NovelToon NovelToon
Dua Kali Jatuh Cinta

Dua Kali Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:952
Nilai: 5
Nama Author: SAIDA VALE

Nadia mati mengenaskan akibat dikhianati. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan memindahkan jiwanya ke tubuh Chelsea Latief, gadis kaya raya yang sedang koma.

Terbangun sebagai Chelsea, Nadia tidak hanya harus mencari cara untuk menghancurkan orang-orang yang telah membunuhnya di masa lalu, tetapi ia juga harus bertahan hidup di rumah mewah yang penuh dengan konspirasi racun, sekaligus menghadapi Reynald—tunangan arogan yang tiba-tiba berbalik mengejar cintanya.

"Aku bukan Chelsea yang bisa kamu injak-injak lagi, Tuan Reynald."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAIDA VALE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Sangkar yang Berubah Fungsi

Sementara mobil Bentley milik Reynald terus melaju membelah keheningan malam menuju mansion Latief, di sebuah sudut VIP bar Hotel Grand Hyatt yang mulai sepi, dua orang sedang dicekam oleh kepanikan yang luar biasa.

Hendra Latief duduk dengan napas memburu, meneguk segelas wiski murni dalam sekali teguk. Di hadapannya, Baskoro berdiri dengan rahang mengetat dan kedua tangan bertumpu di atas meja kaca, menatap Hendra dengan pandangan yang siap membunuh.

"Bagaimana bisa jalang kecil itu tahu tentang audit yayasan?!" desis Baskoro dengan suara tertahan, matanya berkilat penuh amarah. "Kamu bilang dia bodoh, Hendra! Kamu bilang dia hanya tahu cara menghabiskan uang! Tapi malam ini, dia hampir membongkar semua aliran dana kita di depan pemegang saham!"

"Aku juga tidak tahu, Baskoro!" bantah Hendra dengan suara gemetar, menyeka keringat dingin di dahinya. "Sejak bangun dari koma, dia berubah total. Sorot matanya, bicaranya... dia bahkan berani mengusirku dari lantai dua rumahku sendiri! Dan yang lebih buruk, dia tahu tentang serbuk racun itu!"

Baskoro mengepalkan tinjunya hingga terdengar bunyi kertakan sendi. Pikiran pria itu melayang pada kalimat Chelsea di aula tadi. Jiwa orang yang mati karena dizalimi bisa kembali menggunakan tubuh orang lain untuk menuntut balas. Kalimat itu entah mengapa terus terngiang di kepalanya, mengingatkannya pada sosok Nadia Kirana.

"Kita tidak bisa menunggu sampai rapat pemegang saham bulan depan," ucap Baskoro dingin, matanya menyipit kejam. "Jika Reynald sampai menurunkan tim hukumnya untuk mengaudit keuangan keluarga Latief, kita berdua akan membusuk di penjara. Sita... pelayan muda yang kamu suruh meracuni susu Chelsea, pastikan dia tutup mulut selamanya sebelum polisi mengendusnya."

Hendra mengangguk kaku, wajahnya pucat pasi. "A-akan kuatur malam ini juga."

Di saat yang sama, mobil mewah Reynald akhirnya berhenti di depan gerbang megah mansion keluarga Latief. Namun, Nadia mengernyitkan keningnya saat menyadari ada dua mobil SUV hitam asing yang sudah terparkir di pelataran rumahnya, lengkap dengan beberapa pria berbadan tegap yang mengenakan pakaian safari hitam formal.

Nadia menoleh ke arah Reynald yang sedang merapikan lengan kemejanya. "Tuan Reynald, siapa mereka? Jangan bilang Paman Hendra sudah menyewa pembunuh bayaran secara terang-terangan di halaman rumah saya."

Reynald terkekeh pelan, sebuah suara bariton yang terdengar seksi namun dingin. "Mereka adalah orang-orangku, Chelsea. Tim keamanan elit dari Reynald Group."

Nadia menaikkan sebelah alisnya. "Aku hanya meminta status tunangan sebagai pelindung, bukan pasukan militer pribadi."

