Marcus Norton di hianati tunangannya sendiri, dia di jebak, lalu di serahkan kepada musuh keluarga Norton.
Marcus di aniaya sampai sekarat, dan nyaris mati, lalu di buang ke tempat pembuangan mayat tidak di kenal, di pinggiran luar kota.
Bukannya mati! tidak terduga, Marcus malah mendapatkan suatu kekuatan yang begitu dahsyat.
"Lihat! bagaimana aku mengubah takdirku! kamu perempuan ja-lang! akan mengemis di bawah kakiku!"
"Tapi, maaf! sudah terlambat! aku sudah menemukan wanita yang lebih berkelas dari dirimu!"
"Matilah sana, dasar ja-lang!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Mengajak ke pesta.
Setelah Marcus memberi arahan pada Toni, untuk memberi perintah apa saja yang akan di lakukan ke dua belas anggota khusus Norton, sekarang waktunya Marcus untuk pulang.
Jam kantor sudah lewat, karena masalah pembukaan segel, Marcus telat pulang ke Mansion.
Malam ini ia akan pergi memenuhi undangan pesta, penyambutan Selebriti papan atas, di kota mereka tersebut.
"Kamu yang pakai mobil pulang ke Mansion, aku tunggu kamu di Mansion!" kata Marcus sembari menepuk bahu Toni.
"Jadi...Tuan naik apa?" tanya Toni bingung, Marcus kalau tidak naik mobil, bagaimana bisa pulang ke rumah?
"Tenang saja, aku tunggu kamu di Mansion!" sahut Marcus sembari berjalan ke tepi bangunan gedung.
"Tuan! anda mau apa?!" teriak Toni panik, melihat Marcus naik ke atas pagar tembok atap gedung.
Marcus tidak mendengarkan Toni, ia harus cepat tiba di Mansion, ia sudah rindu pada Felicia.
"TUAN!!" teriak Toni dengan kencangnya, melihat Marcus menjatuhkan dirinya ke bawah gedung.
Tubuh Toni lemas, lututnya seperti tidak mempunyai tenaga untuk berdiri.
Ia memegang pagar atap gedung erat-erat, lalu dengan wajah pucat perlahan melirik ke bawah gedung.
Ia membayangkan tubuh Tuannya, di bawah sana sudah tidak bernyawa lagi.
Tiba-tiba ia melihat sebuah bayangan melompat dengan ringannya, di atas atap gedung, di seberang gedung Norton.
Sesosok bayangan pria, yang sangat familiar, dengan luwesnya melompati setiap atap gedung, dengan cepat.
Mata Toni terbelalak begitu terkejut, melihat siapa gerangan sosok bayangan itu, lalu kemudian perlahan wajah kagetnya meredup.
Kemudian di ganti dengan wajah yang cerah, sekarang dia tahu sudah! memang dasar bodoh aku! bisik Toni.
Marcus telah memiliki kekuatan, tentu saja ia memiliki meringankan tubuh.
Bibir Toni perlahan menyunggingkan senyuman.
Sementara itu di Mansion Norton.
Felicia menikmati alunan music, sembari berbaring santai pada sebuah sofa panjang, memejamkan matanya.
Di tengah merdunya alunan music, Felicia merasakan sebuah bayangan mendekat padanya.
Perlahan matanya terbuka, tampak Marcus berdiri di sisi sofa memandangnya sembari tersenyum.
Felicia sontak bangkit dari berbaringnya, dan dengan cepat Marcus menahannya.
"Aku tidak mendengar kamu pulang!" ujar Felicia.
"Aku sengaja pulang sendiri, Toni belakangan pulangnya, masih ada yang harus dia urus, sebentar lagi baru akan sampai di Mansion!" kata Marcus, lalu duduk di samping Felicia yang sudah duduk tegak di sofa tersebut.
Tangan Marcus meraih pinggang Felicia, dan membawa tubuh mungil Felicia ke atas pangkuannya.
"Aku rindu padamu!" bisik Marcus di telinga Felicia.
Felicia tersenyum hangat mendengar bisikan Marcus, lalu melingkarkan lengannya ke sekitar rusuk Marcus, ia pun memeluk Marcus dengan erat.
Marcus merasakan tubuhnya, terasa rileks memeluk Felicia.
"Sayang, malam ini aku akan mengajakmu ke sebuah pesta, aku sudah membawa pakaian pesta untukmu!" kata Marcus meraih sebuah paper bag.
Felicia melepaskan pelukannya, dan meraih paper bag yang di pegang Marcus.
Lalu mengintip isinya, sebuah gaun mewah berwarna biru lembut, dan sepasang high heels mewah.
"Haruskah kita pergi?" tanya Felicia, dengan sedikit malas.
Ia tidak begitu suka berbaur dengan orang banyak, apa lagi di antara orang kaya, yang suka pamer penampilan.
"Iya, sayang!" jawab Marcus, sembari jemarinya meremas pinggang Felicia dengan lembut.
"Sebuah Agency Entertainment Y&I, sengaja mengundang para Pengusaha di kota kita, untuk bekerja sama dengan mereka, kalau keuntungan yang di berikan mereka memuaskan, aku bersedia bekerja sama dengan mereka!" kata Marcus menjelaskan, maksud dari ia mau menerima undangan tersebut.
"Baiklah! Ayo kita pergi!" ujar Felicia, akhirnya mengerti setelah di jelaskan oleh Marcus.
Marcus tersenyum senang mendengar perkataan Felicia, satu kecupan dia daratkan pada kening Felicia.
Dan Felicia kembali memeluk Marcus, membuat seberkas cahaya keluar dari tubuh Felicia, dan meresap ke tubuh Marcus.
Marcus merasakan tubuhnya semakin rileks, dan kekuatan pada dirinya terasa seperti batre yang tadinya lemah, kembali penuh, setelah dayanya di isi.
Bersambung....
andai ada sdikit detail ttg power & kmampuan host nya...mkn lbih asyekk ya..
oke lanjouutss.