NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Di Benua Canglan, kekuatan tidak diukur dari kerja keras—tapi dari kemurnian darah yang mengalir sejak lahir. Tian Xue, dibuang sejak bayi karena dianggap tak berdarah, dibesarkan di neraka tambang bawah tanah.
Namun altar itu tidak menolaknya. Ia hanya tak sanggup menampung keagungan Garis Darah Naga Purba yang telah lama dihapus dari sejarah.
Kini, dengan sekutu tak terduga di sisinya dan rahasia dunia yang jauh lebih luas dari yang pernah diketahui empat klan agung, Tian Xue melangkah menuju panggung yang akan mengguncang seluruh tatanan Benua Canglan—satu takhta sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekejaman Sang Pewaris

​Ao Feng dan Ao Lin menyipitkan mata, menatap tajam ke arah Tian Xue.

​Rasa terkejut yang sempat menyergap dada mereka seketika menguap, berganti oleh kebangkitan keangkuhan khas keturunan klan murni.

​"Budak tetaplah budak! Walau kau memiliki sedikit keberuntungan dengan garis darah usangmu, kau tidak akan pernah bisa mengubah takdirmu di benua ini!" geram Ao Feng.

​WUUUSSHH! WUUUSSHH!

​Tanpa menghiraukan peringatan Tian Xue, keduanya memicu ledakan energi ganda.

​Mereka tetap mengalihkan arah serangan, meluncur deras menembus udara demi mengincar Lu Shi yang masih dalam posisi lelah.

​"Seni Cakar Naga Klan Ao!"

​Dua tebasan gelombang air berwarna kebiruan membumbung tinggi, memancarkan gelombang tekanan dahsyat yang siap mencabik tubuh gadis rubah tersebut.

​Namun, Tian Xue tidak tinggal diam.

​WUUUHHSS!

​Dengan kecepatan fisik yang luar biasa, bayangan hitam tubuh Tian Xue melesat memotong jalur lintasan. Dalam sekejap mata, ia sudah berdiri kokoh tepat di depan serangan mereka berdua.

​"Gempa Naga!"

​Lengan kanan Tian Xue mengayun deras. Cakar Naga Purba miliknya memancarkan aura hitam keemasan yang terdistorsi mendistorsi ruang di sekitarnya.

​BOOOOOOOOOOMMMMMMM!

​Benturan dua kekuatan besar meledak hebat di udara.

​Gelombang kejutan bertabrakan dengan brutal, melempar serpihan batu dan debu tanah ke segala arah.

​Daya dorong ganda dari dua praktisi klan murni membuat tubuh Ao Feng dan Ao Lin terdorong mundur beberapa meter, menggores tanah berpasir dengan tumpuan kaki mereka.

​Di sisi lain, Tian Xue juga ikut terdorong mundur lima langkah dengan telapak kaki yang terbenam ke dalam tanah.

​Lu Shi yang menyaksikan momen tersebut dari kejauhan mengusap dadanya. Napasnya masih memburu keras.

​'Si bodoh ini... bagaimana bisa kekuatannya meningkat segila ini dalam waktu singkat?' bisik Lu Shi di dalam hatinya, matanya berkilat penuh kekaguman yang tersembunyi.

​Tian Xue berdiri tegak kembali tanpa ekspresi sedikit pun di wajahnya.

​Ia membersihkan debu tipis di bahunya, lalu menatap dingin ke arah kedua pemuda Klan Ao tersebut.

​"Sebaiknya... kalian diam di tempat kalian," ucap Tian Xue dengan nada sangat tenang, tetapi mengandung ancaman mutlak.

​"Ciiih! Kau pikir kau siapa berani memerintah kami, Budak?!" bentak Ao Lin murka, mukanya merah padam karena merasa diremehkan oleh kasta bawah.

​"Jangan besar kepala hanya karena kau sanggup menahan serangan acak kami!" tambah Ao Feng dengan napas memburu.

​WUUUUUUHHHHHH!

​Aura membunuh dari kedua anggota Klan Ao itu membumbung semakin tinggi. Udara di sekitar mereka berputar kencang membentuk pusaran angin bertekanan tinggi.

​"Badai Naga Ao!"

​Sisik-sisik naga kebiruan di kulit mereka merayap semakin pekat, kini melingkupi kedua lengan mereka secara utuh dari jemari hingga ke bahu.

