NovelToon NovelToon
Suami Jalur Perjodohan

Suami Jalur Perjodohan

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Perjodohan / Janda / Pernikahan Kilat / Teen Angst / Tamat
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: windanor

Setelah sepeninggal mendiang suaminya dan berstatus menjadi janda muda. Khaliza memilih untuk tidak kembali menikah seumur hidupnya karna kesetiaan dan cintanya pada sang suami, Danu.

Lamaran beberapa pria selalu dia tolak. Namun kali ini, Khaliza tidak bisa berkutik ketika sang Ayah dengan tegas dan memaksanya menikah dengan Fariz, anak dari sahabat Ayahnya yang baru saja pulang dari kota.

Apakah pertahanan hati Khaliza untuk tidak kembali jatuh cinta akan roboh setelah di satukan dalam ikatan pernikahan dengan Fariz. Pria yang memperlakukan dirinya begitu lembut dengan segala perhatian yang pria itu berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30: Akhir

"Masuk, Mi." Fariz membuka lebar pintu kamar yang kini di tempati Liza.

Wanita paruh baya itu melangkah masuk ke kamar yang sudah di suguhi tangisan bayi mungil. Senyuman kecil muncul di bibir umi Fardah, gejolak kebahagiaan tidak bisa Ia sembunyikan dari raut wajahnya. Sama halnya dengan Liza yang tersenyum hangat menyambut kedatangan mertuanya.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya umi Fardah pada Liza.

"Alhamdulillah, baik Mi," balas Liza sedikit kikuk. Ia masih canggung dengan mertuanya meski pernikahannya sudah berjalan kurang lebih satu tahun dengan Fariz.

"Umi, ingin menggendong Liana?" tawar Fariz.

Umi Fardah tersenyum. Fariz menyerahkan Liana pada sang umi Fardah dengan hati-hati.

"Dia cantik. Mirip seperti Liza."

Liza yang mendengar itu tersenyum dan tersipu dengan ucapan umi Fardah.

"Tentu, Liana memiliki kecantikan yang menurun dari Liza. Dan aku tidak salah memilih istri." Ucapan Fariz seperti menjunjung istrinya di hadapan orang tuanya, dan membuat raut wajah umi Fardah berubah.

"Iya, kau memang tidak salah memilih istri dan Umi akui itu. Kalau begitu, Umi ingin membawa Liana ke luar."

Tanpa menunggu respon dari keduanya wanita paruh baya itu membaca cucunya keluar dari kamar tersebut.

"Sepertinya Umi sudah sadar." Fariz terkekeh ringan.

"Semoga saja. Mungkin kelahiran Liana mengubah pandangan Umi tentangku, Mas." Liza mendongak menatap suaminya dan kembali berkata."Aku ingin hubunganku dengan umi terjalin dengan baik karna itu keinginan semua menantu."

Ya, Liza ingin hubungannya dengan umi Fardah berjalan dengan baik tanpa mengungkit dan mempermasalahkan masa lalunya.

"Di mana Fariz?" tanya abah Hasan kala sang istri keluar dari kamar.

"Mereka masih di kamar." Umi Fardah mencium gemas pipi berisi cucunya yang menguar aroma wangi khas bayi. Sedangkan Liana menggeliat dengan mulut yang mengecap-ngecap.

"Abah ingin menggendong dia."

"Tidak, aku baru saja menggendongnya. Sebaiknya abah duduk saja di sofa." Umi Fardah membawa menjauh Liana dari suaminya. Ia tak rela menyerahkan bayi mungil ini pada suaminya meski sekejap.

Abah Hasan menghela napas kasar dan menurut dengan titah sang istri. Meski begitu Ia tetap bahagia melihat istri dan cucunya.

"Mas, pelan-pelan." Liza terlihat meringis kala Fariz kembali membaringkan nya di kasur. Ia baru saja buang air kecil dengan bantuan suaminya. Dan kakinya masih terasa ngilu.

