Danisha putri, gadis berusia 25 tahun yang harus bekerja seumur hidupnya untuk membayar hutang pada Boss nya atas apa yang dia lakukan, belum lagi dia adalah seorang single parent untuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dulu tiba-tiba dia temukan didepan kost nya waktu anak itu masih bayi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
my Dika 30
Paginya
Drrrtt drrrtt drrrtt drrrtt
Handphone Danish bergetar, Danish membuka matanya perlahan dan tangannya meraba mencari dimana handphone nya yang dari tadi bergetar
"Halo" sapa Danish saat dia menemukan handphone nya dan langsung menjawab panggilan itu
"Halo Danish ini Aldo" kata seseorang yang menelfonya
"Oh iya pak Aldo ada apa?" Tanya Danish penasaran kenapa asisten Dika pagi-pagi buta menelfon nya
"Saya mendapat pemberitahuan, kalau mulai sekarang kamu dipindahkan ke bagian produksi sebagai pengawas disana" jelas Aldo padanya
Danish merasa sangat sedih mendengar itu, dia yakin jika Dika kini benar-benar membencinya, air matanya mengalir kembali membasahi wajahnya,Danish mengusapnya dengan tangannya
"Iya pak Aldo, terimakasih atas informasinya nya" jawab Danish
"Iya Nish, dan untuk masalah hutang kamu, masih tetap dengan kontrak seumur hidup yang sudah kamu tandatangani" jelas Aldo lagi
"Aku mengerti, sekali lagi terimakasih pak Aldo"
"Iya sama-sama" Aldo mengakhiri panggilan nya
"Sudahlah, ambil sisi positifnya aja, sekarang aku dipindahkan ke bagian produksi, jadi aku tidak harus menghadapi Dika lagi, walaupun rasanya sangat sakit, dengan apa yang dika pikirkan tentang ku, tapi itu tidak masalah, setidaknya Revan percaya padaku" ucap Danish menghibur dirinya sendiri
Danish segera bangun dan membersihkan diri, setelah itu menyiapkan sarapan untuk Kevin dan segera berangkat ke tempat kerja nya
Danish mengendarai sepeda motor nya menuju tempat kerjanya yang baru, karena bagian produksi memiliki jarak yang cukup jauh dari kantor pusat
Sesampainya disana Danish memarkirkan motornya dan segera menemui Aldo seperti yang sudah Aldo informasi kan melalui chat nya tadi pagi
"Pak Aldo, jadi pekerjaan baru saya dimana?" Tanya Danish semangat
"Kamu harus mengawasi semua input dan output barang yang dihasilkan dalam setiap harinya, dan kamu harus melaporkan nya ke kantor pusat, mengerti Danish?" Jelas Aldo
"Tentu pak Aldo, saya harus menyerahkan laporannya kepada siapa?" Tanya Danish
"Kepada saya saja" jawab Aldo
"Oh begitu, baiklah" Danish menganggukan kepalanya tanda dia mengerti
"Baiklah Danish selamat bekerja"
Aldo meninggalkan Danish yang masih berdiri didepan pintu masuk ruangan kerjanya yang baru, Danish memasuki ruangan barunya dan meletakkan tasnya di mejanya, kemudian menjatuhkan b*kongnya ke kursi kerjanya
"Disini lebih nyaman ternyata, dan lagi, aku tidak perlu di ganggu oleh Dika, iya Dika, kenapa aku jadi memikirkannya? Sudah lah lebih baik aku mulai mempelajari pekerjaan baru ku ini" ucap Danish bermonolog
Sementara di kantor pusat tempat Dika menduduki kursi direktur utama
Semuanya merasa begitu tegang, pasalnya sedari pagi Boss mereka meneriaki semua pekerja nya, entah siapapun akan menerima kemarahan nya, tidak terkecuali Aldo yang harus menghandle dua tugas sekaligus, tugas sebagai asisten pribadi juga sebagai sekretaris
"Apa agenda ku hari ini?" Tanya Dika dengan nada dingin dan datarnya
"Malam nanti ada meeting bersama Vernandes group di restoran Y pak" jawab Aldo cepat
"Vernandes group?" Tanya Dika memastikan
"Iya bener pak, Vernandes group" jawab Aldo pasti
"Baiklah, keluar lah!" Dika menyuruh Aldo untuk meninggalkan ruangan nya
Aldo segera melakukan perintah dari Boss nya, dia berjalan keluar dari ruangan itu
Dika menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kebesarannya, dia mengingat kembali apa yang telah terjadi kemarin hingga dia marah besar kepada Danish
Danish, nama itu terus berputar di kepala nya
"Arrgghhh!! Sial!!! Kenapa juga aku harus memikirkan j*lang itu" Dika menjambak rambutnya dengan kasar dan frustasi
--------
Di ruangan Danish
"Halo Van" ucap Danish pada Revan yang menelfonya
"Hai Nish, aku mau beritahu kamu kalau hasil test DNA sudah keluar" jawab Revan
"Benarkah?" Tanya Danish senang
"Iya Nish, nanti kita makan malam bareng yuk, sekalian aku kasih hasilnya ke kamu" jawab Revan, dan dia ingin mengajak Danish keluar, karena Revan yakin suasana hati Danish masih tidak baik-baik saja, dia ingin menghibur nya
"Okay Van, aku pulang bekerja langsung ketemu kamu ya" ucap Danish di telfonnya
"Okay Nish, ya udah aku tutup dulu telfonnya ya, selamat bekerja Nish, jangan lupa makan ya?"
