(Sedang direvisi)
Seorang gadis bernama Miranda memiliki rasa trauma dengan yang namanya kaum pria sejak dia berumur 10 tahun. Didepan matanya dia melihat bagaimana papanya dan Tantenya sendiri melakukan hubungan intim didepan mamanya dan dirinya.
Mamanya berjuang sendiri untuk menyembuhkan traumanya sejak mereka keluar dari rumah mereka. Sejak dari kejadian itu dia mulai membatasi dirinya dengan yang namanya pria. Dia menutup dirinya dan merubah dirinya jadi wanita yang jelek dan culun supaya tidak ada pria yang tertarik dengan dirinya.
Siapakah yang dapat memberikan cinta untuk Miranda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuatir
Kini Miranda dan Felix langsung saling memandang. Miranda bisa jelas dari mata Felix kalau Felix tampak sangat kuatir. Entah kenapa rasanya hatinya sangat hangat dengan memandang Felix.
"Ra, apa boleh kakak minta permohonan?" tanya Felix, Miranda langsung mengangguk kepalanya dengan cepat.
"Kakak mau mulai hari ini kamu akan tinggal di rumah kakak! Kakak, takut mereka akan datang lagi!" ucap Felix.
"Tapi..." Miranda sangat ragu untuk tinggal di rumah Felix.
"Ku mohon, Ra! Aku tidak sanggup melihat mu dalam bahaya lagi seperti tadi! Hanya sampai pihak kepolisian menangkap mereka!" ucap Felix dengan sambil mengelus pipi Miranda dengan lembut.
"Baiklah! Hanya sampai mereka ditangkap!" ucap Miranda.
Mendengar jawaban Miranda membuat Felix dengan refleks memeluk Miranda dengan bahagia. Miranda yang dapat pelukan dari Felix tampak langsung tersenyum, dia juga merasa tubuhnya seperti tidak menolak. Biasanya tubuhnya akan langsung beraksi mendapatkan pelukan dari orang lain. Tapi, saat ini ketika Felix dan Mike memeluknya tubuhnya seperti tidak menolak.
"Apa aku sudah sembuh?" gumam Miranda dalam hati.
Dia berharap kalau itu pertanda dia sudah sembuh dari rasa traumanya.
***
Seperti yang disepakati Miranda menginap di rumah Felix, karena Felix yakin mereka akan datang kembali. Felix juga sudah memberi tahu pada Mike kalau Miranda akan tinggal di rumahnya.
Tadi sore setelah infus Miranda dan Roni sudah habis, mereka sudah diperbolehkan pulang.
"Kak, dimana Tante dan om?" tanya Miranda karena melihat rumah yang tampak sepi, mereka hanya disambut oleh pembantu rumah saja.
"Mereka pergi ke luar kota, ada yang mau diurus di perusahaan!" Ucap Felix dengan tersenyum
"Bi, apa kamarnya sudah dipersiapkan?" tanya Felix pada pembantunya.
"Sudah, den!"
"Ra, ayo ke atas! Kakak akan tunjukkan kamar kamu!" ucap Felix.
Mereka pun langsung naik keatas. Sesampainya di atas, Felix langsung membuka pintu kamar yang disediakan untuk Miranda.
"Silahkan masuk Ra! Ini kamar mu! Kamu istirahat saja dulu! Kalau ada perlu apa-apa kamu bisa panggil kakak! Kamar kakak ada disebelah!" ucap Felix.
"Terimakasih kak!" ucap Miranda dengan tulus. Miranda teringat dengan pakaiannya dan buku-buku yang harus digunakannya untuk mengajar.
"Kak, apa bisa kakak membantu ku?" tanya Miranda dengan ragu sebelum Felix keluar dari kamar.
"Tentu saja bisa! Apa yang perlu aku kakak bantu?" tanya Felix.
"Aku mau ambil baju-baju ku dan buku-buku ku dirumah! Apa kakak bisa bantu?" tanya Miranda.
"Bo..." Felix ingin menjawab Miranda, tapi langsung berhenti karena mendengar teriakkan suara menyebut nama Miranda.
"Anda!" teriak Mike setelah masuk kedalam.
"Bukankah itu suara Kak Mike?" tanya Miranda dengan bingung sambil menatap Felix.
"Sepertinya!" jawab Felix.
Mike langsung masuk ke dalam kamar Miranda dengan wajah yang kuatir, dia bisa langsung tahu kamar Miranda karena diberi tahu oleh pembantu rumah tangga Felix.
"Anda!" Mike langsung memeluk Miranda.
"Kak, kenapa bisa disini?" tanya Miranda yang masih bingung. Mike langsung melepaskan pelukannya.
"Tentu saja melihat mu! Apa ada yang terluka?" tanya Mike dengan cepat sambil menatap Miranda. Ketika melihat perban di kening Miranda membuat Mike langsung sedih. Dia mengelus perban dikening Miranda dengan lembut.
"Maaf!" ucap Mike dengan tulus.
"Kenapa harus minta maaf, kak? Ini bukan kakak yang salah! Kakak kemari langsung kemari karena mendengar ku terluka?" Mike langsung mengangguk kepalanya.
"Terimakasih sudah mengkuatirkan ku! Tapi, papa dan yang lainnya tidak ada yang tahu kan?"
"Tidak!"
"Syukurlah! Jangan pernah memberi tahu mereka!" ucap Miranda. Mike hanya mengangguk kepalanya saja, dia tidak ingin bertanya alasan kenapa Miranda melarangnya.
"Mike, kamu bisa istirahat di kamar sebelah Mira! Dan untuk baju mu, kamu bisa pakai baju ku dulu!" ucap Felix yang berdiri tidak jauh dari Mike dan Miranda sambil melipatkan tangannya di dadanya. Melihat bagaimana kuatir Mike pada Miranda, Felix mengerti dengan Mike.
"Ra, lebih sekarang kita ambil baju dan buku-buku mu sekarang! Biar bisa kamu langsung istirahat!" ucap Felix.
"Baik, kak!" jawab Miranda
"Aku ikut!" ucap Mike tiba-tiba.
"Ya, sudah kita gerak sekarang!" ucap Felix.
***
Dery dan Soni kini berada di rumah sewaan mereka untuk bersembunyi. Karena mereka gagal membuat mereka sangat kesal, apalagi mereka telah habis dimarahi sama bos mereka.
"Bos, lebih baik sekarang kita tunda dulu untuk menculik perempuan itu! Tadi saya dapat telepon, ada orang dari kota ingin membeli barang kita?" ucap Soni.
"Baiklah! Berapa yang mereka mau? Dan apa mereka tahu biayanya?"
"Cukup besar bos! 10 kg! Mereka sudah tahu bos!" ucap Soni dengan tersenyum.
"Baiklah! Kamu cari tempat yang aman!" ucap Dery dengan tersenyum.
***
Setelah mengambil keperluan Miranda, Miranda langsung membersihkan dirinya. Begitu juga Felix dan Mike juga membersihkan diri mereka.
Mereka keluar dari kamar disaat pembantu rumah tangga Felix memanggil mereka untuk makan malam.
"Ra, apa kamu yakin masih mau tinggal disini?" tanya Mike ketika mereka sedang menikmati menonton TV di ruang tengah.
"Em....!" jawab Miranda dengan singkat.
"Tenang saja! Aku yang akan menjaganya!" ucap Felix.
"Baiklah! Aku serahkan adikku!" jawab Mike.
*****