Cerita ini adalah sekuel dari novel yang berjudul "Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya" yang menceritakan tentang perjodohan kedua putra putri Bara Abraham bersama dengan Mario Fernandez,
Apa jadi nya jika dimasa SMA ternyata kedua mama mereka malah memberi tahu soal perjodohan yang sudah di atur sejak kecil itu?
Apakah mereka berdua akan merasa bahagia? atau malah sebaliknya?
Ikuti terus kisah kedua pasangan tersebut yang tak lain adalah Flora Abraham Sanjaya bersama Leandro Fernandez 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilham risa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerangan yang Lean lakukan
Lean , Aldo dan Rendy langsung bergerak menyerang, mereka menghajar para preman yang sedang dalam keadaan mabuk berat..
Seperti nya mereka semua terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras murahan, sehingga mereka sampai tidak sadarkan diri..
Tapi di antara mereka semua, ada dua orang yang belum terlalu mabuk, dia pun mulai membalas serangan yang Lean layangkan untuk diri nya..
Bukkk.... bukkk...
"Ahhhkkkk! ".
Pria itu jatuh tersungkur ke atas tanah, setelah itu dia mulai menatap lama ke arah Lean.
" Siapa kau sebenarnya? kenapa kau malah menyerang para anak buah ku hah? " tanya nya marah..
"Aku adalah malaikat pencabut nyawa, tapi aku akan memaafkan kalian semua jika kalian mau membuat kesepakatan untuk tidak lagi mengganggu para penjual yang ada di pasar ini"
"Cih... dasar anak bodoh, apakah kau tidak mempunyai kerjaan, ngapain juga kau ikut campur dengan urusan kami hah? "
"Ya karena aku tidak suka jika orang lemah seperti mereka di ganggu oleh preman pengecut seperti kalian semua, kalau kalian ingin uang, kerja! jangan mengancam dan memeras para pedagang"
"Alah, banyak bacot kau bocah sialan" teriak pria itu marah
Dengan gerakan cepat, pria itu langsung bangkit dari terjatuh nya dan menyerang Lean menggunakan sebuah pisau yang tajam,
Lean berusaha menghindar setiap serangan yang dia berikan, terutama dibagian perut, yang menjadi incaran empuk untuk preman tersebut..
Shutt.... shutt
Suara pisau terdengar tajam di telinga Lean, sedangkan Aldo dan Rendy juga sedang bertarung dengan beberapa preman yang lain nya,
Begitu juga dengan anak buah Geng Lean, mereka tidak ada yang menggunakan senjata, hanya kemampuan ilmu bela diri yang mereka keluar kan,
Hingga tak lama kemudian,.
Prangg.....
Senjata tajam yang pria itu gunakan telah berhasil Lean singkirkan menggunakan sebelah kaki nya..
Dan setelah itu dengan gerakan cepat Lean memuntir tangan preman jahat itu yang menjadi bos untuk preman yang lain nya..
Krekkk.....
"Aakhhh.... " teriak nya kesakitan,
Satu persatu para preman telah berhasil di kalahkan oleh anak buah Geng Lean, dan setelah melihat mereka kalah, mereka pun kembali memberikan ancaman..
"Ingat pesan ku ini , jika kau masih berani membuat kekacauan di pasar, maka aku dan geng ku tidak akan segan segan untuk menghabisi mu" ancam Lean marah
Dan sebagai ucapan terakhir nya, Lean kembali memijak kaki preman itu hingga mengalami tulang retak..
"Aaakkhhhh... , ampun, aku mohon, ampun, aku janji tidak akan ke pasar lagi"
"Bagus, bila perlu, pergilah yang jauh. "jawab Lean memasang wajah memerah..
Setelah puas memberikan siksaan kepada mereka semua, Lean langsung mengajak teman teman nya untuk pergi dari tempat itu, Aldo dan Rendy memeluk pundak Lean dengan perasaan bangga
" Kau sungguh hebat sobat, selalu berhasil mengalahkan musuh , tapi sayang kalau soal cinta kau kalah jauh " goda Rendy tertawa
.
"Iya, benar yang dikatakan Rendy, kapan kau berhasil meluluhkan hati Flora? aku rasa dia benar benar tidak bisa mencintai mu bro" ucap Aldo menimpali
Lean tersenyum kecut mendengar ejekan dari kedua sahabat nya itu, benar memang apa yang dikatakan merupakan berdua,
Jika dirinya tidak bisa membuat seorang Flora mencintai dirinya, tapi selama ini Lean telah berusaha keras, dan kini Lean tidak akan lagi memaksa Flora untuk menyukai dirinya.
"Aku juga tidak tahu, tapi yang jelas aku sudah tidak memaksa Flora lagi agar mencintai ku secara paksa, sekarang ayo kita kembali" ajak Lean tersenyum..
Tanpa mereka tahu jika saat ini sudah datang beberapa orang orang hebat yang akan gantian menyerang mereka, seperti nya bos dari preman tersebut telah menelfon Sekutu nya agar mau mengirim kan bala bantuan untuk mereka..
Lean, Aldo dan Rendy mulai membuka pintu mobil mereka, sedangkan anak buah Lean yang lain nya telah jalan duluan meninggal kan dirinya,
Dan dari kejauhan mereka dapat mendengar suara sepeda motor yang sangat berisik, membuat Aldo merasa sangat terkejut..
"suara apa itu? seperti nya suara nya jalan ke sini? " tanya Aldo penasaran...
lanjut lagi cerita ya