NovelToon NovelToon
I'M Not A Savior

I'M Not A Savior

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Kontras Takdir
Popularitas:62.2k
Nilai: 5
Nama Author: FantaRiyah

Dikhianati oleh adik angkatnya, di penghujung kematiannya sang ratu iblis menggunakan kekuatan terakhir untuk melakukan perpindahan jiwa.

Jiwa ratu iblis berkelana untuk mencari raga baru dan masuk ke dalam tubuh anak bungsu kaisar yang disebut aib karena lahir dari hubungan gelap kaisar bersama wanita penghibur.

Mengisi raga baru, ia bertekad untuk merebut kembali posisinya sebagai ratu iblis sekaligus membersihkan namanya sebagai aib keluarga kekaisaran. Tapi, apa yang harus dilakukannya ketika sebuah masalah muncul, dimana tubuh baru itu diberkahi oleh dewi penyembuhan yang kemudian dirinya digadang-gadang akan menjadi saintess menjanjikan bagi kekaisaran? Padahal kenyataannya ia adalah ratu iblis, sosok yang jauh dari kekuatan suci apalagi penyelamatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantaRiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30| Daging Orc

...SELAMAT MEMBACA...

“Apa yang kamu lakukan? Berdiri dan hadapi dia!”

Seana berteriak dari persembunyian. Geas berdiri dan menoleh dengan raut tegang dan putus asa. “Apa kamu pikir aku bisa menghadapi makhluk sebesar itu seorang diri?!” raungnya.

Seana mengusap wajah kasar. “Dia bahkan tidak sebanding denganmu. Apa kamu lupa siapa dewa yang memberkatimu? Tidak bisakah kamu lebih percaya diri?” Seana mengomel.

Ah! Seolah sadar bahwa dirinya diberkati Dewa Otos, kepercayaan diri Geas meningkat drastis. Dia terus bergumam bahwa dirinya bisa menghadapi Cyclops jadi ketika tongkat batu berayun ke arahnya, dia berkelit dengan mudah dan segera mendekati telapak kaki monster tersebut, menghantamkan tinju dengan kekuatan yang besar hingga si Cyclops meraung dan mundur tak teratur bersama tubuh agak terombang ambing.

“Kenapa dia malah diam dan bukannya melancarkan serangan lagi?” Seana menggerutu melihat Geas justru diam memandangi Cyclops.

“E-eh, kamu mau kemana?” Asha terbelalak ketika Seana keluar dari persembunyian dan berada jauh di belakang Geas.

“Incar matanya! Jangan diam saja!” Seana membentak sambil berkacak pinggang.

Geas tersentak mendengar seruan penuh kekesalan tersebut dan segera berkelebat untuk memberi satu pukulan terkuatnya di kaki Cyclops yang lain sampai monster itu tersungkur dan saat itu pula Geas segera melompat ke atas tubuh monster dan melompat setinggi mungkin di depan wajah sebelum satu tendangan menusuk mata monster tersebut sampai pecah.

Darah hijau menyembur, membungkus tubuh Geas yang telah jatuh dan terduduk di atas tubuh Cyclops yang sudah tewas. Walau bau dan jantungnya terus berdebar karena tegang, senyumnya terlukis. Dia baru saja mengalahkan Cyclops!

Seana melipat tangan depan dada dan menyunggingkan senyum penuh rencana. Dia yakin bahwa ini bukan satu-satunya Cyclops di Pulau Milvi, mungkin masih ada belasan atau puluhan di dalam sana.

“Aku bisa mengalahkannya!” Geas segera menghampiri Seana yang telah didekati Asha dan Isha.

Ketiga saudara Geas mengerutkan dahi sambil kibaskan tangan, memberitahu bahwa tubuh pria itu sangat busuk oleh darah Cyclops.

“Sebaiknya bersihkan diri dan bangun tempat bermalam.” Isha berkacak pinggang sambil memperhatikan dimana area yang bagus untuk mendirikan tempat tinggal sementara.

