NovelToon NovelToon
Luka Hati

Luka Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mata-mata/Agen / Menyembunyikan Identitas / Cinta setelah menikah / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:714k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

~Bahkan, goresan peluru sekalipun tak pernah sesakit ini...

Pandu tak pernah menyangka akan terjebak dalam permainan seorang wanita licik penuh rahasia bernama Celine.

Terikat dalam pernikahan bersama wanita itu tak pernah memberikan bahagia untuk Pandu. Hingga lama kelamaan, perlahan kebencian itu mulai menghilang dan menghadirkan rasa yang asing di hati Pandu.

Namun, ketika Pandu memutuskan untuk mengutarakan isi hatinya, Celine malah berpamitan pergi. Tidak hanya dari rumah Pandu tetapi juga dari kehidupan lelaki itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang ketiga

Pandu memperhatikan Celine yang sedang asyik bermain dengan beberapa anak kecil ditaman. Wanita itu nampak begitu bahagia. Sesekali, gelak tawa Celine terdengar merdu bercampur dengan suara tawa 5 anak yang ia ajak bermain.

Pandu ikut tersenyum melihat keceriaan wanita itu. Entah kenapa, kebahagiaan Celine selalu cepat menular pada Pandu.

"Mas, ini gulalinya!" Mamang penjual gulali membuyarkan lamunan Pandu.

"Oh iya, makasih, Mang!" ucap Pandu seraya membayar gulali yang baru ia beli. "Kembaliannya ambil aja, Mang!" lanjut Pandu tersenyum.

"Makasih, Mas!" ucap si penjual yang terlihat sangat senang.

Celine yang melihat Pandu sudah kembali akhirnya berpamitan pada anak-anak yang sejak tadi ia temani bermain. Wanita itu menghampiri Pandu dan duduk di rerumputan taman tepat disebelah lelaki dengan lesung pipi itu.

"Seru mainnya?" tanya Pandu basa-basi.

"Seru," angguk Celine tersenyum. Keringat di dahi ia seka dengan punggung tangan.

"Mau nggak?" Pandu mengulurkan gulali yang tadi sempat ia beli.

"Mau," pekik Celine girang. Wanita itu menerima gulali pemberian Pandu dan memakannya dengan tidak sabaran. Pandu lagi-lagi hanya tertawa menyaksikan bagaimana Celine bertingkah polos dan kekanakan seperti ini.

"Belum ada telpon dari, Bos?"

Pandu menggeleng. Ia memutuskan merebahkan kepalanya di atas pangkuan Celine.

"Belum!"

"Kok lama banget ya?" Celine melirik jam dipergelangan tangan kirinya. Sudah pukul 11.45. Artinya, pertemuan Bima dan Damian sudah memakan waktu hampir satu jam.

"Biarin aja. Lebih lama lebih bagus," jawab Pandu sembari memejamkan mata.

"Kamu mau tidur disini?" Mata Celine terbelalak. Pandu memang paling tidak bisa ditebak.

"Hmm..." jawab pria itu.

"Mataharinya terik loh!"

"Nggak masalah!" ucap Pandu seraya memiringkan tubuhnya. Kini, wajahnya bersembunyi di perut Celine. Kedua tangannya melingkar di pinggang wanita itu.

Meski sedikit terkejut, namun Celine membiarkan apa yang Pandu lakukan. Jujur! Ia sangat menyukai momen ketika Pandu bermanja seperti ini padanya. Hal ini mungkin saja akan menjadi salah satu kenangan paling berharga andai suatu hari Celine benar-benar harus meninggalkan Pandu karena keadaan. Ia harus selalu bersiap untuk segala kemungkinan demi kebaikan dirinya dan juga kebaikan Pandu.

