NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Pulang ke Italia dengan Hati yang Berat

Pagi itu, langit London masih tertutup awan kelabu. Rintik hujan tipis mulai turun, membasahi jalanan di sekitar hotel. Sarah sudah bangun sejak pukul enam. Ia belum bisa tidur nyenyak semalaman, karena pikirannya masih dipenuhi dengan pertemuan dengan Violet.

"Violet," batin Sarah. "Dia sangat cantik, dan dia punya sejarah dengan Samudra."

Sarah menghela napas, lalu berjalan ke jendela. Pemandangan London yang biasanya indah, kini terasa agak suram. Ia mencoba menenangkan hatinya, tapi ada rasa cemas yang menggelitik.

Beberapa menit kemudian, ia mendengar suara ketukan di pintu. Sarah membuka pintu, dan Samudra sudah berdiri di sana, dengan kemeja putih dan jaket hitam.

"Selamat pagi, Sarah. Kita harus bersiap. Penerbangan kita pukul sepuluh," ujar Samudra.

"Selamat pagi, Pak. Saya sudah siap," jawab Sarah.

Samudra menatap Sarah, dan melihat ada sedikit kesedihan di matanya. "Apa yang mengganggumu, Sarah? Kamu terlihat tidak bersemangat."

Sarah menggeleng. "Tidak ada, Pak. Saya hanya... sedikit lelah."

Samudra tidak memaksa. Ia hanya tersenyum, lalu membantu Sarah membawa koper.

Mereka berdua turun ke lobi hotel, dan mobil yang sudah disediakan membawa mereka menuju Bandara Heathrow. Perjalanan menuju bandara berlangsung sekitar 45 menit. Sarah hanya diam, menatap pemandangan London yang semakin menjauh.

Samudra sesekali menatap Sarah, tapi ia memilih untuk tidak bertanya lebih banyak. Ia tahu bahwa Sarah sedang berjuang dengan perasaannya sendiri.

Sesampainya di bandara, mereka melewati proses check-in dan imigrasi dengan lancar. Samudra sudah memesan tiket kelas bisnis, sehingga mereka bisa memasuki lounge prioritas.

Di lounge, Sarah duduk di kursi yang nyaman, menyesap teh hangat. Samudra duduk di sebelahnya, lalu membuka tabletnya.

"Sarah, aku ingin berbicara tentang Violet," ujar Samudra tiba-tiba.

Sarah menatap Samudra. "Ada apa, Pak?"

"Aku tahu kamu masih memikirkan pertemuannya kemarin," ujar Samudra. "Aku ingin kamu tahu bahwa aku sudah benar-benar melupakannya. Itu sudah lama sekali, dan tidak ada lagi perasaan di sana."

Sarah menatap Samudra. "Pak, aku tidak meragukan Bapak. Tapi aku hanya... takut. Violet sangat cantik dan terkenal. Bapak mungkin memiliki masa lalu yang indah dengannya."

Samudra menghela napas. "Masa lalu itu memang indah, tapi hanya masa lalu. Sekarang, yang ada di hatiku hanya kamu, Sarah. Dan juga bayi ini."

Sarah tersenyum tipis. "Terima kasih, Pak. Itu membuatku merasa lebih tenang."

Samudra meraih tangan Sarah. "Aku akan selalu jujur padamu. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, termasuk Violet, mengganggu hubungan kita."

Sarah mengangguk, dan perasaannya mulai membaik.

Beberapa menit kemudian, pengumuman penerbangan mereka dipanggil. Mereka berjalan menuju pintu boarding, dan masuk ke dalam pesawat. Kursi kelas bisnis sangat luas dan nyaman, dan Sarah duduk di dekat jendela, sedangkan Samudra duduk di sebelahnya.

Pesawat lepas landas dengan mulus. Sarah menatap London yang semakin kecil dari atas awan, dan ia tersenyum.

"Kita akan pulang, Pak," ujar Sarah.

"Ya, kita pulang ke Italia. Rumah kita," jawab Samudra.

Sarah menatap Samudra. "Rumah kita?"

Samudra tersenyum. "Ya, mansion itu adalah rumahmu juga, Sarah. Selama kamu mau, itu akan menjadi rumahmu."

Sarah merasa hangat mendengar itu. Ia menatap Samudra, dan tersenyum.

Penerbangan menuju Milan berlangsung sekitar dua jam. Samudra sesekali menatap Sarah, memastikan ia baik-baik saja. Sarah sesekali tidur, dan Samudra menutupinya dengan selimut tipis.

Saat pesawat mendarat di Bandara Malpensa, Milan, Sarah membuka matanya. Pemandangan Italia yang indah terlihat dari jendela.

"Kita sudah sampai, Pak," ujar Sarah.

"Ya, kita sudah pulang," jawab Samudra.

Mereka turun dari pesawat, dan Felix sudah menunggu di pintu kedatangan. Felix tersenyum melihat mereka berdua.

"Selamat datang kembali, Bos, Sarah. Bagaimana perjalanannya?" tanya Felix.

"Sangat menyenangkan," jawab Sarah.

Felix membantu membawa koper, dan mereka berjalan menuju mobil. Saat mereka masuk ke dalam mobil, Sarah menatap ke luar jendela, melihat kota Milan yang familiar.

"Rasanya senang bisa pulang," ujar Sarah.

"Kamu pasti senang, bisa istirahat di mansion," jawab Samudra.

Mereka melaju menuju mansion Samudra. Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit. Sepanjang perjalanan, Sarah dan Samudra berbincang ringan.

Sesampainya di mansion, Yola sudah menunggu di depan pintu. Ia tersenyum lebar melihat Sarah.

"Selamat datang kembali, Sarah! Bagaimana perjalanannya?" tanya Yola.

"Sangat menyenangkan, Yola. Aku sangat senang bisa kembali ke sini," jawab Sarah.

Yola membantu Sarah membawa koper ke kamarnya. Sarah masuk ke kamar, dan merasakan kenyamanan yang hilang selama di London.

Ia berbaring di tempat tidur, dan tersenyum.

"Ini rumahku," bisiknya. "Dan aku tidak akan pergi."

Malam itu, Samudra dan Sarah makan malam bersama di ruang makan mansion. Suasana terasa sangat hangat.

"Sarah, aku ingin bilang sesuatu," ujar Samudra di sela-sela makan malam.

"Apa itu, Pak?"

"Aku sangat senang kamu ada di sini. Dan aku berharap, kita bisa terus bersama," ujar Samudra.

Sarah tersenyum. "Aku juga senang, Pak. Dan aku berharap, Violet tidak akan mengganggu hubungan kita lagi."

Samudra tersenyum. "Tidak, dia tidak akan. Aku akan memastikan itu."

Mereka melanjutkan makan malam dengan tenang, dan Sarah merasa bahwa hidupnya telah menemukan tempat yang tepat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!