follow IG author. naura_shafa95
❌ JANGAN PROMO DI NOVEL ON-GOING SILAHKAN PROMO DI NOVEL YANG SUDAH TAMAT❌
Nara gadis cantik yang berasal dari kampung di tawari pekerjaan untuk menjadi pengasuh anak pengusaha kaya raya yang bernama Sean Aditama Prakasa.
Seiring berjalannya waktu, Aren Sang Putra meminta Nara untuk menjadi Mommy-nya. Akankah Sean menerima permintaan Putranya itu? Saksikan terus kisah mereka hanya di Noveltoon!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepo
Sebelum ia keluar ruangan Sean pamit terlebihdahulu pada Aren. "Sayang, kau bermainlah dengan tenang, Daddy ada urusan sebentar di luar kantor," ucapnya segera di angguki oleh Aren. Sean mengecup kepala aren dengan penuh kasih sayang. Ia beranjak pergi dan tidak sedikit pun ia menghiraukan Nara yang saat ini sedang menangis meratapi tuduhan konyol dari Sean. "Tante, temani Alen main lobot-lobotan," pintanya sambil memainkan robot berwarna kuning di atas meja. Kalau bukan karena Aren, Nara juga sudah tidak mau bekerja di rumah Sean yang membuat dirinya menderita.
Nara segera menghampiri Aren, ia mengusap air matanya supaya tidak terlihat habis menangis. Ia duduk di sebelah Aren sambil memperhatikan bocah cilik itu di hadapannya. Setelah tiga jam kepergian Sean dari ruang kantor, Sean pun kembali masuk ke ruangannya. Nara yang sedang menepuk-nepuk Aren di atas sofa, terlihat putranya tertidur pulas di pangkuan Nara. Ia berjalan lurus menuju kursi kebesarannya.
Sean duduk dengan gagahnya, ia sedikit melirik ke arah Nara yang kini sedang menidurkan Aren di sofa. Terlihat wajahnya sembab seperti habis menangis, Sean mengerutkan keningnya. Ia mengingat kejadian beberapa jam lalu, Nara menangis di hadapannya. Ada rasa kasian ketika ia melihatnya, tapi Sean berhasil menepisnya. Egois, ya begitulah Sean selalu egois, dia menuduh yang bukan-bukan mengenai Nara. Ponsel Nara bergetar ia menerima telephone dari kampung, Ibu Sukma menghubunginya. Ponsel jadul merek Nokia benda satu-satunya yang Nara punya. Nara meminta ijin untuk mengangkat sambungan telephone kepada Sean.
"Maaf, Tuan apakah saya boleh menerima sambungan telephone ini," pinta Nara sedikit ragu.
"Hmm."
Tanpa menoleh, Sean lebih fokus menghadap laptop sambil menundukan wajahnya. Ia tidak mau melihat wajah Nara yang pura-pura memelas dan meminta belas kasihan padanya.
"[Hallo, assalamualaikum] Nara.
Sean pura-pura fokus pada berkas yang ada di hadapannya. Padahal dia sedang menguping pembicaraan Nara dengan seseorang yang sedang menghubunginya di sambungan ponsel. Tidak begitu jelas, Nara kembali menutup ponselnya. Terlihat wajah lesu dari mimik wajah Nara, Sean sangat penasaran apa yang di bicarakan oleh Nara di sambungan telephone-nya. Sean kepo mengenai urusan Nara hingga dia tidak sadar telah memandang Nara begitu lekat. Nara mengalihkan pandangannya, ia segera mengirim pesan teks kepada seseorang setelah Bu Sukma mengirimkan nomor ponsel kepadanya.
"Ya Allah, bagaimana ini. Padahal aku masih betah dan ingin mengasuh Aren, kalau saja aku tiba-tiba pulang mendadak apa tanggapan Tuan Sean juga Nyonya Maria. Baru beberapa hari kerja sudah minta pulang," batin Nara gesar.
Entah harus senang atau sedih, Nara tidak mau pulang karena bukan untuk ibunya. Melainkan untuk orang lain, Nara bahkan tidak mau melihat wajahnya lagi. Setelah tiga tahun Nara melupakan kenangan pahit yang dia lalui sekarang orang itu tiba-tiba datang dan mencarinya kembali. Sean mendehem saat Nara melamun sambil memegang ponsel jadulnya. Ia pun segera sadar dan segera memasukan ponselnya ke saku celana miliknya.
"Nara, apa kau ada masalah?" tanya Sean kepo.
"Hmm ... tidak Tuan," jawab Nara segera membenarkan posisi duduknya dan membelakangi Sean ia sengaja untuk tidak melihat ke arah Sean, mengingat dirinya telah di marahi olehnya. Suara ponsel berbunyi, pesan teks masuk. Nara segera mengambil ponselnya dan melihat isi pesan teks-nya. Ia terkejut setelah melihat pesan yang di kirim seseorang kepadanya.
suka dech!
Keren...Keren...aq suka!!...
Thanks Author udah bikin novel dengan cerita dan idea" yg Brilient 👍👏...
Bakalan kangen Sean❣️Nara....
semoga Aren tetap setia hahaha
#sukses selalu author ✨🌹