NovelToon NovelToon
TO HEAVEN

TO HEAVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:27.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_Fluffy

Novel Friendzone adalah novel yang bercerita tentang persahabatan antar lawan jenis yang salah satunya jatuh cinta kepada sahabatnya. Kaela jatuh hati kepada sahabat laki-lakinya, bernama Jeno Janurio. Tetapi, Jeno terlebih dahulu jatuh hati kepada seorang gadis bernama Karina. Sebagai figuran, Kaela hanya dapat menahan rasa cemburu dan sakit hatinya melihat kemesraan Jeno dan Karina. Hingga pada suatu hari, ia sudah tidak sanggup lagi dan mengakui perasaannya kepada Jeno, tetapi Jeno sama sekali tidak menanggapi perasaan Kaela.

Rhea yang membaca novel itu pun tidak menyukai isi cerita novel Friendzone itu, merasa tidak adil kepada figuran.Seandainya dia menjadi seorang Kaela, maka ia buat Kaela memiliki surganya sendiri tanpa ada rasa cinta kepada Jeno, sahabatnya itu.
Hingga suatu kejadian tanpa ia sadari, Rhea yang koma dan jatuh tidak sadarkan diri akibat perkelahiannya dengan temannya, Chika, membuatnya terbangun dan menyadari bahwa dia bukan di dalam duniannya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_Fluffy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

“Chika, kabar Rhea gimana sih sekarang?”

“Iya, udah hampir 3 bulan dia nggak bangun-bangun.”

“Keluarga Rhea nggak ada permasalahin tentang lo yang udah buat Rhea koma?”

“Kalau gue jadi keluarga Rhea sih, bakalan gue tuntut. Nyawa orang taruhannya karena novel.”

Chika hanya diam sembari mengeluarkan buku pelajaran untuk jam pertama nanti, sudah terbiasa baginya mendengarkan ucapan-ucapan dari teman-teman sekelasnya tentang Rhea dan pengadilan.

“Mana si Chika kelihatan tenang gitu, emang lo nggak ngerasa bersalah, Chik?”

“Kalau gue jadi Chika, gue bakalan depresi bahkan bisa bunuh diri malah.”

“Heh! Mulut lo pada!”

“Lagian, ditanyain gak dijawab-jawab.”

Chika menghela napasnya dengan pelan, lalu berdiri dari duduknya tadi. Mejanya sudah di kelilingi oleh teman-teman sekelasnya, dan kini hening saat Chika berdiri dari duduknya. Gadis itu memandang temannya satu per satu.

“Rhea masih koma, dan dia masih belum sadar. Kalau kalian penasaran dengan reaksi keluarga dia, gue dimarahi habis-habisan. Gue bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi pada Rhea, gue bahkan pasrah kalau keluarga Rhea bawa gue ke jalur hukum. Tetapi, mereka lebih baik daripada kalian semua. Kalian hanya ngomong tentang Rhea, tapi pernah nggak kalian jenguk dia?” Chika menjawab semua pertanyaan dari teman-temannya itu dengan nada tenangnya. Ia juga sampai sekarang ini masih menangisi sahabatnya yang tak kunjung bangun dari tidur lelapnya.

“Gue pernah kok ngunjungi Rhea, iya kan, Dan?” ucap salah satu teman kelas Chika dengan lirikannya kepada Dani, teman yang ia sebut tadi.

Chika sedikit mengernyitkan dahinya, “kapan? Gue selalu ada di rumah sakit bahkan gue tidur di sana, nggak pernah tuh gue liat lo ke rumah sakit.” Sahut Chika dengan sembari mengingat-ingat kapan temannya itu datang ke rumah sakit.

Salah satu temannya itu hanya diam, ia berbohong sebagai bentuk pembelaan dirinya. Chika berdecak kecil, lalu duduk kembali ke bangkunya. “Gue memang salah di sini, terserah kalian mau bilang apa, tapi gue yakin Rhea akan bangun.” Ucap Chika dengan begitu yakin.

**

Lelaki itu menatap kosong ke arah lapangan basket itu, semilar angin menghembuskan rambut hitam legamnya dengan lembut dan entah kenapa terik matahari di siang hari ini tidak terlalu menyengat dirinya. Jeno dengan seragam khas sekolah, kemeja putih berlengan panjang, celana panjang berwarna hijau dengan motif kotak-kotak, dasinya yang tidak terpasang rapi dan hanya menggantung begitu saja di leher kemejanya itu. Jeno melirik jam di pergelangan tangannya, lengan kemejanya telah ia gulung hingga ke sikutnya.

