Kisah ini menceritakan tentang seorang laki-laki Jepang yang tulus mencintai seorang dokter cantik berkerudung yang taat pada agamanya.
Kaguro Hitoshi, itu adalah namanya. Hampir tiga tahun menjalin hubungan dengan sang istri. Tak membuatnya merasakan kesulitan saat ini.
Bahkan, kini mereka telah memiliki dua jagoan cilik yang menghiasi kehidupan sehari-hari mereka.
Tak hanya itu, mereka juga kedatangan tamu istimewa dalam hidup mereka. Yaitu, tiga gadis cantik yang masih muda.
Penasaran, siapakah mereka? Yuk, simak kisah "Cinta Tulus Seorang Mualaf!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha Rahayu Mecari Perhatian Kaguro
Setelah semalam mereka bertengkar dan cek-cok gara-gara kartu nama. Atau mungkin, lebih tepatnya adalah karena seorang pria yang tampan bernama Kaito Kazuya.
Kini, suasana hati Kaguro masih saja sendu. Sampai-sampai, Rahayu jadi kleyengan memikirkan, bagaimana cara untuk mencari perhatian sang suami lagi. Agar, hal ini tak berkelanjutan lagi, lagi dan lagi.
"Wah, kalau seperti ini terus. Bisa gawat, nih! Ntar, kalau si Sora tiba-tiba ajakin dia buat berbaikan dan kembali nostalgia dengan masa lalu mereka. Lalu, aku bagaimana? Tidak, tidak, tidak ...! Ini tidak boleh terus berlangsung! Aku harus segera melakukan sesuatu," ujar Rahayu yang sedari tadi sibuk sendiri komat-kamit dengan ocehannya tersebut.
Bahkan, sampai-sampai dia lupa untuk memandikan anak-anaknya. Tak seperti biasanya, ia selalu disiplin waktu bila sudah pagi begini.
Namun, pagi ini berbeda lagi dari pagi kemarin. Ya, rotasi selalu saja mengantarkan kita pada perubahan yang terkadang sukar untuk kita pahami. Apalagi, bila sampai harus mengerti akan hal itu.
"Bagaimana pun caranya, aku harus buat suami ku itu kembali ceria lagi. Murung itu bukanlah sifat aslinya." tegas Rahayu pada diri sendiri.
Kaguro telah duduk di meja makan, sembari sesekali mengecek ponselnya. Sepertinya, dia tengah menunggu kabar dari seseorang.
Tiba-tiba, Rahayu membawa segelas susu hangat untuk suami tercinta, yang tengah dalam mode ngambek itu. Bi Sumi, hanya bisa memperhatikan majikannya tersebut dari kejauhan. Tanpa pernah tahu, bahwa sang majikan saat ini tengah merayu majikan yang satunya lagi. Bi Sumi hanya tersenyum-senyum sendiri karenanya.
"Nah, ini susu hangat nya. Silakan, diminum, Sayang," ucap Rahayu mempersilahkan sang suami.
Tanpa berkata ataupun menoleh sedikitpun pada Rahayu. Kaguro mulai meneguk susu tersebut. Di situlah, bi Sumi mulai merasa curiga akan terjadinya sesuatu yang aneh terhadap para majikannya itu.
Setelah selesai meminum susu tersebut, Kaguro langsung bergegas pergi begitu saja. Tanpa meminta Rahayu untuk menyiapkannya sarapan seperti biasanya terlebih dahulu.
"Loh, aku, 'kan belum siapkan kamu sarapan, Sayang. Kenapa kamu langsung buru-buru pergi, sih?" teriak Rahayu yang sudah di tinggal oleh Kaguro.
Rahayu merasa niat baiknya itu belum di gubris oleh sang suami.
"Loh, loh, loh ...! Kok, jadi begini? Ada apa dengan mereka sebenarnya? Ah, aku benar-benar tidak mengerti akan sikap mereka hari ini." gumam bi Sumi kemudian, ketika dia melihat Rahayu di tinggal pergi begitu saja oleh Kaguro.