​Dalam satu gerakan yang sangat padu, Ao Feng dan Ao Lin melesat bersamaan ke arah Tian Xue dengan kecepatan penuh!

​Tian Xue tidak sedikit pun berniat mundur. Ia melangkah maju menantang marabahaya tersebut.

​BAM! BAM! BAM!

​Di tengah kepulan debu yang membumbung, pertempuran jarak dekat berlangsung dengan sangat brutal.

​Cakar bertemu cakar. Percikan bunga api dan dentuman udara terdengar bersahutan tanpa henti.

​Namun, empat cakar naga milik musuh jelas memberikan keunggulan jumlah dibandingkan dua cakar milik Tian Xue.

​Setiap kali Tian Xue menangkis serangan Ao Feng dari depan, cakar Ao Lin menyambar kilat dari sudut terlarang.

​Tian Xue mulai terdesak mundur. Pertahanannya terus-menerus digempur oleh kombinasi serangan tanpa jeda.

​Di balik reruntuhan batu, Ao Yun yang masih tersungkur berdarah memperhatikan jalannya pertempuran dengan mata membelalak.

​Sesuatu terasa sangat aneh.

​Meski tubuh pemuda budak itu perlahan terdorong dan menerima gempuran bertubi-tubi, raut wajah Tian Xue sama sekali tidak memancarkan kecemasan atau ketakutan.

​Wajah pemuda itu tetap tenang... dan perlahan, sebuah menyeringai tipis yang sangat dingin terukir di sudut bibirnya!

​Jantung Ao Yun berdegup kencang secara mendadak. Insting terburuknya berteriak histeris.

​"Kalian berdua, hati-hati! Ada yang tidak beres!" teriak Ao Yun dengan suara parau.

​Namun, baik Ao Feng maupun Ao Lin tidak sudi mendengarkan teriakan rekannya.

​Bagi mereka berdua, melihat tubuh Tian Xue terdorong mundur adalah momentum emas untuk menghabisi nyawa sang budak selamanya.

​Di kejauhan, Lu Shi memiringkan kepalanya dengan tatapan penuh keheranan.

​'Hal gila apa lagi yang sedang dipikirkan si bodoh ini...?' batin Lu Shi, sadar betul gaya bertarung Tian Xue yang selalu menukar luka demi kematian musuh.

​Dan tepat di detik itu, senyuman dingin di wajah Tian Xue merekah sempurna.

​BAM!

​Kaki kanan Tian Xue menghentak bumi dengan amat keras hingga tanah di sekitarnya amblas sedalam setengah meter.

​Seketika, tubuhnya berhenti terdorong mundur!

​Tian Xue sengaja merenggangkan pertahanannya, membiarkan cakar tajam milik Ao Feng dan Ao Lin meluncur deras menancap lurus ke arah leher dan pinggangnya!

​SRRR... BAAM!

​Sebelum ujung cakar beracun itu merobek dagingnya, sisik-sisik naga purba berwarna hitam pekat tumbuh kilat melapisi area leher dan pinggang Tian Xue dengan tingkat kerapatan yang ekstrem.

​Hantaman dahsyat itu menimbulkan suara dentuman tebal yang memekakkan telinga.

​Meski gelombang rasa sakit yang menyengat merajam saraf tubuhnya, Tian Xue bahkan tidak berkedip sedikit pun. Ia memanfaatkan momen impas tersebut untuk memotong seluruh ruang gerak kedua musuhnya!

​Srrr-CRACK!

​Cakar Naga Purba di kedua tangan Tian Xue seketika membesar dua kali lipat. Kuku-kukunya memanjang, membara oleh pendar hitam keemasan yang amat mematikan.

​BRUKKKKK!

​Sebelum Ao Feng dan Ao Lin sempat menarik kembali tangan mereka dari tubuhnya, dua Cakar Naga Purba milik Tian Xue meluncur secepat kilat, mencengkeram erat leher kedua pemuda klan murni tersebut!

​"Mati!" ucap Tian Xue dingin.

​CRAKKKKKKKKKK!

​Mata Ao Feng dan Ao Lin membelalak hebat. Keduanya diliputi rasa tidak percaya yang luar biasa.

​Cakar naga milik Tian Xue terasa sekeras baja abadi yang tidak mungkin dipatahkan. Cengkeraman itu tidak hanya meremukkan tenggorokan mereka, tetapi juga menyemburkan gelombang Hukum Kekacauan Purba yang merusak jaringan meridian di dalam tubuh mereka secara instan!