Ia duduk di bangku penonton yang dekat dengan lapangan basket, ia mengistirahatkan pikiran dan hatinya bahkan ia menolak ajakan Karina untuk bergabung ke kantin. Jeno mengusap wajahnya dengan lelah, lalu menghela napasnya dengan pelan.

“Jen! Lo nggak main?” tanya salah satu teman basket Jeno di tengah lapangan dengan nada teriakannya. Jeno menggelengkan kepalanya dan memberi tanda bahwa ia menolak ajakan itu.

Atensinya yang sejak tadi berada di lapangan basket itu pun tanpa sengaja tertuju pada lapangan yang tidak jauh dari lapangan voli. Jeno melihat Kaela tengah berjalan  dengan seorang laki-laki yang sangat ia kenal, Jaemin. Mereka tampak tertawa dengan genggaman tangan yang terlihat tidak bisa dipisahkan. Entah kenapa, Jeno tidak bisa mengalihkan tatapannya dari Kaela dan Jaemin yang begitu mesra.

Kembali, ia merasakan ketidakterimaannya saat Kaela begitu tulus disentuh oleh Jaemin. Ada rasa iri yang ia rasakan ketika Jaemin dengan leluasa menikmati senyuman Kaela, bahkan Jaemin dapat merangkul bahu gadis itu. Jeno menundukkan kepalanya untuk mengalihkan rasa panas di hati dan kedua matanya, ia ingin menghajar Jaemin agar dapat melepaskan Kaela. Tetapi, Kaela pasti akan semakin membencinya.

Jeno mengusap wajah tampannya dengan sedikit kasar, ia mengakui bahwa dirinya telah jatuh hati kepada sahabatnya itu, dengan Kaela yang sekarang membuatnya tidak dapat mengalihkan dunianya kepada siapapun lagi, tak terkecuali Karina. Mencoba menghembuskan napasnya untuk dapat menormalkan pikiran dan hatinya yang sesak, lalu kembali mengangkat kepalanya, dan pasangan itu semakin dekat dengan lapangan voli.

Kaela terlihat cantik dengan tawa itu, bahkan gadis itu menikmati sentuhan jemari Jaemin yang merapikan rambutnya itu.

“Gue pengin lo juga seperti itu ke gue, Kae. Gue rindu sama lo, gue rindu lo natap gue ada, gue rindu lo, Kaela,” gumam Jeno dengan suara beratnya yang terdengar sangat tersiksa dengan semua perasaan ini kepada Kaela.

“Ta-tapi, lo benci banget sama gue.. apalagi kalau lo tahu kalau gue ja-jatuh cinta ke lo, Kaela.” Ungkap Jeno di dalam hatinya. Laki-laki itu bangkit dari duduknya, ia sudah tidak sanggup melihat kemesraan Jaemin dan Kaela, ia mengusap pipinya yang kembali menjatuhkan airmata. Ia berjalan meninggalkan kedua insan itu dengan patah hatinya.

*

Dear Diary*

Hai, diary. Aku adalah Rhea Alyesha, bukan Kaela Faleesha. Maaf, aku ikut campur dalam menulis di atas kertas ini, hanya saja aku bingung harus ke mana lagi aku ceritakan perasaan rumit ini. Dari awal, aku menyukai Jaemin, sahabatnya Kaela. Tetapi, entah apa yang diinginkan oleh Biru, aku dijatuhkan ke perasaan rumit pada si sosok pemeran utama itu, Jeno Janurio. Yap! Cintanya Kaela, yang membuat aku harus menyelesaikan perasaan ini.

Aku bingung, diary. Bagaimana ya aku menyelesaikan perasaan rumit ini? Aku nggak mau lagi berhubungan dengan Jeno, aku mau buat dia sakit sama seperti yang dia lakukan kepada Kaela dulunya. Aku ingin balaskan dendam Kaela kepada Jeno.

Tapi…

Rhea menggenggam erat penanya, ada rasa menusuk-nusuk di dadanya, sesak yang membuat airmatanya jatuh membasahi buku harian Kaela.

Kenapa tiba-tiba aku mengasihani Jeno? Sebenarnya, ini dari hati aku sendiri atau pengaturan dari penulis novel ini? Aku bingung entah sudah di halaman berapa aku menjalani kehidupan di dalam dunia ini. Aku menunggu waktu aku dipanggil, tetapi sampai kapan lagi? Jujur, aku nggak sanggup lagi, diary. Aku ingin pulang dan meninggalkan perasaan rumit ini di sini. Aku takut.

