Warning 21+ guys ... harap cek umur dulu sebelum baca.
***
Arya seorang Presdir di sebuah perusahaan terjebak pesona sekretaris pribadinya sendiri yang setiap hari sering berinteraksi dengannya.
Suatu hari mereka terpaksa tinggal satu kamar dan tidur satu ranjang. Bisakah Arya bertahan dengan godaan ranjang dari sekretaris mudanya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Titah
Supir dan mobil yang biasa mengantarkan Arya ke tempat kerjanya sudah siap sedia di halaman depan rumah megah ini.
"Silakan, Tuan," ucap sang supir mempersilakan Bosnya untuk masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dia bukakan.
Arya pun masuk ke dalam mobil mewah itu dan beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan area rumah Arya.
Baru saja keluar dari pintu gerbang rumahnya. Arya tiba-tiba bersuara dan membuat sang supir menjadi deg-degan pasalnya majikannya ini tidak pernah berbicara hal yang semacam ini.
"Kamu tahu kan posisimu di kehidupanku seperti apa?" tanya Arya pada supirnya.
"Tentu saja tahu, Pak. Saya hanya supir yang dipekerjakan oleh Bapak," jawab supir itu dengan perasaan was-was. Takut kalau dia tiba-tiba dipecat dari pekerjaannya.
"Bagus kalau kamu sadar. Lalu sebagai seorang pekerja yang diberi upah oleh majikannya, apakah kamu akan ikut campur dalam urusan pribadi mereka?"
"Tentu saja tidak, Tuan. Saya tidak berani ikut campur dalam kehidupan pribadi Tuan Arya."
"Maka ingat perkataanku baik-baik, semua yang kamu lihat dan kamu dengar kedepannya ... simpan saja untuk dirimu sendiri. Tutup mata, tutup telinga, dan tutup mulutmu!" titah Arya.
"Baik, Tuan. Saya akan mematuhi semua perintah, Tuan," jawab sang supir meski dengan pikiran yang campur aduk.
"Sekarang kita pergi ke rumahnya Anna dulu!"
"Hah?" kaget sang supir yang takut salah dengar.
"Kita jemput sekretarisku dulu! Kedepannya kita akan berangkat dan pulang bareng dengan Anna. Kamu mengerti!" tegas Arya.
"Baik, Tuan." angguk supir itu.
***
Di rumah Anna, sekretaris cantik itu masih berdandan di depan meja riasnya. Ibu Tia, ibu kandung Anna masuk ke dalam ruang kamar anaknya.
"An, kamu kenapa masih dandan? Nggak takut kesiangan ya?"
Anna berhenti dari aktivitasnya dan menoleh ke arah ibunya.
"Buat apa aku takut kesiangan, bosnya aja pacarku sendiri. Lagian aku kan mau dijemput sama Bos Arya, Bu."
"Wuidih, gercep juga kamu. Udah main antar jemput segala."
"Iya dong, Bu. Anna gitu lho," bangga wanita cantik itu yang kini sudah perfect make up di wajahnya.
***
Di luar rumah, Arum yang memang sedang menyapu halaman merasa heran saat ada mobil mewah memasuki gerbang rumah kontrakan ini.
"Mobil siapa itu?" kernyitnya heran. "Perasaan Kak Anna jarang pakai taxi online kalau pagi-pagi. Selain itu mobilnya mewah banget, nggak mungkin taxi online deh kayaknya."
Tebakan Arum pun benar saat Arya keluar dari dalam mobil itu dengan gagahnya.
"Dia siapa?" gumam gadis itu.
Arya dan Arum bertemu pandang, gadis itu segera tersenyum singkat sebagai tanda sopan santun.
"Sayang!" suara lantang Anna terdengar manja saat wanita cantik itu keluar dari dalam rumahnya.
Arya pun mengalihkan pandangannya ke arah Anna yang kini mulai memeluk tubuhnya.
"Ayo berangkat!" ajak wanita itu.
Arya pun mengangguk dan kembali masuk ke dalam mobil bersama dengan Anna.
Di perjalanan Arya bertanya, "Tadi yang lagi nyapu siapa, An?"
"Oh itu," jawab Anna dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya. "Dia pembantu di rumah aku."
"Oh pembantumu. Aku kira dia adikmu."
"Bukanlah," sanggah Anna dengan tawa renyah. "Aku ini anak tunggal. Mana mungkin punya adik."
Anna kini mulai menggandeng tangan Arya dan menyenderkan kepalanya pada dada bidang lelaki itu.
Sang supir yang saat ini sedang melihat adegan kemesraan itu pun mulai paham dengan perintah majikannya tadi.