Tak ingin ikut campur dalam ranah pribadi sang majikan. Bi Sumi lebih memilih mode abai saja. Ketimbang kepo lebih lanjut, takutnya Rahayu malah tidak suka akan apa yang ingin ia tanyakan nantinya.
"Sudahlah, lebih baik aku mandikan si kembar saja. Sepertinya, Rahayu belum memandikan mereka pagi ini. Ini, pasti gara-gara hal barusan." ucapnya seraya berlalu pergi menuju kamar si kembar.
Sesaat kemudian, barulah Rahayu ingat. Bahwa, dia belum memandikan si kembar pagi ini.
"Eh, kenapa aku bisa lupa, sih?! Ah, ada apa denganmu Rahayu? Kamu, kenapa bisa sampai linglung begini, sih? Kamu, 'kan, belum memandikan anak-anakmu," gerutu Rahayu pada diri sendiri.
Buru-buru wanita itu berlari menuju kamar anak-anaknya itu. Saat dia telah mencapai kamar anak-anaknya tersebut. Ternyata, bi Sumi sudah berada di sana dan tengah memandikan si kembar saat ini.
"Hah ..., aku jadi merepotkan bi Sumi, deh!" ucapnya, sembari membuang nafas panjang.
Rahayu berjalan menuju kamar mandi ke dekat anak-anaknya berada saat ini.
"Bi, sini aku bantuin mandiin si kembar. Aito, sini sama Bunda, ya Sayang." Rahayu dapat tersenyum lagi, ketika ia menatap anak-anaknya saat ini.
Untuk sejenak, setidaknya sejenak saja ia bisa melupakan peliknya masalah yang terjadi pada dirinya dan suami kini.
Akhirnya, si kembar selesai juga mandi. Kini, giliran si kucing-kucing yang mencari perhatian pada Rahayu. Mereka mengeong-ngeong pada Rahayu. Seakan-akan meminta sesuatu dari Rahayu.
"Meong ..., meong ..., meong ...!" lalu, si Loreng dan Manis mengitari kaki Rahayu.
Bi Sumi yang melihat hal itu, sontak mengeluarkan pendapatnya pada Rahayu.
"Ra, sepertinya, mereka lapar. Coba, saya kasih makan, ya?" tanya bi Sumi pada Rahayu.
"Oh, Bi. Biar saya saja. Bibi siapkan anak-anak saja, ya! Kalau begitu, saya akan mengajak mereka ke dapur sekarang. Ayo, Manis, Loreng!" Rahayu pun menggiring kedua kucing-kucing kesayangannya itu menunju dapur.
Saat menuangkan makanan kucing ke mangkuk. Seketika, ingatan Rahayu menerawang kian jauh. Dia kemudian kembali teringat akan masa lalunya bersama Kaguro. Saat pertama kalinya mereka memberikan makanan pada si Manis. Ya, hanya Manis lah yang menjadi kucing pertama bagi mereka berdua. Setelah itu, barulah Loreng datang dan memberikan kehidupan baru pada si Manis.
Di saat ia mengenang akan hal itu. Dia pun berpikir sejenak.
"Bukankah, ketika sebelum ada Kaguro di hidupku aku benar-benar kesepian dan sendirian? Setelah dia datang dan memberikan warna dalam hidupku. Barulah aku menyadari akan satu hal. Yaitu, betapa pentingnya setiap detik yang kami lalui bersama-sama." batin Rahayu.
Tak terasa, air matanya menitik begitu saja. Tanpa ia sadari sebelumnya, perlahan-lahan dia pun menghapus air matanya tersebut.
"Manis, Loreng! Terima kasih banyak, ya! Kalian telah menyadarkan aku akan satu hal," ucap Rahayu lirih dan langsung berdiri dari posisi jongkoknya saat ini.
Segera ia bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. Dia mengganti pakaiannya dan sedikit memoleskan make-up pada wajahnya. Serta, tak lupa pula mewarnai bibirnya dengan warna yang di sukai oleh sang suami. Kaguro sangat suka melihat bibir Rahayu yang berwarna pink. Menurut Kaguro warna pink itu membuat istri tercintanya tampak lebih muda dan selalu berseri-seri. Sehingga, hal itu membuat hatinya terikat erat terhadap Rahayu seorang saja.
