NovelToon NovelToon
CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Dua puluh tahun lalu sebuah praktek satanisme gagal. Ijah diringkus lalu dibakar hidup-hidup oleh masa sebab dianggap petaka.

Lima orang dipanggil kembali oleh satu sosok yang datang di dalam cermin. Mereka diberitahu untuk menuju ke salah satu tempat yang sempat mereka tinggali dahulu.

Tempat itu sudah lama ditutup. Huruf arab ditempelkan dibanyak pohon hutan sebelum menuju bangunan itu.

Huruf arab itu konon katanya adalah sebuah ayat sebagai penghalang apa yang ada dibangunan itu supaya tidak keluar dari dalam sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 032 : Perjuangan Sebelum Menemui Ibu

"Rumah ini hanya tingkat tiga! Apa kalian akan menghabiskan dua puluh empat jam untuk sekedar mencari keberadaannya? Tidak, bukan?" Rachel mulai kesal sekarang. Dia memilih untuk duduk.

Menyilangkan kedua kakinya. Dia mengatupkan kedua tangannya. Sekarang, posisinya kini menghadap ke arah pintu utama. Sebelum Rachel mulai membaca mantra-mantra Jawa. Dia berpesan,

"Malam satu suro beberapa jam lagi! Aku harap kalian cepat. Karena jika, malam ini kalian tidak pulang. Maka, akan dipastikan kalian mati di sini! Hanya ada dua cara mencari jalan pulangnya!" jelas Rachel. Sejenak dia berhenti berkata, ketika seluruh perhatian tertuju padanya. Tapi, kemudian Rachel kembali berpesan,

"Yang pertama, temukan ibumu penuhi keinginannya. Yang kedua, dijemput oleh manusia hidup di antara gerbang Sukmo!" jelas Rachel.

Setelah mengatakan hal itu, dia pun segera merapal mantra Jawa. Pesan menakutkan itu, jelas saja membuat Farah dan yang lain bergetar rasanya hatinya.

Mereka memilih untuk tidak membuang waktu. Setelah pesan itu, mereka bersama mulai berjalan menyusuri rumah besar itu. Dimulai dari anak tangga pertama yang mengarah tepat ke arah lantai pertama.

Di lantai itu, ketika mereka baru saja sampai di sana. Mereka menemukan lorong kamar. Lorongnya sangat panjang. Itu tidak logis rasanya. Hal itu membuat Aldi dan Haikal yang tipe pemikir berpikir keras rasanya.

"Bahkan bangunan ini saja, tidak sepanjang ini. Bagaimana mungkin ada lorong sepanjang ini seakan tak berujung." kata Haikal.

Ya, jika umumnya. Lorong memiliki ujung. Ini tidak, bahkan ujungnya pun tidak terlihat.

Rifki yang berada di barisan paling belakang pun memperhatikan sekitar.

Tukkkk

Tukkkk

Di antara pintu-pintu kamar yang tertutup itu. Beberapa suara ketukan mulai terdengar. Jantung mereka berdegup kencang rasanya. Kamar-kamar itu banyak. Bunyinya bersaut-sautan.

"Gila! Pasti banyak setannya itu!" kali ini Desta mulai lagi dengan ocehannya yang absurd.

"Dari awal masuk, ini semua sudah serba setan, Desta!" celeutuk Rifki kini mengomentari. Peraduan yang mereka lakukan sedikit mencairkan suasana tegang rasanya.

"Jadi, gimana? Lanjut?" tanya Aldi pada mereka.

"Iyalah, lanjut! Tahu sendiri, kan? Kalau kita gak lanjut kita mati. Dilanjut pun jaminan keselamatannya juga ambigu. Sudah, mau gak mau ya harus lanjut!" tutur Rifki.

Di sela-sela keputusan saudaranya yang masih belum nampak. Rifki pun memilih untuk maju duluan melewati lorong-lorong kamar itu. Melihat itu, jelas saja, Desta merasa kagum.

"Ikut, Mas!" teriak Desta segera menyusul Rifki.

Melihat kedua saudaranya yang berani pun. Aldi, Haikal dan Farah pun memilih untuk mengikutinya. Mereka berjalan di antara lorong-lorong tak berujung dengan pintu-pintu kamar yang bersuara di sisi-sisinya.

Awalnya, mereka baik-baik saja. Mereka terus melangkah. Hingga beberapa waktu berlalu. Haikal, mendadak terdiam.

 Dia yang berada di barisan ketiga pun terdiam. Dia tidak bergerak. Perilakunya ini, jelas membuat Aldi di belakangnya bertanya-tanya begitu pun dengan Farah dan Rifki. Mereka memperhatikan Haikal sekarang.

...'Kenapa kalian tidak membukai pintunya? Jika kalian bukai, maka, kalian akan menemukan tangga selanjutnya!'...

Haikal menyentuh alat bantu dengar miliknya. Lagi-lagi dia mendapatkan pesan suara. Suara gadis, masih sama seperti yang tadi.

Pukkkk

"Hei!" panggil Aldi, menepuk bahu Haikal yang kini nampak kebingungan entah karena apa?

Haikal masih diam, dia mencoba memastikan lagi. Dia mencoba mendengarkan lagi. Barangkali, ada suara lagi yang belum tersampaikan.

 Selang beberapa detik menunggu. Rupanya tidak ada. Sementara, suara-suara ketika di antara lorong-lorong ini semakin mengeras. Di situlah, Haikal pun mengatakan pada seluruh saudaranya.

"Kita, harus membukai seluruh pintu-pintu ini! Aku mendapatkan pesan dari anak keenam sepertinya!" ucap Haikal.

Desta yang mendengar itu pun menatap Haikal dengan tatapan malas. Apakah pemuda itu hendak adu nyali dengan apa yang ada di balik pintu-pintu itu?

