NovelToon NovelToon
Mantan Kekasih Dr.Banyu

Mantan Kekasih Dr.Banyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:579
Nilai: 5
Nama Author: Bondan wardoyo

Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????

" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 Toko kue part 2

Konser musik.

Gita berhasil mengajak kakaknya nonton konser salah satu band ternama. Satu persatu lagu dimainkan Gita tampak menikmatinya tak henti hentinya dia ikut bernyanyi, berbeda dengan Banyu yang bersikap biasa aja sebarnya juga dia tidak begitu suka nonton konser sudah cukup lama dia tidak pernah nonton.

Suasana konser yang begitu meriah dan juga penonton yang cukup banyak membuat suasana semakin malam semakin seru, satu persatu bintang tamu muncul dan kini band yang ditunggu tunggu akhirnya tampil. Semua orang bersorak kegirangan.

Ternyata Jenar juga menonton konser itu dengan beberapa temanya. Tak sengaja Gita melihat Jenar dan mencoba mendekatinya. Banyu yang disana misinya hanya menjaga adiknya maka dia ikuti saja kemana Gita beredar.

" Mbak Jenar halo kenapa gak bilang kalau nonton juga."

" Gita kamu sama siapa, iya diajakin temen jadi gak direncanakan."

" Aku sama mas Banyu mbak itu dia."

" Oh apa kabarnya mas Banyu?"

" Ya baik..." Datar banget

Mereka berbicara sedikit berteriak karena suara sound yang cukup keras. Akhirnya Gita bergabung dengan Jenar dan teman-temanya. Dan Banyu malah seperti menjadi penjaga mereka semua mereka. Tapi lama-lama Banyu juga ikut menyanyi karena lagunya cukup familiar dan juga enak didengar. Ya walaupun sedikit canggung.

Setelah konser selesai Jenar mengajak teman-teman untuk mencari makan karena mereka memang belum makan dari tadi, dan Jenar juga menawarkan untuk Gita dan Banyu ikut bersama mereka. Tapi sayangnya Banyu menolak dengan alasan sudah terlalu malam, padahal Gita juga ingin ikut karena lapar. Jenar juga tidak mau memaksa mereka dan mereka berpisah di pintu keluar stadion.

" Mas Banyu gimana sih masak ajakan mbak Jenar ditolak sih Gita juga lapar dari siang belum makan lagian mereka cuma mau makan sate atau gultik aja".

" Sudah gak enak kan ngikutin mereka lagian mas canggung gak begitu kenal nanti drive true aja ayam atau burger sekalian lewat pulang."

" Benar ya mas soalnya Gita laper banget yakin ini aka rasanya udah mau pingsan karena lapar."

"Iya-iya bawel banget sih lagian siapa yang suruh teriak teriak lompat lompat kayak gitu tadi."

Gita membuka dasbor dimobil untuk mencari tisu tapi yang dia temukan malah kotak cicin warna biru, ternyata Banyu tidak membunganya dan menyimpannya disana, Gita iseng bertanya.

" Apa ini mas isinya?", lalu membuka kotak itu.

" Eh anak kecil jangan sok tau, cuma barang gak penting." Banyu dengan cepat merebutnya dari tangan Gita, dan Gita belum sempat melihat isinya. Dan Banyu langsung menyimpannya.

Dua hari setelah konser.

Jenar tegah sibuk backing di dapur hari ini dia membuat cake spesial denganya banyak buah kering didalamnya. Jenar memang senang bereksperiment dengan resep-resep baru.

Dan setelah selesai Jenar pasti memajangnya di tempat khusus yang sudah disiapkan di toko kuenya ada etalase memutar untuk meletakan kue-kue bikinan Jenar setiap hari.

Dan pada saat Jenar membawa kuenya ke depan tiba-tiba saja dia melihat ada Banyu disana yang tampak sedikit kebingungan. Ya hari ini para rekan kerja di Ruma Sakit meminta dr.Banyu untuk membeli kue yang sama seperti yang pernah ia bawa beberapa waktu silam.

Terang saja dia tidak tau karena saat itu Banyu hanya diberi oleh Jenar dan ke kebetulan dia juga tidak sempat memakanya.

" Selamat siang dokter ada yang bisa saya bantu." Jenar dengan ramah menyapa Banyu.

" Oh siang mbak Jenar, tapi ini bukan di Ruma Sakit lho jadi rasanya tidak perlu memangil saya seperti itu."

" Saya takut salah lagi dok jadi gak ndak papa kan mas saya panggil dokter Banyu, sepertinya dokter sedang bingung ada yang bisa saya bantu, cari kue apa biar saya bantu."

" Hhhhmmmm itu lho mbak dulu pernah kasih saya kue kan nah kebetulan teman teman saya minta untuk membawanya lagi tapi saya tidak tau kue apa karena jujur waktu itu saya tidak sempat makan bisa bantu saya."

" Oh kue itu mau berapa banyak kira maksudnya di ruangan kerja dokter ada berapa orang jadi biar saya siapkan agar semua kebagian."

