NovelToon NovelToon
Dendam Sang Istri

Dendam Sang Istri

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Obsesi / Dendam Kesumat / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Chicklit / Tamat
Popularitas:187.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Kiran adalah wanita yang mempunyai wajah jelek, bahkan semua orang menyebutnya dengan sebutan wanita si buruk rupa. Kiran dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pengusaha tampan bernama Viki.
Viki terpaksa menikahi Kiran untuk menyelamatkan perusahaan orangtuanya yang hampir bangkrut.
Kehidupan Kiran sangatlah menderita, hingga suatu saat Kiran memergoki Viki sedang selingkuh dengan wanita lain. Kiran memutuskan untuk bercerai dengan Viki, dan bertekad ingin membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah membuatnya menderita.
Akankah Kiran berhasil membalaskan dendamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 DESI

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di kampus. Semua orang tampak memperhatikan Princes, apalagi para Mahasiswa laki-laki yang terpesona akan kecantikan Princes yang seperti Barbie hidup itu.

"Kak Guntur, Kak Prin, Gifty duluan ya," seru Gifty.

"Iya, hati-hati kalau ada yang gangguin kamu langsung hubungi Kakak," seru Guntur.

"Iya Kak."

Gifty pun segera berlari mencari kelasnya, sedangkan Princes langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Guntur.

"Woi, ini buku sama tas kamu ketinggalan!" teriak Guntur.

Princes menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menatap Guntur heran.

"Woi? Aku bukan teman mu jadi ngapain panggil aku woi gitu?" ketus Princes.

"Ini buku dan tas kamu, Nona," ulang Guntur dengan menahan emosinya.

"Bawainlah, kamu kan bodyguard aku," sahut Princes.

Princes pun melanjutkan langkahnya, lagi-lagi Guntur terlihat mengepalkan tangannya.

"Kurang ajar, jadi Ayah dijadiin kacung sama anak manja itu," batin Guntur dengan kesalnya.

"Buruan, malah diam saja!" teriak Princes.

Akhirnya dengan terpaksa Guntur mengikuti langkah Princes.

"Ingat, kamu harus menjaga aku jangan sampai anak pria yang menyentuh aku karena aku tidak mau disentuh sembarangan oleh siapa pun," cerocos Princes.

Guntur hanya mendelikan matanya tidak mau menjawab ocehan Princes. Selama Princes berjalan menuju kelasnya, tidak ada satu pun laki-laki yang tidak melihat ke arah Princes bahkan ada beberapa laki-laki yang hendak menghampiri Princes tapi Guntur dengan sigap menghalanginya.

"Huawaaa...bukanya itu Guntur Prakarsa ya, atlet MMA yang saat ini lagi viral itu."

"Iya, ya ampun tampan sekali. Mau dong di jagain Guntur."

Itulah ocehan-ocehan para perempuan yang ngefans kepada Guntur dan membuat Princes memutar bola matanya jengah.

"Ternyata si wajah tanpa ekspresi itu banyak fansnya, memangnya dia artis apa?" batin Princes.

Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya Princes sampai di kelasnya. Seperti biasa, para laki-laki melihat ke arah Princes sedangkan para perempuan melihat ke arah Guntur.

Princes melihat sekelilingnya, Princes pun duduk di meja yang di belakang. Guntur menyimpan buku dan tas Princes, lalu melangkahkan kakinya hendak pergi.

"Hai, mau ke mana kamu?" seru Princes.

"Mau keluar, Nona."

"Aku tidak menyuruh kamu untuk keluar, kamu harus diam di sini jangan ke mana-mana."

Guntur menghembuskan napasnya dan mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh Guntur merasa sangat jengkel dengan gadis cantik yang saat ini menjadi majikannya itu.

Guntur berdiri di belakang Princes, tidak lama kemudian seorang laki-laki tampan datang dengan gayanya yang terlihat songong. Dia melihat ke arah Princes, dan langsung menghampirinya dan duduk di samping Princes.

"Hai, kenalkan nama aku Hero."