"Iya Van, kamu juga"
Sambungan telfonnya terputus, Danish tersenyum menatap langit-langit di ruangan nya
"Tidak perlu lagi memikirkan orang yang tidak pernah mau mengerti, sekarang aku hanya perlu jalani semua nya seperti biasanya, tebarkan senyum positif, biar energi positif juga masuk kedalam pikiran ku" gumam Danish, terukir sedikit senyuman disudut bibirnya, entah sesakit apapun hatinya kini, dia harus tetap tersenyum
Malam harinya, Dika bersama Aldo datang bersama untuk meeting bersama di restoran Y, mereka berdua memasuki VIP room yang sudah dipesan sebelumnya
Dia masuk kedalam kamar ruangan itu, dia melihat tari dan sekretaris nya, tari sepertinya berdandan habis-habisan untuk meeting kali ini, bahkan baju yang dipakai nya membuat Dika dan Aldo merasa risih, karena terbuka lebar dibagian dadanya, dan dengan pede nya dia memamerkannya
"Pak Dika, selamat datang, dan apa kabar?" Tanya Tari dengan nada dibuat semanja mungkin membuat Dika ingin muntah mendengar nya, terlebih lagi Tari bergelayut di lengannya
"Sebaiknya kita mulai!" Ucap Dika masih dengan nada dingin nya, sembari menarik lengan nya dari cengkeraman Tari
Tari duduk dengan menempel pada Dika, menempelkan paha mulus nya yang hampir terlihat semuanya
Dika sangat kesal dengan tindakan Tari, dia berdiri dan berjalan menjauhi Tari
"Aldo, selesaikan ini, saya mau ke toilet dulu"
Dika meninggalkan tari dan sekretarisnya bersama dengan Aldo, sementara Dika berniat pergi dari sana
Dika berjalan menuju pintu keluar dari restoran itu, namun tiba-tiba matanya menangkap sosok wanita yang membuat dia frustasi dan hampir gila, 'Danish' nama itu kembali berputar di kepalanya
Dika melihat Danish tengah makan bersama Revan dengan senyuman manis yang mengembang diwajahnya
Dika mengepalkan tangannya, hingga otot-otot tangannya terlihat jelas
"Aku memikirkannya sepanjang malam dan seharian bahkan hampir malam lagi, dan aku hampir gila di buatnya, ternyata dia malah sedang asyik bermain dan masih bisa tersenyum"
Dika menghampiri meja Danish dan Revan, dengan kemarahan yang sudah mencapai puncaknya
"Wah, kalian sungguh serasi, j*lang berpasangan dengan pria brengs*k" Dika bertepuk tangan menghina Danish dan Revan
Danish tidak menanggapinya, dia masih fokus untuk makan, sedang Revan, dia sudah terbawa arus emosi yang Dika berikan
"Kamu boleh menghina ku, tapi aku tidak suka kamu menghina Danish!" Geram Revan
"Ciih... Untuk apa kamu membuang waktu dan tenaga mu untuk membela wanita j*lang seperti dia, apa kamu tidak jijik dengan nya? Aku bahkan tidak ingin melihat wajah munafik nya" ucap Dika sarkis
Namun Danish tidak bergeming sama sekali, dia masih fokus menyantap makanan dihadapannya, tangannya memegang sendok dengan kencang, menyalurkan segala emosi nya
Dika merasa kesal karena Danish tidak menanggapinya, bahkan malah mengabaikan nya
"Pak Dika, pak Dika disini, saya nyariin bapak ke toilet tadi" kata Tari yang tiba-tiba muncul dan bergelayut di lengan Dika
Dika tersenyum miring ke arah Danish, dia membelai lembut rambut panjang Tari didepan Danish yang bahkan tidak mau melihatnya
"Lebih baik dengan wanita yang jahat tapi terlihat, dari pada wanita sok polos tapi ternyata jal*ng" ucap Dika sinis, namun Danish masih tidak bergeming sama sekali
Bahkan Dika mencium kening tari didepan nya Danish masih dengan santainya memakan makanan dengan sesekali melemparkan senyum manis pada Revan, seolah dia tidak melihat Dika dan tari ada dihadapannya, Dika menjadi amat sangat marah dibuat nya
"Tari sebaiknya kita pergi dari sini, aku merasa mual saat melihat nya" ucap Dika begitu sinis
"Ayok pak Dika" Tari semakin mengencangkan pegangan nya ditangan Dika
----------
Tambah nyebelin si Dika 😝
Sabar ya, author udah nyiapin semuanya sampai end, sampai kisah Kevin sama Dinda anaknya Winda sama Dimas, ada Dio adiknya Ray sama anaknya Hana sama Nathan, tapi nanti ya nunggu ini kelar dulu... Hayo loooh... makanya pantengin terus 😂
Like like like 😘