NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:50.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Merantau

Bu Desi terduduk diam di depan rumah ketika dia masih teringat Bagaimana sang anak yang meninggal dunia dengan cara begitu kejam, bahkan yang paling menyakitkan sampai saat ini dia masih belum mengetahui siapa pelaku kejahatan itu sehingga membuat Bu Desi merasa begitu merasa bersalah dan ingin terus berusaha untuk mencari.

Entah dengan cara apa saja namun yang jelas mereka akan berusaha walau sampai detik ini tidak ada hasil sama sekali dari masalah tersebut, meski sekarang dia juga sedang berusaha namun belum mendapat bantuan dari orang-orang sekitar karena mereka juga tidak tahu siapa yang telah membunuh Gadis itu sampai dengan menggunakan cara begitu kejam.

Semua kebingungan dalam tanda tanya yang begitu besar sehingga membuat Siapa saja yang ada di desa ini merasa kebingungan atas apa yang telah terjadi itu, rasa ingin menyerah namun Bu Desi masih tetap berusaha untuk mencari keberadaan sang anak karena menurutnya dia harus membalas perbuatan dari orang yang telah menyakiti mereka.

Bahkan rasanya orang tua ini ingin bertanya secara langsung kepada para pembunuh agar mereka bisa mengatakan apa yang telah terjadi dan bagaimana derita yang telah dia berikan kepada sang anak, kalau terbayang saja membuat Bu Desi merasa tidak sanggup sehingga dia hanya bisa menangis dalam diam.

''Bu, jangan terus menangis seperti ini karena nanti tidak baik untuk kesehatan.'' Rahma muncul dari dalam rumah.

''Ibu masih terus ingin berusaha mencari Siapa yang telah membunuh Dona.'' ujar Bu Desi.

''Sudah setahun berlalu sejak kejadian itu dan sampai sekarang kita masih belum tahu siapa pelaku.'' Rahma berkata dengan hati perih.

''Ibu terus aja mimpi buruk karena terbayang dengan rasa sakit yang telah Dona alami ketika seluruh kulit dilepas dari tubuh.'' ujar Bu Desi dan kembali menangis.

''Ya allah.'' Rahma saja merinding ketika membayangkan tentang kejadian itu.

''Kenapa harus membunuh dengan cara demikian, tentu itu sangat menyiksa Dona sebelum ajal datang menjemput.'' Bu Desi menangis sambil terus menggelengkan kepala.

''Kita terus berusaha untuk mencari Siapa sebenarnya yang sudah membunuh Dona itu ya.'' Rahma merangkul Bu Desi agar wanita itu bisa sedikit lebih tenang.

''Huhuhuuu ya allah.'' Bu Desi menepuk dada dia berulang kali karena terasa begitu sesak dan sakit.

Setiap dia ingat tentang kejadian itu maka membuat Bu Desi semakin kelabakan dan terkadang dia menjadi lemah seharian karena tidak memiliki nafsu makan, orang tua mana yang tidak merasa begitu sakit setelah melihat mayat yang anak ditemukan dalam keadaan tanpa kulit sama sekali serta mereka juga belum mengetahui siapa pelaku itu.

Mungkin kalau pelaku masih bisa ditemukan makam mungkin saja Bu Desi merasakan sedikit ketenangan dan juga rasa sakit itu bisa menghilang, tapi apa mau di kata karena pelaku tak kunjung tertangkap dan yang ada membuat Bu Desi tambah tertekan akibat merasa kehilangan sosok anak yang amat dia sayangi selama ini.

''Aku sebenarnya mau bilang sama ibu kalau ingin merantau ke kota.'' Rahma Berkata sambil menunduk.

''Loh Kenapa mendadak saja ingin merantau ke kota?'' Bu Desi tersentak karena Rahma berkata ingin merantau.

''Mila ngomong kalau di tempat dia ada pekerjaan dan katanya gaji di sana juga lumayan besar.'' jelas Rahma karena dia baru saja mendapat info dari teman.

''Emang mau kerja apa di tempat Mila itu?'' tanya Bu Desi untuk memastikan terlebih dahulu.

