Arsy adalah putri dari seorang Dokter, ia memiliki seorang pria idamannya, bahkan ia menyukai dalam diam selama 3 tahun lamanya,mereka saling mencintai,ketika Arsy mendapat pernyataan cinta dari pria itu, justru itu menjadi hari terakhir bagi si pria, tak selang beberapa saat, ayahnya juga meninggalkannya dan pada waktu yang sama, Arsy menerima lamaran dari sahabat ayahnya yang belum ia kenali, kecuali hanya nama 'Zaki' yang ia tau.
bagaimana kah kelanjutan ceritanya ? Yuk, simak cerita nya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silver green, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat.
‘ Hmm.. berarti pak Pran juga sudah tau kalau aku bersuami,karena semua dokter dan suster disini juga tau statusku’ batin Arsy.
“ Maaf pak,saya tidak bisa mempersilahkan bapak masuk,soalnya saya sendirian di rumah” jelas Arsy.
‘ Wanita ini memang tepat,manis,baik,rajin ibadah,dan mampu menjaga harga dirinya’ batin Pran menatap hangat ke arah Arsy.
“ Hmm.. baiklah lain waktu jika ada kesempatan saya akan bertamu membawa teman wanita dan jika itu di perbolehkan oleh Arsy sendiri” pinta Pran.
‘AlhamduliLLAH,apakah pak Pran sudah memiliki calon istri ,tak disangka king of Universitas A,sudah memiliki calon istri’ batin Arsy.
“ Kebetulan saya mau pindah asrama hari ini pak,jadi jarang ada di rumah ini “ jelas Arsy.
“ Bukankah asramanya sudah penuh bulan lalu ??” tanya pak Pran.
“ Iya,saya tinggal di rumah ibu Khodijah” kata Arsy memberi penjelasan.
“ Ibu khodijah ??” tanya Pran.
“ Iya pak” jawab Arsy meng'iya'kan.
‘ Pantas saja,ibu ingin tinggal denganku,apakah ibu memberikan kesempatan pada Arsy’ batin Pran.
“ Baiklah,saya pamit Arsy,sampai berjumpa di kampus” pamit Pran dan melangkah penuh energi menuju mobilnya.
“ Baik pak “ jawab Arsy kikuk.
‘ Sebenarnya ada apa dengan pak Pran ??’ Arsy bertanya-tanya dalam hati.
Pran memasuki mobilnya dan mulai menghidupkan mesinnya,ia melaju santai di jalan yang masih terbilang sepi itu.
...~ Ku yakin ku bisa bawamu terbang ke angkasa menembus pelangi lewati langit tujuh bidadari ku yakin ku bisa temani jasad mu sepanjang hidup ku ~...
Terdengar nada Hp Pran berbunyi,ia enggan mengangkat telponnya ,akan tetapi ketika melihat nama ‘ Alan’ tertera di layar Hpnya ,ia segera menekan tombol hijau dan di sambungkan ke bluetooth mobilnya.
“ Hey bro,lama gak ada kabar “ sapa Pran.
“Memangnya kamu,yang bisa seenaknya nyuap dosen tuk bebas dari tugas” jawab Alan dari seberang sana.
"Hha... syut sudah lama bro,lagian aku sekarang juga sudah menetap di Universitas A, eh bagaimana kabar disana ??” tanya Pran mengalihkan pembicaraan.
"Fisik oke,hati merindu" jawab Alan.
"Rindu istri ?" tanya Pran yang sudah mengetahui jawabannya.
"Iya dong,rindu itu dengan yang halal" sahut Alan dari seberang sana.
"Hha.. Seperti itu ya, tapi kamu tenang saja,
sebentar lagi aku juga ingin menghalalkan seorang wanita manis" jawab Pran ingin memamerkan statusnya.
"Heh !! Benarkah ? akhirnya temanku bisa laku juga" seru Alan.
"Lan,jangan ngejek ya,nikah tak kabar-kabar, kapan di kenalin sama istri tercinta ??" tanya Pran.
"Sudah tenang saja,begitu sampai indo langsung ku kenalin ke istri manis ku" jawab Alan ingin memanas-manasi temannya.
"Benar ya, aku harap suatu saat kita bisa saling mengenalkan pasangan masing-masing" harap Pran,ia merasa bahagia hanya dengan membayangkan memperkenalkan Arsy pada temannya.
"Sudah dulu ya, aku sudah ada di depan rumah" pamit Pran.
"Nanti malam telpon lagi ya" perintah Alan.
"Hmm..." jawab Pran singkat,ia keluar dari mobilnya dan mengunci pintu mobi itu,ia masuk kerumahnya dengan langkah penuh semangat.
Yang dia tau Arsy belum milik siap-siapa,karena Arsy tak pernah terlihat berteman dengan seorang lelaki manapun.
Ia melihat ibunya sedang duduk di sofa sembari memegang remot Tv,Pran memeluk ibunya itu dari belakang dan mencium pipinya,lalu ia langsung naik ke kamarnya.
‘ Ada apa dengan putra semata wayangku? sejak kapan dia menjadi manja ?’ batin bu Khodijah penasaran.
Tak lama kemudian Pran turun dengan stelan jas rapi dan membawa tas hitam di tentengannya.