Setelah selesai berdandan ala-ala dirinya. Rahayu tak lupa untuk berpamitan pada bi Sumi yang kala itu tengah menyuapi si kembar makan.
"Bi, aku akan pergi ke suatu tempat. Jadi, hari ini aku belum tahu akan pulang jam berapa. Tolong, jaga anak-anak, ya, Bi. Aku titip mereka hari ini agak lama, ya!" ucapnya setengah memohon pada sang bibi.
"Iya, Ra. Hati-hati, ya! Semoga, berhasil!" sahut bi Sumi seraya menyemangati Rahayu.
Sekilas, Rahayu masih belum bisa memahami hal itu. Tapi, dia tetap mengucapkan terima kasih pada sang bibi.
"Iya, makasih, ya Bi! Aku berangkat sekarang. Assalamualaikum," pamit Rahayu.
"Waalaikumsalam," sahut bi Sumi pula.
...*****...
Dengan menggunakan taksi, Rahayu menuju pabrik. Dia berharap, suaminya akan melihat kedatangan dirinya nanti. Itu sudah lebih dari cukup baginya saat ini. Dia tak berani berharap lebih lagi. Apalagi, kalau sampai berharap Kaguro akan menyambut kehadirannya dirinya di sana nanti.
Oh, itu sungguh hal yang sangat tidak masuk akal! Pikir Rahayu yang tak berani menerawang lebih jauh lagi.
Rahayu keluar dari taksi dan mulai melangkahkan kakinya menuju pabrik. Tak lupa, dia membaca basmalah sebelum ia masuk ke dalam pabrik tersebut.
"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Rahayu mantap.
Di dalam pabrik, terlihatlah oleh matanya. Bahwa, sang suami bekerja dengan sangat giatnya. Tiba-tiba, ada salah satu karyawan menghampiri Rahayu. Dia tahu, bahwa Rahayu adalah istri dari Bos nya saat ini.
"Rahayu fujin? Bosu-san o mitsukete ne?" tanya karyawan itu.
(Ibu Rahayu? Cari Pak Bos, ya?)
Rahayu hanya mengangguk saja. Lalu, karyawan itu langsung menghampiri Kaguro dan tentu saja dia akan mengatakan pada Kaguro. Bahwa, istri bos nya itu datang.
Ya, benar sekali!
Kaguro mulai melirik ke arah sang istri. Kemudian, dia pun meninggalkan pekerjaan yang tengah ia kerjakan saat ini. Tampaknya, Kaguro ingin menghampiri sang istri. Tapi, di tengah perjalanannya menuju sang istri. Ada seorang wanita yang tiba-tiba muncul tanpa aba-aba.
Dari kejauhan, Rahayu melihat hal itu. Dia tak begitu jelas akan siapa wanita yang menghampiri sang suaminya itu.
"Si-siapa, itu? A-apa, mungkin dia adalah ..., Sora?" tanya Rahayu yang tak ada jawabnya.
Ketika mereka semakin dekat dan lebih dekat lagi pada Rahayu. Barulah, Rahayu menyadari akan siapa wanita itu sebenarnya. Tanpa ada rasa malu sedikit pun. Sora dengan santainya bersikap percaya diri. Serta menyapa Rahayu tanpa rasa bersalah.
"Rahayu! Anata mo koko ni imasu ka?" sapa Sora pada Rahayu.
(Rahayu! Kamu disini juga?)
Bukannya menjawab Sora, Rahayu langsung menatap tajam ke arah sang suami. Seakan dia menuntut jawaban dari Kaguro. Terhadap, situasi yang saat ini tengah berlangsung.
Kaguro yang tak memberikan komentar apa-apa. Hal itu membuat Rahayu cukup kecewa.
"Kaguro! Aku datang kesini bukan untuk melihat kalian berdua bersama seperti ini. Tadinya, aku pikir kita akan bisa berbaikan dan berbicara baik-baik! Tapi ..., apa yang aku dapat di sini? Hum? Apa aku harus melihat dengan mata kepalaku. Bahwa, kalian memang ada sesuatu di belakangku. Iya?!" teriak Rahayu histeris.
