Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tumbal balas dendam
Erland yang saat ini tidak berniat untuk menghentikan ayah dari Floe karena memiliki keyakinan jika wanita yang telah hamil benihnya tersebut akan menghentikan pria paruh baya tersebut agar menyetujui pernikahan.
Ia bahkan tidak ingin menjelaskan tuduhan dari Floe dan memberikan sebuah kode dengan menunjukkan ponsel miliknya yang di dalamnya ada video percintaan panas mereka di hotel.
Saat Floe yang tadinya merasa sangat marah begitu mengetahui telah masuk dalam jebakan putra dari musuh besar sang ayah, sehingga dari tadi menatap tajam Erland.
Hingga ia yang sempat melupakan video di ponsel pria itu, seketika menghentikan langkah kaki sang ayah dengan menahan pergelangan tangan kiri. 'Aaarggh ... sialan! Aku tidak punya cara lain untuk melindungi dari pencemaran nama baik.'
"Pa, tunggu!" seru Floe yang saat ini memasang wajah memelas agar kelihatan berbahaya di hadapannya tersebut tidak memperumit masalah hari ini karena ia ingin cepat selesai.
Nasib baik ia sudah tidak merasakan mual pada perutnya karena jika sampai muntah-muntah di depan orang-orang saat pernikahan, membuatnya tidak punya muka lagi untuk berhadapan dengan mereka semua.
Hugo Madison yang tadinya ingin menyuruh pembuluh untuk melanjutkan acara pernikahan putrinya dengan pria bernama Bagas yang baru ia ketahui bukanlah merupakan ayah biologis dari janin itu, kini menoleh ke arah putrinya dan menunggu apa yang ingin diucapkan.
"Apa yang kamu inginkan, Floe? Apa kamu ingin Daddy menerima bajingan ini masuk dalam keluarga kita setelah tahu dia menjebakmu?" Ia bahkan sekilas bisa melihat pria yang ternyata merupakan putra dari musuh besarnya tersebut.
'Aku sama sekali tidak menyangka jika pria tua bangka yang sering dikalahkan Itu mengirim putranya untuk menghancurkanku dengan cara licik seperti ini,' gumam Hugo Madison yang kini bisa melihat raut wajah muram dari putrinya.
"Pa, aku mohon untuk kali ini lupakan permusuhan kalian karena aku sangat yakin jika Erland tidak seperti yang dituduhkan barusan. Kami bertemu tidak disengaja dan sama-sama mabuk hingga melakukan perbuatan diluar batas." Floe sebenarnya sangat muak membela pria yang dibenci.
Ia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya mengenai video yang tadi dilihatnya kepada sang ayah karena pasti akan terjadi pertumpahan darah di sana. Apalagi ia mengetahui jika sang ayah memiliki emosional yang sangat tinggi.
'Jika aku mengatakan tentang video itu, pasti daddy akan langsung mencekik bajingan ini,' gumam Floe yang kini masih belum melepaskan kuasa dari tangan sang ayah.
"Kenapa tiba-tiba kamu berubah bodoh seperti ini, Floe? Aku bisa melihat bagaimana liciknya pria ini," sarkas Hugo Madison yang saat ini melihat putra dari musuh besarnya berjalan mendekat ke arahnya.
"Keluargaku sudah dalam perjalanan ke sini dan mungkin beberapa menit lagi tiba di sini. Lebih baik lupakan permusuhan dan menjalin hubungan baik dengan menyatukan dua keluarga agar menjadi lebih kuat dan tidak terkalahkan."
Erland yang beberapa saat lalu mengirimkan pesan pada sang ayah jika ia akan menikahi putri dari Hugo Madison, makanya begitu menelpon, langsung mendapatkan kemurkaan.
Namun, sama sekali tidak ia perdulikan karena sangat yakin jika sang ayah pasti akan sangat senang begitu mengetahui rencananya. Jadi, ia saat ini ingin pria yang akan menjadi mertuanya tersebut tidak mempersulit.
Hugo Madison kini tertawa terbahak-bahak saat merasa jika putrinya dianggap bahan lelucon oleh putra dari musuh besarnya selama ini. Kemudian ia refleks langsung mengepalkan tangannya dan meninju wajah di depannya.
"Dasar bajingan tengik! Aku akan membunuhmu sekarang juga! Jangan harap aku sudi menyerahkan putriku sebagai tumbal balas dendam kalian!" Hugo Madison masih dikuasai oleh kemurkaan dan beberapa kali meninju wajah Erland.
"Hentikan, Hugo Madison!" sarkas Edrick Felix yang baru saja tiba dan langsung menghambur ke arah putranya agar tidak babak belur dihajar musuh besarnya.
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