NovelToon NovelToon
I Don'T Have Magic In Another World

I Don'T Have Magic In Another World

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Fantasi Isekai / Sistem / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: GM Tyrann

Seorang pria yang akrab dipanggil Ikki, harus mati dengan mayat yang tidak utuh dan tidak dapat ditemukan, dia mengalami kecelakaan pesawat saat hendak pergi keluar negeri untuk menjalani perjanjian bisnis dengan negara China.

Namun dia mendapatkan sebuah keuntungan dari kematiannya itu, dia breinkarnasi dengan tubuhnya didunia lain dan mendapatkan sistem.

[Host saya akan membuat anda menjadi penguasa dunia]

Tapi apa ini, stats Magic miliknya bertanda strip dan tidak memiliki MP sama sekali.

"Apa! jangan bercanda, aku tidak bisa menggunakan sihir didunia lain?"

Sistem yang seharusnya dapat memperkuat penggunanya sekarang malah membuat pengguna sistem itu lemah seperti seorang pencundang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GM Tyrann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 30 - Fin melawan petualang

***

Waktu yang sama saat Ikki sudah sampai dan beristirahat dikota Bloka.

Para petualang juga sedang beristirahat dikedalaman hutan, mereka sudah bisa melihat kerajaan milik Lich.

Tapi mereka masih sedikit bingung dengan pohon dan juga tanah yang terbelah.

"Apa ada pertarungan sebelum kita kemari?"

"Sepertinya begitu, dan pohon yang tumbang ini masih terlihat baru," ucap salah satu dari banyaknya petualang sambil memegangi bekas pohon tumbang.

Tebasan yang ada dipohon dan ditanah sangat rapih. Kemungkinan orang yang melakukanya menggunakan senjata yang sangat tajam dan juga aura yang sangat tenang.

"Besok kita akan menyerang kerajaan Lich."

Para petualang juga merasa sedikit aneh dengan kerajaan milik Lich saat ini. Kerajaannya terlihat seperti baru dan ada dua Death Knight yang menjaga pintu masuk.

"Apa kita memang harus mempercayai rumor itu? Aku rasa rumor itu bohong," ucap petualang yang mengintai kerajaan Lich dari jauh.

"Bisa saja semua makhluk kuat yang disummon oleh Lich tidak ikut banyak."

"Maksudmu hanya ada sedikit makhluk summon kuat yang ikut dalam penghancuran Kota Perbatasan? Dan sisanya lemah?"

"Ya. Mungkin berita itu dilebih-lebihkan untuk menarik banyak orang."

Para petualang yang ikut dalam penyerangan kekerajaan Lich mulai ragu-ragu dengan berita yang mereka dengar.

Walaupun mereka memiliki 4 petualang kelas A, 10 petualang kelas B, dan 30 petualang kelas C yang membutuhkan uang.

Petualang kelas A bisa dibilang sangat kuat. Perbedaan petualang kelas B ke kelas A bisa dirasakan.

Karena dari itu tidak banyak petualang yang bisa naik ke kelas S. Kelas yang sangat tinggi dan hanya ada sedikit petualang yang ada dikelas S tersebut.

***

Pagi harinya didalam istana.

"Apa yang para manusia lakukan datang kesini?" tanya Fin yang merasakan kehadiran manusia dari semalam.

"Mungkin mereka ingin menyerang kerajaan ini," jawab Zax yang ada disana.

"Aku yang akan mengurus mereka, Tuan sudah mempercayakan kerajaan ini padaku," ucap Fin dengan bangga.

Zax dan Greed yang ada didalam sana sedikit heran dengan Fin yang tiba-tiba mengubah penampilannya saat Tuan sedang pergi.

"Fin, kenapa kamu mengambil bentuk manusia?" tanya Greed pada Fin dengan penampilan manusia.

"Bentuk iblis itu terlalu mengerikan. Manusia yang dibiarkan hidup oleh Tuan takut padaku."

Fin saat ini berpenampilan seperti manusia, tubuhnya yang berwarna merah sudah berganti menjadi kulit manusia biasa, mata dan rambut miliknya tetap sama, tapi tanduk yang panjang sudah tidak ada dikepalanya.

