NovelToon NovelToon
Pesona Prajurit Tampan

Pesona Prajurit Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ansifa

Jihan Kharisma gadis SMA yang tergila-gila dengan seorang pria berseragam. Lebih tepatnya dengan tentara, dia begitu mengidolakan seorang tentara untuk menjadi suaminya karena ia ingin seperti kakaknya yang perempuan yang menikah dengan tentara. Apalagi kakaknya yang laki-laki adalah seorang tentara sehingga menambah keinginannya yang begitu dalam untuk memiliki suami tentara.

Suatu ketika ia bertemu dengan seorang pria yang tanpa sengaja membantu Jihan saat gadis itu jatuh dari sepeda, pertemuan itu membuat jihan terpesona setengah mati berharap ingin bertemu kembali dan mentakdirkan mereka.

Apakah nanti Jihan akan bertemu kembali dengan pria itu, baca disini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 29

Jihan mengamati wajah tampan Bara yang terlelap dalam tidurnya. Refleks membuat Jihan langsung memegangi dadanya karena saat ini jantung berdebar kencang melihat Bara yang tidur di pahanya.

Sungguh tidak pernah terbayangkan bagi Jihan dia dan Bara bisa dalam posisi seperti ini, padahal selama ini ia selalu ingin dekat dengan Bara tetapi lelaki itu malah yang selalu cuek dengan dirinya.

Jihan langsung tersadar, besok dia harus ke sekolah jika saat ini dia tidak melanjutkan tidurnya bisa-bisa besok ia kesiangan atau lebih parahnya ia bisa ketiduran di kelas.

Perlahan Jihan mengangkat kepala Bara, dia langsung mengambil bantal sofa untuk Bara. Menaruh kepala Bara perlahan di bantal itu,

"Selamat tidur Mas ganteng ku" ucap Jihan lalu berlalu pergi meninggalkan Bara yang tidur.

………………

Pagi ini begitu cerah sekali, bukan hanya pagi saja yang cerah tetapi juga suasana hati Jihan yang secerah matahari yang bersinar.

Dia berjalan di tangga terburu-buru, dia juga sudah mengenakan seragam sekolahnya bersiap untuk berangkat ke sekolah dengan Bara sungguh senangnya dia saat ini.

Dia langsung berlari kecil menuju ruang tamu, melihat Bara apakah sudah bangun atau belum. Saat Jihan sudah sampai di ruang tamu, sofa tempat di mana Bara tidur semalam telah kosong tidak ada siapa-siapa di situ. Bahkan tempatnya sudah rapi,

"Loh kemana mas Bara?" Dena bingung sendiri melihat sofa yang kosong itu.

"Mas, Mas Bara" panggil Dena melihat-lihat rumahnya siapa tahu ada Bara di dalam rumahnya.

Jihan berjalan ke dapur siapa tahu Bara ada di situ juga. Ternyata sama saja Bara juga tidak ada di situ.

"Kira-kira kemana ya mas Bara?" Jihan kembali bertanya-tanya kemana perginya Bara.

"Non Jihan, non Jihan nyari apa non kok kayaknya bingung begitu" ucap Bik nah saat melihat Jihan yang seperti orang kebingungan.

"Bik, Bik nah lihat mas Bara nggak, dia dimana ya bi?"

"Oh, Den Bara dia sudah berangkat dinas dari jam setengah enam tadi den" ucap Bik nah memberitahukannya pada Jihan.

"Berangkat Dinas?loh kok nggak ngomong bik, dia kemarin bilangnya mau nganterin aku ke sekolah" ucap Jihan kecewa mengetahui itu.

"Bibi juga nggak tahu non, Non Jihan sarapan dulu ya baru berangkat ke sekolah" ucap Bik Nah lalu menyiapkan piring di depan Jihan.

"Mas Bara gimana sih, kemarin bilang di depan Ardhan mau nganterin gue sekolah, kok sekarang malah udah berangkat dinas" Jihan menghembuskan nafasnya kasar. Rasanya kesal sendiri dengan itu. Sekarang dia berangkat sekolah dengan siapa Ardhan pasti jam segini sudah berangkat.

Terpaksa deh nanti dia harus naik angkutan umum.

"Eh gue, masih takut deng mau naik angkutan umum. Nanti gue di copet lagi kayak kemarin" gelisah Jihan saat memikirkan beberapa hari lalu ia yang hampir terluka karena di copet.

"Apa gue nggak sekolah aja ya?" ucap Jihan.

"Bi, Pak Yanto sudah balik ke sini belum sih?" Tanya Jihan pada Biknah yang sedang bersih-bersih dapur.

Pak Yanto adalah supir di rumah Jihan yang selalu mengantarkan papanya kemana-mana. Tapi sudah hampir seminggu ini Pak Yanto cuti sehingga tidak ada sopir di rumah yang bisa mengantarnya kemanapun.

"Belum non, karena anak Pak Yanto mau nikah" jawab Bik nah.

"Oh gitu ya, Bik aku bingung nih mau berangkat ke sekolah pake apa. Bibi ada solusi nggak selain bis atau angkot" ucap Jihan meminta saran pada Bik nah.

"Naik taksi aja non"

"Oh iya ya, kok gue nggak kepikiran. Jihan dodol Jihan dodol" Jihan menepuk-nepuk jidatnya sendiri. Kenapa dia tidak kepikiran taksi, malah dia berniat bolos dasar ..

°°°°°

Bara duduk di kantin kodim, menerawang entah kemana.

Seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat di kepalanya saat ini.

"Loh Bara kok udah disini aja?Kamu nggak jadi ijin hari ini Bar?" tanya Serma Agus salah satu rekan Bara yang ada di kodim.

" nggak Bang," jawab Bara singkat.

"Kenapa?"

"Nggak papa bang, pengen dinas saja,"

"Oh, ya sudah kalau begitu ya Bar saya mau ke sana dulu" ucap Serma Agus lalu pergi meninggalkan Bara.

Sebenarnya Bara hari ini berniat untuk ijin sehari, dia akan mengajak Jihan ke Bogor ke batalyonnya dulu mengambil sesuatu yang tertinggal di sana. Alasannya mengajak Jihan pasti anak itu bakal senang kalau ke sana.

Tapi niatnya itu ia urungkan, saat ia ingat apa yang ia lakukan semalam. Bagaimana bisa ia tidur di pangkuan Jihan membuatnya merasa canggung sendiri saat akan bertemu Jihan.

Dan entah pikirannya dimana kenapa di bisa seperti itu, serta kenapa gadis mungil itu selalu saja terbayang di pikirannya akhir-akhir ini.

"Lebih baik beberapa hari ini aku menghindar saja dari Jihan"

"Benar, aku harus menghindar darinya" ucap Bara pada dirinya sendiri.

"Lah ganteng-ganteng ngelamun Danunit" ucap Dika mengagetkan Bara yang menatap kearah lain.

"Kamu apaan sih Dik," tegur Bara

"Habisnya bang Bara ngelamun sendiri, "

"Ngelamunin apa sih bang?ngelamunin cewek? kenalin dong bang ke saya siapa tahu nyangkut ke saya tuh cewek" canda Dika memperhatikan Bara.

Bara mengabaikan saja ucapan Dika barusan, ia memilih untuk menyendok kan makanan yang ada di depan ke mulutnya.

Mulutnya mengunyah tapi pikirannya saat ini masih tertuju pada Jihan. Dan dia baru ingat bahwa dia kemarin bilang di depan teman gadis itu ia yang akan mengantar gadis itu ke sekolah. Kenapa dia bisa lupa?Lalu Jihan berangkat sekolah naik apa?Kalau naik angkot atau bis bagaimana kalau ia kecopetan lagi.

Pikiran yang macam-macam sekarang malah bergelayutan di kepala Bara, niatnya tadi berangkat Pagi-pagi karena untuk menghindari gadis itu, eh sekarang malah ia menjadi khawatir sendiri dengan gadis tersebut. Dia kan berangkat sekolah bersama siapa,..

Langsung saja Bara mengambil Hpnya di meja. Hendak menghubungi Jihan. Tapi niatannya itu ia urungkan,

Lalu ia melihat kearah Dika sekilas yang sedang makan di depannya.

"Dik, saya boleh minta tolong nggak sama kamu?" ucap Bara pada Dika.

"Apa bang?" Dika menatap Bara penasaran.

"Tolong, kamu kirim pesan ke nomor ini. Dia sudah berangkat sekolah belum" suruh Bara memperlihatkan nomor Jihan pada Dika.

"Jihan.." baca Dika di layar Hp Bara.

"Kenapa bang Bara nyuruh saya.?ogah ah bang takut saya. Jihan itu adiknya bang Banu kan?Gacil galak itu kan?Ogah bang, abang sendiri saja" tolak Dika melanjutkan kembali makannya.

"Kenapa bukan abang sendiri sih yang kirim pesan" ucapnya lagi memperhatikan sang senior.

Bara hanya diam, mengambil Hpnya ragu lalu, mengetikkan sesuatu di sana entah apa yang ia ketikan dan untuk siapa pesan itu.

°°°

T.B.C

1
sis fauzan
teman Kakaku adalah kekasih adikku🤭
Yulia
sabar ya Jihan udah jadi resiko ibu Persi gak boleh manja kan udah di jelasin saat mau pengajuan nikah kantor harus siap di tinggal tugas dalam kondisi apapun
Yulia
visual Jihan Made in indo saja KK...jgn Korea gak seru
Yulia
gua curiga nih..jagan2 pas mau nikah kantor Sonia muncul bikin galau bara ...mkn itu konflik dari novel ini
Yulia
aku suka novel ini walaupun aku terluka karena mengingat kan ku dengan mantan terindah ku yg juga seorang tentara
Yulia
keren bgt novel Nya
Yulia
duh jihannn gak ada jaim jaim nya bikin malu
Shantyka Kusuma
audio nya dong Thor please
Nuy
Kayanya anak fahrul dea deh 🤭🤭🤭
Nuy
Udh gede punya adik kebayang 😅😅🤣🤣🤣
Nuy
Kucu benget kebayang udh remana punya adik
I Made Budi Prayoga
sama aku juga penasaran nih gimana ceritanya Galbara sama Sonia, kasih gambaran sedikit aja
RahmaWati S Haruna
Luar biasa
timbuljaya
azka mirip Dika
timbuljaya
cembokur niiiiy...eeeett dah Bara yaaa.
timbuljaya
ujian mendekati pernikahan. mantan
muncul
timbuljaya
dan akhirnya Bara pun nanti jg cinta bangetz sm Jihan. sayang bangetz...bahagia
timbuljaya
hadir lg thor...niy kedua kalinya baca tetap aja gk bosen.
Yuli Haryati
semangat
Cerlia Wati
nunggu kisah Alvar di novel selanjutnya apa nih judulnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!