" Ya kira-kira sepuluh sampai dua belas orang."

" Baik dulu itu saya bawakan kue-kue manis dan juga asin ini juga satu kotak cake coklat kunava masing-masing mau berapa , kebetulan untuk cake coklat ada juga ukuran mini dan normal size dokter mau yang mana."

" Aduh saya gak ngerti tolong dikira kira saja cukup untuk sepuluh sampai dua belas orang terserah yang penting enak."

" Baik kalau begitu Jenar siapkan dulu dokter silakan tunggu di meja sebelah sana."

Jenar buru-buru menyuruh karyawanya untuk menyiapkan kue-kuenya dan dimasukan ke dalam box.

" Dokter semua pesenanya sudah siap silahkan langsung ke kesir dan ini ada resep baru kalau yang ini khusus untuk Dokter cicipi dan terima kasih sudah mampir ke toko kami."

" Ah iya terima kasih juga sudah membatu dan bonus nya juga."

Setelah membayar semua Banyu langsung pergi dan langsung bergegas menuju ruma sakit tempat ia bekerja.

Dan jenar memandang pria itu yang berlalu pergi meninggalkan tokonya.

Di Rumah Sakit.

Tampak semua rekan kerja Banyu senang karena pesenan mereka akhirnya dibawakan juga setelah beberapa waktu lalu mereka memintanya pada Banyu baru hari ini terealisasikan.

Banyu kemudian segera bersiap dan mengganti baju nya dengan baju kerja yang ada di lokernya. Ya dan kue yang diberikan Jenar sengaja dia simpan untuk nanti dia cicipi jika sudah ada waktu.

Disela Banyu bekerja saat ada waktu dia juga menyempatkan membaca buku dan juga belajar, kali ini dia istirahat di taman lantai atas sambil membawa kopi dan juga kotak cake yang di berikan Jenar tadi padanya.

Banyu membuka kotak itu ternyata isinya sepotong cake yang sepertinya enak, cake yang Jenar buat dengan resep baru dengan buah buahan kering dan cream cheese, melihatnya banyu langsung mencicipinya satu sendok dan dua sendok. Kuk rasanya enak batin Banyu dan suap demi suap tak terasa kuenya habis seketika tanpa Banyu sadari. Ternyata makan makan manis disaat seperti ini nikmat rasanya batin Banyu.

Sementara itu di toko kue , Jenar juga tengah melakukan hal yang sama mencicipi cake yang tadi dia buat sambil duduk disudut cafe tempat kesukaanya menikmati cake buatanya dan juga segelas es maca. Dan kali ini dia puas dengan rasanya dan pasti akan membuatnya lagi lain waktu.

Saat Jenar tengah asik sendiri tiba tiba saja Eyangnya datang menepuk pundaknya membuatnya terkejut.

" Sampai kapan kamu akan terus membuat kue untuk dirimu sendiri kapan kamu mau buat untuk suami dan anak anak mu Jenar."

" Eyang kapan datang bikin Jenar kaget saja! Jenar gak mau buru-buru Eyang belum ketemu dengan orang yang cocok."

" Cari suami itu bukan karena cocok atau tidak cocok Jenar tapi utuk bisa saling memberi saling menerima kelebihan dan kekurangan masing masing dan yang paling penting mau atau tidak kamu membuka hati untuk dia atau kamu akan terus menikmati kesendirian yang seperti kamu lakukan ini."

" Ah Eyang ini lho bisa saja."

" Apa kamu mau Eyang saja yang mencarikan kebetulan Eyang sudah ada calonya kalau kamu setuju Eyang akan bicara pada pemuda itu."

" Eyang ini sudah Jenar katakan Jenar tidak mau buru buru menikah Jenar."

" Kamu ini kurang apalagi Jenar sekolah masak saja sampai pergi ke beberapa negara sampai bertahub tahun sepertinya semua cita cita kamu sudah tercapai sekarang pikirkan juga masa depan kamu sebagai seorang wanita menjadi istri dan juga Ibu."

" Memang siapa pemuda yang Eyang mau perkenalkan dengan Jenar."

" Ada dia pemuda yang baik ya dari keluarga yang baik dan dia seorang dokter."

Jenar malah senyam senyum sendiri karena mendengar kata dokter, kenapa pikiranya malah jadi dr.Banyu.

" Malah senyam senyum sendiri gimana to kamu itu Jenar apa sebaiknya sekali saja dulu bertemu ya setelah itu terserah pada kamu nanti."

Jenar tidak enak juga mau menolak dan akhirnya Jenar mau menurut pada Eyangnya entah siapa pria yang Eyangnya maksud jika itu dr.Banyu jenar mungkin akan sangat bahagia tapi jika bukan tidak masalah kalau cuma berkenalan saja tidak ada salahnyakan batin Jenar.

Episode kali ini sampai disini dulu ya.

Please tinggalkan like dan komen untuk aku ya.

Yang sudah lama sekali tidak menulis.

Semangatin aku please.

Bersambung.

Kenapa toko kue part 2 karena ini kali 2 Banyu bertemu Jenar di toko kue.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!