan pisau, begitu sakit dan menyiksa. Selena pun menggunakan segala cara untuk menyakiti Julia hingga Jhonatan mengetahuinya dan demi menghukunya, Jhonatan memaksa Selena menggugurkan kandungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30 Lima Tahun Kemudian

Kedua mata Jhonatan berkaca-kaca. "Seharusnya aku tidak membiarkan mu mati Selena. Seharusnya aku menjaga mu."

Selena menunduk, ia memilih fokus pada Keysa. Dia teringat di akhir kisahnya. "Aku kira Julia dan kamu akan memiliki anak."

"Maksud mu?" tanya Jhonatan. Dia masih ingat dengan perkataanya jika dirinya sempat tidak mengakui Selena dan anak-anaknya. Bahkan Selena masih menyayanginya dan mencintainya hingga ia mendapatkan kabar jika rumah kedua mertuanya kebakaran dan Julia mengatakan bahwa Selena menghubunginya tanpa membicarakan apa pun.

"Bisa saja kau tidak mengakui anak mu hanya demi anak Julia."

Deg

Deg

Deg

Jantung Jhonatan seakan berhenti berdetak. Ucapan Selena begitu menusuk hatinya. Sangat benar, ia pernah tidak mengakui anak Selena hanya demi anak Julia. "Kalau begitu itu kebodohan ku. Aku begitu bodohnya hingga tidak menyadari anak ku. Aku kira kau memiliki anak dengan Jayden."

"Jayden? Aku memiliki hubungan dengannya tapi bukan berarti aku harus memiliki anak dengannya."

"Apa kau tidak ingin menikah dengan Jayden?"

"Menikah, siapa yang tidak mau menikah dengan Jayden. Dia pria yang hangat, dia pria yang ceria, penyayang. Semua wanita pasti mengidolakannya termasuk diriku. Tapi aku merasa tidak pantas untuknya."

"Siapa bilang kau tidak pantas untuk ku Selena?" Jayden menyela, dia mendengarkan ucapan Selena yang terakhir. Dia senang Selena memujinya, sejenak dia beradu mata dengan Jhonatan. "Aku ingin menikah dengan mu karena aku mencintai mu. Aku ingin kau menjadi ibu untuk anak-anak ku dan aku ingin menjadi ayah untuk si kembar."

Selena menoleh ke arah Jhonatan. Terlihat jelas di wajah Jhonatan yang memerah.

Tidak ingin mendengarkan obrolan mereka, Jhonatan pun pergi dengan membawa Kenzo. Pria itu merasa panas hatinya sekaligus telinganya. Ia menatap putranya. "Sayang, doakan daddy dan mommy supaya bersatu kembali." Ia pun mencium pipi Kenzo dengan lembut.

Jayden mengambil alih Keysa, bayi mungil itu pun senang. Dia seakan sudah terbiasa dengan sosok Keysa.

 "Emm Andreas? bagaimana hubungan mu dengannya?"

"Entahlah, aku bingung hubungan ku dengan kakak ku."

"Dia diam saja walaupun sudah sangat jelas di sakiti dan dimanfaatkan." Ia menambah ucapannya.

...

Sementara itu, Julia menatap Jhonatan. Ia penasaran bagaimana Andreas akan menghukum Selena. Ia pun berpura-pura sedih. "Sayang, Selena apa dia baik-baik saja?"

"Dia sudah pulang," ucap Andreas. Ia menatap Julia, entah sampai kapan dia harus menahannya. "Aku akan memikirkan cara menghukumnya. Aku tidak mungkin melawan kedua orang tua ku."

Julia mengangguk, masih ada kedua orang tua Selena tentu saja tidak akan mudah menghukum Selena. "Sudahlah, lagi pula anak kita tidak apa-apa."

Andreas mengangguk, dia hanya tersenyum miris saja. Dia berharap suatu saat nanti Julia akan berubah. "Sekarang kau fokus pada kehamilan mu dulu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu."

"Tapi sayang, aku harus berusaha untuk membuat keluarga mu menerima ku. Apa lagi karena aku kalian berpisah," ucap Julia dengan nada hati-hati.

Julia, seandainya memang benar, hal itu merupakan hal yang bagus bagi ku, tapi aku takut bukannya hubungan ku dan keluarga ku mereda justru kau akan menambah api itu semakin berkobar batin Andreas.

Ingin sekali ia mengatakan ia menyesali perbuatannya, tapi ia tidak harus melakukannya karena saat ini Julia tengah mengandung. Dia teringat wajah kecewa kedua orang tuanya. Ia mempercayai Julia melebihi percaya pada kedua orang tuanya.

"Sayang." Julia memanggilnya karena Andreas melamun. "Kau tidak apa-apa?"

Andreas menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Aku baik-baik saja."

"Setelah kau melahirkan, terserah kau mau melakukan apa pun pada Selena. Aku akan mendukung mu, tapi saat ini aku mohon fokus dulu pada anak kita."

Julia tersenyum dan mengangguk dengan cepat. Kali ini Andreas hanya bisa mengatakan asal, ia tidak ingin Julia memanfaatkan anaknya.

"Baiklah sayang, aku akan menurut."

"Kita akan meninggalkan kota ini dan fokus pada anak kita lebih dulu, kau pasti paham kan Julia."

Julia mengerutkan keningnya, tapi tidak masalah. Ia akan datang lagi menghancurkan kehidupan keluarga itu. "Baiklah."

Lima Tahun Kemudian.

