Farhan dan Viona sudah menikah selama 10 tahun,namun mereka belum juga dikaruniai buah hati.
Bukan karena Farhan atau Viona yang tak subur,tapi karena Viona lah yang tak ingin mengandung seorang bayi meskipun rahimnya normal.
Alasan Viona tak ingin mengandung adalah,karena dia seorang mantan model terkenal,sehingga dia tak mau jika bentuk tubuh seksinya berubah.
Walaupun Farhan sudah mengatakan bahwa dia mau menerima bagaimanapun kondisi tubuh Viona,tapi Viona tetap menolak dengan keras,dia tak mau menuruti keinginan Farhan.
Perkara itu membuat Farhan Galau, Farhan ingin sekali memiliki anak untuk penerus keluarga besarnya,karena Farhan adalah anak tunggal,sehingga dari dialah orangtuanya mengharapkan penerus.
Untuk mengobati kegalauan suaminya, Viona pun menyarankan Farhan untuk mencari wanita yang dapat mengandung benihnya,tentu saja dengan jalan pernikahan yang sah.
Meski sempat menolak,tapi akhirnya Farhan menikahi seorang gadis bernama Ameera,karyawati di kantornya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisdaa Rustandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suami Mesum
Malam itu...
Ameera dan Farhan memutuskan untuk menginap di rumah orang tua Farhan,karena mereka yang meminta,alasannya mereka masih merindukan Ameera,bahkan meminta keduanya untuk tinggal bersama mereka saja.
Namun, Farhan tak bisa meninggalkan pekerjaannya di kantor,dia tak mungkin tinggal di rumah orang tuanya yang berajarak sangat jauh dengan kantor.
Apa jadinya jika kantor tanpa Farhan?
Belum lagi, Farhan harus menghadapi sidang perceraiannya dengan Viona,yang akan dilaksanakan pada lusa.
Orang tua Farhan meminta Ameera saja yang tinggal dengan mereka,jika Farhan tak bisa,tetapi Ameera pun tak bisa melalaikan tugasnya pada Farhan,sang suami.
Sehingga,mau tak mau Ameera harus tetap ikut pulang bersama Farhan.
Mereka hanya menyanggupi untuk menginap malam ini saja.
Ameera dan Farhan sudah berada di tempat tidur di kamar Farhan dulu,mereka bersiap untuk tidur.
"Mas,aku gak nyangka deh,ternyata kamu pria yang menolak perjodohan denganku itu,yang selalu kabur saat akan bertemu" celoteh Ameera.
Farhan menggaruk kepala tak gatal,dirinya sangat malu,dulu dia selalu menolak untuk bertemu dengan wanita yang akan di jodohkan dengannya,dia selalu melarikan diri sebelum orang tuanya mempertemukan mereka.
Tapi sekarang setelah tahu siapa wanita itu, Farhan malah candu terhadapnya,hingga sulit berjauhan.
"Hehehe... soalnya kan waktu itu aku gak tahu kalau wanita yang di jodohkan denganku adalah si gadis kcil ompong" Farhan membela diri.
"Tapi meski begitu,nyatanya Tuhan tetap mempersatukan kita meskipun jalannya berbeda" tambahnya.
"Iya,tapi tetap saja aku jadinya kecewa,karena aku ditolak mentah-mentah,huh!" Ameera melipat kedua tangannya di dada dan memalingkan muka pura-pura marah.
"Hei,jangan marah dong... aku kan gak tahu,lagi pula saat itu aku memang sangat tergila-gila pada Viona.Aku gak bisa berpaling darinya,makanya aku menolak perjodohan" Farhan mendekati Ameera,memeluk Ameera dari belakang.
"Mas,ingat gak dulu,kamu pernah bawa aku main ke kolam renang terus aku terpeleset jatuh ke dalam air?" Ameera mengingat kembali kenangan dulu.
"Hmmm... bentar, aku ingat-ingat dulu" Farhan memang pelupa.
"Ah iya,yang itu... aku ingat,aku langsung nyebur ke kolam karena kamu kelelep,hehehe" Farhan ingat tapi malah cengengesan.
"Aku kasih kamu nafas buatan waktu itu,hahahah itu artinya kita pernah ciuman sejak dulu" Farhan tetawa kencang jika ingat kejadian itu,dia pernah memberikan Ameera nafas buatan karena Ameera pingsan tenggelam.
"Iiih... nakal deh... memang udah nafsuan sejak dulu ya" Ameera mencubit lengan Farhan yang tertawa.
"Buka nafsuan,kan memang waktu itu timingnya kamu pingsan, Mama sama Papa lagi di dalam,aku panik gak mau di omeli karena lalai menjaga kamu.Ya udah aku ngikutin cara-cara kayak di TV aja kasih nafas buatan lewat mulut,kalau kelumat dikit bibirnya bukan disengaja namanya,tapi rezeki aku, hahahaha" Farhan kembali tertawa.
"Memang otaknya mesum terus!" Ameera menggigit hidung Farhan gemas.
