NovelToon NovelToon
Gairah Sang Dokter Duda

Gairah Sang Dokter Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Dokter / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syafitri wulandari

Fathan Samudra (40 tahun) adalah seorang duda dengan anak satu, bertemu dengan Tri Hanum Pratiwi (30 tahun) dengan tidak di sengaja di parkiran supermarket karena ingin menolong Tri dan pria paruh baya yang babak belur karena ingin menolong majikan mereka yang di culik. Tak di sangka pertemuan mereka membawa Fathan merasakan cinta kembali setelah menduda 5 tahun lamanya. Cika Lestari, anak dari Fathan sangat menyukai Tri hingga membuat Fathan berkesempatan untuk bertemu Tri setiap hari. Fathan juga meminta Tri untuk mengasuh anaknya di saat ia sedang bekerja sebagai dokter kandungan di salah satu rumah sakit swasta. Tri yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga Mahendra hanya bisa menjaga Cika beberapa jam karena sebenarnya Tri sangat menyukai anak kecil, terlebih sudah tiga kali Tri gagal menikah padahal ia sudah sangat ingin mempunyai anak di usianya yang sudah berkepala tiga. Akankah Fathan bisa mengejar cinta Tri? Akankah Tri terjerat pesona sang dokter duda atau Tri malah menghindar karena status sosial mereka yang berbeda?

ikuti kisah mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 (Pria Menyebalkan)

...Jangan lupa ramaikan part ini ya. Tinggalkan bom like dan komentar sebanyak-banyaknya....

...Happy reading...

****

Dengan wajah murung Tri memakaikan kemeja berwarna maroon tersebut kepada sang suami. Rasanya Tri tidak rela Fathan pergi bersama dengan Cika ke restoran dan bertemu dengan Tiara bahkan mereka akan bertunangan malam ini.

"Kamu ikut saja ya!" pinta Fathan yang merasa tidak rela meninggalkan Tri seorang diri di rumahnya.

Tri menggelengkan kepalanya dengan perlahan. "Aku di rumah saja, Mas!" ucap Tri dengan pelan.

Fathan menarik dagu Tri dengan perlahan, ia menaikan alisnya melihat wajah Tri yang ditekuk dengan wajah yang amat masam.

"Cemburu?" tanya Fathan dengan tersenyum geli.

"Mana ada!" jawab Tri yang sangat berbeda dengan kata hatinya saat ini karena memang Tri sangat cemburu melihat Fathan yang sangat tampan dan akan bertunangan dengan adik iparnya sendiri.

Fathan terkekeh. "Tapi kenapa wajahnya di tekuk begitu hmm?" tanya Fathan yang semakin membuat Tri kesal.

"Sudah sana pergi! calon istri sudah nungguin tuh!" ucap Tri ketus dengan mendorong dada Fathan perlahan.

Bukannya pergi Fathan memeluk istrinya dengan erat. "Sebelum pergi kasih vitamin dulu dong suaminya," ucap Fathan dengan jahil.

"Minta vitamin sama Tiara sana!" ujar Tri dengan cemberut.

"Beneran? Boleh?" tanya Fathan dengan menggigit bibirnya.

"Ihhhh gak boleh!" ucap Tri dengan sebal.

Fathan terkekeh, ia mendorong Tri hingga terjatuh di kasur. "Telat sedikit gak apa-apa kali ya. Mau minta vitamin sama istri dulu," ucap Fathan merangkak menaiki tubuh Tri.

Tri menelan ludahnya dengan kasar. "Mas mau apa?" tanya Tri dengan gugup.

"Ngadon anak!" jawab Fathan dengan santai.

"M-mas...."

"Sebentar saja, Hanum! Saya kangen! Kita main sebentar ya, nanti kita lanjutkan lagi setelah Mas dan Cika pulang. Mas janji malam ini tidak akan ada acara pertunangan yang membuat wajah kamu di tekuk seperti tadi," ucap Fathan dengan membelai pipi cabi Tri dengan lembut.