Semua orang yang ada di sana, tentu saja refleks melihat ke arah mereka bertiga saat ini. Tak ingin di tatap dengan tatapan aneh oleh semua karyawan. Kaguro memilih untuk menarik Rahayu menjauh dari tempat itu.
Setelah mereka cukup jauh dan juga tak lagi ada Sora diantara mereka. Itu jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Kenapa kamu tiba-tiba datang ke sini, hum? Bukankah, seharusnya kamu ada di rumah sakit? Lalu, mengapa kamu bisa ada disini sekarang?" tanya Kaguro lembut selembut-lembutnya pada Rahayu.
"Kenapa? Apa kamu takut kalau aku tahu hubungan diantara kamu dan Sora. Iya?!" ujar Rahayu yang tampaknya masih sangat emosional saat ini.
Istri mana yang tak akan sedih, bila melihat sang suami beriringan dengan wanita lain? Apalagi, wanita itu adalah bagian dari masa lalunya si suami. Pasti, sang istri akan berpikir akan hal yang tidak-tidak! Ya, itulah, yang kini tengah menimpa hati seorang Rahayu Wicaksono.
"Maaf! Maaf, karena aku membuat kamu salah paham lagi terhadap aku dan Sora. Dia datang kesini itu, sama persis seperti saat dia datang ke rumah kita tempo hari, Sayang." Kaguro mencoba menjelaskan dengan sejujur-jujurnya pada Rahayu.
"Benarkah?" tanya Rahayu yang sepertinya mulai percaya pada suaminya itu.
"Em, itu benar, Sayang!" sahut Kaguro berikut dengan anggukannya.
"Maafkan, aku, Sayang! Aku selalu saja salah memahami dirimu! Hiks ..., hiks ..., hiks ...," tangis Rahayu pun pecah dan ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya kini.
Tak tega melihat istrinya seperti itu, Kaguro langsung memeluk erat tubuh sang istri tercintanya tersebut.
Di tengah-tengah pelukan mereka, Rahayu mendongak dan bertanya, "Apa sekarang kita sudah baikan kah?"
"Bodoh! Memangnya, kapan kita bertengkar, hum?" ledek Kaguro.
"Terus, kenapa kamu seolah mengabaikan aku saat kemarin malam dan tadi saat sarapan, hum? Bahkan, kamu juga tidak sempat sarapan tadi," tutur Rahayu dengan wajahnya yang masih sendu. Tapi, masih terlihat sangat cantik.
"Oh, iya. Maaf, ya soal tadi malam itu! Aku benar-benar sudah mengantuk, Sayang. Dan yang tadi pagi itu, aku benar-benar sibuk di pabrik. Sepertinya yang kamu lihat tadi, 'kan?" terang Kaguro panjang lebar.
"Ish, tahu begitu. Aku tidak akan berpikir jauh-jauh tadi!" kata Rahayu kesal, sembari memukul perut Kaguro.
"Auh ..., sakit tahu, Sayang!" pekik Kaguro kemudian.
"Biarin! Itu salah kamu sendiri. Kenapa buat aku panik semalaman, hum?" Rahayu kembali melanjutkan aksinya yang memukul perut sang suaminya itu.
...*****...
Kini, Kaguro dan Rahayu telah duduk dan berhadapan dengan Sora. Mereka sekarang tengah berkumpul dan ingin membahas tentang Coni.
Mengapa Sora begitu kekeuh ingin Coni menerima tawaran darinya? Adakah maksud dan tujuan di balik itu semua?
Oh, entahlah! Sungguh, wanita itu sepertinya tak akan berhenti hingga tujuannya tercapai! Benar-benar wanita yang gigih pada tujuan yang salah!
...*****...
tinggalin jejak juga di novel ku kak ASIYAH AKHIR ZAMAN, mksh 😊
makanya jagan kebanyakan tebar pesona. untung coni yang bertindak, jika kak rahayu pasti di kirim ke pluto 😂
sudah dokter plus ibu rumah tangga.
jika d banding kondisi real,
dokter2 banyak pakai jasa ART.
pokoknya keren kak rahayu.
btw....
minal aidin wal faaizin y kak thor n seluruh kru artisny