Banyak peristiwa di luar nalar terjadi semenjak pasangan pengantin baru ( Safira dan Danu ) menghuni sebuah rumah yang baru mereka beli dari seseorang.
Menurut penduduk sekitar, rumah tersebut sudah lama kosong dan di tinggal kan pemilik nya.
Bahkan salah satu pemilik rumah tersebut pernah meninggal dalam keadaan tak wajar di sana. Tak ada kejelasan penyebab orang itu meninggal.
Nama nya Ningrum. Banyak orang percaya jika arwah Ningrum masih menghuni rumah itu.
Beberapa masyarakat setempat pernah melihat sosok Ningrum saat melintas di depan rumah itu.
Safira dan Danu awal nya tidak mempercayai cerita dari mulut ke mulut , mereka menganggap tahayul.
Namun kejadian demi kejadian mengerikan menteror mereka. Hingga ada nya Cleo teman dari Ragil ( adik Safira) menguak keberadaan Ningrum.
Apa yang membuat Ningrum menemui azal nya ?
Mengapa Ningrum menteror mereka ?
Simak cerita di setiap bab nya, jangan lupa tinggal kan jempol, komentar dan favorit. Happy reading 😱😱 !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keanu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Entah apa yang membuat Cleo bisa melesat secepat kilat menghadang tubuh Amara dan merebut kapak dari genggaman Sekar.
Seketika lengan Sekar pun terasa terbakar saat bersentuhan dengan Cleo, dan tubuh nya pun terpental ke tanah.
Kesuma segera membantu istri nya berdiri, kini Sekar semakin penasaran siapa sebenarnya gadis berkacamata yang tengah berada di hadapan nya itu.
Cleo berbalik badan menoleh ke arah Amara yang berada di belakang nya saat ini. Tatapan penuh penekanan Cleo dan kilatan-kilatan cahaya pada manik mata gadis itu membuat Ningrum yang bersarang di tubuh Amara pun segera berlari.
'' Hentikan dia !! '' seru Cleo pada Soni dan Ragil. Membuat kedua teman nya itu sedikit terkejut mendengar aba-aba dadakan dari Cleo.
Kedua nya pun segera menahan langkah Amara, mimik muka gadis itu terlihat nampak menyeramkan. Dia meronta berusaha lari dari kukungan Ragil dan Soni.
Ningrum segera keluar dari tubuh Amara setelah merasa diri nya tak berada lagi dalam batas lingkaran mantra Sekar. Seseorang yang berada di kejauhan tengah membantu pergerakan nya. Dia adalah Mbok Surti.
'' Aaaaaaakkk, '' jerit melengking keluar dari mulut Amara yang menganga mendongakan wajah ke atas.
Sekujur tubuh nya bergetar hebat kemudian tampak kaku saat Ningrum keluar dari raga tak berdaya itu.
Seketika Amara pun tak sadarkan diri, Soni dan Ragil pun menahan tubuh mungil yang tampak lemah itu.
Sekar yang sudah bangkit pun memanfaatkan waktu tersebut, Cleo terlihat lengah dan Sekar mulai menyerang nya dari belakang.
Namun tentu saja Cleo lebih cekatan menahan Sekar yang hanya tinggal beberapa langkah lagi dari nya.
Cleo melayangkan satu telapak tangan nya ke atas, gumpalan cahaya memenuhi genggaman gadis tersebut, dan Sekar mampu melihat cahaya itu.
Namun Kesuma, Ragil maupun Soni tak dapat melihat nya. Karena mereka tak memiliki ilmu apapun. Mereka hanya melihat lengan Cleo terkepal seakan ingin meninju Sekar padahal jarak kedua nya tak begitu dekat.
'' Ajian lebur suketi ?? '' lirih Sekar kaget melihat apa yang ada dalam genggaman Cleo.
Dia tau betul tak sembarang orang bisa memiliki ajian sakti itu, pantas saja anak muda ini bisa melewati pasukan dedemit yang menjaga kawasan nya. Kini dia mulai menyadari semua itu.
'' Akui semua kesalahan mu pada Ningrum, datang lah ke peristirahatan terakhir nya dan meminta maaf pada nya. Jangan biarkan dia tersiksa karena dendam membelenggu jiwa nya. '' Cleo menatap tajam Sekar.
'' Sebenarnya siapa diri mu? Lantas apa hubungan mu dengan semua ini ? '' Sekar diam tak bergeming, sekuat apapun dia mengeluarkan tenaga dalam nya takan mampu melawan ajian lebur suketi yang di incar banyak orang.
'' Hamba Allah, '' jawab Cleo semakin lantang.
'' Maka dari itu sadarlah, gunakan ilmu yang kau miliki di jalan-Nya. Itu pun alasan ku berada di sini, '' terang Cleo.
Sekar terperanjat mendengar ucapan dari seorang gadis yang usia nya jauh lebih muda dari nya, namun sudah memiliki kekuatan sakti. Bahkan dengan kemampuannya Sekar bisa melihat beberapa harimau di sekeliling tubuh gadis itu. Ia yakin gadis itu bukan orang sembarangan.
'' Ba-baiklah.. aku pasti akan melakukan nya. Besok aku akan berziarah di makam Ningrum, '' kini Sekar mulai berkaca-kaca.
Ia sadar bahwa diri nya sudah berbuat kesalahan besar dengan telah membunuh dua nyawa sekaligus.
