Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAD - CLYDK S2
♡♡♡♡
KOREA
Alberto, Janice, Darren dan Karren sudah sampai di korea.
Karren: wuuuahhhhh..... rumah disini keren.
Darren: Kao, pilih kamarmu. Yang mana?
Alberto: hei, kalian sedang apa di kamar bawah?? Kamar kalian di atas. Sudah papi siapkan dari awal membangun rumah ini.
Karren: ah papi yang terbaik(memeluk dan mencium pipi Alberto kilas) aku lihat kamarku dulu pi.(pergi menyusuri tangga)
Darren: papi, terimakasih. (Mengikuti Karren)
Alberto menggelengkan kepala dan pergi masuk dalam kamarnya. Didalam kamar Alberto melihat Jane yang sedang duduk mengeringkan rambut. Alberto dengan cepat mengambil alih handuk ditangan Jane.
Jane: sudah, aku bisa sendiri.
Alberto: diam, aku akan keringkan.
Jane: Darren Karren dimana??
Alberto: mereka diatas, melihat kamar mereka.(menggosok kepala perlahan)
Jane: kau memang yang terbaik. Kau berikan apa yang belum diminta anak anakmu.
Alberto: itu harus. Aku berencana mengirim mereka ke Amerika usia SMA. Bagaimna menurutmu?
Jane: terserah kau saja. Kau lakukan yang menurutmu baik. Diskusilah dengan anak anak soal ini.
Alberto: ya tentu. Jika mereka tidak mau tentu aku tidak akan memaksa. Mereka bebas perpendapat aku akan dukung apapun keputusan mereka.(menyisir rambut perlahan)
Jane: (berdiri dan memegang tangan Alberto) aku beruntung kau menjadi suamiku Alberto. Aku mencintaimu (memeluk
Alberto: maaf Jane. Meski sudah terlambat, aku akan berusaha dengan baik membuat kalian bahagia. Aku akan menebus semua hutangku. (Mengeratkan pelukan)
Jane melepas pelukan dan tersenyum menatap Alberto. Tangan Jane meraba wajah tampan Alberto. Jane menjinjit dan mencium kilas pipi Alberto. Alberto tersenyum dan langsung mencium lembut bibir Jane. Jane melepas ciuman dan memeluk erat Alberto.
~~
Di lantai atas.
Darren dan Karren sudah ada di kamar masing masing. Mereka suka dekorasi kamar yang dibuat Alberto. Kamar Darren dan Karren bersebelahan.
Darren keluar kamarnya dan masuk kamar Karren.
Darren: kau suka?
Karren: tentu saja. Aku senang sekali. Papi memang papi paling keren di dunia.
Darren: Ada misi, bagaimna kita bicara pada papi? (Duduk di tepi ranjang)
Karren: eh, baru sampai sudah ingin melakukan misi? Paman Alex ini.(kesal)
Darren: bukan sekarang, tapi 2 bulan berikutnya. Kau bacalah sendiri email mu. Nanti kau akan mengerti maksudku.
Karren: oke, aku akan melihatnya nanti malam. Dao, ayo kita jalan jalan.
Darren: ide bagus. Ayo.. aku melihat ada taman dan kedai ice cream di jalan tadi.
Karren dan Darren turun ke bawah menuju kamar Jane Dan Alberto. Di depan pintu kamar mereka berdiri, Karren hendak mengetuk pintu dan mendengar sesuatu.
Karren: Dao, kau dengar itu?? Papi dan mami?
Darren: ssssttt.. kecilkan suaramu.(menarik menjauhi kamar)
Karren: bagaimana ini? Kita tidak mungkin menganggu mereka.
Darren: ah, aku tau.. kita tulis pesan saja, lalu kita tempel di pintu kamar.
Karren: iya iya, ayo(semangat)
Darren dan Karren menulis pesan mereka masing masing lalu menempel di pintu. Mereka pergi keluar rumah. Darren dan Karren berjalan bersama. Mereka berjalan di taman.