Aku takut kalau aku benar-benar jatuh hati kepada Jeno.

Rhea melepaskan pena itu, ia mulai menangis di atas meja belajar dalam kamar itu, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sejak dari sekolah hingga pulang, ia menahan rasa sesak ini dan tangisannya, dan kini ia melepaskanya bagai bom waktu yang sudah harusnya meledak.

“Bi-biru… pulangkan ak-aku. Ak-aku mohon,” isak Rhea dengan tangisannya yang terdengar begitu menyayat hati. “Aku nggak mau lagi, Biru.. ak-aku nyerah..”

‘Meninggalkan atau ditinggalkan.’

Rhea mendengar suara Biru akhirnya, ia dengan cepat menghapus airmatanya lalu menatap laut di luar jendela kamar ini. “Meninggalkan.” Apapun itu hasilnya nanti, Rhea akan menerimanya, karena ia benar-benar terjebak dengan rencana yang ia buat. Dan suara Biru menghilang setelah Rhea menjawabnya.

“T-tolong pulangkan aku ya, Biru.”

**

1
alterna.nas
i feel you. gapapa kok kalau merasa stuck, kabarin aja padahal. aku ngiranya udah gak aktif karena kenapa-napa kakaknya, hehe. semangat 💪
Cloudy_Fluffy: /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/Makasih yaa udh mau menunggu. Ini pasti tamaaat, anyway makasih jg atas support-nyaa
total 1 replies
alterna.nas
Yeeeaay! Rhea kembali.
alterna.nas: gak kerasa, 3 tahun 😭
total 4 replies
Ayano
Caper keknya dia sama Kaela
Ayano
Malu nih 😏
Ayano
Penolakan berkedok candaan
Ayano
Nah. Harusnya mah keapus
Cuma ya tergantung trigger sih
Ayano
Kenapa moment ini lebih sweet dari yang kukira ya 😳
Ayano
Judul mewakili cerita ya 😅😅
alterna.nas
Kak, jangan lupa makan, minum, dan istirahat, yaaaa. Mari selesaikan misi Rhea, aku bantu doa dan baca aja sih, ehehehe
alterna.nas: Bukan masalah, Kak. Kembali kasih. Pelan-pelan aja, yaa, nggak usah buru-buru. Hwaiting!!!
total 2 replies
IndraAsya
jejak 🐾
alterna.nas
Jeno udah mulai terima perasaan dia ke Kaela karena sikap Rhea, berarti Jeno jatuh cintanya sama Rhea, ya?

Duh, Jen. Siap-siap patah hati deh lo. Eh, udah, ya?
alterna.nas
Semangat menulisnya, yaaa!
Ayo, tamatkan karya ini. Kajjaaaaaa~!
Cloudy_Fluffy: Kamsahamida!!
total 1 replies
alterna.nas
siapa nih?
Rhea?
Biru?
Kaela?
Nana?
Jeno?
hendra hendra
keren ceritanya
ana in her bebas era
BARBAR BANGET AMPE KEPENTAL KEDUNIA LAIN
alterna.nas
Jeno udah mulai terima perasaan Kaela, walau secara tidak sadar sih.
alterna.nas
Rhea lagi bahagia di dimensi lain, sementara Chika kasihan banget
alterna.nas
entar kena amuk Woo Young-woo kalo mancing paus biru
alterna.nas
Pen nampol si Jeno, tapi di sini terlalu beresiko. Entaran aja. Entar kalo udah waktunya, saya mau nampol saudara Jeno dengan segenap hati.
alterna.nas
Sebenernya, Jeno udah suka sama Kaela, tapi dia nolak kenyataan itu dan berusaha berpaling ke Karina, karena Kaela yang sebelumnya lembek dan terlalu berperikesahabatan terhadap dia, maka Jeno anggap Kaela tetep sebagai sahabat.

Ketika Kaela berubah, Jeno paniklah. Ini balasan yang paling aku suka.

Yok, Rhea! Bikin Kaela bisa nikmatin kebahagiaannya sendiri tanpa si Jeno.

Btw, aku tahu siapa Jeno, Karina, dan Na Jaemin. Apakah akan ada geng 00L lainnya?
Cloudy_Fluffy: HAHAHAHAA...HAI! SIJEUNII
aku bingung dgn penamaan tokoh yg seru, jd memakai nama asli, tidak terlalu buruk.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!