Berawal dari petaka sebuah konser band terkenal, seorang gadis harus membuatnya menerima reward besar karena baru putus cinta. Gadis itu tidak tau bahwa dirinya sedang di kerjai teman kuliahnya hingga membuat seorang Letnan terkena imbasnya.
Disisi lain, akibat petaka tak sengaja, sang Letnan terpaksa harus menanggung akibatnya. Bukan hal mudah menaklukan hati pria yang ternyata adalah Abang dari gadis tersebut, namun pada kenyataannya, lebih sulit menaklukan gadis yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya tanpa permisi, apalagi jejak kehidupannya kini di mulai pada wilayah dengan resiko yang cukup tinggi, wilayah yang bisa di katakan rawan, KARANG HITAM.
KONFLIK.. Harap SKIP bagi yang tidak bisa ber KONFLIK.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Peringatan keras.
Sore ini Bang Hernando menemui Abang-abangnya yang akan kembali ke tempat dinas.
"Apa Abang sudah dapat info tentang Riegan??" Tanya Bang Hernando.
"Ada apa?? Kamu ribut dengan Phia??" Tegur Bang Reigar.
"Tidak, Bang."
"Kamu pasti sudah tau, sejak awal Papamu memang berniat menjodohkan kalian, hanya saja memang Phia masih terlalu kecil, saya yang tidak berani mengambil resiko itu. Tapi.. Dengan adanya kejadian ini, juga mengikat kalian dalam situasi yang tidak pernah di sangka, saya berharap kamu bisa menyelamatkan adik saya dari latar belakang status orang tua Riegan. Ayah biologis Riegan adalah mafia yang sedang di buru negara, ibunya........." Bang Reigar serasa tak sanggup mengungkapkannya. Ia menahan diri dari emosi yang memanaskan kepala. "Sebenarnya kau ini kenapa??? Saya sudah katakan tidak bermaksud memberimu 'barang rusak', tapi........."
"Cukup, Bang. Saya paham, tolong jangan katakan itu lagi. Ini bukan perkara hal yang Abang sebutkan tadi. Saya hanya merasa Phia sangat mencintai Riegan, dan juga.. Saya tidak sanggup mengkhianati sahabat saya sendiri." Jawab Bang Hernando.
"Saya ngerti, Hernan. Saya akui, saya sedikit memaksa. Tapi ini situasi yang tidak bisa di selesaikan hanya dengan sikap welas asih. Lagipula saya melihat cara pandangmu untuk Phia juga berbeda. Kau ada rasa dengan adik saya itu." Kata Bang Reigar.
Bibir Bang Hernando serasa tercekat. Persahabatan dirinya dan Riegan sudah terjalin sejak mereka berada di bangku sekolah. Tawa lepas, suka duka, bahkan senyum dan tangis sudah mereka lewati bersama.
Bang Reigar melangkah lebih mendekat pada pria muda gagah di hadapannya itu lalu menepuk bahunya.
"Tidak ada yang tau kapan Riegan akan kembali. Entah besok, lusa, bulan depan bahkan mungkin tahun depan. Tanyakan sendiri pada hatimu. Sanggupkah kamu jika melihat Phia kembali pada Riegan?? Dia laki-laki yang baik namun keluarganya sangat berbahaya bagi Phia, mungkin bagi kita dan juga negara."
Bang Hernando terdiam. Disetiap harinya batinnya bergolak.
"Kamu sudah tau jawabannya, tapi kamu sengaja menutup mata dan telingamu. Kamu pura-pura tidak paham. Kamu.. Bicara di atas perjanjian atau tidak, kamu berdiri di atas statusmu." Ujar Bang Reigar mengingatkan.
Tak lama Phia kembali dari toilet bandara sipil. Bang Reigar menyudahi obrolan mereka dan bersikap biasa saja.
"Abang, bisakah Abang tidak pulang??" Nada bahasa Phia mulai merajuk pada Abangnya.
"Abang masih harus kerja, lagipula kasihan sekali mbakmu di Jakarta sendirian sambil mengurus perusahaan. Seandainya kemarin mbakmu bisa ikut pasti Abang jauh lebih tenang." Jawab Bang Reigar.
"Duluu.. Apa yang membuat Abang jatuh cinta sama Mbak Jill??" Tanya Phia sambil memeluk Bang Reigar.