"Boleh ya bakpao," rengek Fathan seperti anak kecil yang membuat Tri mengulum senyumnya.

Tak kuasa menolak Tri mengangguk dengan perlahan yang membuat Fathan tersenyum senang.

Cup....

Fathan mengecup bibir Tri dengan gemas, Tri hanya pasrah saat tubuhnya di kuasai oleh Fathan. Keduanya benar-benar melakukan olahraga yang membuat keringat keduanya bercucuran. Tubuh keduanya bergetar dengan hebat saat mendapatkan gelombang kenikmatan bersama.

"Tunggu Mas pulang, Sayang. Belum cukup dengan waktu yang seperti ini, sangat singkat," ujar Fathan dengan dengan suara beratnya.

Fathan menyelimuti Tri yang masih tampak lemas. Fathan kembali memakai bajunya dengan cepat, dan mengelus kepala Tri dengan sayang.

"Tunggu Mas dengan pakaian seksi itu ya," kerling Fathan dengan nakal padahal walaupun terkesan singkat permainan mereka itu sudah membuat Tri sangat lemas bahkan wanita itu hanya mengangguk dengan pasrah.

"Tidak usah ke bawah, Mas sama Cika langsung berangkat ya. Kamu istirahat saja dulu sebelum Mas menginginkan kamu lagi, Sayang!" ujar Fathan dengan terkekeh.

Tri membenarkan selimutnya, ia memejamkan mata kala Fathan mengecup kening dengan lembut. "Tidak usah khawatir!" ujar Fathan menenangkan sang istri. "Semuanya milikmu, Hanum!" bisik Fathan sebelum benar-benar pergi dari kamar dan menemui Tiara serta orang tua mereka.

"Mas!" panggil Tri saat Fathan ingin membuka pintu kamar mereka.

"Hmmm..."

"Jangan lama-lama! Kalau Mas lama di sana aku akan langsung tidur dan tidak memakai gaun malam itu," ujar Tri dengan tersenyum menang melihat raut wajah suaminya yang memerah.

"Shitttt... Kamu menantang Mas hmmm? Habis kamu malam ini sama Mas, Hanum! Mas pastikan kamu tidak akan bisa jalan besok pagi," ujar Fathan yang sudah terpancing ucapan istrinya bahkan tubuhnya juga panas dingin karena ucapan nakal dan mengacam Tri kepada dirinya.

"Aku tunggu Mas memakanku sampai pagi!" tantang Tri yang membuat Fathan semakin tidak ingin keluar kamar.

"Lihat saja jika tidak ada rencana yang telah Mas susun sudah Mas habisi kamu Hanum. Mas makan kamu!" ucap Fathan dengan suara beratnya.

Fathan keluar dari kamarnya dengan perasaan yang tidak rela dan Tri hanya bisa terkekeh melihat tingkah suaminya itu. Sejak menikah hampir setiap hari Fathan meminta jatahnya seperti tidak bosan-bosannya yang membuat Tri sangat lelah sekaligus senang karena Fathan sangat memujanya.

*****

Tiara tampil sangat cantik malam ini dengan gaun berwarna maroon yang senada dengan calon suami dan anaknya. Gadis itu tampak elegan sekali dengan wajah murah senyumnya seperti biasa. Cika tampak bosan dengan acara malam ini, tidak ada mamanya membuat Cika sama sekali tidak bersemangat.

"Fathan, Papa harap kamu bisa menyayangi Tiara seperti kamu menyayangi Tika dulu," ujar Mertua Fathan dengan tegas.

Ezra menatap lekat ke arah Fathan yang seperti enggan berada di sini. Mungkin raganya memang benar berada di sini sedangkan jiwanya entah kemana.

Mama Yesha menyenggol lengan Fathan yang terlihat diam sejak tadi, ia tampak gelisah karena menunggu kedatangan seseorang yang tidak kunjung datang sampai sekarang.

