Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: MANSION
Bi mina tertegun. Tubuhnya mendadak kaku. Wanita tua itu terbiasa melihat nona mudanya yang rapuh, selalu menangis ketakutan, dan mencari perhatian keluarganya. Kini justru terlihat dingin dan mengeluarkan aura yang menekan,sorot mata tajamnya seakan bisa menguliti siapa saja yang dilihatnya.
"non... Non thea? Ada yang sakit? Bibi panggilkan dokter ya non?" tanya bi mina dengan suara lembut yang hangat, cemas melihat nona mudanya yang diam saja.
Athena tidak langsung menjawab. Dia mdnggerakan lehernya perlahan, mengabaikan rasa pening hang amat sangat menghujam kepalanya. Netra tajamnya menyapu sekeliling kamar rawat sempit dengan aroma obat yang menyengat.
'Rumah sakiit'
Ingatan terakhirnya adalah rasa sakit saat kepalanya membentur sudut meja, disusul suara tawa sinis kenan dan tatapan dingin Kenzie. Sudut bibir athena yang pecah terangkat mengulas senyum dingin yang tampak mengerikan di wajahnya yang pucat.
"bi mina," panggil athena, menatap pengasuhnya itu dengan tatapan melembutkan dan seluas senyum, satu-satunya orang yang masih membelanya di saat semua orang justru memusuhinya.
"mulai hari ini, athena yang bodoh dan lemah itu sudah mati. Jadi jangan pernah menangis untukku lagi bi, karna semua yang mereka lakukan padaku akan ku balas berkali-kali lipat dari rasa sakit yang ku terima" ucapnya dengan mata penuh dendam.
Bi Mina terpaku, merasakan aura pekat yang menguat dari nona mudanya.
"kita pulang besok bi" perintah athena datar "kita punya banyak hal yang harus diselesaikan"
"tapi, non.. Kondisi non thea belum pulih sepenuhnya. Dokterbilang non harus-"
"aku tidak apa-apa, bi" potong athena cepat, menatap bi mina dengan sorot mata tajam tak ingin di bantah. "tubuhku sudah baik-baik saja dan berada di tempat ini terlalu lama hanya membuang-buang waktu"
Mendengar penuturan itu, bi mina menelan ludah susah payah. Ketegasan nona mudanha membuat bi mina menelan kalimat yang sudah di ujung lidah. Ia hanya bisa mengangguk pasrah, menyadari nona mudanya tidak sedang mengajak berdiskusi, melainkan memberikan perintah mutlak.
"baiklah non, besok pagi bibi akan mengurus kepulangan non thea. Agar tetap bisa tetap rawat jalan" patuh bi mina.
Athena mengangguk samar, lalu menyandarkan kepalanya. Tatapannya menerawang ke luaf jendel kamar rawat yang menampilkan langit malam jakarta pusat.
'pulang', batin athena, mengulang kata itu dengan seringai sinis di benaknya.
Bagi orang lain, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Tapi bagi athena rumah adalah neraka, kembali ke kexiaman mahendra sama saja kembali kedalam neraka. Belum lagi dengan segala macam drama yang di ciptakan anak kesayangannya itu.
Hanya dengan memikirkan itu saja sudah membuat atena muak, betapa bodohnya dia di masa lalu yang dengan naifnya mencari perhatian keluarga yang sudah tidak mengharapkan kehadirannya.
"gue akan tetep pulang ke neraka itu, bukan untuk jadi samsak hidup. Tapi untuk membuat gue bener-bener benci sama keluarga gila itu dan bisa balas perlakuan mereka tanpa rasa bersalah meski mereka harus mati di tangan gue"
"tunggu gue pulang, keluarga tersayang" ucapnya dengan seringaian penuh dendam.
...----------------...
Pagi-pagi sekali, Bi Mina sudah berada di ruang administrasi untuk mengurus kepulangan Athena. Meski dokter sempat melarang karena kondisinya belum pulih sepenuhnya, keputusan keras kepala gadis itu tidak bisa dipatahkan.
Akhirnya, dengan berat hati dokter mengizinkan Athena pulang, dengan syarat ia harus menghabiskan cairan infusnya terlebih dahulu.
Hal itu membuat Athena baru bisa keluar dari rumah sakit saat hari sudah beranjak siang.
"Non, kita pulang naik taksi, ya? Mang Jajang masih mengantar Nyonya belanja bulanan," jelas Bi Mina dengan nada tidak enak hati.
Mendengar itu, Athena hanya mengangguk samar. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sarat akan sarkasme. Tentu saja, prioritas rumah itu tidak akan pernah berubah.
Di sinilah Athena sekarang, berdiri di depan gerbang megah kediaman Mahendra. Saat taksi yang mereka tumpangi memasuki pelataran rumah, pandangan Athena langsung tertuju pada deretan motor sport yang berjejer rapi.
Ia tahu persis siapa pemilik kendaraan-kendaraan mahal itu. Mereka adalah teman-teman dari abang kembarnya.Athena turun dari taksi. Angin siang menerpa wajah pucatnya, namun tidak ada lagi gurat kerapuhan di sana.
Dengan langkah kaki yang tegas, punggung tegap, dan sorot mata setajam silet, ia melangkah masuk ke dalam mansion.Langkahnya belum genap mencapai ruang utama, namun suara tawa yang menggelegar sudah menggema, memenuhi seisi ruang tengah. Sebuah kehangatan keluarga yang tidak pernah menyertakan dirinya di dalamnya.
Tawa di ruang tengah mendadak berhenti saat mereka melihat Athena masuk. Bukannya ketakutan atau menangis seperti biasanya, Athena justru menatap balik dengan pandangan meremehkan yang membuat abang kembarnya merasa terhina.
Melihat keramaian di ruang tengah sama sekali tidak membuat Athena berniat menyapa atau sekadar basa-basi. Ia sungguh lelah dan malas meladeni drama.
Tubuhnya yang masih lemas hanya ingin segera direbahkan di atas kasur. Namun, baru saja kakinya akan menapak anak tangga pertama, sebuah suara lembut yang memuakkan masuk ke indra pendengarannya.
"Kakak sudah sembuh? Kakak lama sekali dirawat, apa luka Kakak separah itu? Padahal aku yang Kakak dorong dari tangga saja sudah bisa masuk sekolah," celetukan menjijikan itu membuatnya muak dan ingin sekali membunuh manusia yang berbicara itu.
...****************...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 09.00 dan 20.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....