Perjuangan Shella, seorang gadis yang tegar kuat dan sabar dalam menggapai impiannya, dimana sejak menduduki bangku SMP harus menerima kenyataan dan harus dihadapi masalah yang bertubi-tubi, sampai akhirnya ia harus kehilangan satu persatu orang yang dia sayangi, namun hal tersebut tak mematahkan semangatnya karena ia yakin suatu saat suara air mata akan berubah jadi nyanyian kehidupan yang indah lagi merdu.
novel ini akan update setiap hari
jadi jangan sampai ketinggalan setiap episodenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frishella welly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Esoknya
Hari ini kebetulan aku tidak ada jadwal mengajar private Thalia, jadi hari ini ku putuskan untuk hari khusus beres-beres rumah, karena sejak punya kesibukan baru, rumah ini terasa agak berantakan. Setelah memasak nasi dan ayam goreng untuk makanan hari ini. aku merapikan kamar dan beberapa pakaian di lemari. Tiba-tiba aku teringat akan surat dari ibu, ku ambil lagi amplop biru tersebut. Kemudian ku baca lagi setiap kata - kata yang tertulis disana. Tanpa ku sadari akhirnya butiran air mata telah jatuh membasahi pipi ini.
"ibu..." lamunanku mengantarkan aku di waktu ibu masih ada, bagaimana disaat keluargaku masih lengkap. Canda tawa Ayu, ibu dan Bapak.. ah rasanya semua itu cepat berlalu. sekarang ibu dan Bapak sudah tiada, sementara Ayu... ia sudah bahagia dengan keluarga yang sesungguhnya. Saat ini aku tinggal seorang diri, tiada orang tua maupun sanak saudara yang menemani. Ku perhatikan lagi dengan seksama alamat yang sengaja ditulis ibu, disana selain tertulis alamat orang tua kandungku, ternyata ada sebuah nama Ny. Teresia dan Tn. Kevin.
"kenapa aku baru melihatnya sekarang?" kalimat tersebut menyadarkan aku dari lamunanku saat itu. "bagaimana rupanya wajah kedua orang tua kandungku? aku ingin sekali berjumpa dengan mereka" gumamku sambil merebahkan tubuhku ke atas ranjang, hingga tanpa disadari aku pun tertidur.
*dirumah Mami Cathlin
Siang itu mami Cathlin terlihat sedang sibuk memasak di dapur bersama pembantunya. Thalia juga sedang asyik menonton tv di ruang keluarga, sementara Ardian tengah sibuk membaca sebuah buku di sofa ruang tamu. Lalu Hendrick masih saja betah dikamarnya.
"Mam, kak Shella hari ini kok nggak datang ya ma?" tanya Thalia pada maminya yang sedang sibuk memotong sayur.
"kan, hari ini kamu nggak ada jadwal belajarnya lia. Sesekali dia juga butuh hari libur" jawab wanita 43 tahun itu.
"mami punya nomer telvonnya kak Shella nggak mam? Thalia pengen banger ngomong sama kak Shella"
"Shella kan belum punya Handphone sayang.. tunggu besok aja, besok pasti dia kesini"
"yaaaaachhh mami gimana sih... Lia kan bosen dirumah nggak ada temen, coba kalau ada kak Shella pasti seru"
"sabar sayang, ngomong-ngomong Ardian tadi kemana? kok suaranya nggak kedengeran?" tanya Mami Cathlin menghentikan pekerjaannya dan meminta pembantu untu menyelesaikannya.
"tuh.. kak Ardian lagi sibuk ketawa sendiri sama buku" ujar Thalia sambil menunjuk kearah Ardian.
"Ya ampun Ardian... sejak kapan kamu jadi suka membaca buku begini?" kata Mami Cathlin mengejutkan anak laki-lakinya yang sedang asyik membaca tersebut.
"sejak ketemu Shella mam" jawab Ardian spontan pada maminya itu.
"What?" tanya wanita itu sambil membelalakan matanya.
"kak Ardian sebenarnya udah lamaaaaaa banget suka sama kak Shella ma" timpal Thalia.
"heh bocah.. jangan ngebacot napa" seru Ardian pada adik bungsunya itu.
"Are you seriously Ardian? you like she?" tanya Mami Cathlin.
"udah lah kak.. jujur aja sama mami napa" tambah Thalia beranjak dari duduknya dan berdiri disamping mami.
"diam kamu.. bocah" seru Ardian.
"Ardian, mami tidak marah kamu suka sama Shella.. jawab pertanyaan mami, kamu suka dengan Shella?"
"mmm... iya mam, sejak jaman kelas 2 SMP sampai sekarang" jawab Ardian.
"oh my god, pantesan aja kamu sekarang jadi berubah.. rupanya anak ganteng mami lagi jatuh cinta " kata mami Cathlin. Ardian hanya tersenyum dan Thalia tertawa bahagia mendengar pengakuan kakaknya itu. Memang sejak dulu Thalia lah yang selalu setia mendengarkan curhatannya. Berbeda dengan Hendrick yang terkesan lebih jutek, arogan dan masa bodoh dengan apa yang dilakukan adik-adiknya.
Shella sama Azka saja, karena Azka tau kelakuannya si Hendrick
Dasar Veral sundel bolong gatal.
Jadi Shella pusing juga ya, jadi incaran cowok2 tajir dan tampan, saya dukung Azka kalau Hendrick sampai khianati Shella
Atau jgn2 Sinta dan Andrew kerja sama buat hancurkan Hendrick dan Shella ya
Tapi Hendrick orang yang sok jual mahal, mau tapi pura2.
Sementara Ardian orang nya asyik dan terbuka, tidak munafik kayak KK nya Hendrick