NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:293.5k
Nilai: 5
Nama Author: Virzha

Karena cinta bertepuk sebelah tangan, Aldin sulit untuk menerima cinta yang baru.


Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang wanita sampai keduanya melakukan hubungan terlarang dan menyebabkan gadis itu hamil.


"Kau harus menikahiku! Aku tidak ingin anak ini lahir tanpa seorang Ayah!" Renata Aprilia.


"Aku akan menikahi mu, tapi hubungan kita hanya sampai anak itu lahir." Aldin Maldives.

Lantas, akankah cinta hadir di antara keduanya? Lalu bagaimana kisah rumah tangga mereka?

*****
Lanjutan dari novel I'm Fine

JANGAN LUPA TEKAN LIKE, KOMEN DAN FAVORITNYA YA GUYS!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Datang Ke Toko Rere.

"Habis ini kita pulang ya? Udah sore juga."

Setelah menghabiskan makan siangnya, Aldin masing sibuk bergelayut mesra di lengan istrinya. Ia enggan melepaskan wanita itu karena merasa sangat nyaman.

"Kamu nggak balik ke kantor?" Rere bertanya seraya mengernyitkan dahinya.

"Harusnya sih iya, tapi nanti kamu bakalan kerja lagi," ucap Aldin mengerutkan bibirnya tidak setuju.

"Aku hanya tinggal menyelesaikan pekerjaanku sebentar Al, biar besok nggak terlalu keteteran kalau nyiapin pesanan pelanggan," jelas Rere memberikan senyuman menenangkan.

Aldin terlihat masih tidak rela, ia padahal masih banyak pekerjaan di kantor. Tapi jika disana terus juga tidak mungkin karena tanggung jawabnya masih banyak.

"Mau apa? Cium dulu?" Rere memutar tubuhnya agar menatap suaminya, ia seolah tahu apa yang sedang dipikirkan suaminya ini.

"Nggak, aku mau itu," bisik Aldin mulai menjelajahi tubuh istrinya dengan bibirnya yang basah.

"Ih, jangan-jangan aneh Al. Ini itu di toko," ujar Rere menepis tangan Aldin sebelum pria itu menjelajah terlalu jauh.

"Pintunya udah aku kunci," sahut Aldin tak menyerah, ia kembali mendekatkan wajahnya ke tengkuk Rere, menciumnya dengan lembut namun sangat menggoda.

"Al ... bagaimana kalau Salsa kesini?" Rere mengigit bibirnya agar de sa hannya tidak lolos begitu saja.

"Biarkan saja." Aldin hanya bergumam cuek, ia terus menciumi tengkuk dan leher Rere hingga membuat wanita itu terpancing juga.

Aldin tersenyum tipis sebelum mendorong istrinya ke sofa dan memulai pergumulan panas.

*****

"Aku langsung kembali ke kantor, nanti kalau mau pulang telepon aja biar aku jemput."

Rere masih mencoba mengatur nafasnya yang ngos-ngosan setelah pergumulan panasnya dengan Aldin. Ia membuka matanya untuk melihat suaminya yang kini sudah kembali rapi dengan pakaiannya. Sedangkan ia masih terlentang dengan tubuh po los dan rambut acak-acakan.

"Benar-benar ya kamu, udah enak langsung main pergi," celetuk Rere seraya mendengus kecil.

Aldin malah terbahak-bahak mendengar gerutuan istrinya, ia mendekati Rere seraya mencium pipinya dengan mesra.

"Kalau aku nggak pergi, kamu mau aku giniin lagi?" Dengan gerakan cepat, Aldin kembali menyesap bibir manis Rere lalu melepaskannya.

"Ih, udah ah, aku capek banget tahu," ucap Rere mengerucutkan bibirnya sebal.

"Makanya jangan banyak bekerja, kamu disini bosnya, jadi nggak usah terlalu capek," kata Aldin seraya merapikan rambut Rere.

"Ya tapi-"

Ucapan Rere terputus tatkala terdengar suara ponselnya yang bergetar diatas meja. Rere segera mengambilnya, ia melihat nomor sahabatnya Melani disana.

"Siapa?" Tanya Aldin.

"Temen aku," ucap Rere setelah panggilan tersambung.

"Re, ini aku udah ada di perjalanan, kamu Share lock lokasi toko kamu ya, aku mau mampir," ujar Melani.

"Oh mau kesini? Oke-oke, aku share lock." Rere mengangguk-angguk mengerti meski Melani tidak melihatnya.

"Temen kamu siapa yang mau kesini?" Tanya Aldin mengernyitkan dahinya curiga.

"Dia sahabat lama aku, keren banget loh sekarang udah jadi dosen." Rere menyahut seraya mencari-cari bajunya, ia harus segera bersiap sebelum Melani datang kesana.