“Sepertinya kita harus mencari gua ketimbang di tempat terbuka begini." Isha memberi usul.

Seana setuju. Jika di tempat terbuka begini mereka pasti akan diincar banyak monster.

Jadi, Keempat anak itu memutuskan untuk mengangkut barang-barang dan memasuki pulau lebih dalam. Burung dalam hutan berkaok-kaok lantang, membuat bulu kuduk Geas bergidik.

"Kalau begini kita bisa dalam bahaya."

Perkataan tiba-tiba Seana membuat ketiganya berhenti melangkah, menatap si bungsu penuh tanda tanya.

"Kenapa?" tanya Geas.

Seana diam sejenak dan memandangi tubuh Geas yang masih basah oleh darah. "Aroma manusia sangat memikat pada Cyclops, hidung mereka cukup peka jadi kita perlu menyamarkan bau."

Seana lantas menggosok kedua tangan di tubuh Geas, mengambil noda darah Cyclops untuk mengotori tubuh sendiri di beberapa bagian. Asha dan Isha yang paham segera mengikuti perkataan Seana lalu melanjutkan perjalanan.

Benar saja, beberapa monster yang sempat memperhatikan mereka dari kejauhan mulai acuh dan kembali.

Seana mengembuskan napas lelah. Sudah dua jam perjalanan tapi belum juga mendapat tempat untuk bermalam sementara hari kian petang.

"Lihat itu."

Isha melompat riang melihat sebuah gua besar batu tampak di balik semak belukar dekatnya. Namun, disana dijaga oleh dua orc mengerikan jadi Asha buru-buru membungkam mulut Asha dan merunduk, mengintip gua dari sela semak belukar.

Sungguh, kali ini siapa yang akan membasmi makhluk itu? Seana yakin di dalamnya pasti terdapat pemimpin orc.

"Sepertinya kita perlu cari gua lain," Asha mendesis putus asa.

Seana jadi kasihan. Pasti anak-anak itu pun kelelahan sepertinya jadi Seana memutuskan untuk keluar dari persembunyian sehingga ketiga kakaknya nyaris mati tersedak ludah sendiri.

Orc mengerutkan kening, saling pandang. Entah makhluk apa di depan mereka, tapi yang jelas itu terlihat seperti buntalan kapas. Mereka mengabaikannya dan berpikir itu hanya makhluk lemah seperti kelinci. Tapi Seana justru melepaskan aura ratu iblis dalam skala besar hingga orc tersentak dan tidak bisa bergerak sedikit pun, saat itu pula Seana telah menerjang mereka dengan belati pemberian Zielda.

Menusuk langsung ke area vital. Tanpa buang waktu Seana segera masuk ke dalam gua dan benar saja pemimpin disana berada di bagian terdalam dan ketakutan ketika merasakan kehadiran Seana.

"Sepertinya hanya koloni orc yang lemah." Seana berkomentar setelah melihat enam orc melindungi pemimpin mereka.

Tanpa berkedip, Seana menyerang secara babi buta, tidak peduli pakaiannya telah bermandikan darah.

Geas dan si kembar segera masuk ke dalam gua, khawatir bila ternyata terlambat menolong Seana tapi ketika masuk dia telah mendapati gadis kecil itu menguliti orc paling besar dan memisahkan daging.

"Kak Geas, tolong bantu aku menguliti mereka lalu Kak Asha dan Isha, buatlah perapian."

Geas berkedip dua kali. "Mau kamu apakan orc itu?"

Seana membasahi bibir bawah dengan lidah lalu menyeringai dengan sorot mata antusias. "Apa kakak tidak tahu bahwa daging orc sangat enak?"

Asha dan Isha saling pandang lalu bergidik jijik sementara Seana hanya mengedikkan bahu sambil melanjutkan pekerjaannya.

"Kami tidak mau makan daging monster! Itu menjijikkan!" Isha berkomentar.

Seana mendengus. Orc adalah monster babi gendut bertubuh manusia gempal yang tidak tahu kapan berhenti lapar alhasil mereka memiliki banyak lemak. Kenyataannya daging orc lebih enak dari pada babi hutan.