Elusan tangan lembut Celine terasa dikepala Pandu. Lelaki dengan lesung pipi itu diam-diam tersenyum. Ia sendiri merasa bingung dengan hatinya untuk saat ini. Mungkin, awalnya ia memang hanya berpura-pura baik pada Celine. Kemudian, kepura-puraan itu berlanjut menjadi hubungan pertemanan. Tapi sekarang? Pandu tahu bahwa perasaannya sudah melompat jauh menjauhi hubungan pertemanan itu sendiri. Pandu terjebak pada perasaan yang baru pertama kali ia alami.

Beberapa saat kemudian, sebuah pesan masuk di ponsel Celine.

[Kalian boleh kembali sekarang!]

"Dari siapa?" Pandu membuka mata ketika mendengar dering ponsel Celine.

"Pak Bima. Kita disuruh balik ke kantor sekarang!"jawab Celine.

Pandu mengangguk. Pria tampan itu mengusap wajahnya beberapa kali sebelum bangkit dan berdiri. Ia lalu mengulurkan tangannya pada Celine untuk membantu wanita itu ikut berdiri.

"Ngomong-ngomong, kamu tahu kenapa Pak Bima nyuruh kita keluar dengan alasan bohong kayak tadi?" tanya Celine di tengah perjalanan menuju mobil.

"Nggak tahu!" geleng Pandu berbohong.

"Pak Bima kok kayak aneh ya, hari ini? Dia sama Pak Damian kayaknya punya masalah deh."

Langkah Pandu terhenti. Satu sentilan mendarat di dahi Celine. "Nggak usah terlalu kepo. Daripada sibuk mikirin Pak Bima, mending mikirin yang lain!"

"Misalnya?" Celine mengangkat alisnya.

"Aku!"

Blush.

Pipi Celine merona. Jika masalah Pandu, tanpa perlu pria itu minta, Celine juga sudah memikirkannya hampir tiap detik dalam hidupnya. Bagi Celine, Pandu adalah prioritas utama baginya kini.

"Ih, kok pipi kamu merah?" tanya Pandu.

Celine yang kaget segera memegang kedua pipinya. "Kan tadi habis main lari-larian sama anak-anak itu. Wajar dong, kalau pipi aku merah!" jawabnya beralasan.

Pandu mengangguk dengan wajah yang seolah mengejek. Sengaja betul membuat Celine semakin salah tingkah.

"Kamu jangan cari gara-gara ya, Pandu!" ujar Celine memperingatkan.

"Apaan? Perasaan aku nggak ngapa-ngapain deh!"

"Muka kamu biasa aja dong!" tegur Celine lagi. Ia tidak tahan dengan wajah tengil Pandu yang terus saja mengoloknya.

"Harusnya, muka kamu yang biasa aja. Kalau aku sih, nggak ada masalah!" jawab Pandu tak mau kalah.

"Emangnya, mukaku kenapa?"

Pandu berusaha menahan tawa. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Celine kemudian berbisik, "tambah merah!"

"Pandu..." teriak Celine yang kini mulai berusaha mengejar Pandu yang sudah lebih dulu kabur darinya.

"Pandu..." Langkah Celine terhenti begitu melihat adegan didepannya. Tawa wanita itu meredup dan berganti raut wajah kecewa. Seorang wanita terlihat memeluk Pandu dengan erat sambil menangis tersedu-sedu. Dan, Pandu hanya diam saja. Tidak berusaha menyingkirkan wanita itu dari dalam pelukannya.

Pandu menoleh menatap Celine. Lelaki itu bungkam seribu bahasa. Ia bahkan tidak berusaha memanggil Celine ketika wanita itu memutar arah dan melangkah pergi dengan tatapan terluka.

"Apa-apaan ini? Kenapa rasanya sakit sekali? Siapa perempuan itu?"

Begitu banyak pikiran yang berkecamuk di otak Celine. Ia tidak tahu siapa wanita itu. Ia tidak tahu apa arti wanita itu di hidup Pandu. Ia bahkan tidak tahu kenapa justru dirinya yang harus melangkah pergi dan membiarkan suaminya dipeluk wanita lain dihadapannya.