"Cinta itu tidak bisa di tebak bagaimana datangnya. Dia menyelinap masuk ke dalam hatimu tanpa ada alasan, dia memberimu rasa nyaman dan bahagia tapi juga sekaligus sakit jika tidak tepat dalam caramu mengkomunikasikan nya dengan pasangan. Tapi yang jelas, cinta adalah pengorbanan tanpa akhir. Ada keiklasan dan ketulusan demi orang yang kamu sayangi." Jawab Bang Reigar. Arah matanya langsung beralih pada pria yang kini menjadi adik iparnya. "Bukan begitu, Hernan???"
"Siap."
Bang Reigar menepuk bahu Phia, adik perempuan yang begitu ia sayangi. "Sana, pulang..!! Ini sudah hampir malam." Bang Reigar melepas pelukannya lalu mendorong Phia mendekat pada Bang Hernando.
Phia tidak bisa berbuat apapun. Bang Hernando mengambil alih Phia dari tangan iparnya.
"Bawa pulang..!!" Perintah Bang Reigar.
"Siap.. Hati-hati di jalan, Bang."
...
Kali ini Phia tidak menangis, tapi sepanjang jalan hanya terdiam sambil menatap jalan menuju asrama.
"Mau makan apa?" Tanya Bang Hernando.
"Phia nggak lapar." Jawabnya, tapi perut Phia seakan berkhianat dan berbunyi dengan nyaringnya.
Bang Hernando langsung berbelok menuju rumah makan coto Makassar. "Makan dulu..!!"
~
Seperti biasa, Bang Hernando tidak mengijinkan Phia mengaduk sendiri makanan yang masih panas.
Entah mengapa setiap merasakan perhatian Bang Hernando, hati Phia merasa sedih. Dulu Bang Riegan juga tidak pernah memperlakukannya dengan cela, tidak pernah pula menyakitinya. Tapi ia paham ada sesuatu yang berbeda, pria yang orang katakan selalu kasar, dingin, kaku dan tanpa kompromi, bisa selembut ini memperlakukan seorang wanita.
"Sudah berapa banyak perempuan yang Abang perlakukan seperti ini?" Tanya Phia dengan sengaja.
"Hanya kamu saja." Jawab Bang Hernando jujur.
"Apa benar tidak ada perempuan dalam hidup Abang?? Ehmm.. Maksudnya selain mamanya Abang dan almarhumah adik."
"Nggak ada."
"Bohong." Sambar Phia.
"Untuk apa bohong. Kalau saling tidak kuat, jawabnnya meskipun sama-sama mau, tapi tetap perempuan yang paling di rugikan. Perempuan memancing, laki-laki merusak." Jawab Phia.
"Bagaimana kalau Abang yang terlanjur merusak?? Atau mungkin... Sampai hamil. Siapa yang salah." Pancing Phia.
Bang Hernando menatap kedua bola mata Phia dengan lekat, kemudian ia menyuapi istri kecilnya. Ia tau arah pembicaraan Phia.
"Pastinya saya akan bertanggung jawab karena ada anak yang tidak bersalah. Saya yang salah, saya tidak bisa menahan diri sampai membuat perempuan, hamil. Tapi soal kesediaan hidup bersama, saya serahkan padanya.. Apakah dia bersedia hidup dengan saya, atau memilih pria lain yang mungkin lebih segalanya dari saya."
Phia menelan suapan nasi itu dengan susah payah, ia sampai mengambil es jeruk karena merasa sesak melihat Bang Hernando tak melepas tatapannya.
"Kenapa?? Kamu ingin merasakan hamil anak Letnan Hernando??" Tanya Bang Hernando terang-terangan.
"Apa sih?? Seperti berani aja melanggar janji. Phia hanya tanya." Wajah Phia nampak ketus, kemudian Phia mengambil sendok dari tangan Bang Hernando dan melanjutkan acara makannya, tapi pipi Phia sudah memerah, semerah tomat matang.
Bang Hernando tersenyum tipis yang kemudian menghilang. "Nggak usah nantang dan jangan menguji singa lapar. Kamu nggak akan paham situasi kalau laki-laki sudah bertindak." Kata Bang Hernando memberi peringatan.
.
.
.
.
Bang Jan...udah beri bang Hernad pencerahan tp knp jadinya kyk gini😄😄🤭
kocak ini ...lanjut mba Nara👍
lanjut mba nara🤭
semangat jg buat mba Nara👍