Aku harap ini adalah keputusan yang tepat untuk melupakan semua yang terjadi. Aku juga berharap Alexander bisa membahagiakanku. Aku ingin melupakan masa lalu dan si pria berwajah muram itu. Aku tidak ingin mengingat-ingatnya lagi. Namun, apakah semua akan berjalan sesuai kehendak hati?
Lanjutan Fall in Love with Lover
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gaharu Wood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serious
Sungguh masih ada ketakutan di dalam hatiku bilamana ibunya mengetahui siapa diriku. Tapi, untuk saat ini aku tidak ingin memikirkannya. Kujalani saja apa yang ada dengan hati bahagia. Berharap semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja.
"Ibu, hari ini aku akan mengikat Lilia." Keduanya berjalan mendekatiku. Alexander merangkul ibunya bak sahabat dekat.
"Sungguh?!" Ibunya terkejut. Dia tak percaya dengan ucapan anaknya.
Alexander tersenyum lalu mengangguk "He-em. Aku harus cepat mengikatnya, Bu. Jika tidak, nanti malah bisa diambil orang," katanya lagi seraya melirik ke arahku. Aku pun tersenyum malu padanya.
Kulihat raut wajah ibu semringah. "Bagus. Kalau begitu cepat bantu ibu memotong batang bunganya. Setelahnya segera pergi ke toko perhiasan yang ada di perbatasan desa. Sekalian kita buat acara kecil-kecilan untuk merayakannya." Ibu Alexander terlihat bersemangat sekali.
Alexander memeluk ibunya. "Terima kasih, Ibuku sayang. Kalau begitu aku terima jadi, ya." Dia mencium pipi ibunya di hadapanku.
Dear, kau ini begitu membuatku iri.
Aku jadi malu sendiri dengan perbincangan mereka. Ternyata ibu dan putranya amat kompak memintaku untuk menjadi bagian dari keluarga ini. Aku pun merasa sudah tidak ada jarak lagi. Kami terasa sudah dekat sekali.
Dear, terima kasih telah memberikan kebahagiaan untukku.
Lantas aku pun segera meneruskan pekerjaanku, membantu ibu memotong batang bunga untuk dijadikan beberapa buket. Dengan semangat 45 kami segera menyelesaikan tugas ini. Dan akhirnya tugas pun bisa terselesaikan dengan sempurna.
Satu setengah jam kemudian...
Aku dan Alexander memutuskan untuk pergi ke toko perhiasan pagi ini. Alexander ingin membelikan cincin tanda keseriusannya. Dan kini kami sedang menikmati jalanan pedesaan yang begitu asri. Tanaman padi terhampar luas di sisi kiri dan kanan jalan kami. Seperti hamparan karpet hijau yang terbentang luas sepanjang mata memandang. Membuatku semakin betah tinggal dan tidak ingin kembali ke kota.
Alexander ternyata tidak ingin melewatkan momen kebersamaan kami dengan mengendarai mobil. Dia menggunakan motor sport sebagai alat transportasi kami menuju perbatasan desa. Dan kini aku sedang memeluknya dari belakang. Dia pun sesekali menoleh ke arahku seraya tersenyum, sambil tetap mengendarai motornya. Dia juga mengecup tanganku berulang kali. Seperti anak remaja yang baru saja jatuh cinta.
Saat pergi, kami mengenakan setelan pakaian yang kasual. Aku mengenakan kaus putih polos dengan celana jeans biru. Sedang sepatunya kukenakan sepatu kets milik saudara perempuan Alexander. Dan ternyata, pakaian dan sepatunya pas di tubuhku. Hanya saja di bagian dada sedikit kekecilan sehingga terlihat ketat dan menonjolkan bentuk dadaku.
Alexander tampak terkejut dengan kaus yang kukenakan. Dia lantas memakaikan jaket levisnya ke tubuhku agar bentuk tubuhku tidak terlalu terlihat. Sedang dirinya mengenakan kaus oblong hitam dan celana jeans biru. Dia juga mengenakan sepatu sport berwarna putih, sama sepertiku. Dan aku rasa penampilan kami amat serasi. Bak pasangan modis yang tidak tertandingi. Terlebih postur tubuh Alexander yang tinggi. Lengkap sudah. Mata mana yang sanggup mengalihkan pandangan darinya?
Dear, kau begitu sempurna di mataku. Maka sempurnakan aku.
Aku sendiri melihatnya begitu sempurna. Dia tidak ada kurangnya selain sifat perasanya itu. Dan semoga saja kami bisa melewati hari bersama, menuju ke jenjang berikutnya. Jenjang pernikahan yang aku idamkan sedari dulu. Karena kali ini aku berniat serius padanya.
kapan update
ditunggu yaaqq