19+
Pertemuan mereka tidak pernah direncanakan, kejadiannya terlalu cepat memicu permusuhan juga Entahlah apa yang salah dia tak mengingat nya sama sekali. Yang terakhir kalinya antara mereka.
Berbagai konflik terjadi saling menyakiti dan rasa bersalah, serta cinta tersimpan dalam hati. Akankah mereka bersama atau akan berpisah.
Ini kisahnya mohon di skip aja jika tak suka jika suka di like aja.. author tak mau banyak komentar tapi terimakasih sudah mampir dan like juga vote and gift.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sumi Yati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Melepaskan
Andita menghela nafasnya kala mendapatkan notifikasi pesan dari Tama Samudera. "Dia sudah tertangkap, masih dalam penyelidikan lebih lanjut di markas. "
Andita tercekat ketika melihat fotonya Widya juga anak-anaknya diambil secara diam-diam oleh rekan setimnya itu. Mau bagaimana lagi mereka masih keluarga namun tindakan nya sudah keterlaluan.
Apa tak cukup merampas harta peninggalan orang tuanya masih tak melepaskannya dari ujaran juga fitnahan itu sangatlah keterlaluan. Adakah hutang yang belum diselesaikan oleh orangtuanya hingga sebenci itu padanya.
Semuanya berkecamuk dalam pikiran nya tak pernah habis pikir mengapa semua ini di alaminya.
Andita duduk memakan makanannya hingga tandas lalu beberes kamarnya juga mencuci pakaian lalu menjemurnya. Setelah itu ia melakukan pekerjaannya yang tertunda di kantor.
Karena skorsing selama seminggu itu dia harus membawa berkas-berkas tersebut ke tempat kost nya. Sesekali ia mengelus punggungnya yang pegal. "Bantu ibu sayang, jika tak kerja kita tidak makan."
Di apartemen mewah aktivitas panas berlanjut, keduanya berlomba untuk menuju kenikmatannya. Keduanya saling memburu kenikmatan bersama saling memuaskan pasangannya.
Afrizal mengejan untuk ke sekian kalinya dan ambruk di atas wanita itu. Shania tersenyum licik menghiasi wajahnya sambil memejamkan matanya puas akan pencapaiannya.
Afrizal pun pindah bergeser ke samping Shania matanya menatap langit-langit kamar tidur. Ingatan tentang Andita yang tersenyum menatap nya juga ekspresi wajah marahnya itu menghiasi pikiran nya.
Bahkan saat bercinta dengan Shania ia membayangkan wajah Andita. Ia rindu saat bercinta dengan nya apalagi dia pergi tanpa pamit, meninggalkan rumah juga semuanya.
Andita meninggalkan pakaian, tas bahkan perhiasannya yang mahal juga dua kartu debit nya. Wanita cantik itu meninggalkan semuanya dan tak ada sedikitpun untuk mengambil biarpun itu hanya sedikit.
Bahkan ia tak mengijinkan para pelayan atau bodyguard itu membantunya. Dia membawa barang bawaan nya saja tanpa keinginan lainnya. "Kau kemana sayang, aku merindukan mu?" Batin Afrizal saat memejamkan matanya.
Shania langsung memeluk tubuh Afrizal dan ikut memejamkan matanya teringat akan semua rencananya saat kembali ke tanah air yakni menjerat Afrizal.
Karier nya di negeri seberang sana dihancurkan oleh istri pengusaha yang berkuasa kala mengetahui perselingkuhan sang suami dengan nya terkuak.
Bahkan media diberbagai belahan dunia juga memuat informasi tentang dirinya yang menjadi simpanan pengusaha sukses itu. Bodohnya dia tak menyelidiki asal kekayaan kekasihnya itu. Dan kenyataan yang menyakitkan hati sang istri adalah pemilik saham terbesar di perusahaan fashion itu.
Suka tak suka Shania harus hengkang dari sana, yang membuat ia menjadi terpuruk keuangannya terblokir parah nya baru menyadari akan kehamilannya. Ia ingat beberapa kali kekasihnya itu lupa menggunakan pengaman.
#####
Brak. Carla seperti kesetanan melempari berkas-berkas di meja bahkan laptop yang ada di meja tak luput dari sasaran nya. Andita mengelak dari lemparan itu hanya menatapnya dingin.
Sedangkan petugas kepolisian langsung memborgol dan memberikan tindakan untuk melumpuhkan kekuatan nya agar tak beringas, menyerang membabi buta.
"Wanita sunxxl. Beraninya kamu datang menunjukkan wajahmu!" Umpatan Clara tak bersahabat.