"Ini sudah pelan-pelan, Sayang. Sekarang kau ganti baju dulu, karna tidak mungkin hujan-hujan seperti ini aku memandikanmu," ucap Fariz.

Liza mengangguk. Ia menatap sekilas ke arah jendela kaca yang berembun karna air hujan. Sudah beberapa hari ini hujan terus turun dengan angin yang berhembus cukup kencang. Mungkin karna sudah memasuki akhir tahun.

"Nanti kita keluar ya Mas? Aku bosan di rumah terus." Liza menatap Fariz yang tengah sibuk mencari pakaian yang cocok dan nyaman untuk sang istri.

"Boleh, setelah hujan reda."

Liza tersenyum lebar. Fariz kembali mendekat dengan membawa piyama yang Ia pilih. Pria itu dengan telaten mengganti pakaian sang istri. Fariz mengusap kain basah dibagian tubuh Liza.

"Nanti kalau kita balik ke kota siapa yang menjaga Liana?" tanya Liza, mengingat dirinya masih belum sepenuhnya bisa berjalan.

"Sepertinya kita tidak akan kembali ke kota. Tunggu keadaanmu benar-benar pulih."

Liza tersenyum senang ketika Fariz menepati janjinya. Pria itu mendorong kursi roda sang istri, membawanya ke tempat-tempat yang Liza inginkan. Sudah hampir dua minggu wanita itu terkurung di rumah.

"Sudah lama aku tidak keluar rumah. Pemandangan di tempat ini sedikit berbeda," ucap Liza mendongak menatap Fariz.

Keduanya tengah berada di sebuah danau yang tidak jauh dari rumah. Biasanya danau ini menjadi tempat memancing dan berkumpulnya para anak muda atau sepasang kekasih di sore hari. Fariz bersimpuh di hadapan Liza yang masih terlena dengan danau yang biasanya Ia datangi dengan almarhum suaminya.

"Bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Fariz menatap lekat Liza.

"Perasaanku saat ini benar-benar senang," jawab Liza tanpa memudarkan senyumannya.

"Lalu, dengan pernikahan ini, apa kau bahagia?"

Liza terdiam sejenak dan menatap lekat suaminya.

"Tentu aku bahagia, walaupun awalnya aku menolak kehadiranmu. Tapi sekarang aku sangat mencintaimu." Liza memeluk Fariz yang berada di hadapannya.

Fariz tersenyum lebar mendengar pernyataan sang istri. Ia lebih erat lagi memeluk Liza.

"Mas berharap kau tetap di samping Mas, dan menjalani rumah tangga ini sampai maut memisahkan. Begitu banyak ujian yang harus kita lalui untuk mempertahankan pernikahan ini," ucap Fariz menatap Liza begitu dalam.

Kedua tangan pria itu terulur mengusap pipi Liza.

Pernikahan karna perjodohan ini akhirnya berakhir bahagia meski tidak begitu mudah untuk keduanya menjalani semuanya. Semakin bertambah usia pernikahan maka semakin besar pula ujiannya, dan itu tergantung bagaimana kedua pasangan menyikapinya.

Dan untuk umi Fardah. Wanita paruh baya itu perlahan melunakkan hatinya pada sang menantu. Mulai menerima kehadiran Liza meski saat awalnya Ia menolak kehadiran Liza. Terkadang status janda selalu di pandang sebelah mata oleh beberapa orang.

Fariz bukan hanya mengajak Liza ke danau tapi juga mengajak kepasar malam setelah mereka berdua kembali untuk sholat magrib sebelum ke sini. Sementara Liana tengah di jaga oleh umi Fardah dan abah Hasan. Kedua orang tua itu seolah memberikan kebebasan untuk Fariz dan Liza menghabiskan waktu berdua.

"Enak, Mas. Ingin coba?" Liza menyodorkan es krim pada Fariz untuk dicicipi.

"Tidak. Kau habiskan saja. Sekarang kau ingin ke mana?" tanya Fariz.

"Sebaiknya kita makan dulu. Aku lapar." Liza mengusap perut.