Mengenakan pakaian seperti playan manusia, dia menemukan pakaian tersebut didalam sebuah kamar yang ada diistana.

Fin yang sekarang tidak bisa disebut sebagai iblis, dia sekarang terlihat seperti pelayan manusia yang sangat tampan.

"Bukanya Zax juga mengambil bentuk manusia karena para manusia itu?" tanya Fin tersenyum tipis.

"Aku melakukanya karena Tuan," jawab Zax dengan acuh lalu berjalan keluar dari dalam istana.

Fin hanya melihat Zax pergi dan mulai bersiap untuk membantai manusia yang datang kekerajaan milik Tuannya.

"Karena manusia yang datang sangat lemah, aku tidak perlu repot-repot mengubah bentukku," ucap Fin lalu melakukan teleport kedepan pintu gerbang kerajaan.

"Aku akan menunggu kalian disini." Fin tersenyum, berdiri ditengah pintu gerbang.

Fin menyembunyikan aura yang sangat mengerikan, aura yang melebihi Raja Iblis 100 tahun lalu.

Beberapa menit kemudian, para manusia sudah terlihat oleh kedua matanya.

"Datang ... aku sudah menunggu kalian sangat lama." Fin tersenyum, lalu berjalan perlahan menuju para petualang.

"Manusia? Apa yang manusia lakukan dikerajaan Lich?" tanya petualang yang kebingungan melihat adanya manusia dikerajaan Lich.

Fin berhenti tepat didepan para petualang, ia menatap para petualang dengan tatapan tajam dan wajah datar.

'Bukanya dia tadi tersenyum?'

Eksperesi Fin berubah seketika saat berada dihadapan para petualang.

"Aku akan memberi kalian pilihan. Mau bekerja sebagai budak, atau mati ditanganku," ucap Fin masih dengan eksperesi datar.

"Jadi kamu makhluk summon Li-"

Kepala orang yang belum selesai berbicara langsung melayang dan kemudian jatuh ketanah.

"?!"

Petualang yang masih hidup langsung mengeluarkan senjata mereka dan bersiap untuk bertarung melawan manusia yang ada dihadapan mereka.

'Petualang A kelas dibunuh dengan mudah?!'

Para petualang mulai sedikit takut, mereka menelan ludah sebelum manusia yang ada didepannya berbicara lagi.

"Aku hanya memberi kalian pertanyaan, dan kalian hanya perlu menjawab pertanyaan itu. Tidak perlu buang-bunag waktu," ucap Fin, mengeluarkan sapu tangan dari sakunya.

"Mau jadi budak, apa mati ditanganku?" tanya Fin sambil mengelap bekas darah ditangannya.

"..."

Setelah 3 detik yang hening kepala 3 petualang kelas A lagi-lagi terbang dan perlahan jatuh ketanah.

Darah yang keluar dari kepala 3 petualang kelas A mengenai petualang lainnya yang ada dibelakang mereka.

Tubuh petualang yang kehilangan kepalanya perlahan jatuh dan darah mengalir keluar dari lehernya.

"Jawab dengan cepat!" Fin dengan eksperesi datarnya, menatap tajam pada petualang yang masih hidup.

Beberapa petualang langsung ingin menjadi budak setelah tahu harus menjawab dengan cepat.

"A-aku mau menjadi budak-"

Kepala petualang B dan C kelas yang sedang berbicara melayang diudara dan darahnya berserakan kerumput hijau.

"Aku belum memberi sebuah pertanyaan."

Sisa 20 petualang yang tersisa, 3 petualang kelas B, dan 17 petualang kelas C.

Mereka ketakutan melihat rekannya mati didepan mereka, dan itu hanya dengan tangan kosong dari manusia yang sangat kuat.

"To-tolong biar-"

Fin langsung menerbangkan kepala orang yang memohon padanya tanpa terkecuali.

"Aaagg!"