"Tidak bisakah kakak membantuku? Tidak perlu memakannya jika tidak mau tapi aku mau makan daging." Seana menunjukkan kilau harapan di mata biru besarnya membuat Geas seolah ditusuk keimutan adiknya.

Geas mengalah dan membantu Seana menguliti Orc sementara si kembar mau tidak mau mulai membuat perapian dan menyusun barang-barang mereka. Mungkin selama misi masih berlangsung, gua ini akan menjadi rumah mereka.

Butuh waktu dua jam sampai gua bersih dengan penataan barang bawaan yang rapi berkat Isha dan Asha lalu perapian telah membentuk banyak bara sehingga Seana mulai memanggang daging Orc.

Tidak sedikit pun Seana melirik roti yang sedang dimakan ketiga saudaranya. Matanya terus fokus pada daging orc yang mulai mengeluarkan aroma lezat.

"Eh? Bukankah aromanya sangat enak?" Asha melirik Isha.

Seana menyunggingkan senyum sambil meletakkan potongan besar daging yang matang, menaruhnya di atas daun sambil melirik tiga bocah di depannya.

"Memakannya bersama roti pasti lebih nikmat. Kalian sungguh tidak mau mencobanya?" Seana bertanya setelah memasukkan satu potongan besar ke dalam mulut.

Geas menelan ludah lalu mulai mendekat. "Sepertinya boleh dicoba."

Satu potongan besar memenuhi mulut Geas dan detik berikutnya mata anak itu berbinar karena nikmat. "Gila! Ternyata daging orc sangat enak. Bagaimana bisa kamu tahu ini?"

Pujian Geas membuat dada Seana membusung angkuh. "Aku tahu banyak tentang daging monster yang enak."

Asha dan Isha sungguh tergoda melihat Geas makan lahap jadi keduanya mulai bergabung. Ternyata sungguh nikmat! Itulah pikir mereka.

Seana tersenyum puas sementara di luar sana, dua eksekutif yang ditugaskan untuk memantau anak-anak itu memandang jasad-jasad orc yang dibuang setelah daging mereka diambil, hanya tersisa kepala, jeroan dan tulang belulangnya.

"Tidak mungkin mereka memakan daging orc kan?" Fris melirik rekannya.

Jake tidak langsung menjawab tapi hidungnya kembang kempis menangkap aroma dari dalam gua sebelum berujar, "Apa kita coba saja?"

"Coba apa?" Fris mengerutkan dahi.

Jake melirik jasad orc yang masih menyisakan sedikit daging. "Orc panggang."

...BERSAMBUNG ......

1
MmhRuhyan Ruhyana
Semangat ya thor..
지성한
author ini gk ada lanjutannya kah? padahal bagus dan seru thor.
`Shara 💫
neneknya imuttt 💗
Murni Gulo
apakah ini nggak ada kelanjutannya Thor?
Murni Gulo
apakah ini nggak ada kelanjutannya thor
Danella Juanitha
sangat beruntung jika kita memiliki orang dalam apa lagi jika itu adalah KAKEK BUYUT 😂😂😂
Iswati
bikin ketawa ngakak coyyy🤣🤣🤣🤣
Farniyanti Farni
sangat bagusss 🤩🤩
hiro😼
Author kemana si? Udh 2024 masih ga up, padahal udh nunggu bgt
Nani Kurniasih
lah ini author kemana gak update update
rain
Luar biasa
rain
Biasa
Ifarim
SEMNGATT LANJUTTT🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ifarim
Ihhhh luu yg manupulasi lucaneee
Ifarim
busettt sonoll aneh bnget😭
Sartika Wati
lanjutt thor double up
panty sari
Thor lanjut dong
Black Moon
Thor, lama ga ada kabar? sehat, kan?
Udah 2 Minggu lebih ga up, lagi sibuk kah?
Aliyah Rengat
kapan lanjut Thor
Salma Cheng
mampir thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!