Darren:(duduk di kursi taman) kau pergi sendiri aku lelah mengikutimu. (Dengan terengah engah)
Karren: oke, aku akan lihat di sebelah sana. Kau disini dulu yaa.
Darren:hati hati dan cepat kembali Kao.(menekankan kata kata)
Karren: oke oke.(pergi)
Karren pergi meninggalkan Darren. Sedang Darren duduk bersantai di kursi taman. Darren menyandarkan punggungnya dan menutup matanya menikmati angin sore.
☆Darren☆
Aku mendengar suara minta tolong. Mataku langsung terbuka. Ini suara wanita. Aku teringat Karren. Aku mengeluarkan ponselku dan menghubungi karren.
Karren: Hallo
Darren: dimana?
Karren: aku sedang mengajari adik adik kecil melukis. Nanti aku hubungui jika aku akan kembali. Kau bisa jalan jalan Dao.
Darren: baiklah, jaga dirimu.
Karren: kau juga.(memutus panggilan)
Aku masukan Ponselku dalam saku clana. Teriakan minta tolong itu masih terdengar. Aku berdiri dan mencari sumber suara. Aku mencari cari suara itu. Suara itu sudah menghilang. Aku hentikan langkahku. Aku berbalik dan melangkah, aku mendengar suara lagi.
"Jangan.. jangan.."
Aku berlari dan mencari. Aku menemukan sumber bunyi. Aku melihat 2 pria.dewasa sedang memukuli gadis seusiaku. Aku mendekat, aku meloncat dan memukul tengkuk salah satu pria itu hingga tersungkur. Pria satu lagi menyerangku. Aku berusaha melawan. Aku tidak ingin mempermalukan diriku sendiri. Aku berusaha keras melawan dan akhirnya pria itu tumbang.
Aku menarik tangan gadis itu berlari menjauh. Aku mengajaknya ke tempat istirahataku tadi.
Darren: kau baik baik saja?
"Ya, terimkasih sudah menolongku. Maaf merepotkanmu. Aku kan pergi"
Darren: tunggu! Ayo kita obati dulu lukamu. Nanti infeksi.
"Tidak perlu, aku sudah biasa terluka. Mati pun tidak ada yang menangisi. Terimakasih, aku pergi"
Aku menahan gadis itu, aku megang erat lengan gadis itu.
Darren: aku tidak menolong orang denga cuma cuma
"Kau meminta bayaran? Aku tidak punya uang. Aku saja hanya mengandalkab beasiswa untuk sekolah"
Darren: jika tak mampu bayar, menurut dan ikut aku.
"Baiklah, aku menurut"
Aku mengajaknya ke kedai es cream. Aku menyuruhnya tinggal. Aku pergi ke toko obat membeli obat dan vitamin. Aku meletakan bungkusan di hadapan gadis itu.
"Terimkasih" dia tersenyum. Senyumnya sangat cantik. Aku tertegun. Aku membuka mengambil bungkusan di dapan gadis itu. Aku mengolesakan obat ke wajahnya. Dia menatapku.
Darren: jangan melihatku.
"Ah, iya" dia memalingkan muka. Aku melihat sesuatu di belakang telinganya.
Darren: apa itu?
"apa?"
Darren: di belakang telinga kananmu.
"Oh, ini tanda lahirku"
Darren: siapa namamu?
" Choi Eun Mi, kau siapa??"
Darren: Zhao Dao Dao.
Aku mengoles luka di tangannya juga. Kulitnya halus. Tapi sayang banyak bekas luka. Aku meraba telapak tangannya juga kasar.
Darren: kau bekerja? Tanganmu bahkan lebih kasar dari seorang pelayan.
Eun Mi: ya, aku bekerja sebagai pelayan dirumahku sendiri. Dulu aku baik baik saja. Semua berubah setelah ayahku menikah lagi. Ibu tiriku menyikasa ku. Ibu tiriku tidak ingin aku bahagia. Jika ayah di rumah semua baik padaku, jika tidak semua akan menyiksa ku. (Menangis)
Darren: maaf, aku tidak bermaksud menyinggung.(merasa kasihan)
Eun Mi: tidak apa apa Dao. Terimakasih sudah menolong dan mengobatiku(tersenyum cantik)
Aku mengeluarkan uang dari sakuku dan memberikanya pada Eun Mi.
