~NOVEL KE 15~
Nama ku Myrtle. Aku telah jadi yatim piatu sejak masih bayi. Kemudian aku ikut tinggal di rumah sepupu ibu ku dan menjadi bagian dalam keluarga nya.
Sebuah tragedi kemudian terjadi pada keluarga sepupu ibu ku itu. Hampir semua anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hanya menyisakan Sang Sulung, Rayn Millard seorang saja.
Sejak itulah Aku tinggal berdua dalam asuhan Kak Rayn. Sampai kemudian aku menyadari rahasia tersembunyi terkait Rayn.
Bahwa sebenarnya, kakak sepupu ku itu ternyata adalah vampir!
Bagaimana kelanjutan hidup ku setelahnya?
Haruskah aku tetap hidup bersama Rayn, atau pergi sejauh-jauhnya?
Bagaimana juga kehidupan ku bersama Ray nanti, bila sosok wanita vampir lain muncul dan mengaku sebagai pemilik Rayn? Wanita yang telah mengubah Rayn menjadi seorang vampir..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Algojo Vampir
"Selamat malam hadirin sekalian.. Malam ini, kita semua berkumpul di acara pernikahan antara dua bangsawan vampir yang agung. Yakni Yang Mulia Pangeran Rayn Millard, Penguasa sah dari Kerajaan Utara vampir. Serta Yang Mulia Putri Cisella Zivanoc, putri bangsawan Zheim yang cantik jelita,"
seorang MC terdengar memimpin prosesi pernikahan malam ini. Aku dan Andrew pun bergegas untuk pergi ke ruang aula. Kami tak ingin melewatkan kemeriahan pesta yang akan terjadi beberapa saat lagi.
Aku dan Andrew lalu menyelinap masuk dengan dian-diam. Hingga kami kini berdiri di barisan paling belakang dari sekumpulan vampir dan juga vampiree.
Karena postur tubuh ku yang terbilang paling kecil di antara vampiree yang lain, jadilah aku bisa menyembunyikan profil ku dari penglihatan mereka yang berdiri di atas panggung saat ini.
Pandangan ku seketika tertuju kepada Kak Rayn, sang pengantin pria malam ini.
Deg. deg.
deg. deg.
Jantung ku berdegup kencang manakala ku dapati ketampanan nya begitu memukau penglihatan ku malam ini.
Kak Rayn terlihat sangat tampan dengan tuksedo hitam yang ia kenakan. Sayang sekali tak terdapat senyuman yang biasanya ia berikan pada ku di wajahnya saat ini.
Aku jelas tahu. Kak Rayn sudah tak begitu sabar untuk sampai ke momen yang paking kami tunggu-tunggu malam ini.
Aku pun kembali mendengarkan ucapan sang MC.
"Sebelum memulai upacara pernikahan, kita akan menampilkan cuplikan video menyentuh yang telah dipersiapkan oleh mempelai untuk kita semua di sini.."
'Bagus! Ini dia hadiah istimewa kami untuk mu, Kak Cisela! Hahaha!! Kau pasti akan sangat terkejut nantinya!' hati ku girang bukan kepalang.
Ku dapati wajah Kak Cisella yang tampak kebingungan saat MC mengatakan perihal akan menayangkan video. Tentu saja ia akan kebingungan seperti itu. Karena itu menag tak ada dalan daftar agenda acara yang sudah dipersiapkannya malam ini.
"Tunggu dulu, video apa ini? Rayn, apa kmu yang sudah menyiapkan ini untuk ku?" suara Kak Cisella terdengar kencang tersiar ke seisi ruangan. Memang terdapat mic kecil yang menempel di bagian kerah gaun merah yang ia kenakan saat ini.
"Ya.. nikmatilah, Cell. Aku sudah menyiapkan hadiah ku ini untuk mu baru-baru ini.."
Kali ini, Kak Rayn tampak tersenyum tipis. Dan aku yakin kalau Cisella pun menyadari ada yang tak beres dalam video yang akan ditayangkan tersebut. Sehingga dengan segera, ia pun berteriak
"Jangan! hentikan sekarang juga! Jangan ada video yang ditayangkan!" pekik Kak Cisella ke MC di dekatnya.
Sayang sekali, video berhasil diputar. Di mana dalam video itu, muncul lah wajah Andrew.
Ya. Andrew.
Pada mulanya para tamu undangan tampak kebingungan. Karena dalam video yang muncul malah wajah lelaki yang tak dikenal.
Tapi setelah mereka mendengarkan penuturan Andrew berikutnya, semua vampir dalam ruang aula tersebut sontak terkejut.
Dalam video nya, Andrew mengatakan kalau ia menjadi vampir pada saat ia masih berumur 16 tahun.
Seketika itu jua seluruh ruang aula mendadak hening. Sampai tak lama kemudian gumaman-gumaman pelan pun mulai terdengar di sana-sini.
Di samping ku, Andrew tampak tegang. Syukurlah kami masih berdiri paling belakang. Jadi belum ada tamu yang menyadari kalau lelaki yang berbicara dalam video di layar nyatanya sedang berdiri di antara mereka saat ini.
