NovelToon NovelToon
"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Mara Nata

Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Tebasan Sunyi di Tengah Kegelapan dan Sumpah Pengembaraan Multiverse

Dalam hitungan sekejap mata ketika jemari besi sang pemimpin bajak laut bergerak menekan pelatuk senapan cahayanya, aliran waktu di sepanjang koridor pasar gelap Stasiun Kuantum Omega-9 mendadak runtuh dan kehilangan kecepatannya. Pengaruh kekuatan aneh dari jantung Ryuken meledak ke titik tertinggi, memaksa denyut nadinya berhenti total selama beberapa saat. Dunia di sekeliling mereka mendadak berubah menjadi hitam dan putih, memancar cepat bagai gelombang tak terlihat yang membekukan pergerakan peluru cahaya, kibaran baju musuh, hingga tetesan air mata ketakutan yang menggantung di sudut mata Sayuri.

Ryuken menggerakkan lengan tubuhnya yang kasar dan penuh kapalan. Ia memajukan kaki kirinya setengah langkah ke depan, memanfaatkan ruang beku yang ia ciptakan sendiri tanpa bantuan teknologi mesin yang kotor. Tangan kanannya menarik bilah besi katana tua berkarat dari dalam sarung kayu yang lapuk dengan satu tebasan mendatar yang sangat halus, senyap, mengalir bagai hantu yang mengiris udara tanpa menimbulkan suara bising sedikit pun.

Clink.

Suara angin tak berbunyi memotong ruangan secara instan. Ketika Ryuken mengembalikan aliran waktu secara mendadak melalui getaran jantungnya yang kembali berdegup gila-gilaan, sebuah kehancuran langsung melumat habis barisan depan musuh yang mengepung mereka. Tanpa ada suara ledakan yang gaduh, baju besi tebal setebal dua puluh sentimeter milik sang pemimpin bajak laut bersama dengan dua puluh pengawal elit di sekelilingnya terbelah dua seutuhnya. Raga raksasa mereka langsung hancur menjadi seonggok debu abu-abu yang lenyap ditiup angin, tanpa menyisakan selembar pun bukti di atas lantai besi yang kotor.

Sisa-sisa pasukan bajak laut yang berada di barisan belakang seketika jatuh tersungkur karena menahan rasa terkejut dan ketakutan yang luar biasa hebat. Mereka membuang senapan cahaya mereka ke lantai dengan panik, lalu berlari kencang kocar-kacir melarikan diri menembus pintu darurat stasiun. Mereka terus menoleh ke belakang, menatap ketakutan ke arah sosok jubah hitam kurus yang baru saja menghapus pasukan terkuat mereka murni menggunakan ketajaman sebilah besi tua berkarat yang jujur.

Sayuri menyaksikan kejadian aneh dan mengerikan tersebut dengan sepasang mata biru jernihnya yang melotot kaku tanpa berkedip sedikit pun. Tubuh indahnya yang dibalut gaun sutra putih kotor penuh noda darah kering bergetar halus menahan rasa terkejut, ngeri, dan takjub mendalam yang meremukkan seluruh kesombongan kasta bangsawannya. Seluruh dinding keangkuhan dan sifat sedingin es yang ia banggakan sejak kecil mencair seketika ditelan wibawa sunyi pendekar pedang sejati yang memancar dari tubuh Ryuken. Ia menyadari sepenuhnya bahwa pernikahan paksa kemarin bukanlah sebuah kutukan pembawa aib, melainkan sebuah ikatan takdir suci yang membuatnya harus berjalan berdampingan di sekeliling sang anak buangan.

Ryuken perlahan memasukkan kembali mata pisau katana nya ke dalam sarung kayu yang lapuk dengan bunyi ketukan logam yang khas. Ia membalikkan tubuh kurusnya secara perlahan untuk menatap lurus ke dalam sepasang mata biru jernih Sayuri dengan sorot ketenangan yang sedingin kematian. Ia mengulurkan telapak tangan kanannya yang kasar dan penuh luka melepuh ke hadapan Sayuri, menawarkan perlindungan murni di luar batas kasta kerajaan mereka.

"Gengsi kasta Kuil Tinggi mu telah mati terkubur bersama sisa debu planet asal kita di belakang, Sayuri," ucap Ryuken dengan suara tenang, datar, namun terdengar berat bergaung memotong seluruh suara bising stasiun. "Malam ini, di tengah kegelapan stasiun luar angkasa yang kotor ini, aku bersumpah demi silsilah darah murni Juro Shinto yang mengalir di tubuhku; aku akan tetap berdiri sebagai tameng pelindung tunggalmu melintasi ribuan alam semesta. Dan jika nama bangsawanmu menuntut adanya satu takhta penguasa tertinggi untuk memulihkan martabat keluargamu, maka pedang berkarat inilah yang akan menghancurkan seluruh keangkuhan musuh hingga mereka runtuh tak bersisa."

Sayuri menatap telapak tangan kasar Ryuken dengan air mata yang kian deras membasahi pipinya yang mulus. Namun, kali ini tangisan itu tidak lagi membawa rasa benci atau rasa jijik yang tajam. Dinding gengsi bangsawannya runtuh lebur ditelan rasa haru dan keikhlasan mendalam yang menyayat hatinya. Ia menyadari bahwa takdir mereka berdua kini telah resmi dikunci ke dalam satu ikatan pengembaraan yang paling hebat sekaligus menegangkan. Sayuri melayangkan tangan lenturnya yang putih bersih, meletakkan jemari indahnya di atas telapak tangan Ryuken dengan cengkeraman erat yang menolak untuk dipisahkan oleh ancaman maut mana pun. Mereka resmi menyegel sumpah darah pengembaraan sunyi menembus batas alam semesta, bersiap menyongsong meletusnya pertempuran besar memperebutkan takhta tertinggi di masa depan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!