Princes hanya menoleh sedikit, lalu kembali terdiam. Hero menarik tangannya yang barusan terulur lalu menoleh ke arah Guntur.

"Woi, kamu siapa? Apa kamu Mahasiswa juga? Tapi kenapa baju kamu beda, apa kamu Mahasiswa abadi?" ledek Hero.

"Dia bodyguard aku," sahut Princes.

"Wow, ternyata kamu bawa Bodyguard. Aku saja yang jadi Bodyguardmu, aku bisa jagain kamu dijamin tidak akan ada yang gangguin kamu, karena aku anak pemilik kampus ini," seru Hero dengan angkuhnya.

Guntur hanya menaikan satu alisnya, begitu pun dengan Princes yang memilih menggunakan headset karena tidak mau mendengar ocehan laki-laki menyebalkan di sampingnya itu.

Para gadis langsung menyerbu Guntur, ada yang mencubit kedua pipi Guntur, ada yang pegang-pegang otot lengan Guntur, dan ada juga yang curi-curi kesempatan untuk memeluk Guntur tapi Guntur hanya diam saja bagaikan patung.

Princes yang melihat itu bangkit dari duduknya dan mendorong semua gadis-gadis yang kecentilan itu.

"Pergi kalian, jangan ganggu bodyguard aku!" bentak Princes.

"Ih, dia kan hanya bodyguard kamu bukan pacar kamu jadi kita boleh dong kalau dekat-dekat dengan Guntur," sahut salah satu gadis.

"Tidak boleh. Enak saja, memangnya dia barang yang bisa disentuh sembarangan? Sudah sana, pergi kalian!" bentak Princes.

Para gadis itu terpaksa pergi dengan omelan-omelan mereka.

"Kamu juga, ngapain diam saja saat para perempuan tadi sentuh-sentuh kamu? Kamu suka ya disentuh sama mereka?" kesal Princes.

"Memangnya aku harus bagaimana? Ini juga salah kamu yang mengharuskan aku diam di sini," sahut Guntur dingin.

"Kalau ada perempuan yang sentuh kamu, kamu tolaklah murahan banget jadi cowok."

Princes pun dengan kesal kembali duduk karena dosen yang mengajar sudah datang, sedangkan Guntur tampak gemas kepada Princes.

"Astaga, pantas saja Ayah punya penyakit jantung soalnya yang dia jaga bocah manja yang membuat darah tinggi. Bisa-bisa aku juga kena stroke menghadapi bocah ini," batin Guntur dengan geramnya.

Selama mengikuti mata kuliah, Hero terus saja mengganggu Princes membuat Princes kesal.

"Mr.Cold, kamu duduk di sini," seru Princes dengan menepuk kursi di sampingnya.

"Hah."

Guntur tidak ngeh dengan panggilan Princes.

"Iya kamu, Mr.Cold duduk di sini."

"Apa? Mr.Cold?" seru Guntur geram.

"Sudah jangan banyak protes, kamu duduk di sini halangi aku dari orang itu," tunjuk Princes kepada Hero.

Princes pindah duduk ke kursi yang sebelahnya lagi dan Guntur pun terpaksa duduk di samping Princes. Guntur memperhatikan Princes dari jarak yang sangat dekat.

"Bocah ini cantik, tapi sayang manjanya Naudzubillah," batin Guntur.

***

Dua jam sudah Princes mengikuti mata kuliah, hingga akhirnya dia pun selesai.

"Cantik, mau ke kantin denganku? aku teraktir kamu makan apa pun yang kamu mau," seru Hero.

"Memangnya kamu pikir aku tidak mampu membeli makanan? Aku tidak butuh di teraktir," ketus Princes.

"Mr.Cold, bawa buku dan tas aku," seru Princes kembali.

"Hai jangan panggil aku Mr.Cold," kesal Guntur.

Princes langsung pergi meninggalkan kelas, sedangkan Guntur segera membawa buku dan tas milik Princes.

"Kalau kamu mau pamer kekayaan, kamu salah orang Bro," seru Guntur dengan menepuk pundak Hero.