"Maaf sebelumnya, Pa. Saya memang suami Tika tetapi saya tidak ingin meni..."

"Maaf kami datang terlambat," ujar Zidan dengan senyum tanpa dosanya membuat Tiara, Fathan dan semua yang ada di meja itu menatap ke arah Zidan dan seorang anak lelaki yang sangat tampan ikut menemaninya. Fathan mendesah lega melihat kedatangan sahabatnya sekaligus mengumpat dalam hati karena Zidan tidak kunjung datang.

"Kamu mengundang Zidan, Fathan?" bisik Mama Yesha dengan kesal pasalnya ini adalah acara keluarga mereka kenapa Zidan dan anaknya datang? Sedangkan Fathan hanya mengedikkan bahunya acuh biarlah Zidan yang memainkan perannya sekarang.

Papa Ezra dan Mama Erlin menatap Zidan dengan pandangan tidak percaya, mereka tentu belum lupa jika Zidan adalah kekasih anaknya.

"Siapa yang mengundang kamu ke sini?" tanya Papa Ezra dengan tajam.

"Siapa lagi kalau bukan Tiara, Om. Tentu Om tidak lupa kan bagaimana hubungan kami sejak dulu," jawab Zidan dengan santai yang membuat Tiara molotot tidak terima tangannya terkepal dengan erat melihat wajah pria menyebalkan di depannya ini.

"Tiara apa-apaan kamu ini? Kamu mengundang Zidan di acara pertunangan kamu dengan Fathan? Kamu sudah gila?" bentak Papa Ezra yang membuat Tiara tidak terima disalahkan.

"Aku sama sekali tidak mengundang lelaki itu, Pa!" ujar Tiara dengan dingin menatap tajam ke arah Zidan yang terlihat santai.

"Bohong Kek! Zayden mendengar sendiri jika mama yang menelepon papa untuk datang ke sini bersama dengan Zayden," ujar anak lelaki tampan berusia 4 tahun itu dengan suara tegasnya yang membuat Tiara semakin terpojokkan dan Fathan tersenyum senang menyaksikan drama yang sangat indah.

"Kakek? Mama? Apa maksudnya ini Tiara?" tanya mama Erlin dengan tajam.

"Anak kecil itu berbohong, Pa, Ma! Tiara tidak pernah menghubungi mereka sama sekali!" ujar Tiara dengan geram. Tiara menatap Zidan, Zayden, dan Fathan secara bergantian.

"Pasti kalian yang merencanakan ini semua, kan? Kalian yang merencanakan drama bodoh ini?" tanya Tiara dengan tajam.

"Mama, kenapa Mama rega sekali dengan Zayden. Mama memarahi Zayden di depan umum padahal Zayden tidak mempunyai salah sama Mama. Kami datang ke sini sesuai dengan ajakan Mama tadi," ujar Zayden dengan tampang sedihnya.

Papa Ezra memijat pangkal hidungnya dengan perlahan.

"Apa maksud semua ini, Mas? Apa Tiara pernah menikah dengan Zidan sampai menghasilkan anak dari lelaki ini? Kenapa kami sama sekali tidak tahu?" tanya Papa Handoko dengan raut wajah seriusnya.

"Iya, Benar Mas, Mbak. Kami merasa dibohongi sekarang," ujar Mama Yesha merasa kecewa.

"CUKUP! BENAR-BENAR KAMU TIARA! SELALU MEMBUAT KAMI MALU, DASAR ANAK TIDAK BERGUNA! MENYUSAHKAN! SEHARUSNYA KAMU TIDAK USAH LAHIR KE DUNIA INI! LIHAT KAKAK KAMU DUIU SELALU BISA MEMBANGGAKAN KAMI BERDUA TIDAK SEPERTI KAMU YANG SAMA SEKALI TIDAK BERGUNA!" bentak Papa Ezra kepada Tiara.