"Temen kamu itu cowok?" Aldin semakin menekuk wajahnya.

"Mana ada? Cewek Al, namanya Melani, kamu mau ketemu?" Ujar Rere menjelaskan dengan wajah seriusnya.

"Oh baguslah kalau cewek, aku nggak mau ketemu. Masih banyak pekerjaan, aku balik ke kantor aja. Ingat pesanku tadi, jangan terlalu capek, kalau mau pulang telepon biar aku jemput," kata Aldin mewanti-wanti Rere dengan wajah seriusnya.

"Iya, iya, aku pasti menghubungimu." Rere menyahut dengan malas.

"Baiklah, aku balik ke kantor dulu," ucap Aldin bangkit dari duduknya. Tak lupa ia memberikan kecupan di seluruh wajah Rere sebelum benar-benar pergi.

Rere mengembangkan senyum manisnya, ia memegang wajahnya yang terasa memanas.

"Dia benar-benar membuatku gila," gumam Rere tersenyum-senyum geli. Perasaan dulu waktu ia berpacaran dengan Dave, ia tidak pernah seperti ini.

******

Aldin meninggalkan ruangan Rere dengan wajah penuh kepuasan, ia bersiul senang seperti baru saja mendapatkan jackpot. Tentu saja, ia baru saja mendapatkan tambahan amunisi dari istrinya agar dia semangat bekerja kembali.

Saat Aldin berjalan keluar, cuaca terlihat masih panas meski sudah jam 3 sore. Ia langsung berjalan menuju mobilnya. Namun, sebelum ia masuk mobil, tidak sengaja matanya melihat seorang wanita yang tasnya diambil oleh seorang pencopet.

"Copet! Copet! Tolong!" Wanita itu berteriak panik melihat tas miliknya dibawa kabur.

Melihat hal itu Aldin segera sigap, ia melihat pencopet itu berlari kearahnya. Begitu melewatinya, ia langsung memasang kakinya hingga pencopet itu tersungkur jatuh.

"Sial! Beraninya kau!" Pencopet itu segera melakukan penyerangan kepada Aldin.

Aldin langsung sigap, ia dengan mudah membekuk pencopet amatiran seperti itu. Dengan beberapa pukulan telak, pencopet itu sudah KO dan dibawa oleh beberapa warga yang kebetulan melintas. Aldin segera mengambil tas milik wanita itu lalu menyerahkannya.

"Terima kasih, Tuan." Ucap Melani begitu lega setelah mendapatkan tasnya kembali.

Ya, wanita itu tidak lain adalah Melani sahabat Rere. Wanita itu hendak datang ke toko kue sahabatnya dan malah terkena copet.

"Tidak masalah, lain kali berhati-hatilah," sahut Aldin cuek dan dingin. Ia sibuk membersihkan bajunya yang kotor karena perkelahiannya tadi.

"Ehm, sebagai ucapan terima kasih ku, bagaimana kalau aku mentraktir mu makan. Disini ada-"

"Tidak, terima kasih." Aldin langsung menyela sebelum Melani menyelesaikan ucapannya. Tanpa ada niat basa-basi atau melihat wajah Melani, Aldin segera pergi meninggalkan tempat itu.

Melani berdiri mematung, ia memperhatikan punggung tegap Aldin yang berjalan menjauh. Sikap dingin dan cuek dari Aldin seolah begitu menarik perhatiannya, apalagi wajahnya yang sangat tampan.

"Dia benar-benar sempurna, tapi sayang sekali dia sangat dingin," gumam Melani seolah terngiang-ngiang akan wajah sempurna Aldin.

"Astaga, apa yang aku pikirkan? Aku harus segera menemui Rere," kata Melani teringat akan sahabatnya itu.

Melani buru-buru menemui Rere, ia melihat papan nama di toko Rere membuat ia langsung tahu kalau itu adalah toko sahabatnya. Ternyata saat ia masuk, Rere baru saja keluar dari ruangannya, wanita itu tampak begitu heboh menyambut sahabatnya.

"Akhirnya kamu datang juga Mel, nggak nyasar 'kan?" Tanya Rere mengajak Melani untuk duduk di sofa panjang di dalam toko.

"Nyasar sih enggak, tapi tas aku hampir aja raib gara-gara copet," jawab Melani.

"Copet? Kok bisa? Kamu kena copet?" Rere bertanya kembali dengan wajah kagetnya.

"Iya waktu di depan situ, tapi untungnya tadi ada pangeran tampan yang bantuin aku," ucap Melani dengan wajah tersipu-sipu mengingat sosok Aldin.

