Ricko pria tampan kaya raya ini mencintai wanita yang dia lihat di lampu merah. Pandangan pertamanya membawa dia ke jalan yang di ridho'i Allah.
Izza, seorang wanita muslim yang taat pada agama dan keyakinannya, membuat para pria jatuh hati kepadanya.
Ricko terkenal pria nakal dan juga sering mempermainkan banyak wanita, kini ia sedang mengejar wanita yang membuat dirinya jatuh hati.
Ia memutuskan untuk mendekati Izza, namun hal itu tidak berhasil, untuk membuat Izza terpesona sama ketampanan dan juga rayuannya.
Ricko langsung terketuk hatinya, ia ingin menjadi mualaf. Namun, hal itu di tentang besar oleh keluarganya sendiri.
Apakah Ricko bisa menaklukan hati Izza, untuk menjadikan istrinya? Apakah Ricko bisa membujuk keluarganya termasuk kedua orangtua-nya untuk menjadi mualaf.
Nantikan kisah mereka di episode yang akan datang! jangan lupa baca, like komen dan vote, terima kasih!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di jemput paksa
Tok... Tok... Tok
Suara ketukan pintu sangat keras membuat Izza dan Ricko merasa heran, Ricko menyuruh istrinya agar tetap duduk di tempat tidur.
Izza merasa tidak enak, ia yakin itu adalah Mamah mertuanya yang datang lagi kerumahnya.
Terdengar suara ributan di depan rumahnya, Izza merasa penasaran dan langsung turun dari tempat tidurnya. Izza menghampiri Ricko dan terdapat Mamah Aurel sedang memaksa suaminya untuk ikut pergi.
Izza kaget dengan tertatih ia melangkah maju untuk mencegah mertuanya membawa paksa suaminya.
"Tolong jangan bawa suamiku pergi" ucap Izza di ambang pintu kamar.
Ricko berusaha menolak Mamah Aurel namun Mamah Aurel malah marah dan melotot ke arah Ricko. Izza langsung saja menghampirinya, setelah itu Aurel mengangkat tangannya dan ingin menampar anaknya.
Dengan cekatan Izza menepis tangan Mamah mertuanya. Setelah itu Izza tersenyum ke Mamah mertuanya.
Ricko kaget, dan ia langsung merangkul Izza.
"Mah apa-apaan sih, Ricko sudah menikah sama Izza, tolong hargai Istri Ricko mah" seru Ricko sambil memegang tangan Istrinya.
"Tidak, Mamah tidak kuat melihat kamu hidup melarat kayak gini, dan semua ini ulah perempuan sialan ini yang memaksa untuk menikahimu Ricko" desis Mamah Aurel.
"Mah, tolong jangan bentak suami saya, dan jangan sekali lagi menampar anak sendiri, itu tidak baik dan akan memperkeruh suasana" ucap Izza pelan.
"Apa-apaan kamu ini, berani sekali kamu melawanku Haaaahh" desis Mamah Aurel.
"Aku tidak melawanmu Mah, hmmm, Abbi, lebih baik kamu pulang saja dulu ke rumah, selesaikan baik-baik. Setelah nanti sudah membaik, Abbi boleh ke sini lagi, Ummi tunggu Abbi di sini sampai kapan pun" lirih Izza.
"Tapi" ucap Ricko, Izza memotong ucapannya.
"Aku tidak mau kamu jadi pembangkang Orangtuamu sendiri, beri dia pengertian penuh, insya Allah jika nanti kita berjodoh lagi, kita akan di persatukan lagi" ucap Izza.
"Aku tidak mau Ummi" lirih Ricko.
"Tidak, kamu harus ikut Mamah ke rumah, apa kamu mau jadi anak durhaka sama Mamah, asal kamu tau Ricko, jika kamu tidak mau ikut sama Mamah. Jasad Mamah akan dikirimkan ke rumah ini" ancam Mamah Aurel.
"Ricko tidak mau" balasnya.
"Abbi, lebih baik pulang saja dulu, tenangkan saja dulu Mamah dan beri pengertian, insya Allah masalah akan cepat selesai. Aku tidak mau Abbi jadi pembangkang, Ummi mencintaimu Abbi, yakinlah besok atau lusa kita pasti bertemu lagi, cuma untuk saat ini ikutlah bersama Mamah" ujar Izza padahal hatinya sakit.
"Oke baiklah, bawa Ricko masuk ke mobil, aku sudah tidak kuat lama-lama di rumah miskin ini" desis Mamah Aurel.
Setelah itu, Ricko mencium kening istrinya, begitu juga sebaliknya Izza mencium tangan suaminya.
"Besok aku pulang, tunggu aku ya sayang" ucapan Ricko membuat Izza meneteskan air matanya.
Ricko berjalan di dampingi anak buah Mamah Aurel. Izza melihat dari ambang pintu, ia sakit dan pedih, baru saja momen kedekatannya sudah di mulai tapi sekarang harus berpisah.
Selang satu jam, Izza menangis di kamar sendirian, ia mengingat momen bersama suaminya.
Hatinya perih tapi bagaimana lagi, Izza juga tidak mau suaminya jadi pembangkang Orangtuanya. Izza yakin besok Ricko pulang dan membawa kabar baik.
Ketukan pintu pelan membuyarkan tangisan Izza.
Izza mulai turun dari tempat tidurnya ia langsung mengusap air mata yang mengalir deras.
Lalu, Izza membuka pintu terdapat Ibu Hanna datang dengan senyumannya yang khas. Setelah melihat wajah kusut anaknya senyuman itu luntur.
Ibu hanna heran dan kenapa anaknya ini, Izza langsung memeluk erat tubuh Ibunya. Membuat ibu hanna merasa penasaran.
"Ada apa sayang?" tanya ibu Hanna.
"Ricko pulang sama Mamah Aurel Bu, Izza mengijinkan Ricko pulang bersamanya, karena Mamahnya mau menampar Ricko di depan mata Izza" tangisan Izza pecah kembali.
"Sudah jangan menangis, biarkan dia pulang dulu menyelesaikan masalahnya sama Orangtuanya. Tindakanmu sudah benar, kamu takut suamimu jadi pembangkang bukan?" tanya ibu Hanna.
"Iya Bu, Izza takut" balas Izza.
"Sudah, tindakanmu sudah benar nanti juga kalau misal Mamahnya sudah sadar dia pasti pulang ke sini bersamamu lagi" ucap ibu Hanna.
Sekarang Izza merasa tenang karena sudah ada ibunya yang slalu memberi nasihat baik pada dirinya.
Pakir ❌. Fakir. ✅
Sipat ❌. Sifat ✅
ga ada bawang nya
bacanya biasa aja kakak 🙏