"Baiklah. Apapun yang istriku minta akan terpenuhi."

Fariz mendorong kursi roda yang diduduki Liza ke sebuah tempat makan yang ada di pasar malam tersebut yang begitu banyak dipenuhin mengunjung.

1
Setya
Skrg itu janda semakin ke depan, banyak kok tetanggaku yg perjaka dapet janda itupun banyak gak cuma 1 soalnnya mereka lebih fres dr perawan, dan ada pula yg janda beranak 1 ataupun 2 dapet perjaka 😁😁
deden nasrudin
cerita nya bagus banget suka sekali 😘 😘😘😘
Khazanava: Terimakasih banyak, kak😍😍😍
total 1 replies
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
9th gua menjanda, banyak fitnah di luaran sana Ahhh...pura² budeg saja dihiraukan akan bikin sakit hati ( buat bodoh saja ) toh apa yg mereka ucapakan tidaklah benar 😄
Syarifah
alhamdulillah☺☺☺☺☺☺
nonsk2711
aihhhhh...kak Win nackal nih ngeprank kita jd malu 🙈...umi Fariz bnr" krg bersyukur ya di ksh menantu yg baik mlh pgn punya mantu lg 🤦
Syarifah
aduhhh thorrr kirain
Ita Rosita
oalah kirain liza.... mana d part sebelumnya dah nangis bombay eh d prank......
Aisyah farhana
ehhh tak kirain anu hihihiii
Nasya Princs
tuh kan kena prank kak win.kemaren sih dah feeling kalau bukan liza sih.untung belum nyumbang nangis nih mata😁
Nasya Princs: hehehe udah ngamuk belum kak,
total 4 replies
Ita Rosita
part ini buat aq mewek......
Aisyah farhana
Koo Liza nya d buat ga ada berati yg jadi judul itu Fariz bukan Liza
nonsk2711
salah satu hrs mengalah n akhirnya Lisa yg di matikan,scr Lisa bkn nya pu ya thor atau nti author menghadirkan lg sosok wanita yg mirip Lisa,entahlah!!
Syarifah
lahhh kok meninggal
Syarifah
semangat liza semangat fariz
nonsk2711
sperti nya author mo menggiring crt ini membuat poligami nih 🤭,klo Lisa menggugurkan kandungan nya mo tdk mo otomatis Faris di suruh nikah lg tanpa menceraikan Lisa atau bs jd ibunya Faris suruh menceraikan Lisa,klo pun opsi ke 2 Lisa mempertahankan otomatis khilangan Lisa slm nya tp nasib n takdir di tangan author 😄😄...dilema bhkn jd bumerang itu pastinya.
Dewi_fatmawati
sono bilang sama mbok mu fariz.. jadi manusia NGOTAK sedikit, coba di putar balik, BAPAK mu suruh nikah lagi, terima gak mbok mu itu.. 😒😒😒
Syarifah
sedih amat thorr
nonsk2711
benar dugaanku Lisa mengidap kanker,dilema hrs memilih klopun Lisa memilih anak nya kemungkinan dy yg lewat tp klo Lisa yg di pertahankan ya hrs khilangan anak nya,ada kemungkinan jg ada acr poligami,ahhhh ga bgd dh lbh baik klo umi nya Faris keukeuh mo nikahin Faris dgn Aisyah lbh baik Lisa mundur aja,ini pemikiranku lho thor 🙏🤭
Aisyah farhana
semangat Liza yakinlah pasti nanti Kaka othor kasih jalan terbaik heheheeeee keep fighting bee strong
nonsk2711
mgkn Liza mengidam penyakit kanker rahim atau penyakit yg hrs menggugurkan kandungan nya,atau bs jd memilih di antara satu nya krn Lisa ga trs trg sm suami nya,bkln ada poligami atau Lisa yg pamit mundur ya.Di lht dr tdk sukanya umi nya Faris smakin kuat untuk menjodohkn lg Fariz n Aisyah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!