"Pangeran tampan?" Rere mengerutkan dahinya seraya tersenyum tipis.

"Hahaha, dia pria yang sangat tampan," ucap Melani lagi.

"Siapa-siapa? Udah sempet kenalan dong pasti? Cerita lah," kata Rere dengan wajah penasarannya.

"Belum sempet kenalan sayangnya, dia udah pergi duluan. Tapi aku yakin, kita pasti akan bertemu lagi," ujar Melani sangat berharap hal itu akan terjadi.

"Kalau jodoh pasti juga ketemu, eh minum dulu dong. Kamu pasti capek banget tadi," kata Rere.

"Iya, aku nggak nyangka loh toko kamu cukup besar juga. Modalnya pasti banyak." Melani mengangguk-angguk seraya menatap keseluruhan toko Rere yang tergolong mewah.

"Ya, aku bersyukur karena aku dipertemukan dengan seorang pria yang sangat mengerti aku Mel, dia yang membantu aku mewujudkan mimpi aku," jawab Rere seraya tersenyum bangga karena teringat akan suaminya.

"Wah, siapa tuh? Pacar kamu?" Tebak Melani.

"Bukan." Rere menggelengkan kepalanya pelan. "Dia suami aku." Sambungnya lagi dengan senyuman yang kian lebar.

"What? Kamu udah nikah?" Melani sampai berseru syok mendengar jawaban dari Rere.

Pantaslah sejak tadi ia perhatikan, Rere memakai pakaian bermerek. Tadinya Melani penasaran darimana sahabatnya Rere mendapatkan uang sebanyak itu, tapi saat matanya melihat beberapa tanda merah dileher Rere. Ia jadi berasumsi kalau wanita itu mungkin melakukan pekerjaan plus-plus. Tapi ternyata dugaannya salah.

Happy Reading.

TBC.

1
Umi Fitri
visual nya saya suka ganteng dan cantik
Afternoon Honey
Aldin bodoh 👎😡
Rere keras kepala 👎😡
Afternoon Honey
keras kepala Rere!
tris tanto
heran nich ama rere emosian mulu bawaannya,,
tris tanto
ngapain dibhs mulu re,,orng kalo mo pergi ya bersikap biasa ja gk usah marah2 giliran diomelin melow,,mungkin jg hormon hamil,,tp kok kesel aja sm sipat rere ngomel2 mulu..
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
namanya juga masih ada rasa re, jd maafkanlah si Aldin lagi mode ngeselin 😂
Helda Watie
setiap kli aku membaca novel di sini.mesti si penulis selalu menggunakan wajah artis korea..apa salah nya .memakai wajah artis tanah air sendiri..setahu aku. wajah artis indonesia boleh tahan loh..hensem2 semua🤣🤣🤣
Umi Fitri: artis indo gak menarik
total 9 replies
lisa
aaa lusiii
Titik Novrianti
rere egois bin GOBLOK,,, bukannya kau yang ingin menggugurkan anak itu,,,yg bilang anak sialan,,, ucapan itu do'a goblok,,,aku harap kau jadikan masalah itu pelajaran untuk masa yg akan yg datang,, egois boleh tapi otak di pake juga
Titik Novrianti
cinta itu buta
buta itu gelaff
gelap itu banyak nyamuknya 😂😂😂🤣🤣🤣
princess manjaa
baru kali ini Nemu novel kelewat bodohh
Ig: @putriaayu_98: Nggak suka nggak usah bacalahhh
total 1 replies
AR Althafunisa
bodohhh... seharusnya di tlp. bilang aja siapa orangnya, ngeselin... tapi kasihan bayi jadi korban 😭
AR Althafunisa
Alhamdulillah.... klo hamil anaknya Aladin, semoga Bayu dan videonya selamat dan ketahuan pria brengseknya 😡
AR Althafunisa
itu bukan anak penjahat itu kan? aku takut anak penjahat itu, kasihan Rere sama Aladin 😭
yunna
yg ku takutkn Melani yg jd pelakor nti
Jose Sasi
mantap
Ig: @putriaayu_98: terimakasih dukungannya kak, baca karya aku lainnya juga ya 🥰
total 1 replies
Mom Dee🥰🥰
dipart saling melupakan disitu dijelaskan 3bln berlalu, knp hamilnya masih 5 minggu ya
Jeje 12: hamil memang cpt mba ...bukan d lihat dr bulan nya...tp perkembangannya
total 3 replies
Momy Haikal
entahlah aku tetap sayang zoya
Momy Haikal
cerita cinta zoya dan dewa paling the best
Dennyanto Suryadi Siregar: apa judul kisah zoya nd dewa?
total 1 replies
Ita rahmawati
terlalu cantik 🤔🤔🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!