Ningrum yang saat itu tengah mengandung, meregang nyawa di tangan nya. Walaupun pembunuhan yang ia lakukan tidak terlihat secara lahiriyah.
Dua nyawa tak berdosa melayang begitu saja akibat ambisi yang berlebihan untuk memiliki Kesuma seutuh nya. Dia yang sedari dulu belajar ilmu pun dengan sengaja menyantet Ningrum demi bisa mewujudkan mimpi menjadi istri Kesuma satu-satu nya.
Sekar tak suka pada Ningrum yang bisa hamil, sedang diri nya tak bisa memiliki keturunan. Itu sebab nya Sekar selalu iri pada Ningrum, membuat nya takut tersingkir karena tak bisa memberi keturunan.
Kesuma sendiri di bawah pengaruh guna-guna pengasihan yang sengaja Sekar cekoki pada suami nya itu agar selalu menurut dan tak berpaling pada wanita lain selain diri nya.
'' Baiklah, aku pegang ucapan mu. Jangan pernah coba-coba lari dari kesalahan, karena suatu hari alam akan membalas mu, '' tegas Cleo.
Seketika petir pun berkilatan menggelegar di langit yang sudah mulai menghitam. Seolah menjadi saksi ucapan mereka berdua.
Sekar hanya tertunduk tak berani menatap Cleo. Sementara Kesuma, Ragil dan Soni mendongakan wajah menatap langit hitam dengan kilatan cahaya dan suara petir.
Cleo beranjak melangkah mendekati Ragil dan Soni yang tengah membopong Amara.
Cleo mengusapkan telapak tangan di wajah Amara. Seketika gadis itu bangun dan tersadar.
Amara celingukan menatap ketiga sahabat nya, dia pun mengedarkan pandangan ke sekeliling.
'' Aku dimana ? Apa aku sedang bermimpi ? '' Amara mengira ia sedang bermimpi saat ini karena dia ingat betul terakhir kali diri nya berada di rumah Mbok Surti dan tertidur di kamar wanita tua itu.
Amara menepuk-nepuk pipi nya.
'' Aaww, '' rintih nya kesakitan karena terlalu kencang menepuk pipi.
'' Ini nyata. Cleo, Ragil, Soni apa yang terjadi ? Kemana saja kalian kenapa bisa menghilang dan sekarang malah berada di tempat seperti ini ? '' pertanyaan Amara bertubi-tubi rasa nya kejadian ini sangat tak masuk akal.
'' Sudah nanti aku ceritakan, sekarang kita pulang. '' Cleo menggandeng lengan Amara, berjalan menuruni bukit di ikuti Soni dan Ragil di belakang.
Sepanjang perjalanan Amara melongok melihat setiap jalan yang di lalui, hutan belantara, jurang yang curam, menurut nya tempat ini sangat mengerikan. Bagaimana bisa dirinya kini menuruni bukit itu tanpa merasa berjalan mendaki sebelum nya.
Amara terus memutar otak memikirkan semua itu. Dia tak lagi bertanya pada Cleo karena pasti takan menemukan jawaban saat ini, Cleo pasti akan bilang nanti jika mereka sudah kembali.
Sementara Ragil dan Soni kembali terheran-heran saat melihat perjalanan mereka saat ini lebih cepat dari saat mereka mendaki.
Sekarang terasa lebih mudah melewati rintangan jalan setapak seolah ada yang membantu mereka berjalan lebih cepat.
Matahari mulai tenggelam saat mereka sampai di kaki bukit. Cleo dan ketiga sahabat nya sudah berhasil membawa Amara kembali.
Di tempat lain Darsi pun tersenyum seraya menatap pohon hanjuang yang berdiri kokoh dengan daun-daun yang montok. Suatu pertanda jika Cleo cucu nya sudah berhasil menemukan dan membawa Amara kembali.
Saat itu pula, Keluarga Pak Bambang datang. Dua mobil beriringan dan berhenti tepat di depan rumah Safira. Satu mobil milik Pak Bambang dan mobil lainnya milik orang tua Amara.
Kelihatan nya mereka mulai cemas karena sudah beberapa hari anak mereka tidak pulang ke rumah. Bahkan tanpa ada kabar berita sedikit pun.
Wida yang lebih dulu turun pun di kejutkan saat melihat siapa yang berada di teras rumah Safira.
'' Nek Darsi ? '' Ucap Wida penuh tanda tanya, sementara Darsi hanya merunduk dan menyunggingkan senyuman di bibir nya hingga muncul lipatan di setiap kerutan wajah Nenek misterius itu.
Alhamdulillah saya tempatin rmh ini ga ada apa².niat saya baik🤭 sekarang malah tetangga pada nanya dan sering pada main.dari awal saya beli sampeu mau 5tahun blm ada yg direnovasi
always gak di novel ataupun di film horor
apa jangan jangan dulu emak temanan sama penghuni lama rumah itu?
makanya kudu dengerin nasehat emak kalau gak mau kenapa kenapa
lama kelamaan bakalan kangen sama kehadiran kakaknya ntar
secara udah biasa berantem kesehariannya eh malah damai gak ada gelud
g d film2 ato d novel juga d dunia nyata pasti namanya ningrum. spt dgn sosok yg q jumpai d tmpt sblm pos 1 saat pendakian mt bekel. dia ngaku brnama ningrum tp lbih suka dan sering d panggil ningsih..dia mbk kunti yg brtempat d salah satu pohon besar dia atas pemandian jolotundo, sblm pos 1.