NovelToon NovelToon
Diantara Mereka

Diantara Mereka

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:245.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deodoran

karya ini terdapat alur maju mundur ya, baca beberapa bab baru baru bisa mengerti jalan ceritanya.😁

Garina Jelita, gadis malang yang telah disia siakan selama 10 tahun, ia berada dititik terendahnya saat suami yang ia percaya mampu melindunginya justru mengusirnya dari kehidupannya.

percayalah penyesalan akan selalu ada bagi mereka yang berbuat kesalahan, namun waktu belum tentu memberi kesempatan bagi mereka untuk menebusnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deodoran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Hati Byan berdesir tatkala memandang Garina yang tersenyum sambil terus menatap keluar Jendela, dimana Hujan yang tadinya Deras perlahan mulai reda.

Wajah Garina memerah sambil mengingat kelakuan mereka tadi di salah satu butik. Mereka masuk dengan seluruh tubuh yang basah dan meminta dicarikan pakaian ganti.

Bagi Garina itu adalah hal yang paling memalukan karena menjadi pusat perhatian orang orang disana. Namun entah mengapa ia seperti kembali kemasa remajanya dimana ia terkadang melakukan hal hal duluar nalar. Yah Garina muda memang sedikit konyol dulunya.

Kini tampilan Garina sudah sangat cantik, dress putih berlengan pendek sebatas betis nampak begitu pas ditubuh mungilnya, ditambah sebuah jepitan mutiara yang tersemat di rambutnya.

"Kita juga pernah bermain hujan ditepi Danau" Ucap Garina tiba tiba.

Saat Byan menoleh ia sudah melihat wajah Sendu Garina meski berusaha tetap tersenyum.

sebenarnya Byan sangat ingin mengajak Garina ke Danau masa remaja mereka namun jalanan itu akan kembali mengingatkan Garina dengan masalalunya yang menyakitkan. Karena mereka akan melewati Mansion utama keluarga Ganendra, dan Garina bukan hanya akan teringat dengan pria jahat itu namun juga dengan ayahnya.

Byan akan membawa Garina kembali kemasa lalunya dengan perlahan dimulai dari hal hal menyenangkan terlebih dahulu.

"Kita akan kesekolahmu" Byan tersenyum sangat Manis, seraya mengabaikan pertanyaan Garina.

"Benarkah?" sorot Netra Garina berbinar.

"Heem"

Dan disinilah mereka sekarang, sebuah sekolah Negeri menengah atas tempat Garina dulu menuntut ilmu, meski tak sampai pada tahap kelulusan karena Saking polos dan bodohnya begitu Sagara menikahinya Garina sudah tak memikirkan apapun lagi untuk melanjutkan pendidikannnya.

Garina melangkah masuk melewati sebuah gerbang besar yang masih terbuka, karena meski sudah pukul 5 sore masih ada anak anak yang melakukan kegiatan ekstra disana, seperti latihan pramuka dan basket.

Sementara itu di Ganendra tower...

Jhon yang lembur masih sibuk membaca beberapa berkas yang berhamburan dimeja kerjanya, semuanya data mengenai pencarian Garina selama ini.

Pria 38 tahun itu mengusap dagunya sambil berfikir, jika ada yang aneh dengan pencarian Garina yang awalnya begitu sulit namun mudah diakhir.

Kemana saja para pemberi informasi ini sebelumnya?

Lalu mengapa ia tak bisa menemukan perawat yang bersama Garina dan putranya di saat saat terakhirnya?

Menurut informasi dari klinik bersalin pria terakhir yang membawa Garina adalah perawat pria.

Lalu dimana dia?

Mengapa tak ada informasi apapun mengenai pria itu?

Byan terlalu percaya diri, ia lupa jika Sagara juga memiliki Jhon yang ketangkasan dan kesetiannya setara dengan Erick.

.

.

.