Eun Mi: apa ini?
Darren: (meletakan uang dalam genggaman Eun Mi) simpanlah, jika kau membutuhkan uang. Aku tau kau pasti kesulitan.
Eun Mi: tidak, tidak, aku tidak bisa menerimanya.
Darren: terimalah, anggap ini hadiah perkenalan kita. (Tersenyum)
Eun Mi: terimakasih Dao. (Tersenyum, merasa senang)
Darren: aku harus pergi, saudara kembarku akan mencariku nanti. Jangan lupa oles lukamu dengan obat sesering mungkin. Ice creamnya juga sudah aku bayar. Aku pergi dulu.
Aku pergi meninggalakan Eun Mi. Eun Mi tersenyum cantik saat amu memalingkan wajahku dan melambai. Aku merasa kasian melihat Eun Mi.
♡♡♡♡
☆Karren☆
Aku berjalan menggelilingi taman, aku melihat seorang pemuda seusiaku sedang mengajar melukis adik adik kecil.
Aku perlahan mendekati dan melihat. Aku senang melihat adik adik yang lucu. Aku membayangkan jika kelak adikku lahir pasti akan sangat lucu seperti merea.
"Nona, kau ingin melukis juga?"
Aku kaget dan memalingkan wajah. Astaga tampan sekali. Senyumnya sungguh menggemaskan. Bahkan pemuda disampingku lebih tampan dadi Darren.
"Nona"
Karren: eh iya,(salah tingkah)
"Ingin melukis juga? Aku melihatmu tersenyum melihat murid murid ku"
Karren: boleh, aku juga ingin melukis. Boleh aku melukismu?
"Aku juga akan melukismu"
Aku dan si tampan duduk berhadapan. Kami mulai menggores kuas kami masing masing. Pandangan kami sesekali bertemu. Aku tersenyum si tampan juga tersenyum.
Akhirnya kami menyelesaikan lukisan kami. Aku berdiri dan mendekati lukisannya. Luar biasa, lukisannya sangat indah. Aku terlihat lebih cantik di gambar.
Karren: wow, kau sangat berbakat. Kau seorang seniman?
" ya"
Dia berdiri dan melihat lukisanku. Aku melihat dia tersenyum saat menatap lukisanku, apa ada yang salah? Apa lukisanku jelek?
" apa kau dari JS Art?"
Karren: iya, kau tau JS Art?
" tidak heran, lukisanmu sungguh indah"
Karren: terimakasih.
Aku senang dia memujiku. Dia mengenal sekokah seni kami? Luar biasa.
Aku mendekatinya perlahan
Karren: hai, boleh aku tau siapa namamu?
"Lee Young Jun"
Karren: aku Zhao Kao Kao. Kau mengenal JS, dari mana?
Jun: aku mengoleksi beberapa lukisannya JS dari pelelangan. Salah satunya lukisaN bayi kembarnya. D² n K²
Aku suka melukis karena terinspirasi dengan lukisannya.
Karren: oh begitu.
Karren:hehe.. dia tidak tau jika bayi kembar itu aku dan Dao Dao. Hahaha.. lucu juga.(dalam hati)
Jun: kau tinggal di prancis?
Karren: ya, aku kesini untuk pertukaran siswa.
Jun: oh, baguslah. Selamat datang di korea(tersenyum)
Aku mendapat panggilan dari Darren. Aku rasa dia cemas. Aku memberitahu jika aku sedang mengajar adik adik melukis. Dia memutus panggilannya.
Aku melanjutkan mengajar adik adik melukis. Aku senang sekali. Mungkin karena aku mengajar di suasana berbeda. Biasanya hanya mengajar di dalam kelas.
Adik adik menyelasaikan lukisan mereka dan pulang. Aku membantu Young Jun melipat alas duduk.
Jun: terimakasih Kao.
Karren: sama sama. Maaf, aku harus pulang. Saudara ku sudah menungguku.