Petualang C kelas yang ada dibelakang berlarian, mereka berlari sambil berteriak ketakutan. Tapi ada juga beberapa petualang yang masih diam ditempat, tidak melakukan apapun.

"Ingin lari?" Fin menjentikan jarinya lalu api keluar dari tubuh para petualang yang berlarian dan mulai membakar mereka sampai gosong.

"Sisa 7, apa yang akan kalian pilih. Jadi budak, atau mati ditanganku?"

"Ka-kami ingin menjadi budak!" teriak 7 petualang dengan serentak.

"Pilihan yang bagus." Fin merubah eksperesinya, ia mulai tersenyum pada para petualang yang tersisa.

Satu petualang kelas B, dan 6 petualang kelas C.

Fin menepuk tangannya dan para iblis yang sebelumnya datang bersamanya datang dengan cepat.

"Bawa mereka kedalam," ucap Fin lalu melakukan teleportasi kembali kedalam istana.

***

Pagi hari setelah Ikki selesai mandi dipenginapan elit yang ada dikota Bloka.

"Kamar mandi sini juga luas dan nyaman." Ikki membuka pintu lalu turun kebawah untuk sarapan.

Ikki masuk kepintu besar yang dekat dengan resepsionis.

Ruang makan yang besar seperti sebuah restoran bintang lima ada didalam penginapan tersebut.

Ikki dipandu oleh pelayan pria. Ia dipandu kemeja yang sudah disiapkan oleh para pelayan.

Ikki melihat sekeliling dan hanya melihat ada sedikit orang yang ada didalam sana.

Ikki membuka buku menu yang ada dimejanya dan membaca semua menu dengan seksama.

'Aku tidak paham.'

Ikki tersenyum tipis, melihat kearah pelayan yang masih menunggunya memesan makanan.

"Uhuk ... aku pesan sarapan yang baik untuk kesehatan."

"Akan saya bilang pada tukang masak." Pelayan itu membungkuk lalu pergi.

Ikki tersenyum pada pelayan itu dan mulai memperhatikan sekelilingnya lagi.

[Tempat ini terlalu Elit untuk anda.]

'Berisik!'

Ikki melihat pakaian yang dipakai oleh orang-orang yang sedang sarapan disana, mereka semua menggunakan pakaian formal dipanggil hari. Ditempat ini Ikki belum melihat adanya petualang.

'Apa mereka tidak sarapan disini?'

Ikki melihat dirinya sendiri dikaca. Menggunakan kaos putih polos dan celana bahan panjang. Sepatu yang panjangnya sampai lutut ia ganti menjadi sepatu pantofel.

Ikki menghela napasnya dan mulai memikirkan fashion yang harus dia gunakan didunia ini.

[Karma +99]

"?!"

[Karma +108]

[Karma +87]

[Karma +91]

[Karma +131]

[Karma +148]

"Akhirnya muncul juga." Ikki tersenyum pada pesan sistem yang tiba-tiba muncul.

[Karma +121]

[Karma +118]

...

1
Gracia
keren
useless god
semua nama partynya kaya gk asing kaya
SR07
lebih suka sifat sebelumnya 🗿
SR07
ayo ditunggu pertarungan nya;)
SR07
up
SR07
lanjut
SR07
lanjut cuy
SR07
dalam hal kekuatan kau berguna,namun dalam kecerdasan kau tidak berguna
SR07
tolol🗿
SR07
terlalu berharap 🗿
SR07
kali" jangan satu Thor,tiga atau dua kek up nya
SR07: ok siap
total 3 replies
SR07
up yg banyak thor
SR07
dikit kali
SR07
lanjut cuy,Jan bikin greget!
SR07
nanggung bed sat🗿
Gabutdramon
Untuk sementara ada komentar
Gabutdramon
tsuki ga michibiki isekai
Gabutdramon
jadi ini cerita fantasy rpg? aku kira fantasy timur /kultivator
Gabutdramon
aku lebih bosan bahkan muak liat kata, ceo ceo ceo pret
Gabutdramon
aku pun begitu, main 3 game online baru faham apa itu pasive skil itu pun setelah 5tahun 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!