"Aku tidak memiliki sahabat saat sekolah dulu, karena posisiku yang menumpang di Mansion sehingga interaksi dengan teman sekelas hanya sebatas di sekolah saja. Aku tidak pernah main bersama mereka saat pulang sekolah. aku tak pernah ikut nongkrong saat mereka mengajakku, sehingga hubungan kami yah begitu begitu saja" Jelas Garina, kini mereka berjalan menyusuri koridor Sekolah hingga mereka tiba pada satu ruangan dengan pintu terkunci sehingga Garina dan Byan hanya bisa melihat dari balik kaca jendela.

Garina harus berjinjit sementara Byan tidak.

"Ini dulu kelasku, kelas 12 IPS B" sambil mata Garina mengamati suasana didalam kelas yang sudah banyak berubah. Tak ada lagi bangku dan meja kayu namun bangku yang menyatu dengan kursinya. Kelas ini juga lebih berwarna dengan segala pernak perniknya, ditambah lagi ada dua Ac yang melekat pada dindingnya.

"Sekarang sudah mewah sekali" Garina tak henti hentinya memuji kondisi mantan kelasnya.

Dan Byan hanya mengamatinya dengan tatapan teduh, ia bahagia melihat Garina namun masih memikirkan perkataan Garina sebelumnya.

"Aku pun tak punya teman saat sekolah dulu"

"Hemmm aku tahu" jawab Garina, wajah yang tadi bahagia seketika lenyap dan Byan sadar itu karena dirinya.

"Maaf Garina aku tidak bermaksud mengungkit hal yang menyedihkan"

"Aku pernah berfikir sebelumnya, andai waktu bisa diputar kembali aku akan kembali pada waktu dimana kau mengajakku pergi ke Amerika . dimana kita saling melengkapi dan sukses bersama, namun setelah melihat putraku El aku kembali berfikir andai waktu bisa terulang aku ingin kembali dan menikmati semua uang pria itu dan hidup bahagia bersama putraku. dan kita kemudian kembali bertemu lalu kau bisa bermain dengan dua keponakanmu yang terlahir normal,"

"Kau selalu ada dalam bayangan masa laluku Byan, bukankah sudah cukup aku saja yang menjadi sahabatmu, begitupun sebaliknya" Garina tersenyum.

"Terima kasih Garina, tetaplah tersenyum seperti ini" Byan lagi lagi mengusap pucuk kepala Garina , ada bahagia dan perih yang ia rasakan bersamaan ketika melihat senyum Garina dan menyebutnya sebagai seorang sahabat.

"GARINA!" Dari kejauhan seorang wanita berkaca mata dengan seragam olah raga berlari menghampiri Byan dan Garina.

"Kau Garina kan?" wanita itu mengguncang kedua bahu Garina. Tak butuh lama bagi Garina untuk mengenali wanita yang kini bertubuh gempal itu.

"Al-ia" ucap Garina terbata lalu menoleh menatap Byan.

"Iya aku Alia, sekarang aku mengajar disini sebagai guru olahraga" Alia menunjuk anak anak basket yang sudah selesai berlatih dan bersiap untuk pulang, "Ah iya kita ngobrol disana" Alia menarik Garina menuju sebuah bangku taman dibawah pohon, meninggalkan Byan yang masih menampakkan raut wajah khawatirnya.

"Tunggu" Suara Byan mengintrupsi keduanya untuk menghentikan langkah .

"Kita pulang Garina" Byan benar benar takut Jika Garina bertemu seseorang dari masalalunya selain dirinya.

"Dia siapa gar? Suami kamu? Atau pacar?" Alia memindai pria tampan dihadapannya. mungkin karena sudah memiliki suami dan anak sehingga Alia sama sekali tidak sempat terpesona dengan Byan.

"Saya kekasihnya! Kami hendak pulang" Byan menarik tangan Garina, dan wanita itu seakan tahu apa yang ditakutkan Byan sehingga berbohong seperti itu.

"Aku baik baik saja Byan, biarkan kami berbicara sebentar hemm" Garina mengusap lengan Byan dengan lembut hingga akhirnya Byan memberi kebebasan pada dua orang wanita seumuran tersebut.