"Musuhmu sudah mulai panik, dan orang yang panik bisa melakukan hal bodoh dalam waktu singkat," ucap Reynald sembari membuka pintu mobil dan turun terlebih dahulu, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Nadia. "Mulai malam ini, lantai dua mansion ini sepenuhnya berada di bawah pengawasan orang-orangku. Tidak ada satu pun pelayan, termasuk paman atau sepupumu, yang bisa mendekati kamarmu tanpa pemeriksaan berlapis."

Nadia menerima uluran tangan Reynald, merasakan kehangatan yang kontras dengan angin malam yang berembus. Di dalam hati, ia harus mengakui bahwa tindakan protektif Reynald ini sangat efisien. Dengan adanya penjagaan ini, ruang gerak Hendra untuk mencelakainya lagi di dalam rumah ini sudah tertutup rapat.

Mereka berdua berjalan memasuki lobi mansion. Pak Haris, kepala pelayan, langsung menyambut dengan wajah cemas, melirik ke arah luar di mana para pengawal Reynald mulai mengambil posisi di setiap sudut strategis.

"Nona Muda, Tuan Reynald... pria-pria di luar itu..."

"Mereka adalah pengawal pribadiku yang akan memastikan tidak ada lagi 'insiden salah minum obat' di rumah ini, Pak Haris," potong Nadia dengan nada datar namun penuh penekanan. "Pastikan semua pelayan tahu posisi mereka. Dan jika ada yang keberatan, mereka bisa langsung mengemas barang-barang mereka malam ini juga."

"Baik, Nona Muda. Dimengerti," jawab Pak Haris sembari membungkuk hormat, menyadari bahwa kekuasaan di dalam mansion ini telah sepenuhnya bergeser ke tangan Chelsea.

Reynald mengantarkan Nadia hingga ke undakan tangga pertama yang menuju ke lantai dua. Ia menghentikan langkahnya, menatap wajah cantik Chelsea yang tampak sedikit lelah namun tetap memancarkan ketangguhan.

"Istirahatlah. Besok pagi, Adrian akan mengirimkan laporan pertama mengenai aktivitas kasino Hendra ke komputermu," ucap Reynald, suaranya melembut secara tidak sadar.

Nadia mengangguk, lalu menatap pria di hadapannya dengan tulus. "Terima kasih untuk malam ini, Tuan Reynald. Anda adalah rekan bisnis yang sangat bisa diandalkan."

Reynald maju satu langkah, memperkecil jarak hingga Nadia bisa mencium aroma maskulinnya lagi. Pria itu menunduk sedikit, berbisik tepat di samping telinga Nadia, "Aku tidak hanya ingin menjadi rekan bisnis yang bisa diandalkan, Chelsea. Aku ingin melihat seberapa jauh singa betina kecilku ini bisa mencabik-cabik musuhnya."

Sebelum Nadia sempat membalas, Reynald sudah menegakkan tubuhnya kembali, memberikan senyuman miring yang misterius, lalu berbalik melangkah keluar dari mansion.

Nadia menatap punggung tegap yang perlahan menghilang di balik pintu utama tersebut. Jantungnya memberikan letupan debaran halus yang asing. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menepis perasaan itu. Fokus, Nadia. Cinta adalah hal terakhir yang kamu butuhkan saat ini. Pembalasan dendammu baru saja dimulai.

Dengan langkah mantap, Nadia menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua, yang kini telah berubah dari sangkar emas yang berbahaya menjadi benteng pertahanannya yang kokoh.

Namun, tepat saat ia membuka pintu kamarnya, ia menyadari ponselnya bergetar di dalam tas. Sebuah pesan masuk dari Adrian:

Adrian: Nona, ada situasi darurat. Sita, pelayan yang mengantarkan susu malam itu... dia baru saja dipaksa masuk ke dalam mobil asing oleh orang suruhan Hendra beberapa menit lalu. Mereka membawanya ke arah gudang tua di pelabuhan barat.

Nadia membelalakkan matanya. Mereka mencoba melenyapkan saksi kunci!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!