NovelToon NovelToon
Selepas Perceraian

Selepas Perceraian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Balas Dendam / Sudah Terbit / CEO / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Cerai / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rositi

[Follow Instagram Author di : @Rositi92]
Keinya selalu berusaha menjadi istri yang baik, tetapi Athan suaminya justru selingkuh bahkan menghancurkan bisnis Keinya. Athan lebih memilih selingkuhannya, membuang Keinya bahkan Pelangi anak mereka begitu saja.

"Sebenarnya, semua yang kukatakan jika aku sangat sibuk dengan pekerjaan termasuk dinas ke luar kota, ... semua itu hanya alasan. Karena selama itu juga, ... selama itu juga aku menghabiskan waktuku bersama Tiara! Kami sudah tinggal bersama. Dan kami sedang menyambut anak pertama kami!" [Athan--Suami yang kejam]


Apakah perceraian menjadi jalan terbaik untuk Keinya berikut Pelangi buah hati yang Keinya lahirkan dari pernikahannya dan Athan?

#Perceraian #Perselingkuhan #Orangketiga #Cintabaru #Pelik #romantis #lucu #humor #keluarga #Selingkuh #CEO

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Gelora Seorang Tiara

“Kalian mau ke salon, apa mau demo?”

Bab 28 : Gelora Seorang Tiara

Tiara berjalan tergesa dan begitu semangat menuruni anak tangga hingga menimbulkan kegaduhan akibat kedua kakinya yang masih mengenakan sandal jepit. Athan yang tengah serius dengan laptopnya dan duduk pada sofa ruang keluarga yang kebetulan menjadi tempat terakhir anak tangga yang akan Tiara lalui, sampai terusik terheran-heran menatap Tiara.

Hanya melihat senyum yang menyelimuti wajah Tiara terlepas dari kedua tangan wanitanya yang menenteng sepatu berhak tinggi, sudah membuat Athan yakin Tiara sedang dalam suasana hati yang sangat baik.

“Sayang kamu mau pakai sepatu tinggi lagi? Kan sudah nggak boleh. Nanti kalau keseleo lagi bagaimana? Yang kemarin saja sampai sempat pendarahan, kan?” Athan sampai menengadah demi menatap Tiara yang masih harus melewati setengah bagian anak tangga di hadapannya.

Tiga hari yang lalu ketika membeli perlengkapan bayi, Tiara sempat keseleo lantaran menghindari beberapa pengunjung lain karena kebetulan, saat itu pusat perbelanjaan yang mereka kunjungi sedang ramai-ramainya. Alhasil Tiara terduduk setelah sempat terbanting, di mana tak lama setelah itu, ketika mereka mengantre untuk membayar perlengkapan bayi yang mereka beli, Tiara mengeluh sakit di punggung dan pangkal perutnya. Dikata wanita itu, punggung dan pangkal perutnya begitu pegal dan panas. Barulah setelah sampai rumah, Athan dikejutkan oleh teriakkan Tiara dari dalam toilet yang mengabarkan mengalami pendarahan.

Tiara memasang wajah manja yang bagi Athan semakin membuat wanitanya menjadi menggemaskan sekaligus menggoda.

“Jangan pakai hak tinggi dulu. Pakai flat saja. Lagian kamu mau ke mana? Kamu bilang nggak ada jadwal? Aku bela-belain nggak ngantor, biar bisa nemenin kamu di rumah.”

“Tenang, Sayang. Orang baik nan cantik sepertiku selalu dilindungi malaikat. Tuhan sangat menyayangiku sampai-sampai Tuhan mengirimkanmu untukku. Memangnya, anugerah itu belum cukup membuktikan aku wanita yang sangat spesial?”

Athan dibuat tersipu atas balasan sang istri. Ia sampai capai karena kelamaan tersenyum sambil menggelengkan kepala.

Setelah sampai di anak tangga terakhir, Tiara setengah berlari menghampiri Athan kemudian mendekap manja pria itu.

“Sayang, kan aku mau ke salon bareng teman-teman arisanku,”

Rona kebahagiaan menepi begitu saja dari wajah Athan atas pengakuan Tiara yang langsung ia tahan. “Tunggu, ada acara apa kalian ke salon?”

“Ya mau nyalon biar tambah cantik. Masa mau nyangkul, sih? Kamu ini kayak nggak ngerti kebutuhan perempuan saja. Lagian kalau aku tambah cantik kan kamu juga yang seneng.” Tiara semakin bergelendotan pada Athan. Tentu karena ia memiliki maksud lain dari ulahnya. Apa lagi kalau bukan uang tambahan. Begitulah alasannya menyodorkan kedua tangannya pada sang suami.

“Apa ini? Memangnya uang tambahan kemarin sudah habis lagi?”

Tiara langsung cemberut dan melirik Athan dengan tampang yang sengaja ia buat sesedih mungkin agar suaminya tidak banyak tanya apalagi persyaratan mengenai uang yang ia inginkan.

“Kemarin kan aku dapat kupon gratis buat ke salon.” Tiba-tiba saja Tiara menjadi antusias karena akan membahas perihal kupon perawatan gratis di salon ternama yang terkenal sangat mahal dan hanya orang-orang kaya sekaligus penting saja yang bisa perawatan di sana.

Athan mengernyit dan tampak berpikir. “Atas dasar apa kamu dapat kupon gratis?”

“Ya kemarin kan ada sejenis survei orang-orang terpilih dengan hadiah bermacam-macam dan salah satunya kupon gratis perawatan di salon. Nah berhubung aku pintar dan bisa melalui semua pertanyaan, aku pilih kupon gratis ke salon biar kamu tambah cinta ke aku.”

Setelah menyimak, Athan mencubit gemas ujung bibir Tiara sambil berkata, “kalau sudah dapat kupon ngapain minta uang lagi?”

“Iih, Sayang. Kan aku mau mentraktir teman-teman arisanku biar mereka percaya aku punya suami kaya ... sebel tahu kalau mereka terus ngomongin kamu yang enggak-enggak,” suara Tiara memelan. Sekali lagi ia kembali mendrama agar suaminya tidak meragukannya. “Mereka bahkan terus mendesakku agar aku mau menikah dengan pria pilihan mereka yang mereka bilang sangat baik dan juga kaya ....”

“Sebenarnya mereka itu teman macam apa, sih? Ya sudah ... sudah!”

Tiara tersenyum merayakan keberhasilannya mengelabuhi Athan. Lihat saja, suaminya itu langsung meraih dompet lipat dari saku belakang celana yang dikenakan kemudian mengambil lembaran uang seratus ribu yang terbilang tebal.

Athan memberikan semua itu pada Tiara yang diam-diam tersenyum puas sekaligus tak percaya melihatnya. Apalagi ketika Athan sampai menarik salah satu ATM-nya dan turut diletakan di atas tumpukan lembaran uang.

“Bilang ke mereka, jangan berkata hal yang tidak-tidak tentang hubungan kita!” ucap Athan sembari meletakan uang dan ATM tersebut pada telapak tangan Tiara yang tersodor padanya.

Tiara langsung membalasnya dengan mengangguk cepat. “Pasti! Aku akan membuat mereka menyesal karena sudah meragukan cinta kita!”

Athan mengangguk. “Tapi ingat jangan pakai hak tinggi lagi.”

“Iya iya. Di mobil kan ada sepatu flat. Nanti aku pakai flat saja.” Tiara buru-buru memasukkan uang berikut ATM-nya ke dalam tas tangan yang selaras dengan dress selutut warna biru muda yang dikenakan.

Kemudian Tiara segera memeluk Athan sambil mencium wajah berikut bibir pria itu beberapa kali sesaat sebelum ia pergi.

“Eh Sayang, tunggu dulu,” tahan Athan yang kemudian kembali serius menatap layar laptopnya.

Lain halnya dengan Tiara yang langsung cemberut. Namun ketika ia balik badan menghadap sekaligus menatap Athan, ia kembali tersenyum. “Apa? Masa belum ada satu menit sudah kangen?”

Athan beranjak dari duduknya. Ia menatap Tiara dengan serius. “Mengenai naskah-naskah yang hilang, kamu salah pencet apa bagaimana?”

Pertanyaan Athan langsung membuat Tiara kesal. “Maksudmu apa, sih? Kesannya aku ini bodoh banget di mata kamu? Siapa juga yang salah pencet? Lagi pula buat apa aku main-main dengan naskah itu? Kan aku juga nggak pernah pegang laptop kamu!”

Athan terdiam. Jadi, apa penyebab semua naskah yang ia sadap dari perangkat Keinya, tiba-tiba raib tanpa jejak?

“Masa iya, hacker di-hacker?” celetuk Tiara.

Athan menghela napas panjang dan berakhir dengan mendesah. “Tapi kamu nggak cerita masalah ini sama orang lain termasuk teman-temanmu, kan?” Athan bertanya dengan hati-hati lantaran Tiara sangat berbeda dari Keinya. Wanita di hadapannya begitu sensitif dan akan langsung meninggalkannya jika sudah marah bahkan meski hanya tersinggung. Beda dengan Keinya yang akan tetap bersamanya walau ia marah-marah.

Tiara menggeleng dengan wajah yang begitu lugu. “Memangnya parah banget, ya? Nggak ada jejak sama sekali?”

Athan kembali mendesah. Kemudian ia memainkan rahangnya yang sedikit ia buka, ke kanan dan ke kiri.

Diamnya Athan menandakan bahwa pria itu membenarkan anggapan Tiara. Semua naskah Keinya yang ia sadap memang raib dari laptopnya. Tapi Athan sendiri bingung kenapa itu bisa terjadi. Kalaupun datanya juga disadap orang, kenapa hanya naskah Keinya saja yang hilang?

