Dia sudah lelah menjadi orang miskin. Apalagi dengan menghidupi istri dan kelima anak-anaknya yang masih kecil. Keluarga istrinya yang notabene dari keluarga kaya selalu merendahkan nya. Sampai akhirnya, dia memutuskan untuk mencari pesugihan dan kekayaan yang melimpah sesuai yang diinginkan nya terwujud.
Apakah dengan jalan pintas melakukan perjanjian dengan makhluk gaib itu mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian?
Ikuti cerita selengkapnya di novel horor berjudul
PESUGIHAN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
"Apa? Kenapa bisa terbakar toko sembako di dekat pasar? Ya ampun! Kalian benar-benar tidak becus dalam bekerja!" ucap Akram panik.
"Petugas kebakaran sudah membantu memadamkan api yang melahap toko. Tapi karena api cukup besar, toko sembako tidak bisa di selamatkan lagi," kata Slamet dengan panik.
"Antar kan aku ke sana, Slamet! Aku harus melihat kondisi toko-toko ku yang terbakar," sahut Akram dengan resah dan penuh kekhawatiran.
☠️☠️☠️☠️☠️
Toko sembako yang cukup besar di pinggiran pasar kini terlihat dilalap si jago merah. Petugas pemadam kebakaran pun terlihat sibuk memadamkan api. Namun api masih terlihat besar membakar semua toko sembako beserta isi nya itu. Akram terlihat melongo menatap harta benda nya. Dia tentu saja tidak bisa berbuat banyak dengan situasi yang masih berbahaya itu.
Akram tiba-tiba hendak berlari menuju bangunan yang terbakar itu dan berusaha menyelamatkan beberapa uang modal yang disimpan nya di dalam toko sembako itu.
"Tuan Akram! Jangan ke sana! Itu sangat berbahaya, tuan Akram!" cegah Slamet.
"Tapi Slamet! Harta ku ada di dalam toko itu! Bagaimana setelah kebakaran ini, Slamet? Aku bisa miskin tiba-tiba karena bangkrut," ucap Akram.
"Tapi keselamatan tuan Akram lebih penting daripada harta yang tuan Akram miliki. Harta bisa dicari tuan Akram. Tapi nyawa tidak bisa dibeli," sahut Slamet yang berusaha menahan majikannya itu supaya tidak masuk ke bangunan toko sembako miliknya.
Bangunan toko sembako milik Akram sudah mulai habis ludes terbakar api. Beruntung toko di sebelah kanan dan kiri toko Akram tidak ikut terbakar. Petugas kebakaran dengan cepat sudah menanggulangi semuanya supaya meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh kebakaran itu.
"Sebenarnya apa penyebab kebakaran toko sembako milik ku, Slamet? Kenapa sekuriti yang menjaga toko sembako ku tidak bisa mencegah kebakaran itu? Untuk apa aku membayar mereka jika mereka tidak bisa bekerja dengan becus. Kalau seperti ini, aku bisa rugi, Slamet!" kata Akram sambil menarik rambutnya sendiri karena kesal.
"Semua terjadi dengan cepat, tuan Akram! Api tiba-tiba datang dan jatuh dari atas. Lalu menyambar aliran listrik. Hingga muncul ledakan karena di dalam toko sembako ada gudang kecil penyimpanan gas elpiji. Semua tidak bisa mencegah musibah kebakaran ini, tuan. Bersyukur sekuriti tidak apa-apa dan tidak terluka sedikit pun. Padahal kebakaran sangat besar dan hebat. Seperti yang tuan Akram lihat sendiri, petugas kebakaran pun sudah beberapa kali berusaha memadamkan api," jelas Slamet panjang lebar.
"Akram, antar aku pulang! Sepertinya aku harus mengklaim asuransi supaya bisa mendapatkan asuransi dari toko sembako milik ku itu," kata Akram.
"Benar, tuan! Itu lebih baik, daripada tidak mendapatkan apapun. Anda sudah mengantisipasi semuanya, tuan Akram dengan asuransi itu," ucap Slamet.
"Benar! Dulu mantan istriku, Azzura lah yang selalu mendesak ku untuk ikut asuransi. Jika ada apa-apa, ada jaminan jika ada musibah seperti ini," kata Akram.
"Mbak Azzura memang cerdas! Berbeda dengan mbak Uti yang.... eh?" sahut Slamet. Tiba-tiba saja Slamet teringat jika Uti telah tewas di malam itu. Dan dia juga ikut andil membantu menyembunyikan jasad Uti di belakang rumah Akram.
"Kenapa, Slamet?" sahut Akram.
"Saya tiba-tiba menjadi takut dengan kejahatan yang sudah kita lakukan, tuan! Menyembunyikan jenazah Uti dan tidak memakamkan secara layak. Walaupun saya tidak terlibat dalam tewasnya mbak Uti, istri muda tuan Akram," kata Slamet.
"Tenang lah Slamet! Aku lah yang bertanggung jawab atas semuanya. Kamu hanya membantu saja dalam menguburkan Uti," ucap Akram.
teruslah berkarya n semangat.
siap2 aja dpt gugatan cerai dari istrimu,,,,miris skaligus kasian liat Akram,apalgi asal muasal nya y karna sering dpt penghinaan,dan dibanding2kan dngn menatu lainnya yng kehidupannya lbih mapan 😪😪
Salam kenal thor ak mampir karena tertarik dngn ceritamu ini,,,,