NovelToon NovelToon
King Of School

King Of School

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa
Popularitas:101.8k
Nilai: 5
Nama Author: F.H.S

Brian Cody seorang mahasiswa pindahan yang terkenal sangat cuek dan berdarah dingin. Dia telah diasingkan oleh ayahnya karena perbedaan pendapat diantara mereka.
Namun semenjak dia menginjakan kaki di Leighton University, beragam peristiwa muncul yang memaksanya untuk bertarung melawan seluruh murid yang ada disana.
Tapi seorang gadis bernama Zoya tiba-tiba saja masuk kedalam kehidupan Brian dan merubah segalanya, dia juga membantu Brian untuk menghadapi berbagai masalah.
Lantas bagaimanakah kisah mereka? Akankah Brian dan Zoya juga terikat jalinan asmara juga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.H.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Tidak terasa hari sudah mulai gelap saja, setelah menaklukan Jhony dan semua anak buahnya, Brian langsung menuju pulang kerumahnya. Terlihat dia mengemudikan mobilnya dengan cepat membelah jalanan kota.

"Satu sudah, tinggal dua lagi." ucapnya dengan ekspresi wajah datar.

Setelah Brian sampai di rumah, dia langsung hendak masuk kedalam dan membuka pintu. Tapi sebelum dia menyentuh gagang pintu, tiba-tiba saja Zoya sudah lebih dulu membukakan pintu untuknya dari dalam. Zoya tadi langsung bergerak cepat ke pintu saat mendengar suara mobil Brian tiba.

Brian seketika menaiki salah satu alisnya, saat melihat Zoya yang tiba-tiba saja sudah berdiri menunggunya.

"Kau baik-baik saja tuan muda, apa Jhony melakukan sesuatu padamu?" tanya Zoya dengan penuh rasa khawatir. Dia reflek maju dan memegangi kedua lengan Brian untuk memastikan tidak ada yang lecet sama sekali. Dia saat ini tampak seperti seorang istri yang begitu peduli dengan suaminya.

"Kau mengkhawatirkan diriku?" Brian bertanya dengan penuh rasa penasaran, dia sama sekali tidak pernah melihat Zoya begitu khawatir.

"Tidak! Aku justru ingin memarahi dirimu karena kau baru pulang sekarang, aku sudah memasak makan malam dari tadi, dan sekarang semuanya pasti sudah sangat dingin." ucap Zoya sembari menyilangkan kedua tangannya dan membuang muka ke samping.

Sebenarnya dia mengatakan itu hanya untuk alasan saja. Dia tidak ingin Brian berpikir kalau dia sebenarnya memang sangat khawatir.

"Jangan lupa kamu lah yang membuatku terjebak kedalam masalah tadi, kau dan kepolosan mu benar-benar sangat merepotkan." balas Brian.

Mendengar hal itu kedua sudut mulut Zoya turun kebawah, dia menundukan kepalanya dan berkata, "Ya maaf, soalnya aku sudah kehabisan akal untuk bagaimana membayar hutangku pada Jhony."

Brian langsung tersenyum tipis melihat ekspresi Zoya yang merasa bersalah. Entah kenapa tiba-tiba saja wajah Zoya terlihat begitu imut saat seperti ini.

"Eh tuan muda, anda sudah pulang. Zoya kenapa kau menghalanginya, biarkan tuan muda masuk."

Tiba-tiba saja mbok Ratih muncul dan membuat Brian tersadar kembali dan berhenti memandangi wajah Zoya.

"Hah aku tidak menghalanginya kok..." ucap Zoya.

Brian kemudian langsung bergegas masuk kedalam sembari berkata, "Aku mau mandi dulu, siapkan saja makan malamnya di meja makan."

Setelah selesai membersihkan dirinya, Brian kemudian turun dan langsung menuju meja makan. Pertarungannya tadi benar-benar telah menguras lima puluh persen dari tenaganya, saat ini dia sudah sangat lapar.