​"Aaaakkkkkhhhhh... akkhhhhh...!"

​Kedua pemuda dari klan murni itu tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata. Rontaan tangan mereka melemah dengan sangat cepat.

​KREEEKKK!

​Dengan satu pulasan tenaga mutlak dari kekuatan Naga Purba, jaringan leher dan tulang tenggorokan Ao Feng dan Ao Lin hancur berantakan di dalam genggaman Tian Xue!

​Di sudut lain, Ao Yun menyaksikan pemandangan mengerikan itu dengan tubuh gemetar hebat.

​Ia merayap mundur di atas tanah yang dipenuhi darah, menarik tubuhnya yang lemah dengan ketakutan luar biasa yang mencengkeram seluruh jiwanya.

​"Mo... mo... monster...!" bisik Ao Yun dengan bibir gemetar.

​"Ampuni aku... Tolong ampuni aku...!"

​BRUK! BRUK!

​Tian Xue melepaskan genggamannya. Dua jasad pemuda klan murni yang baru saja kehilangan nyawa itu terkulai tak berdaya, ambruk menghantam tanah berpasir tanpa sisa kehidupan.

​Perlahan, Tian Xue memutar tubuhnya.

​Tatapannya berbalik lurus, mengunci sosok Ao Yun yang sedang merayap ketakutan.

​Di kejauhan, Lu Shi menatap punggung Tian Xue dengan napas tertahan.

​Ini bukan sosok Tian Xue yang biasa ia lihat sehari-hari. Tatapan mata pemuda itu saat ini benar-benar asing—begitu dingin, hampa, dan dipenuhi oleh aura haus darah mutlak seorang Penguasa Purba

1
Septiana Athorid
Licik gue suka MC kayak gini
Septiana Athorid
kok bisa thor lushi membunuh mereka dengan mudah, harus nya tingkat 4 blodeline sama puncak qi tranformation sama bukan. apa karna pedang 9 nyawa 😁, pencerahan nya thor
Kausafiksi: ya benar, artefak pedang 9 nyawa lu shi bukan artefak biasa karna milik binatang suci rubah ekor 9.
total 1 replies
Septiana Athorid
hahaha kelakuan lushi konsisten, perut mulu😁
Kausafiksi: iya kan 😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kasih sedikit romansa 😁🙏
Septiana Athorid
sudah jelas ada pihak ke 3, kalau tidak serangan mana mungkin teroganisir iya kan thor 😆
Kausafiksi: iya emang
total 1 replies
Day Chuk
lanjut🫢
Kausafiksi: 🫢
dabar
total 1 replies
Day Chuk
semakin luas worldbuilding nya thor
Septiana Athorid: malah makin penasaran 🫢🤣
total 2 replies
Day Chuk
bukan nya paksa sajah thor si tuan xue jarah sekalian 🤣
Kausafiksi: tian xue gak barbar buang 🫢
total 1 replies
Rosdianah 🌷
semangat kak author 💪🏻
Rosdianah 🌷
hallo kak ijin mampir
Rosdianah 🌷: siap kak
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kabayang abrag na si lu shi!/Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: apal ning.. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Kausafiksi
🤣🤣🤣 sok atuh,
lumayan bandar siap nampung ceu
Arni Arlinawati pratiwi
yah peran utama na KO.. /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: silaing nu nyieun na teu eucreug! /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
belewe silaing mah tian xue! /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: ajig jauh jauh teuing kahim tina bujur hayam kana cuhcur.. /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kade ah kalah jadi teu ka tempo! 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
puas.. hayu karungan wang jual lah, butuh dudung yeuh... kr kismin, lumayan tengkorak harimau 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
nya heueuh atuh.. lamun mundur, maneh nu ku emak di karungan kahim! /Curse/
Arni Arlinawati pratiwi
cekek cekek.. talian karungan, bikeun ka gc nu kr rame, yakin ngaburial.. 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
heueuh atuh geus cicing we silaing mah, indung heula nanaon ge.. piomongeun wae silaing mah! /NosePick/
Arni Arlinawati pratiwi
di danau beku mah di mana mana wae ge milu beku sateh.. komo anclum mah, beku kabeh jng siki siki na sateh, kahim.. /Curse//Curse//Curse/
Kausafiksi: 🤣🤣🤣🤣🤣 jiga beton nangka nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!