NovelToon NovelToon
KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.

Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!

【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】

Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.

Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Tangannya perlahan masuk ke dalam lipatan jubah, lalu mengeluarkan sebuah benda kecil yang terasa dingin saat disentuh. Itu adalah kunci khusus yang didapatnya dari Puncak Sekte Taixuan—benda yang tidak memancarkan energi apa pun, namun memiliki makna yang sangat besar.

Lin Chen menatap kunci itu sejenak, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke altar batu di hadapannya. Kini, dengan kekuatan dan pengamatan yang jauh lebih tajam setelah mencapai ranah Jiwa Lahir, ia akhirnya melihat sesuatu yang sebelumnya luput dari pandangannya.

Tepat di bagian bawah altar, hampir menyatu dengan lantai batu ruangan, terdapat sebuah panel yang memiliki tekstur permukaan sedikit berbeda dari batu di sekitarnya. Dan di tengah panel itu, terlihat sebuah lubang kecil.

Bentuk lubang itu persis sama dengan bentuk kunci yang sedang digenggamnya.

Lin Chen berjongkok perlahan, lalu memasukkan kunci itu ke dalam lubang tersebut.

Klik.

Terdengar suara bunyi yang sangat pelan, seolah menyatakan bahwa mekanisme itu sudah terhubung dengan benar.

Panel batu itu pun perlahan bergeser ke samping—bergerak dengan halus, tanpa menimbulkan suara gesekan keras atau debu yang beterbangan. Seolah mekanisme ini dijaga oleh kekuatan gaib agar tetap berfungsi sempurna meskipun sudah ribuan tahun tidak disentuh tangan manusia.

Di balik panel yang terbuka itu, terlihat sebuah tangga batu yang menurun jauh ke dalam kegelapan yang pekat. Bahkan dengan bantuan Mata Dewa Kekacauan miliknya, Lin Chen tidak mampu melihat apa yang ada di ujung tangga itu.

Namun, dari kedalaman bawah sana, naiklah sebuah aroma yang samar namun sangat khas.

Lin Chen mengenali aroma itu dalam waktu kurang dari satu detik. Bukan karena ia pernah menciumnya sebelumnya, melainkan karena tubuhnya sendiri secara naluriah mengenalinya. Dua kekuatan besar yang bersemayam di dalam dirinya—Tubuh Pedang Kekacauan Primitif dan Tubuh Hegemoni Hongmeng—bergetar sangat halus, seolah mengenali keberadaan saudara atau asal-usul mereka sendiri.

Aroma itu persis sama seperti yang tercium dari pedang hitam yang tergeletak di dalam Makam Kuno Sekte Taixuan.

Lin Chen berdiri tegak kembali, menatap anak tangga pertama itu dengan pandangan tajam.

“Jadi semuanya memang saling terhubung,” gumamnya dalam hati. “Pedang hitam di Taixuan, benda di atas altar ini, dan ruangan di bawah tangga ini... semuanya adalah bagian dari satu kesatuan yang sama.”

Tangannya memegang tepi panel batu yang masih terbuka itu. Namun, ia segera menggelengkan kepala pelan.

“Tapi bukan malam ini waktunya untuk turun ke sana.”

Ia mencabut kembali kuncinya dari lubang, lalu panel batu itu tertutup kembali dengan bunyi klik yang sama persis seperti saat terbuka. Lin Chen menyimpan kembali kunci itu dengan aman, lalu menatap altar batu itu satu kali lagi sebagai tanda perpisahan sementara.

“Terlalu banyak hal yang belum diketahui. Masuk ke sana tanpa persiapan matang hanya akan mendatangkan bahaya. Lagipula, besok Su Qingxue harus bertanding di ronde penentuan.”

“Satu hal harus diselesaikan dalam satu waktu.”

Ia pun berbalik arah dan keluar dari ruang bawah tanah itu dengan gerakan yang sama tenang dan hati-hati seperti saat ia masuk.

 

Keesokan harinya, matahari terbit lebih terang dari hari-hari sebelumnya. Langit tampak bersih tanpa awan, dan angin yang berhembus dari arah pegunungan membawa udara segar yang jarang terasa sampai ke lembah Kota Jiuyang.

Cuaca yang terasa terlalu indah untuk situasi yang belum tentu sepenuhnya aman.