Jun: besok datanglah lagi, aku akan mengajar disini setiap sore.
Karren: baik, bye bye..
Jun: bye..(tersenyum dan melambai)
Aku senang, aku sudah dapatkan teman baru. Aku berjalan menemui Darren di tempat yang sama.
♡♡♡♡
Karren dan Darren bertemu. Wajah mereka berseri. Mereka kdmbali ke rumah. Sampai dirumah mereka melihat ke arah pintu Jane dan Alberto. Pesan mereka belum di ambil. Mereka mengambil kembali pesan yang menempel di pintu dan naik ke lantai 2.
Darren: aku masuk dulu Kao..
Karren: aku juga Dao, bye..
Darren dan Karren masuk dalam kamar masing masing.
~~
Alberto berganti pakaian usai mandi. Melihat Jane yang masih tidur. Alberto mengusap wajah Jane lembut.
Alberto: aku pergi sebentar ya, aku akan jemput saat makan malam. Kita makan di luar(berbisik)
Jane: kau mau kemana? (Berbicara tanpa membuka mata)
Alberto: aku akan tempat pamanku. Kau istirahatlah. Aku akan kirim pesan pada anak anak nanti. Jaga dirimu sayang(mengecup kilas kening Jane)
Jane: hati hati sayang.
Alberto tersenyum. Dia menyelimuti Jane menutup separuh wajah Jane. Alberto keluar dari kamar. Suasana rumah sepi.
Alberto: aku sampai lupa waktu. Seharian bersama Jane. (Berguman)
Alberto keluar dari rumah, masuk dalam mobil dan pergi. Alberto pergi untuk menemui pamannya. Ponsel Alberto berdering.
Alberto: hallo dom?
Dominic: hallo, kau dimana? Sudah di korea? Aku sudah sampai kemarin.
Alberto: sudah, tadi pagi. Kau ads urusan bisnis ke korea?
Dominic: hei, aku mengantar anakku untuk pertukaran pelajar. Aku akan disini selama 3 bulan.
Alberto: oh ya? Anak anakku juga melakukan pertukaran pelajar. Baiklah, ayo kita bertemu nanti malam. Lido akan datang juga.
Dominic: oke, kabari aku tempatnya
Alberto: oke(memutus panggilan)
Alberto menghubungi Lido. Teman lamanya.
Lido: hai kawan, kau masih hidup?
Alberto: jika aku mati, apa masih bisa menelponmu?
Lido: hahaha(tertawa) oke oke, ayo kita bertemu di Silver Club.
Alberto: kita bertemu pukul 10 malam. Aku masih akan keluar makan malam dengan istri dan anak anakku.
Lido: ya ya ya.. nikmati hari hari bahagiamu kawan.
Alberto memutus panggilan dan mengirim pesan pada Dominic.
~~
-Dominic-
Silver Club. Pukul 10
(Kirim)
~~
-Dominic-
Ok.
~~
Alberto meletakan ponselnya dan melaju cepat menuju rumah pamanya.
♡♡♡♡
SILVER CLUB
Alberto masuk dalam club dan di sambut pelayan. Pelayan mengantar Alberto menuju ruang VIP. Pintu ruangan di buka. Alberto masuk dan di sambut oleh Lido.
Lido: hallo kawan! Sudah sekian lama akhirnya kita bertemu (memeluk kilas)
Alberto: kau tidak berubah do.(duduk di sofa)
Lido duduk disofa di tengah tengah dua wanita. Seorang wanita menghampiri Alberto dan menuang wine.
Alberto: dimana Domi?
Lido: si payah itu pasti terlambat.
Alberto: kau jangan membuatnya mabuk. Aku tidak mau mengantar pulang jika dia mabuk.
Lido: hahahaha..(tertawa) aku mendengar dia menikahi Rossa, apa benar?
Alberto: ya..
Lido: lalu, diman di cantik Janice? Apa Dominic membuangnya? Sayang sekali. Kalian bahkan saling menikai saat itu.