"Lagi." seru Brian pada Zoya yang sedang menaruh nasi ke piring Brian, "yah itu juga, dan itu juga berikan semuanya padaku." Brian terlihat sangat lapar dan menyuruh Zoya untuk memberikannya semua lauk yang tersedia.

Zoya menyatukan kedua alisnya seketika, dia keheranan, tidak biasanya tuan muda ini makan dengan porsi banyak. Itu sudah hampir mendekati porsinya Zoya.

Setelah melayani Brian, Zoya mengambil piring untuk dirinya sendiri dan menuangkan semua nasi yang tersisa.

Brian yang sedang asik menyantap makanan langsung menjatuhkan pandangannya pada Zoya.

"Kau tidak meninggalkan untuk ayah dan ibumu?" tanya Brian yang keheranan.

"Mereka sudah makan." jawab Zoya sembari mengambil lauk yang tersisa.

"Jadi hanya kau dan aku yang belum makan?" seketika hati Brian mulai tersentuh pada Zoya, dia tidak menyangka ternyata wanita ini mau menunggunya untuk bisa makan bersama dengannya.

"Aku sebenarnya juga sudah makan tadi, hanya saja, saat melihatmu makan tiba-tiba aku jadi lapar lagi, lagi pula kan sayang jika sisa makanan ini dibuang." jawab Zoya sembari tersenyum manis.

Brian yang tadinya tersentuh langsung menggelengkan kepala saat mendengar Zoya mengatakan itu. Seharusnya dia tahu, kalau wanita ini tidak akan mungkin melakukan hal yang dia pikirkan.

Dia memang memiliki dua lambung sepertinya. gumam Brian.

...****************...

Disisi lain, tepatnya di dalam sebuah klub malam yang ada di golden Sea. Terlihat Vince sedang duduk menyandar di sebuah sofa, di samping ada juga Trisha yang menempelkan tubuhnya pada Vince.

Saat ini mereka terlihat begitu santai dan menikmati dentuman musik sembari bersulang meminum anggur. Trisha benar-benar sudah sepenuhnya menjadi milik Vince untuk saat ini. Dia membiarkan tubuhnya mendekap pada Vince, bahkan sesekali dia sengaja meminta Vince untuk meraba tubuhnya yang langsing itu.

Bisa dikatakan Trisha benar-benar sudah berubah menjadi wanita yang tidak tahu malu. Padahal saat dia masih berteman dengan Zoya, dia sangat menjaga kehormatannya itu. Entah apa yang telah dilakukan Vince pada Trisha sehingga dia berubah secara drastis.

"Oh Vince, kau sangat cerdik. Aku tidak menyangka kau berhasil membuat musuh-musuh mu itu saling menghancurkan satu sama lain. Pesan yang kau kirimkan pada Brian pasti sudah memercikan api diantara mereka." Trisha begitu memuji Vince.

"Heh, si jagoan itu mengira dirinya bisa mengalahkan aku hanya karena dia berhasil lolos waktu itu. Aku sengaja memprovokasi dirinya waktu itu agar dia dikeluarkan dari kampus. Tapi tidak tahu mengapa dia sangat beruntung." ujar Vince sembari menyesap minumannya.

"Dengan status dan posisi ayahmu sebagai Dekan, kau tidak akan mungkin dikeluarkan, tapi si Brian itu, entah kenapa dia bisa lolos. Tidak hanya itu, tampaknya dia juga sama sekali tidak terpengaruh dengan berita hoax yang kau sebarkan diantara dia dan Zoya."

"Kau tidak perlu khawatir, kali ini dia pasti akan menyerah. Aku sudah memancing dirinya untuk bertarung melawan si bodoh Jhony. Mereka akan saling membunuh satu sama lain dan setelah itu kita hanya tinggal mengambil keuntungannya saja, hahaha."

Jhony dan Trisha tertawa bersama seperti psikopat. Dia sangat yakin kalau rencana yang ia buat untuk mengadu domba Brian dan Jhony akan berhasil.