“ Mau kemana ?? Bukankah hari ini tak ada tugas di kampus?” tanya bu Ijah.
“ Ma ! Wanita yang menyewa asrama kemarin apakah namanya Arsy ??” tanya Pran memastikan.
“ Iya , ada apa ??” tanya bu Ijah semakin heran dan penasaran,mengapa putranya menanyakan Arsy ?.
“ Tak ada “ jawab Pran menahan senyumnya.
“ Kamu tertarik dengannya ??” selidik bu Ijah.
“ Dia wanita yang baik,menurut Pran,dia cocok tuk di jadikan calon kandidat hati” jawab Pran yang tak ingin menutupinya dari ibunya.
Seketika itu wajah bu Ijah berubah sayu,ketika mendengar penjelasan anaknya yang penuh dengan semangat,bu Ijah menepuk pelan bahu Pran.
“ Nak, Arsy itu sudah bersuami “ kata bu Ijah singkat,padat dan berisi.
Seketika raut wajah Pran pun berubah,ia merasa antara percaya dan tidak dengan apa yang di katakan ibunya , yang menurutnya hanya sebagai lelucon belaka ’tapi sejak kapan mama mempelajari lelucon ini ?? aku masih yakin jika Arsy masih sendiri’ batin Pran yang memungkiri kata hatinya.
“ Ah.. mungkin itu hanya sebuah gosip ma,tak jarang di zaman sekarang,seorang wanita mengaku telah menikah untuk menjauhkan para lelaki yang mendekatinya” kata Pran berusaha tersenyum dengan normal,ia langsung berjalan menuju pintu.
“ Hey anak nakal !! Setidaknya periksa dengan jelas statusnya ,jika ingin mendekatinya!!!” teriak bu Ijah dari arah dalam rumah.
“ Baik ma,terimakasih untuk sarannya” jawab Pran.
Pran berjalan kembali ke arah ibunya dan mengecup pipi dan kening ibunya itu,
“ Pran,berangkat ma “ pamitnya.
“ Iya,hati-hati di jalan “ kata bu Ijah.
Pran membalas dengan senyumnya,ia mulai mengendarai mobilnya di jalan yang tampak mulai ramai,sesekali ia terfikirkan oleh kata-kata ibunya tadi.
‘Ah tak mungkin jika Arsy sudah bersuami,bahkan ia tampak seperti gadis biasa yang jauh dari teman laki-lakinya,bahkan dirumahnya pun tak ada barang laki-laki,ataupun sekedar foto pernikahan mereka,apakah mama hanya bercanda ? tapi sejak kapan mama suka bercanda ?' Pran masih terus memikirkan kata-kata mamanya hingga ia sampai di kampus.
Pran berjalan di sepanjang koridor kampus dengan tatapan layu,tampak beberapa mahasiswi yang sedang duduk santai dipinggiran taman.
“ Pagi pak ! “ sapa tiga orang mahasiswi yang berada koridor.
“ Pagi juga “ jawab Pran diiringi senyum kecilnyanya.
Pran berjalan masuk keruangannya.
“Pak Pran kok tampak lesu ya,padahal kan masih pagi gini ?” tanya salah satu dari mahasiswi itu.
“ Iya,apa lagi putus cinta ya “ jawab yang lainnya.
“ Haih, baguslah kalau putus cinta,masih ada kesempatan untukku” sahut yang lainnya lagi.
“ Iya, aku masih mau kok walapun sudah mantan orang, hhhii “ mereka masih asik menggosipkan gurunya itu.
Arsy dan tallia kebetulan melewati tiga orang mahasiswi yang sedang berhalu itu.
Sembari terus berjalan Tallia membuka bicara “ Jadi maksudnya pak Pran sudah punya pacar ??” tanya Tallia tak percaya.
“ Entah lah, memangnya kenapa ? Kamu naksir pak Pran ??” tanya Arsy asal.
“ Tidak, aku hanya kepo saja “ jawab Tallia,tapi wajah yang tersipu itu tak dapat di tutupi dari pandangan Arsy.
“ Aku restui, hhhe “ canda Arsy.
" Restu apa ??" jawab Tallia yang ingin menutupi sesuatu.
Sesampainya di kelas,mereka melihat kelas itu masih kosong.
“ Sebenarnya tadi pagi pak Pran lewat di depan rumahku “ kata Arsy ragu.
“ Terus ?, ngapain pak Pran disana ?” selidik Tallia.
“ Hanya memastikan sesuatu,nah ! Terus pak Pran bilang kalau beliau mau main kerumah suatu saat nanti membawa teman wanitanya, jadii .. aku masih belum jelas sih,maksud dari ‘teman wanita’ “ jelas Arsy,ia hanya ingin memberi kode lebih awal pada temannya itu,takutnya terjadi salah paham dan memperburuk keadaan nantinya,setidak sedia payung sebelum hujan.
Tampak raut wajah Tallia sedikit ada perubahan disana,tapi ia berusaha terlihat biasa saja “ Kenapa bilangnya gitu Sy, aku kan tak ada apa-apa sama pak Pran,ya syukur kalau pak Pran sudah punya wanitanya” kata Tallia dengan penuh keyakinan.
‘ Aku tak mengira jika seorang Tallia yang terbuka,juga bisa menutup perasaan soal cinta di hatinya’ batin Arsy.
penasaran.....