Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 - Bayangan Mafia Karibia
Malamnya di kediaman Clev yang megah dan modern di ruang makan utama di rumah Clev, Derina,Mira,Clev duduk di kursi masing-masing, Maria dan Lenny sedang menyiapkan makan malam.
"Mira..besok aku mau ke Mall beli tas ,kamu ikut ya.." ajak Derina kepada Mira
Mira menggelengkan kepala,
"Besok kakakmu ada pertemuan makan siang di D&D resto, jadi aku harus ikut dengannya" jelas Mira pada Derina
Derina sedikit cemberut
"Padahal ada tas keluaran terbaru loh.." ujar Derina hingga membuat Mira penasaran
"Tas model apa?" tanya Mira
Di tengah diskusi mereka Clev langsung memotong pembicaraan
"Tas kalian itu jika di gabung sudah bisa memenuhi gudang" potong Clev
"Lagipula kalian membeli tas hanya di pakai 2-3 kali setelah itu tak terpakai lagi karena ada yang baru" ujar saya
Derina langsung membela diri
"Karena tas yang kita gunakan harus serasi dengan apa yang kita pakai,jadi wajar kita memiliki banyak kan.." tegas Derina membela diri
Sementara Maria tersenyum kecil sambil menaruh makanan di meja
"Lagipula koleksi tas ku lebih murah daripada pemborosan bos D&D dengan koleksi mobil-mobil mahalnya" ledek Derina sambil menjulurkan lidah ke Clev
Mira tersenyum
"Kali ini aku setuju dengan Derina.." ujar Mira tertawa kecil
Lenny yang menaruh daging yang menjadi menu utama di meja ikut berbicara
"Apapun koleksi kalian yang terpenting kalian harus selalu sehat dan makan bergizi" ujar Lenny sambil memotong daging dan menaruh ke piring Clev,Derina dan Mira
Maria yang sambil menuangkan air minum pun bicara
"Lenny benar...selama kalian sehat apapun yang kalian inginkan akan mudah didapatkan" jelas Maria dengan nada keibuannya
Bagi Clev ,rumah selalu menjadi obat yang paling ampuh dari kelelahan setelah apa yang dia jalani di D&D Company. Derina,Mira,Maria,Lenny,Garry, Thomas,Leo adalah orang-orang yang selalu menjadi obat untuk Clev saat dia pulang kerumah.
Sementara jauh dari rumah kediaman Clev , tepatnya di pelabuhan timur kota Drep sekelompok pria berjas hitam sedang berada di sebuah peti kargo.
Salah seorang dari mereka berbicara kepada salah satu petugas pelabuhan
"Jadi kami datang karena dari informasi yang kamu dapatkan peti kargo ini tidak bisa naik ke kapal?" tanya salah satu dari pria berjas itu
"Ya pak..karena peti itu tidak sesuai dengan prosedur ijin dari pelabuhan untuk berlayar" jelas seorang petugas pelabuhan
"Kalian tahu ini peti kargo milik siapa?" ujar saya satu orang berjas sambil menarik kerah petugas pelabuhan itu
"Ti..ti..tidak ,Pak" jawab petugas pelabuhan itu yang terangkat sedikit keatas
Lalu dari belakang para pria itu muncul sosok bertubuh besar dengan pakaian jas juga namun berwarna putih dan menghisap cerutu.
"Sudahlah lepaskan dia..." perintahnya dengan suara berat lalu maju mendekati petugas pelabuhan itu yang terjatuh setelah dilepaskan dengan kasar.
Pria bertubuh besar itu jongkok dan meniupkan asap dari mulutnya ke wajah petugas pelabuhan itu
"Saya ingin peti ini berangkat malam ini juga,tanpa penundaan tanpa harus mengurus ijin apapun" jelas pria bertubuh besar itu
Lalu dia berdiri dan berbalik
"Kami sedang baik hati sekarang,jangan membuat kebaikan hati kami ini berubah menjadi kesedihan untuk anak dan istri mu yang menunggu dirumah" ancam pria bertubuh besar itu yang membuat petugas pelabuhan itu tidak bisa berkata apapun.
Lalu pria bertubuh besar itu berjalan bersama 3 orang berjas lainnya dibelakang nya