Andreas memakai dasinya sendiri. Setiap harinya hubungannya dengan Julia merenggang. Selalu ada pertengkaran. Julia tidak mengurus anaknya dengan benar. Julia selalu melawan dan tidak ingin mendengarkan nasehat Andreas namun Andreas mempertahankan Julia karena putranya, Daniel. Dia ingin putranya mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Ia tidak peduli dengan dirinya yang tidak di cintai. Dia hanya ingin putranya di cintai.

Andreas menyibukkan dirinya bekerja, pergi pagi pulang larut malam saat putranya tidur. Beruntungnya ada Alena, wanita itu begitu lembut pada putranya sehingga putranya tidak kesepian.

Seperti saat ini, Daniel sedang demam. Julia malah keluar dan pulang larut malam.

"Kau datang darimana saja Julia?" tanya Andreas dengan nada tajam. "Apa kau tidak mengingat waktu? Kau seorang ibu, Julia."

Alena menghela nafas. Sebenarnya ia kasihan pada Andreas dan Daniel. Seorang suami butuh sosok seorang istri dan seorang anak butuh seorang ibu. Entah bagaimana lagi ia menasehati kakaknya tersebut. Selama ini Andreas masih belum mengetahui hubungan dirinya dengan Julia.

"Tentu saja aku harus bersenang-senang." Julia tersenyum. "Ia hanya ingin hidup mewah dan tanpa kerepotan. Lagi pula siapa yang mencintai pria yang berasal dari musuhnya.

"Daniel sakit, dia ingin melihat mu. Dia ingin kau yang menemani."

"Sudah ada Alena, biarkan saja dia."

"Sampai kapan kau akan berubah Julia?" Ia ingin Julia berubah, niat hati ia ingin Julia melupakan Jhonatan dan fokus pada anak dan dirinya, tapi dugaannya salah. Julia semakin menjadi-jadi.

"Berubah? aku bukan robot. Sudahlah aku lelah, kau urus saja putra mu."

Julia melewati anak tangga, sejenak dia menatap tajam ke arah Alena. Kemudian melanjutkan langkah kakinya. Sedangkan Alena bergegas ke kamar Daniel. Dia kasihan pada bocah imut ini. Diam-diam dia juga berhubungan dengan Selena. Dia memberikan kabar tentang Andreas dan rumah tangga Andreas tanpa Andreas ketahui.

Sedangkan Andreas memutuskan semua hubungan dengan keluarganya hanya ingin fokus pada keluarga kecilnya saja. Masih ada harapan yang membuatnya tak ingin menyerah.

"Tuan." Sapa Alena. Dia melihat wajah Andreas yang terlihat lesu.

Andreas pun duduk di sisi ranjang. "Bagaimana keadaan Daniel?"

"Demamnya sudah turun," ucap Alena.

Andreas mendongak, beruntungnya ia mendapatkan asisten rumah tangga sekaligus pengasuh untuk putranya. Alena sudah lulus kuliah, dia yang membiyai kuliahnya walaupun mendapatkan pertentangan dari Julia.

Kedua matanya terasa panas. Dia hampir terhuyung.

"Tuan." Alena menahan kedua lengan Andreas hingga pria itu tidak terhuyung ke belakang. "Tuan demam." Alena melihat wajah Andreas semakin pucat dan mendekatkan punggung tangannya ke dahi Andreas.

"Tidurlah di samping Daniel, saya akan memanggilkan Dokter."

Andreas mengangguk, ia memang terasa pusing dan tak bertenaga. Alena dengan pelan menaruh tubuh Andreas namun karena tubuh Andreas terlalu berat membuatnya ikut terjatuh dan tepat saat itu, bibirnya tanpa sengaja membentur bibir Andreas. Seketika keduanya saling tatap seakan netra keduanya terdapat sebuah magnet.

1
Novi Yantisuherman
bang kaya nya lu harus di ceburin ke Empang lele dah 😁😁🤭
Novi Yantisuherman
Buat gw aja sini Jhonatan nanti gw JUAL 😁 BUAT BELI SEBLAK LEVEL 6 SAMA BASO MIE AYAM DAH
Novi Yantisuherman
sabar ya mba² dan kakak² yg baca novel ini 😁😁,
karena sudah di terangkan sama lagu pak haji Roma irama ☺️☺️🤭😁
falea sezi
novel yg isinya peran utama goblok semua. np banyak like novel menyebalkan
ayu cantik
suka
Happy Kids
trs kau yg bahagia selena ga boleh?
Happy Kids
hey posisiny lebih tinggi selena ya yg notabene nya adiknya. situ cm temen
Happy Kids
andreas cm jd kacung aja si
Andriyati
lach masih bodoh juga si Andreas ini,, ckckck
Siti Aminah
gue jijik banget sama cerita yang udah disia²in gitu ujungnya malah balikan bener²tolol menurut gue,maaf thor/Shame/
LinLin
seperti pepatah, cinta datang saat dia pergi. mungkin itu yg dirasakan Jhonatan
LinLin
mampir Thor. aku suka dgn cerita kehidupan kedua & yg ga bertele2
Cha Cha
mbak situ orang luar tpi berasa keluarga deket andreas saja, kalu tidak mau di beritahu ya sudah diam, jangan tak tau diri la
Cha Cha
lanjutkan thor up nya
Sulati Cus
selalu
BCDs
Astaganoge .. teganya teganya dirimu kakaku..
BCDs
Asprinya banyak.. wong sugeh.. suktan..
BCDs
Asprinya banyak ya..
Suparmin N
Luar biasa
leahlaurance
toh jangan cepat dipertemukan mereka,pengen liat jo keseksa habis habisan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!