"Pa, Tiara tidak mengundang mereka! Kali ini tolong percaya dengan Tiara!" ucap Tiara dengan mata berkaca-kaca, kali ini saja Tiara ingin papa dan mamanya percaya kepada dirinya dan mendengar ucapannya.

Plak...

"Kamu benar-benar membuat kami malu, Tiara! Saya menyesal telah melahirkan kamu ke dunia ini! Tidak ada yang bisa di banggakan sama sekali! Menyesal saya sudah sedikit mempercayai kamu! Pa, ayo pulang!" ucap Mama Erlin setelah menampar Tiara.

Tiara memegangi pipinya yang di tampar oleh mamanya. Ia menatap Zidan dan Zayden dengan tatapan penuh kebencian.

"PUAS KALIAN!" teriak Tiara dengan kencang sungguh hatinya sangat sakit sekarang mendapatkan perlakuan tidak adil dari kedua orang tuanya sendiri.

"Ay... Aku tidak bermaksud un..."

"Puas kamu telah menghancurkan hidup saya ke titik yang paling rendah? Saya menyesal dulu telah mempercayai kamu dan menyerahkan seluruh hidup saya ke kamu!" ucap Tiara dengan menghelap air matanya dengan kasar tetapi air mata itu tetap keluar tanpa bisa Tiara cegah.

Tiara berlari dengan menabrak punggung Zidan dengan kencang. "Ay tunggu. Mas bisa jelaskan semuanya! Mas masih mencintai kamu Ay," ucap Zidan dengan cemas tetapi Tiara sama sekali tidak mendengarkan ucapan Zidan.

Zidan mengusap wajahnya dengan kasar. "Fathan, gue titip anak gue!" ucap Zidan yang di angguki oleh Fathan.

"Kamu hutang penjelasan sama papa dan mama, Fathan!" ucap Papa Handoko dengan tegas.

"Tidak ada yang harus dijelaskan, Pa, Ma. Semuanya sudah jelas Zidan dan Tiara masih saling mencintai! Pertunangan ini batal!" uhar Fathan dengan tegas.

"Zayden ikut om dan Cika yuk. Nanti papa akan jemput Zayden!" ujar Fathan dengan lembut.

"Iya, Om," sahut Zayden dengan menganggukkan kepalanya.

"Om!" panggil Zayden dengan menatap Cika.

"Kenapa?" tanya Fathan.

"Ini anak, Om? Boleh tidak Zayden jadi mantu Om?"

"Hah?"

1
⚊28`ʂყʅυʂ★
Luar biasa
Lisa Lie
Biasa
Lisa Lie
Kecewa
Een Sunita
Biasa
Een Sunita
Luar biasa
Een Sunita
biarlah anak ttplah anak...haidar nikah lgi aja.heee
Een Sunita
pergila zevana...makanya jgn suka memaksakan cinta
Een Sunita
Daniel cari wanita yg pantas jgn puka anaknya jesika...yg rela apa saja demi memiliki suami org..pkknya saya plg anti pelakor...
Een Sunita
baguslah naura pergi memang tomy jga jdi korban maknya yg minta di nikahi...tomykan sdh punya keluarga sendiri..ikbal dan claudia..
Een Sunita
biarlah zeva meninggal dan haidar ketemu gadis lain yv bener2 di cintainyai wlwpn ada anak haidar...haaa
Een Sunita
Lumayan
Een Sunita
zeva harus di gituin hbsnya egois bgt jdi org...
Een Sunita
Lumayan
Een Sunita
kenapa keturunan zidan dan tiara gak ada yg beres y...rasain zeva
Een Sunita
Lumayan
Maizuki Bintang
bgs
nurdiani rudi
luar biasa
nurdiani rudi
mewek lagi deh
nurdiani rudi
lagi² goe nangis karna mu thor
nurdiani rudi
aku tidak rela demi apapun aku tidak rela haidar kembali sama zeva thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!