Berhasil memperoleh sebuah taksi, Celine kembali sendirian ke kantor. Pandangannya terlihat kosong. Ia seperti mayat hidup yang berjalan tanpa tujuan menuju lift untuk kembali ke ruangannya.

"Celine... Celine..." Damar, manager marketing membuyarkan lamunan Celine.

"Y-ya???" jawab Celine yang berusaha memperoleh konsentrasinya kembali.

"Pintu liftnya belum terbuka. Kenapa jalan terus kayak gitu? Kamu hampir nabrak!" ucap Damar dengan senyum canggung. Jujur, ia jarang berbicara dengan sekretaris bos besarnya ini.

"Ah, maaf! Tadi saya ngelamun!" ucap Celine dengan bahasa formal. Ia kenal siapa Damar dan apa posisinya di perusahaan ini. Rasanya tidak pantas jika ia berbicara santai pada seseorang yang tidak terlalu akrab dengannya.

"Hmm... Apa kamu keberatan kalau kita bicaranya santai aja? Toh, kita sekarang cuma berdua aja disini! Beda kalau lagi banyak orang!"

"Maaf, Pak! Sepertinya tidak bisa. Kita sedang dikantor. Ditambah lagi, kita berdua juga sepertinya tidak seakrab itu!" Celine tersenyum sopan sebelum masuk kedalam lift yang kali ini pintunya sudah benar-benar terbuka.

Damar menatap wajah Celine dengan tatapan yang tak dibisa dimengerti Celine. Ada raut kekecewaan yang sebenarnya enggan untuk Celine gubris. Tanpa perlu bertanya pun, Celine sebenarnya tahu bahwa selama ini Damar menyimpan rasa untuknya. Hal itu ia ketahui karena beberapa rekan kerja wanita yang akrab dengan Celine sering membicarakan hal itu pada Celine. Namun, Celine tak ingin memberi celah apapun pada Damar untuk masuk kedalam kehidupannya. Ia hanya ingin setia pada satu lelaki yaitu Pandu.

1
Dati Purwani
bener banget...👍👍👍..setuju...setuju...setuju..♥️
Nicky
masih belum nyambung aku, ini Gabriella dr Singapura tempat madam chue, dia nemuin bima, pandu dll di Indonesia? akomodasi alias uang, sarana prasarana aja ga ada. Atau ada paragraf yang terlewat baca?
Nicky
darimana gaby ini bisa tahu dengan pandu kalau dia suaminya Celine. Toh selama ini dia di kurung oleh madam chue, pernikahan pandu Celine juga tertutup kan.
itin
demen banget lihat zhao lusi aka celine. gemesin. defenisi gadis mungil super cute yg ga bisa diabaikan
Surati
bagus ceritanya
Mimi rachmah
mantaap banget ceritanya
Puspa Sella
sumpah baca karakter calline BKN emosi kenapa gak mau jujur heran aku
Dewa Nara
kenapa pisah
Maria Tri Wulandari
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
whaaa.. kereeen.. mantap Ellana🤣🤣
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
hahhaahhaha.. nangis sambil guling2🤣🤣🤣
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aaa jd Rindu si Top1 yg meninggal akibat di hianati sahabat2nya sndiri😭😭
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aaa aku rindu Darren 🤗🤗🤭
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
jangan2 si Lorna itu kakaknya Pandu yg di culik🤔🤔🤔
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aku kembali cari pandu pke akun baru thor.. dlu ceritanya belum selesai ku baca
Ririn Satkwantono
UTK PEMILIK HATI SUAMIKU... apa blm ada yah.. kok aqcari lagi nggk ada
Mila Jamilah
cerita tentang roscoe belum up lgi Thor bari satu episode aku buka lapak nya
Anonim
suka ama karyamu
yuiwnye
celline ketemu tp mrk kan janji gak akan saling mengenal nnt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!