"Pacarmu posesif sekali! Oh iya Gar, kamu dari mana saja? menghilang di awal semester dua padahal 6 bulan lagi kita ujian akhir. Terakhir seorang utusan datang kesekolah memberitahu jika kamu gak masuk sekolah karena lagi berduka ayahmu meninggal tapi saat teman sekelas dan pihak sekolah ingin pergi berbelasungkawa utusan itu justru tidak mengijinkannya" ta Alia benar benar

"Setelah ayahku wafat, Aku menikah" jawab Garina, ia tertunduk sambil meremat kedua jarinya.

Hening sesaat.

Alia menelan salivanya kasar.

Garina menikah disaat mereka bahkan belum lulus SMA?

Apa gadis sepolos ini MBA saat itu?

Pertanyaan negatif hinggap difikiran Alia.

Ibu guru itu lantas menatap Byan yang terus mengawasinya bergantian dengan Garina yang masih berusaha melawan rasa traumanya yang mendalam.

pria itu mengaku sebagai kekasih Garina disaat wanita itu justru mengatakan ia sudah menikah.

Apa Garina sekarang sudah Janda?

Alia mengelus lengan Garina pelan, menjadi seorang guru menyadarkannya agar ia tidak mudah menghakimi seseorang.

"Sudah sudah jangan ingat yang sudah berlalu oh iya apa kau ingat teman kita lucy?" Alia mulai mengalihkan topik pembicaraan, menceritakan kehidupan beberapa teman mereka sekarang, Sesekali Garina tersenyum bahkan tertawa menanggapi kisah kisah teman temannya kini.

Sepeninggal Garina dan Byan dengan perasaan ragu Alia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Seorang pria yang beberapa waktu lalu mengunjungi sekolahnya dan mencari tahu keberadaan Garina melalui dirinya dan orang orang yang pernah mengenal gadis itu.

Pria itu pernah berpesan agar merahasiakan mengenai kedatangannya dengan imbalan uang yang diberikannya pada Alia secara pribadi dan bantuan pendingin ruang untuk semua ruang kelas disekolah. Karena itulah mengapa Alia tadi tidak menyinggung mengenai pria itu dihadapan Garina. Alia merasa kehidupan Garina 10 tahun terakhir ini begitu luar biasa sehingga ada seseorang mengorbankan banyak materi hanya untuk informasi keberadaannya.

1
Rasidah Ny Kamri
karya yg sangat memukau 🥰
Lucy Toruan
bagus...
Lili Herlina
bagus syukaaa
Lena Sari
kok lucu banget seh garinaaaaa...
Vivi Zenidar
kereeeeeeeen..... karya yg nano nano..... menguras emosi krn sedih dan campur bahagia.... aq baca marathon...... sudah 2 karya mu yg aq baca.. dan akan lanjut ke karya mu yg lain.... terima kasih kasih untuk karya mu yg luar biasa ini
Deodoran: sma2 kak. mkasih udh mampir :)
total 1 replies
Vivi Zenidar
/Sob//Sob//Sob/
Vivi Zenidar
bagus banget cerita nya
Vivi Zenidar
nyesek aq
Vivi Zenidar
karya yg bagus.... kenapa yg baca sedikit????
siti salamah
sya baru baca sampai bab ini,, baca nya hrus pelan" ini mah cerita nya aga berat ,, dan ber isi.. ada Rasa ikan terbang nya tapi lbih ke Drakor sya ke sini dari jingga.. dan senjaa
siti salamah
ibu Elisa jahaaraa andaa ,, Biyan yang malang. bpa ibu nya betingakh ank nya kena getah..
Idha Mamanya Afwa Idhan
karya yang sangat luar biasa....
Terimakasih thor tuk karya hebatnya
Hani Ekawati
Menyesakan dada 😭
Hani Ekawati
Owh ternyata pendingin ruangan itu bantuan dari perusahan Sagara dengan perantara Jhon sang asisten
Hani Ekawati
Peluk jauh untuk Garina 😭
Hani Ekawati
Garina yang malang 😭😭😭
Hani Ekawati
Sedih banget Thor 😭😭😭😭😭😭
Hani Ekawati
Nyesek banget Thor 😭😭😭
Hani Ekawati
Akupun yg baca ikut nangis 😭
Padahal novel ini udah ku baca berulang kali 😭
Hani Ekawati
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!