Alberto: Jane sudah menjadi istriku do. Kami sudah memiliki 2 anak. Dan akan memiliki 2 anak lagi.(menjelaskan)
Lido tersedak, dia kaget dengan pernyataan Alberto.
Lido: kau serius? Bagaimana bisa?
Alberto: panjang ceritanya. Yang jelas aku sudah hidup bahagia sekarang.
Dominic masuk dan menyapa.
Dominic: hallo do
Lido: hallo kawanku(memeluk kilas)
Dominic: Alberto.. kau tidak minum?
Alberto: tidak, aku tidak ingin istriku berkicau.
Dominic: selamat atas pernikahanmu dengan Janice. Maaf aku tidak hadir dalam resepsimu. Tapi aku hadir saat pemberkatan kalian, aku bahkan menangis haru.
Alberto: ya, terimakasih Dom.
Dominic: berbahagialah selalu kawan. Maaf untuk semua kesalahanku.
Alberto: yang lalu biarlah berlalu, sekarang mari kita sambut masa depan.
Lido: Dom, kau inginkan sesuatu?
Dominic: tentu, beri aku wanita cantik.
Lido: (memanggil pelayan) ada barang baru. Aku tidak mau, aku hanya akan setia pada dua wanitaku ini(merangkul kedua wanita disampingnya)
Wanita cantik yang di pesan Lido masuk dengan perlahan. Dominic kaget, Dominic langsung berdiri dan menghampiri wanita itu.
Dominic: Lissa?
Lissa: (mendekat dan melihat dengan seksama) Dominic?
Lissa langsung memeluknDominic.
Lissa: tolong aku, bawa aku dari sini. Papaku menjualku.
Dominic: apa?(melepas pelukan) kau tunggu, aku akan bicara pada temanku dulu.
Dominic menarik Lido menjauh dari dua wanitanya.
Lido: hei ada apa??
Dominic: dimana ruang pemilik Club?
Lido: kau keluar lalu ke kanan. Paling ujung. Ada apa?
Dominic: maaf, aku harus pulang. Aku ada urusan.
Dominic pergi, dengan menarik tangan Lissa. Menuju ruang pemilik Club.
Lido kembali duduk dan bingung.
Lido: apa aku salah? Kenapa dia begitu emosi?
Alberto: entahlah.. mungkin Dominic mengenalnya.
Alberto berbincang dengan Lido hingga larut. Alberto tidak minum karena tidak ingin Jane marah. Setelah puas bertemu dan bicara dengan Lido, Alberto memutuskan untuk pulang.
Sesampainya di rumah Alberto menuju dapur untuk mengambil air. Puas minum Alberto berjalan dan masuk dalam kamar.
Alberto kaget karena saat masuk dalam kamar lampu langsung menyala.
Jane muncul dari balik dinding, berjalan mendekati Alberto. Mengendus endus aroma Alberto. Jane melihat wajah Alberto dengan teliti. Melihat baju Alberto juga.
Alberto: sayang, kau sedang apa?
Jane: pergi mandi. Pasti tadi ada wanita yang menempel padamu.
Alberto: tidak. Aku tidak dekat dengan siapa siapa.
Jane: sudah sana mandi.(mendorong Alberto ke kamar mandi)
Alberto pun menurut, dia pun segera mandi. Tak lama keluar dari kamar mandi. Jane sudah menyiapkan baju ganti untuk Alberto.
Alberto: kau lapar? Ingin makan apa?
Jane: tidak, aku hanya ingin menunggumu.
Alberto mengganti bajunya dan langsung naik ke atas ranjang. Alberto merangkul Jane.
Alberto: apa kau marah? Maaf.(lembut)
Jane: tidak apa, aku tidak marah. Kau tidak minum dan tidak ada bau parfum wanita. Itu sudah bagus.
Alberto: ayo tidur, aku akan memelukmu.
Jane mengeratkan pelukan dan menutup matanya. Alberto mencium kilas kening Jane dan menutup mata.
Alberto: mimpi indah sayang.
Jane:yaa.. kau juga.
(Selamat Membaca😉)
novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria
kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja