bacanya dari awal sampai akhirnya ya biar gak salah faham sama ceritanya😌
Vans pria kejam dipertemukan dengan Zahira seorang wanita yang dia anggap hanya sebagai pelacur yang dijual oleh keluarganya.
Tapi sedikitpun dia tak pernah anggap Zahira sebagai istrinya melainkan pembantu ( art )
Pernikahan yang di idamamkan oleh banyak wanita dengan seorang pangeran tampan sabar dan hubungan harmonis tidak didapatkan oleh Zahira.
Bak tinggal dineraka Zahira sedikitpun tak pernah merasakan apa itu cinta dari pernikahannya.
bagaimana kisah kehidupan mereka selanjutnya apakah akan tumbuh rasa cinta antara mereka ?
atau justru perpisahan akhir dari kisah cinta mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea alexia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ke marahan vans
" Aku melakukan ini untuk mu Vans tidak kah kau tau aku sakit melihat Aditya menyiksa mu di penjara " ucap Zahira sambil menangis terisak isak.
" Dengan cara menjual diri mu padanya ? Aku udah bilang aku bisa bebas sendiri Zahira " bentak Vans seraya melempar ipon x miliknya
" Tidak Vans dia punya usd card dia bilang dia akan mengirim usd itu ke kantor polisi jika aku menolak tidur dengannya " tegas Zahira sambil menangis dan menutup mulutnya seraya menggigit kecil jari jemarinya.
" Lebih baik aku di hukum mati daripada harus melihat mu tidur dengannya " ucap Vans dan membangunkan Zahira dari duduknya dan mencekram lagi bahu Zahira
" Tatap mata ku Zahira " bentak Vans membuat Zahira langsung menatap mata Vans penuh rasa takut
" Akh... Hik.. Hikk.. Tolong lepasin tangan ku sakit mas. percayalah aku tak tidur dengannya "
" Pria dan wanita di ranjang di hiasi bunga bunga. wanita sexsi pria tampan. Lalu apa yang mereka lakukan di ranjang " bentak Vans dan melempar Zahira hingga jatuh ke lantai.
" Hanya bertemu dengan Aditya 30 menit lalu dia memberi ku usd card kemudian aku pulang.. Entah kenapa tiba tiba aku tertidur di pinggir jalan " jelas Zahira membuat Vans pun sangat tidak percaya.
" Mustahil enyahlah aku jijik melihat mu pelacur " bentak Vans dan membuat Zahira menjauhinya.
Kau di bodohi Zahira. Aditya tak mungkin memberi usd card itu pada polisi jika dia mau kenapa dia tak memberinya dari dulu? Dia hanya ingin aku menderita bukan tiada.
Dia hanya mengretakmu Zahira kenapa kau sangat bodoh.
Apa jika kau tidak membebaskan ku aku tidak bisa bebas mustahil Vihan itu cerdas dia tak mungkin mendekam lama di jureji.
...****************...
Aku ikhlas mendapat cacian hinaan dan ke bencian mu Vans tapi aku gak ikhlas jika Aditya menyiksa mu di jureji besi itu mas.
Aku senang kamu bebas lama ke lamaan kamu akan mengerti aku tidak pernah tidur dengannya sekali pun. itu hanya fitnah!!
Ku langkah kan kaki ku menuju taman alangkah terkejutnya aku melihat Vans tertidur di tanah
Ku hampiri dia.
" Mas jangan tidur disini " ucap ku sambil menggoyangkan tubuh Vans pelan
" Menjauh dari ku jangan peduli kan aku, aku jijik dengan mu " bentak Vans sambil mendorong Zahira dengan keras
" Kamu boleh hukum aku tapi jangan hukum diri mu sendiri, kamu minum 5 bir dalam waktu 1 jam dan tidur di tanah seperti gelandangan saja " ucap Zahira dan membuang bir yang masih penuh isi.
" Brengsek jangan buang bir ku " ucap Vans sambil memukul Zahira
" Akh.. Aku penghianat menurut mu? kau benci penghianat kan bunuh aku, aku muak hidup Vans aku mengorban kan diri ku untuk mu tapi kau tak menghargainya " ucap Zahira dengan nada terisak isak
" Terima kasih telah menjual dirimu untuk membebas kan ku istri ku terima kasih, terima kasih, terimah kasih telah memberi ku penghianatan dan rasa sakit yang luar biasa " ucap Vans dan mencekram bahu Zahira seraya menatap Zahira begitu penuh amarah bagai singa ingin menerkam mangsanya.
" Kenapa kamu tidak minum obat itu dalam amarah mu masih kah kamu ingin menepati janji mu pada ku " tanya Zahira yang melihat Vans tak meminum tarmadol lagi
" Tentu aku masih minum obat itu harus kah aku melapor pada mu saat aku meminumnya ? "
...Hening...
Ternyata sedari tadi Aditya melihat pertengkaran mereka dan tersenyum senang kemudian Aditya pergi lagi.
" Jawab " bentak Vans membuat Zahira takut
" Ti_tidak " jawab Zahira sambil menangis teriak isak.
***Bersambung
Harap tinggalkan jejak oke buat author semangat jangan jadi pembaca gelap
Makasih***
setidaknya kamu tak perlu melayani laki² hidung belang diluar sana😣😣