Selanjutnya Andrew dalam video menceritakan detail semua kejadian yang ia alami. Mulai dari penyerangan yang dilakukan oleh Cisella, hingga malam-malam panjang yang harus ia lalui selama ia mengembalikan kewarasannya karena menjadi vampir di usia yang tak diperbolehkan.
Gumaman-gumaman pelan di ruang aula oun mulai berubah menjadi seruan dan umpatan benci. Yang semuanya itu ditujukan kepada sosok yang dibincangkan oleh Andrew dalam video.
Kini, semua mata terfokus pada Cesilla. Sang mempelai wanita yabg kini tampak terlalu syok dengan video di depan matanya itu.
"Tangkap vampiree itu! tangkap dia!!" Berbagai seruan oun segera bergaung di seluruh penjuru aula sana. Saat tiu terjadi, ruang aula mulai berubah menjadi neraka yang dipenuhi oleh para vampir yang sedang mengamuk marah.
Sementara itu Kak Cisella berusaha menjauhi tepian panggung. Sambil terus meneriakkan pembelaannya.
"Bohong! video itu bohong! Dia berbohong! Aku difitnah!! Rayn! Kau pasti dalang di balik semua ini kan?! Dan..dan Myrtle juga! Kepa rat! Bocah kepa rat itu pasti yang sudah menghasut Andrew untuk mengkhianati ku kan?!" amuk Cisella sambil menatap benci pada Kak Rayn.
"Jangan menyalahkan orang lain. atas perbuatan yang kau lakukan sendiri, Kak Cisella! Sudha jelas Andrew mengakui pengalaman pahit nya itu! Mana mungkin dia mengatakan kebohongan, kalau kebohongan itu hanya akan membuatnya dituduh sebagai vampir gila!"
Aku langsung berteriak dan menerobos kerumunan. Hatiku sungguh geram karena melihat Kak Cisella yang tak juga menyadari kekalahannya ini.
"Itu! itu dia vampir nya! Awas! hati-hati! Jangan berdiri dekat dengannya! siapa tahu dia masih gila!" pekik suara vampir di antara kerumunan.
Para tamu undangan kini tak sedang memandang ku. Melainkan mereka menatap was-was ke sosok Andrew yang berjalan di samping ku.
Mendengar ucapan mereka, aku pun segera membela Andrew.
"Andrew tak gila! Aku sudah membuktikan nya! Dia sama warasnya seperti kuta semua di sini! Meski ia memang sempat mengalami fase hampir menjadi gila saat pertama kali metamorfosa nya menjadi vampir. Dan tiu semua adalah salah vampiree itu!" Aku kembali menuding ke wajah Cisella.
Para tamu undangan pun kembali menatap murka kepada Cisella. Meski tetap, mereka berusaha menghindar jauh dari Andrew yang terus berjalan menemani ku.
"Bocah kepa rat! Andrew! Katakan pada mereka semua! Kalau kau sudah dipaksa untuk berbohong dalam video itu! Katakan itu, Andrew!" titah Cisella dengan raut yang seperti orang gila.
Andrew tak menyahut apa-apa. Ia terus berjalan mantap di samping ku. Ia tahu, dengan apa yang dilakukannya saat ini. Karena aku dan Kak Rayn sudah menjelaskan padanya semua kemungkinan yang bisa terjadi.
Tentang janji bebas yang digaungkan oleh Cisella padanya, aku dan Kak Rayn juga sudah menjelaskan kepada pemuda itu. Bahwa besar kemungkinan Cisella tak akan membiarkannya pergi. Karena wanita itu terlalu obsesif terhadap segala sesuatu yang dianggapnya sebagai miliknya.
Sama seperti keobsesifa nya terhadap Kak Rayn.
Di saat genting seperti itu, tiba-tiba saja pintu aula terbuka lebar dengan bantingan yang cukup kencang.
Brak!
Tak lama kemudian, tiga orang vampir berpakaian keemasan masuk ke dalam ruangan. Diikuti kemudian oleh tujuh sosok vampir berjubah hitam.
Salah satu vampir yang berpakaian emas lalu berkata,
"Kami datang untuk mengadili Cisella Zinovac! Dia telah terbukti melakukan pelanggaran berat tingkat satu. Algojo! Adili wanita itu!"
Tanpa menunda waktu lagi, ketujuh sosok vampir berjubah hitam itu langsung saja seperti melayang dan melompat hingga mengelilingi Kak Cisella.
Saat tujuh vampir itu terbang melewati ku, aku merasakan hawa dingin yang sangat tak mengenakkan menyerang inti jantung ku.
Rupa-rupanya, sungguh benar cerita Kak Rayn perihal para algojo vampir itu. Bahwa mereka adalah sosok yang amat ditakuti oleh semua vampir di kerajaan manapun juga.
Seperti saat ini. Semua tamu undangan tampak menatap ngeri ke lingkaran vampir algojo yang sedang mengelilingi Cisella saat ini.
"Tidak! Jangan! Tunggu dulu! Aku tidak! Aaarrrgghh!!!"
Entah apa yang terjadi. Namun yang jelas, aku tak akan bisa melupakan raungan kesakitan milik Kak Cisela hingga seumur hidup ku nanti.
***
PaMud Mampir
PaMud Papa Muda mampir
Ry Benci Pakpol Mampir