Lagi pula Brian hanya sendiri sedangkan Jhony memiliki banyak Bodyguard. Brian pasti tidak akan bisa menghadapi Jhony dan anak buahnya.

Tidak lama kemudian seorang pemuda muncul dan datang menghampiri Vince. Ekspresinya terlihat sangat murung, dia berjalan mendekat dan membisikan sesuatu ke telinga Vince.

Seketika raut wajah Vince langsung berubah, ekspresinya yang terlihat senang tadi lenyap seketika.

"Apa?" pekik Vince dengan nada tinggi.

"Ada apa Vince?" sontak Trisha langsung bertanya, dia keheranan karena melihat ekspresi Vince yang berubah tiba-tiba.

Pemuda tadi mengangguk ringan, dia kemudian mengambil ponselnya dan menunjukan sebuah video pada Vince. Sekali lagi Vince terkaget saat melihat video itu. Itu adalah rekaman dirinya saat membuat kesepakatan pada Jhony.

Setahun yang lalu, Vince pernah membuat kesepakatan pada Jhony untuk menipu Zoya. Awalnya Jhony tidak mau karena dia juga sangat membenci Vince.

Tapi dia di iming-imingi oleh janji busuk Vince. Vince mengatakan jika Jhony mau mengikuti perintahnya, maka Vince akan membantu Jhony untuk mendapatkan kembali ketenarannya.

Rekaman itu sudah sangat lama, Jhony sengaja mengambil rekaman itu tanpa sepengetahuan Vince untuk jaga-jaga jika dirinya dikhianati. Bagaimanapun Jhony sudah tahu betapa busuknya sifat Vince.

"Tidak hanya itu, dia juga memberikan pengakuan kalau kau sengaja ingin mencemarkan nama baik Zoya, hanya karena Zoya pernah menolak cintamu." tambah pemuda tadi.

Bruk.

Seketika Vince langsung murka dan membalikan meja yang ada di depannya. Sontak semua orang yang ada disana langsung terkejut, musik yang berdentum sangat keras tadi juga ikut berhenti.

Vince kemudian berdiri sambil berkata, "Si anak adopsi itu telah mengkhianati diriku, aku tidak akan pernah memaafkannya."

"Vince, sekarang bagaimana? Besok semua orang di kampus akan mulai mempertanyakan dirimu."

"Hanya karena satu video ini tidak akan bisa membuat posisiku tergeser, tapi kita harus memberi pelajaran pada si anak adopsi itu. Besok kita akan bergerak untuk menghancurkannya." seru Vince dengan penuh rasa amarah yang membara.

1
Tia Vhagela
maaf menurut q cewek nya terlalu bodoh ,pinter cerdas tp sifatnya bodoh
Diana Silaen
Brian ikuti permainan Marsel tp Zoya jgn sampai celaka
Diana Silaen
MANTAAP👍👍👍👍👍
Diana Silaen
👍👍👍👍👍
Diana Silaen
sadarlah Leo kau di adu domba
Diana Silaen
🌟🌟🌟🌟🌟
Diana Silaen
wou mantap🌟🌟🌟🌟🌟
Diana Silaen
jadi deg - degan nih
Diana Silaen
insting yg hebat🌟🌟🌟🌟🌟
Diana Silaen
mantaaaap👍👍👍👍🌟
Diana Silaen
bagus Brian hancurkan si vince songong itu
Diana Silaen
mantap lanjut thor👍👍👍👍👍
Diana Silaen
hati" Brian nanti bucin 🤣🤣🤣
Diana Silaen
. seru alurnya bagus👍
dikala senja
Kecewa
dikala senja
Buruk
dikala senja
JHT bngt tuan arogan
Avrilia 9094
bisa gak sih ,,Zoya jangan terlalu mudah di tipu,,
Shofhal Jamil
lanjuuutttttttt Thor
Rifqi
lanjuuuttt thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!