"Apa kamu gila?" celoteh Desta pada Haikal. Haikal pun menoleh ke arahnya.

"Aku waras sepenuhnya! Apa salahnya kita lakukan. Lagi pula, sebelum sampai kemari. Aku mendapatkan pesan yang menyelamatkan aku dari kejaran makhluk seram itu. Suara itu masih sama, suara ini, yang aku dengarkan!" tutur Haikal.

Mendengar itu, mereka pun menyetujui apa yang Haikal katakan, satu persatu pintu mulai dibukai dan anehnya. Tiap pintu yang bersuara itu, ketika dibuka, mereka tidak menemukan apapun. Kosong, hanya ada satu kursi di sana.

Mereka terus membukai seluruh pintu. Menghabiskan cukup lama rasanya hingga mereka membuka pintu yang di mana di sana mereka menemuka tangga yang mengarah ke atas.

"Aku menemukannya!" seru Farah yang menjadi penemu pertama pintu itu.

Sontak seluruh saudaranya segera menghampiri Farah. Dan benar, apa yang dikatakan oleh Haikal. Tangga selanjutnya rupanya ada di salah satu pintu.

"Sudah kubilang bukan, ada!" kata Haikal berseru. Desta yang mendengar itu pun hanya menggaruk kepalanya.

"Ya sudah, ayo kita masuk!" kata Rifki mengajak seluruh saudaranya masuk.

Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Mereka pun segera menaiki anak tangga itu lagi.

Dan di lantai kedua mereka melihat ruangan yang sangat luas dengan seluruh kertas berserakan di lantainya. Di depan sana, sangat kosong, hitam, tidak ada apapun.

"Lagi-lagi teka-teki!" ujar Aldi. Aldi memperhatikan sekitar sekarang. Sungguh, di sana tidak ada apapun. Hanya ada dinding di sisi-sisi mereka.

Haikal memilih berjongkok sekarang. Dia memperhatikan kertas-kertas yang berada di lantai. Satu kertas dia ambil. Kertas-kertas itu rupanya kosong. Tidak ada apapun di sana.

"Apa maksudnya kertas-kertas ini, coba?" tanya Rifki sekarang sambil menatap ke bawah ke arah pijakannya.

Haikal yang sedang fokus menatap ke arah kertas yang diambilnya. Lagi-lagi samar-samar namun perlahan jelas. Dia kembali mendengar suara bocah perempuan itu. Bocah itu berkata,

..."Bukankah, aksara sudah timbul pada kulit kalian? Bukankah, ajian Dasa aksara, sepuluh hurufnya sudah bersemayam pada diri kalian? Kalau begitu gunakan itu. Tulis di atas kertas itu, satu orang atau kata yang tersemat di kulit kalian!"...

Sejenak, sebelum menyampaikan apa yang dikatakan sosok itu. Haikal berpikir. Bahkan di sini tidak ada pena ataupun pensil. Lantas dengan apa? Mereka akan mengukir huruf itu di atas kertas ini.

Tapi, Haikal memilih menolak keputusasaan itu. Dia menggerakkan jari telunjuknya ke arah bibir. Dia memasukkan jarinya sendiri ke dalam mulut.

Setelah basah oleh air liur. Dia pun menulis huruf aksara Jawa yang timbul di kulitnya itu ke permukaan kertas putih itu.

 Dan di sana, sebuah hal ajaib kembali membuat Haikal tercengang. Huruf itu timbul dan nampak tepat di permukaan kertas. Di situlah, baru, Haikal pun mulai berseru,

"Gunakan air liur kalian! Tulislah aksaranya di atas kertas ini!" perintah Haikal kepada seluruh saudaranya.

1
Nurul
Zed mampir thor
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: loh kak Nurul 🙊🙊🙊
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ayo Ardin selamat kan mereka
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
cepatlah ardin
Safitri Agus
menari apa si Dhani apakah tarian tradisional Jawa Thor?
Teuing Saha🙃
Akhirnya, mereka bisa bertemu dengan ibunya🤧
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ayoo bebaskan anak2 Ijah .. semangat terus
Teuing Saha🙃
Apa sih.. Baca yg begini aja air mataku sampe bleberan😭
Teuing Saha🙃
Jangan gegabah lho, jangan sampai perjuangan mereka gagal karena kecerobohan anda!
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
deg degan gak sih ....wih banyak banget rintangan nya 🤭
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: hidup memang kudu banyak rintangan kak... wajar 🚶✨ mereka kan kandidat ninja warrior tahun depan
total 1 replies
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
semoga mereka semua berhasil keluar dari hutan itu
Teuing Saha🙃
Semoga kamu, Farah dan saudaranya, semua pulang alam keadaan selamat..
Kang Dhani: aamiin
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
harga harga pada naik eh ini malah umur yang didiskon
Kᵝ⃟ᴸᏒᎥҽ_ϒαη.POTEK.ѕͣυͣηͪηͪ💋💋
kayaknya gue ketempar deeh🫠
Teuing Saha🙃
Keras kepalamu gak ilang² Hel, yg ada makin menjadi😒
Teuing Saha🙃
Diskonan kok umur, coba kalau minyak sama beras, aku antri paling depan deh/Facepalm/
Teuing Saha🙃: Maklum, pemburu diskon🤭
total 2 replies
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
sebenarnya bukan salahnya sepenuhnya
Teuing Saha🙃
Hallahh... Pagi² dah dibikin mewek🤧
Nyai Aksara 👩‍🦯
Hah, eh waduh, semoga dia terjungkal
SANG
Aku hadir ya Thor, turut meramaikan💪👍
SANG
Aku tidak tau ayah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!