Hero mengepalkan tangannya. "Aku pasti bisa mendapatkan kamu, cantik," gumam Hero.

Hero memang sangat berpengaruh di kampus itu, semua orang takut kepadanya karena siapa pun yang membuat masalah dengannya, sudah pasti akan dikeluarkan dari kampus itu.

Gifty menghubungi Guntur, kalau hari ini dia pulang sore jadi Gifty menyuruh untuk tidak menunggunya.

"Sekarang mau ke mana?" tanya Guntur.

"Ajak aku jalan-jalan."

"Jalan-jalan ke mana?"

"Kamu kan sudah lama tinggal di sini dan aku baru pulang, jadi aku mana tahu tempat yang bagus di sini," ketus Princes.

Guntur mengusap dadanya, memang butuh ekstra sabar menghadapi Princes.

"Apa Nona mau ke Mall?"

"Boleh."

Guntur pun dengan cepat segera melajukan mobilnya ke sebuah Mall terbesar di kota itu. Sesampainya di Mall, Princes dan Guntur masuk. Princes terlihat sangat bahagia, karena pasalnya selama dia di Amerika dia jarang sekali jalan-jalan.

Begitu pun dengan Guntur, yang setia mengikuti Princes dari belakang.

"Ya Allah, gak kebayang bagaimana capeknya Ayah menjalani pekerjaan ini dan aku malah menyalahkan Ayah dan membencinya," batin Guntur.

Sekarang Guntur bisa merasakan bekerja seperti Ayahnya, dan belum juga sampai sehari Guntur sudah sangat makan hati menghadapi sikap bocil yang sangat manja itu terus bagaimana dengan Ayahnya yang sudah puluhan tahun melayani Princes.

1
Simba Berry
baru tahu aku kalau rumah orang terkaya no 1 dinegaranya ada juga menyimpan mie instan dirumahnya.
Simba Berry
ayahnya guntur tdk salah dan gunturpun tdk salah,yg salah hanyalah keadaan.
Simba Berry
jangan kaburlah kiran..kenapa tdk pamitan saja seperti kemarin.kamukan anak baik.ha..ha..ha..ha.
Simba Berry
ya allah pakaj pamitan segala.ada2 aja🤣🤣🤣🤣
Omah Tien
cewe bodonh
Evy
cepat banget Thor sembuh paska operasi... cuma satu malam saja.butuh berbulan-bulan untuk kembali normal..
🌸so0bin🌸
ah gak seru si mita nya baik² aja....
🌸so0bin🌸
padahal lagi nungguin si mita di apa²in ini 😁
🌸so0bin🌸
semoga acara silaturahmi nya lancar dan si mita bisa selamat 😑😑😑
🌸so0bin🌸
sebentar lagi kayaknya bakalan ada acara silaturahmi antara si mita dan deddy raj...gak ketinggalan guntur juga
🌸so0bin🌸
Si mita mau nyobain rasanya di senggol deddy raj kayanya
🌸so0bin🌸
malah penasaran sama si mita mau ngelakuin apa ya
🌸so0bin🌸
Si guntur mah galak bener....pelan² ke ngajarin incess ny bagaimanapun dia kan belum terbiasa
🌸so0bin🌸
kok aku malah takut nanti incess patah hati ya
🌸so0bin🌸
ah si guntur mah pura² marah ke biar tuh incess bahagia😅😅😅
🌸so0bin🌸
anak emas emang beda ya gak kaya diriku yg udah enek sama mie saking seringnya makan mie 🤣🤣🤣
🌸so0bin🌸
galak² tapi perhatian juga....
🌸so0bin🌸
aduh incess kenapa nonton sih bisa gaswat tuh klo guntur nantinya jadi gak konsen atau malah jadi penyemangat buat guntur ya
🌸so0bin🌸
nonton aja incess tuh pengawal yg ada di rumah ajak semua 🤣🤣
🌸so0bin🌸
kamu harus bisa jaga diri incess jaga² klo si mita ngelakuin sesuatu,,, yg namanya orang patah hati kan bisa sampe kesetanan kelakuannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!