***

Kebahagiaan benar-benar melambungkan Tiara tatkala teman-teman arisannya yang berjumlah sepuluh orang, terkagum-kagum padanya yang telah membawa mereka ke Paradise Salon. Mereka tak hentinya berdecap kagum mengamati suasana salon dengan sebelah tangan menahan kacamata hitam tebal yang dikenakan.

“Suamimu benar-benar kaya. Kalau begini caranya aku mau jadi istri keduanya,” celetuk salah satu dari mereka yang langsung berhasil menciptakan gelak tawa, tapi tidak berlaku bagi Tiara yang langsung mendengkus kesal dengan mata tajamnya yang begitu sinis melirik si wanita.

Wanita-wanita bergaya nyentrik ala wanita sosialita itu baru turun dari mobil yang mereka parkir dan sampai memenuhi area parkir di bagian depan salon. Dari sebelas wanita itu, hanya Tiara yang sedang hamil dan jelas tidak seleluasa teman-temannya dalam bergerak. Hanya saja, karena agenda kali ini Tiara yang membayarkan, dengan perutnya yang terlihat sangat buncit, Tiara memimpin langkah memasuki beranda salon.

Dengan penampilan mereka yang begitu mencolok, mereka masih kerap celingak-celinguk tanpa bisa menyudahi kekaguman mereka terhadap salon yang akan mereka masuki. Hal tersebut pula yang membuat Tiara semakin bangga. Namun, ketika mereka memasuki area pendaftaran, tiba-tiba saja langkah Tiara berhenti hingga kesepuluh temannya juga mengalami hal serupa.

“Keinya, ngapain dia di sini? Kata Athan, pria yang dulu mengaku pemilik apartemen pacar barunya itu cuma ojol? Kok Keinya sampai di sini dan berani-beraninya daftar?” gumam Tiara terheran-heran.

“Ada apa?”

“Iya ada apa? Kenapa kita berhenti?”

“Memangnya dia siapa?”

Pertanyaan-pertanyaan itu terdengar sari belakang dan saling bersahutan. Lalu Tiara berusaha menghalaunya sesaat setelah menghela napas dalam. “Wanita itu selingkuhannya ojol. Terus itu yang bantat orangnya belagu banget. Pokoknya mereka orang miskin yang super belagu!”

Penjelasan Tiara membuat kesepuluh temannya kompak berkata “Oh” dengan lirih. Tapi mereka tidak bisa sepenuhnya percaya maksud Tiara lantaran kedua wanita yang Tiara maksud dan salah satunya menggendong bayi, justru menyerahkan kartu anggota VIP sebagai pendaftarannya. Tidak masuk akal jika kenyataan itu diluruskan dengan penjelasan dari Tiara.

“Uwaaaa? Mau pada ngapain ini?” seru wanita yang tidak mengendong bayi dengan begitu ceria.

Kemudian wanita yang menggendong bayi justru tersenyum geli kepada mereka sambil berkata, “kalian mau ke salon, apa mau demo?”

💐💐💐💐

1
Winani Revandanury
❤️❤️❤️❤️❤️h
Jane Elizabeth
keren,novel2nya mbak Rositi semuanya aku suka banget,bacanya pasti sambil ketawa atau tahan tangis walau sering air mataku jatuh juga,pokoknya karya2 mbak Rositi keren semua baik yg romansa rumah tangga,sampai yg horor 👍👍🙏💖
Jane Elizabeth
terharu,bacanya sambil tahan sesak pingin nangis tapi sambil tahan tawa juga,keren mbak Rositi 👍👍👍
Jane Elizabeth
adakah sosok seperti Yuan di dunia nyata???
Jane Elizabeth
baper berat,mengharu biru
Adinda Kusuma
Luar biasa
Ita Mariyanti
Steffy kah po intan
Ita Mariyanti
🤣🤣🤣😂😂 anak hsl nyidam Kimo yaa Yu 😍🥰🤗
Ita Mariyanti
🤣🤣😂😂😂 zean.... Zean...kbnykn mnum ramuan anti miskin yoo Zean smpk cita2 jd org miskin 😀😝
Ita Mariyanti
😍😍😍👍👍👍 nm mu twins
Ita Mariyanti
welcome 2 de world twins ❤️❤️🥰🥰🥰🤗🤗🤗
Ita Mariyanti
akhirnya si kulkas bk pintu jg
Ita Mariyanti
heum mw nya km Than 😤😤😤
Ita Mariyanti
iklhas aq Thor 🤣🤣
Ita Mariyanti
selamat RaraKim... twins jgn niru bpk mu yaa tar 😝😍
Ita Mariyanti
kui intan kmpa g dpt2 karma c Thor
Ita Mariyanti
Yuan kedua iki 🥰🥰🤗🤗🤗
Ita Mariyanti
pa ada yaa Yuan real Thor 🤔
Ita Mariyanti
top ini othor e, Yura d munculin lg...bnr2 bkn reder penasaran bs e
Ita Mariyanti
ciri2 org Hamidun ki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!