''Kata dia memang jadi pembantu di sana tapi kerja di rumah itu enak dan juga nyaman, karena majikan Mila tidak memiliki anak dan hanya tinggal berdua saja.'' jelas Rahma kembali.

Rahma memang tertarik ingin merantau ke kota karena penghasilan di desa ini juga begitu kecil akibat Desa mereka yang terpencil seperti ini, jadi ketika ada kesempatan maka Gadis itu ingin Merantau saja agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik serta keuangannya juga semakin membaik ketika mendapat gaji yang lebih besar.

''Tapi kalau kamu pergi ke sana Ibu bakal sendiri dong.'' lirih Bu Desi

''Nanti kan ada cuti nya, aku ingin pendapat penghasilan yang lebih besar serta kehidupan kita biar lebih baik lagi.'' Rahma berusaha untuk membujuk.

''Kalau kamu memang merasa sudah sangat yakin untuk pergi maka Ibu juga tidak bisa melarang kamu.'' Bu Desi akhirnya menyerah karena mungkin saja ini adalah pilihan yang terbaik untuk Rahma.

''Tetangga kita di sini kan baik semua sehingga Ibu tidak perlu merasa cemas bila nanti aku tidak ada.'' ujar Rahma.

''Iya, tapi kamu juga harus jaga diri ketika kerja di kota seperti itu.'' Bu Desi mengusap kepala sang anak.

''Pasti, Aku tidak akan macam-macam dan aku hanya akan fokus mencari uang agar kita menjadi keluarga yang bahagia.'' Rahma mengangguk sembari memeluk Bu Desi.

''Kapan rencana kamu akan berangkat ke kota itu, persiapan untuk pergi belum ada juga kan?'' tanya Bu Desi kembali.

Rahma mengangguk dan dia menunjuk sebagian koper yang telah dia siapkan dan juga sebenarnya Rahma ingin membeli beberapa perlengkapan jadi ketika nanti tiba dia tidak perlu merasa bingung lagi, tapi Mila sendiri menegaskan bahwa di rumah itu dia tidak perlu membawa apa-apa yang tidak penting karena telah disiapkan oleh sang majikan.

''Jangan terlibat pergaulan yang tidak bagus ya.'' pesan Bu Desi.

''Iya, Pokoknya Ibu tenang saja karena aku ini adalah calon Ustadzah sehingga tidak mungkin banyak tingkah.'' Rahma mengajak Bu Desi bergurau agar wanita itu tidak sangat tegang.

''Hanya Ibu punya sehingga tidak mau nanti kalau ada hal yang buruk menimpa kamu di kota sana.'' ujar Bu Desi.

''Aku akan baik-baik saja dan sebisa mungkin menjadi orang yang berguna, untuk apa juga terlibat dalam pergaulan seperti itu karena hanya akan membuat hidup semakin rusak.'' Rahma berkata dengan sangat yakin.

Bu Desi mengangguk yakin dengan Putri dia bungsu ini karena memang selama ini Rahma tidak pernah banyak tingkah ketika kerja ataupun banyak hal lain, bahkan dirinya tidak pernah tertarik dengan berbagai macam gaya yang telah dimiliki oleh para teman karena Gadis itu menyadari bahwa dirinya adalah anak orang miskin.

''Ayo Ibu bantu membereskan barang yang lain supaya nanti kamu tidak perlu merasa kesusahan.'' Bu Desi bangkit berdiri.

Gadis Desa ini hanya bisa mengangguk kecil karena dia tahu bahwa sang Ibu merasa begitu berat untuk melepaskan dia merantau ke kota itu, namun Rahma sudah sangat yakin untuk pergi merantau agar ekonominya mereka miliki tidak terus sengsara seperti ini.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
FiaNasa
mulut Bu Yuni minta digampar peke parutan kelapa tuh muncungnya..ntar klau dah terbukti Rudy tak salah ngesot² minta maaf
Ayuk Witanto
mantab....bikin emosi juga Bu yuni
Ayuk Witanto
ih gemes banget sama Susanto...pingin tak bakar tuh mulut
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
ismi
bu yuni bakal nyesel karena tlah menuduh rudi,padahal ana mati karena dibuat tumbal oleh susanto dan dina
vania larasati
lanjut kak
Noona Han
hais malah pdaribut menuduh rudi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!