Di dapur penginapan, Lin Chen sudah sibuk menyiapkan hidangan sarapan. Sementara itu, di ruang makan, suasana terasa lebih hening dibandingkan biasanya. Setiap orang duduk dan menyantap makanannya dengan lebih fokus, seolah pikiran mereka sedang terfokus pada persiapan menghadapi pertandingan yang akan datang. Bahkan Fang Rui dan Zhou Bin pun tidak lagi berbisik-bisik seperti kebiasaan mereka.

Su Qingxue makan dengan tenang dan tenang. Raut wajahnya tetap dingin dan terkendali, namun ada perubahan halus yang terlihat dari cara ia duduk hari ini—lebih tegak, lebih mantap, dan terlihat lebih siap menghadapi apa pun yang akan terjadi, sesuai dengan kondisinya yang sudah stabil di tingkat Inti Emas Tingkat 3.

Setelah semuanya selesai makan, Sesepuh Bai memberikan pengarahan terakhir sebelum keberangkatan. Singkat, padat, dan tidak ada kata yang terbuang percuma.

“Su Qingxue,” panggilnya sambil menatap langsung ke murid utamanya. “Pertandinganmu hari ini kemungkinan besar akan menghadapi lawan dari Sekte Naga Langit.”

Ruangan seketika menjadi hening sesaat. Semua orang tahu betapa kuatnya sekte itu.

“Aku sudah menduganya,” jawab Su Qingxue dengan nada suara yang tetap tenang dan tidak berubah.

Sesepuh Bai hanya mengangguk pelan. Tidak ada lagi yang perlu ditambahkan.

 

Suasana di dalam Arena Utama hari ini terasa berbeda.

Jumlah penonton tetap sama banyaknya, suara hiruk pikuk pun terdengar sama riuhnya—namun energi yang terasa memenuhi udara terasa lebih berat dan menekan, persis seperti suasana sebelum datangnya badai besar. Semua orang bisa merasakannya, namun tidak ada yang berani mengucapkannya dengan lantang.

Lin Chen tidak masuk ke dalam tribun utama. Ia memilih berdiri di posisi yang sama seperti saat mengamati pertandingan sebelumnya—di luar ruangan, tepat di celah keramaian penonton yang memadati pintu masuk. Pandangannya cukup jelas untuk melihat ke tengah arena tanpa menarik perhatian.

Wei Peng berdiri tepat di sampingnya lagi. Tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun; ia hanya datang dan berdiri di sana saat Lin Chen tiba.

Dua pertandingan pertama pun berlangsung, melibatkan peserta dari sekte lain selain Taixuan. Lin Chen mengamatinya dengan setengah perhatian, sementara separuh kesadarannya mengamati tribun penonton dengan hati-hati menggunakan Mata Dewa miliknya.

Di sana, Lin Hao terlihat duduk di tempat yang sama seperti sebelumnya—kursi ketiga dari kanan di barisan kedua. Wajahnya menghadap ke tengah arena, namun matanya terus bergerak mengamati sekeliling.

“Masih terus mencari keberadaanku,” simpul Lin Chen dalam hati. “Namun, sejauh ini ia belum menemukan bukti yang cukup untuk memastikannya.”

1
Ihya Ilmi
Semangat thor
Ihya Ilmi
Lanjutkan thor, jangan kasih kendor, crazy UP thor👍👍
Hindra Hin: siap, masih di garap nihh 🙏👍👍👍
total 1 replies
Ihya Ilmi
Thor, 7 hari katanya tp knp MC nya bisa check in 2x?
Hindra Hin: terimakasih atas komentarnya, sangat membantu 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ihya Ilmi
Koreksi thor, " Enam Bulan?" atau "30 hari?", soalnya di sinopsis sebulan sekali.
Hindra Hin: baik, Terimakasih atas koreksinya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Pecinta Gratisan
hiatus gak nih thor cerita nya
Hindra Hin: update terus bang tiap hari aman. nantikan aja🙏🙏
total 1 replies
Hadi Hadi
semangat 👍👍
Hindra Hin: makasih bro👍👍
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪
Hindra Hin
Jangan lupa di komen Bro kalau ada kata yg salah kritik aja biar ada masukan🫵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!