"Seharusnya aku bertanya memang kau memberikan aku apa? Beraninya kau mengumpati aku!"
"Kau dan keluarga mu merampas harta orang tuaku! Beraninya kau terus menerus menghujat aku ! Perempuan liar dan layak di hina itu kamu!" Balas Andita dengan nada suaranya naik satu oktaf.
"Kau pikir aku tak tahu ibumu memasukkan lelaki itu setiap om luar kota? Sama seperti kamu yang menjadi simpanan lelaki beristri?'
Clara melotot menatap nya
"Aku melihatnya, lelaki itu yang bercinta dengan mu setelah meniduri ibumu!' Ujarnya sinis menatapnya jijik.
Clara terpaku, "Dia mengetahuinya? Jika om Bram meniduri nya kali pertamanya." Batinnya. "Bagaimanapun saat itu masih sepi suasana rumah dan tak ada orang, ibunya sudah tertidur karena obat tidur."
"Kau heran? Aku tahu semuanya, bahkan aku tahu jika kau dan adik mu bermain dengan lelaki yang sama." Lanjut Andita memilih duduk menatapnya tajam.
Di ruangan itu ada dua petugas kepolisian yang berjaga di sudut ruangan dan Andita duduk di hadapannya Clara tanpa ekspresi. "Kau jual diri tapi juga menjual adikmu sendiri! Dan kalian masih menjalin dengan lelaki yang sama dengan pria yang meniduri ibumu? Menjijikkan!" Sindir Andita.
"Kalian keluarga binatang, tak ada rasa puas hanya menuruti nafsu, menghalalkan segala cara untuk kepuasaan sendiri. Kau pikir kamu segala nya? Tak punya otak! Rasakan neraka yang kalian ciptakan untuk ku!"
"Sekarang akan berbalik padamu! Yakinlah, silahkan hitung seberapa banyak kalian akan menikmati nya!" Andita pun bangkit meninggalkan nya di ruang itu.
Andita melangkah keluar dengan rasa lega karena beban di hatinya sudah berkurang, ia sudah melampiaskan emosi nya. Selama ini dia memendam rasa itu, di buang, dihina juga dalam kemiskinan ia bertahan sendiri untuk hidup mapan.
Sesuai janjinya pada orang tuanya ia akan bertahan hidup hingga waktunya tiba, nanti jika berkumpul bersama dengan orang tuanya ia tak malu atas perbuatannya.
Angin sepoi-sepoi menerpanya rambut cepak nya berkibar. Alina mengendarai motor matic nya tanpa mengenakan helm nya yang di letakkan di stang, motor itu melaju kecepatan sedang menyusuri jalanan sepi menuju ke kost nya dipinggiran perumahan elit.
Di belakangnya ada kompleks perumahan padat yang murah sewanya, dan tempat yang di sewanya adalah paling ujung. Ia memakirkan motor matic nya menjinjing keresek yang berisi makanan juga beberapa mie instan serta sayuran.
Dia hanya berjaga-jaga jika lapar tengah malam lalu bikin mie dan sayuran. Entahlah ia juga tak membiasakan diri makan mie instan. Itu hanya untuk berjaga-jaga saja, dan biasanya utuh.
Sudah menumpuk banyak mie instan itu ia bagikan pada tetangganya. Tanpa mengetukkan pintu, mie instan itu ia cantolkan di setiap pintu di pagi buta. Karena ia malas berinteraksi dengan para tetangganya itu.
Paginya Andita hanya mematung menatap wajah lelaki itu, yang meninggalkan nya karena wanita itu. Dia berdiri di hadapannya dengan tenang, tanpa menatapnya lagi Andita menarik motor nya seolah tidak ada orang di hadapannya.
"Andita, bisa kita bicara?" Tanyanya dengan menahan tangannya yang akan mengklik starter.
"Bukankah kau sudah mendapatkan nya kembali? Jadi apa aku masih ada tempat di sana?" Tanya Andita tanpa menatap wajah lelaki itu hanya menunjuk dengan dagunya.
"Kita punya tujuan sendiri, mari kita anggap tak kenal satu sama lainnya. Anggap tak saling kenal itu mungkin lebih baik." Ujar Andita sambil memainkan starter nya.
Afrizal melepaskan nya, hampa hatiku berdenyut kala mendengar kalimat itu. Ada rasa tak rela namun ia tak mampu berbuat banyak. Semuanya sudah salah dari awal hubungan antara mereka.
Andita merasa lega melepaskan semuanya unek-unek di dalam hatinya yang sakit karena hubungannya dengan lelaki itu juga hubungan antara keluarga nya yang toksin.
amalan nya apa..end nya siapa