"Tapi kamu suka kan?" goda Farhan menaik turunkan alisnya genit.
Ameera tersipu malu,suaminya semakin hari semakin genit saja padanya.
******
Di tempat lain...
Viona kembali bertemu dengan Mark di sebuah hotel, seperti biasa mereka akan bercumbu mesra seperti suami istri.
Viona sudah tak merasakan sedih lagi setelah bercerai dari Farhan,dia malah semakin bergirah untuk menghancurkan Ameera dan merebut Farhan kembali.
Tentu saja bukan karena dia mencintai Farhan,tetap karena harta kekayaan Farhan memang belum dikuasainya.
Viona tak mau bersedih lagi,dia akan menjalankan berbagai rencana untuk mendapatkan apa yang dia mau, walaupun harus mengorbankan Ameera sekalipun,dia tak peduli pada gadis itu.
Puas bermain panas dengan Mark, Viona masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa peluh kenikmatan.
Setelahnya, Viona keluar dari kamar mandi masuk kedalam selimut setelah mengeringkan tubuhnya.
Mark sedang memainkan ponselnya setelah puas dilayani Viona.
"Mark,aku sudah mendapatkan info tentang wanita itu dari asistennya Mas Farhan,katanya Farhan sedang berada di rumah orang tuanya dan akan pulang besok.Itu artinya,Mas Farhan akan pulang ke rumah wanita itu.Kamu harus menunggunya pulang dan ikuti hingga ke rumah wanita itu,saat Mas Farhan lengah,lakukan tugasmu,habisi dia dan tinggalkan dia tanpa jejak apapun" Viona memberitahu Mark tentang rumah Ameera yang pastinya akan jadi tempat kembali Farhan.
Jika Farhan kembali dari rumah orang tuanya,maka rumah Ameera lah yang akan jadi tempat pulangnya,karena hanya Ameera yang berhubungan dengannya.
"Lalu,apa kamu memiliki foto wanita itu? mungkin saja aku akan bertemu di jalan atau di tempat yang tak terduga,sehingga aku bisa menghabisinya dengan mudah" Mark pikir,jika dia bisa melihat foto Ameera,pasti dia akan lebih mudah menghabisi Ameera.
"Aku gak punya foto gadis itu,aku belum pernah bertemu dengannya sekalipun,aku malas.Tapi yang pasti,dia tinggal sendirian, Ayahnya sudah meninggal sebulan lalu,kamu akan mudah melakukannya jika Mas Farhan gak ada" Viona memang tak pernah bertemu dengan Ameera sekalipun,karena dia tak mau meliha madu suaminya itu.
Namun,itu justru membuatnya sulit sekarang,karena dia tak mengetahui rupa Ameera,dia tak bisa melancarkan aksinya dengan mudah.
"Ya sudah,gak apa-apa,aku akan melakukannya jika suamimu itu gak ada" Mark tak ambil pusing.
"Sekarang,kirim uangnya padaku,aku akan mengerjakannya besok setelah membayar teman-temanku" Mark meminta di transfer uang seperti biasa.
Viona tak menunggu lama,langsung saja mentrasfer sejumlah uang pada Mark dengan cepat.
"Lakukan tugasmu,jangan lakukan kesalahan yang bisa menyeret kita,aku mau kamu melakukannya dengan bersih!" titah Viona,hasrat membunuhnya membara.
"Baik,aku akan melakukan pekerjaanku dengan baik,kamu hanya perlu menunggu hingga aku memberikan kabar baik padamu" Mark yakin dia akan bisa melakukan tugasnya sesempurna yang diinginkan Viona.
Mark meletakkan kembali ponselnya,lalu mengukung Viona dibawah tubuhnya.
Mark dan Viona kembali melakukan aktifasi bercinta untuk kedua kalinya.
Viona selalu puas dengan pelayanan Mark,pria muda nan tampan itu sangat bisa membuatnya serasa melayang.
Mark sangat perkasa,dia mampu melayani Viona hingga berkali-kali,selain usianya yang masih muda dan segar bugar, Mark juga memiliki tubuh yang kekar berotot dan tingginya sekitar 190cm.
Tubuh Mark dan Farhan hanya berbeda tipis sebetulnya,hanya saja Viona sudah tak berhasrat lagi pada Farhan sejak berhubungan dengan Mark.
Farhan adalah pria tampan khas asia berkulit putih bersih,hidung mancung,mata tegas dan tubuh tinggi 186cm.
Sedangkan Mark,dia adalah pria keturunan Amerika dengan tinggi 190cm, kulitnya putih kemerah-merahan,hidung mancung dan tubuh kekar.
Viona sangat menyukai Mark,apapun yang di inginkan oleh pria itu akan dikabulkannya,daripada Mark pergi darinya.
Viona merasa, Mark jauh berbeda dari Farhan,baginya Farhan sangat lemah dan bodoh.
Segala kebaikan Farhan dilupaka begitu saja hanya demi Mark,pria muda itu berhasil membuat Viona tergila-gila.
******