hai,,,,hai,,,author datang lagi menyapa dengan karya yang kelima, maaf jika masih banyak terdapat typo-typo.
Gimana ceritanya jika gadis yang dijodohkan denganmu merupakan salah satu mahasiswi di kampusmu dan ternyata gadis yang selama ini menghuni hatimu??? apakah gadis tersebut juga akan mencintaimu???akankah berakhir bahagia ????
penasaran????yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin MangaToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi penulis, tidak mewakili MangaToon sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28
happy reading.💞💞💞
drrrtt drrrtt drrrtt
"Ya bunda,,,,tumben menelpon malam-malam.". tanya Gladis setelah menggeser tombol hijau pada ponselnya
"Sayang, kamu pulang ya,,,,ayah disuruh istirahat total oleh dokter, perusahaan membutuhkanmu.". kata Afiyah dengan nada sedih dan khawatir
"Jangan khawatir bunda, aku akan pulang malam ini, minta tolong pak Ujang menjemputku ". ujar Gladis segera menutup telpon
Gladis segera menyiapkan perlengkapan Shakeel sambil berusaha menelpon Shinta
"Halo mbak Shinta,,,tolong dong carikan tiket penerbangan ke Jakarta malam ini, tapi jangan bilang-bilang kalo ada yang nanya ". kata Gladis yang segera menelpon Shinta setelah menutup telpon bundanya
"Baik bu,,,,segera saya carikan ". kata Shinta.
Setelah Gladis mengganti baju tidurnya dan berpakaian rapi serta memakaikan jaket pada Shakeel yang masih tertidur, sambil menunggu kabar dari Shinta.
tok tok tok
Ceklek
"Shinta???dengan siapa kamu tengah malam begini???". tanya Gladis melihat Shinta didepan pintu
"Saya sama Reza yang akan mengantar ibu ke bandara dan ini tiketnya bu " jawab Shinta disusul Reza yang segera mengangkat koper Gladis.
"Terima kasih, Shinta,,,,sebentar aku gendong Shakeel dulu,.takutnya kalo dibangunkan nanti rewel dan mengganggu penghuni yang lain." kata Gladis sambil mengangkat anaknya
Mereka pun kemudian menuju bandara karena tiket yang didapat Shinta adalah penerbangan terakhir jam 22.50 waktu setempat.
Didalam pesawat yang akan membawa mereka ke Jakarta , Gladis merasa sangat khawatir pada kesehatan ayahnya yang tiba-tiba disuruh istirahat membuatnya tak bisa tenang hingga Shakeel terbangun.
"Mommy ??? dimana ???" tanya Shakeel dengan mata masih setengah terbuka
"Kita dipesawat sayang,,,,kita akan kerumah nenek ". jawab Gladis sambil memeluk erat anaknya
"Horeee,,,,,Shakeel akan main sama nenek dan kakek. " teriak Shakeel kegirangan
"Sssttt ,,,, jangan ribut sayang, nanti penumpang yang lain terganggu kalo Shakeel berteriak, sekarang anak mommy bobo lagi ya, biar cepat sampai". kata Gladis berbisik
Gladis bersyukur Shakeel tumbuh menjadi anak yang penurut dan tak pernah menyusahkan dirinya, wajah Shakeel sangat mirip dengan Khalil membuatnya terkadang ingin memberitahukan jika ada malaikat kecil yang terlahir dari benihnya.
'5 tahun bukan waktu yang singkat bagi seorang laki-laki untuk menikah lagi. Yang terpenting saat ini Shakeel bisa tumbuh dengan sehat dan tak kekurangan, semoga kelak aku dapat menemukan seseorang yang bisa menerimaku dan Shakeel' batin Gladis dalam lamunannya
Pengumuman dari pramugari bahwa pesawat yang mereka tumpangi akan segera mendarat di bandara Soekarno Hatta membuyarkan lamunan Gladis.
'aku harus siap apapun yang terjadi, aku akan memulai hidup baru dengan mengambil alih tanggung jawab ayah '. batin Gladis dengan menghirup udara Jakarta dalam-dalam.
Penerbangan selama 2 jam 5 menit berakhir di bandara internasional Soekarno Hatta dan kini mereka telah berada didalam mobil yang dikemudikan oleh pak Ujang menuju ke rumah Manaf, Shakeel yang sejak turun dari pesawat sudah bangun tak henti-hentinya bertanya pada pak Ujang.
Tiba di rumah mewahnya Gladis kemudian menghampiri dan memeluk Afiyah dengan erat.
"Bunda,,,,kenapa masih terjaga tengah malam begini???" tanya Gladis memeluk Afiyah dengan sangat erat. Rasa hangat menyeruak dari dalam dadanya membuat matanya menghangat
"Nenek,,,,Shakeel rindu ". terdengar suara khas anak kecil diantara mereka.
"Wah,,,cucu nenek sudah besar, gagah dan pintar ". ujar Afiyah menundukkan badan agar tubuh mereka sejajar.
"Iya dong nek, kan Shakeel harus jaga mommy ". balas Shakeel layaknya orang dewasa.
"Khalil belum tau sama sekali???" tanya Afiyah menatap sendu putrinya
"Jangan sekarang bunda,,,,,aku ingin istirahat dulu " ujar Gladis mengelak.
"Shakeel bobo sama nenek atau sama mommy???" tanya Afiyah pada cucunya
"Bobo sama mommy, nek,,,," jawab Shakeel sambil memegang tangan Gladis. Sejak lahir hingga berumur 5 tahun, Shakeel tak pernah pisah dengan Gladis. Sebagai mommy dan sekaligus daddy membuat Shakeel tak pernah menanyakan keberadaan daddynya.
Gladis kerap kali memperlihatkan foto Khalil pada Shakeel karena bagaimanapun anaknya harus mengetahui jika dia mempunyai daddy, tapi Shakeel hanya menatap saja tanpa bertanya padahal mengingat usianya yang sudah 5 tahun dimana anak-anak seusianya rasa ingin tahunya sangat besar, membuat Gladis menghentikan usahanya.
"Sayang,,,kita bobo lagi, yuk". ajak Gladis ketika memasuki kamarnya yang masih terawat dengan baik
Tanpa menjawab, Shakeel segera naik ketempat tidur dan langsung terlelap. Berbeda dengan Gladis walaupun rasa lelahnya tak dapat diajak kompromi namun matanya tak bisa dipejamkan.
Gladis lalu menghampiri dan mengambil foto kebersamaannya dengan Serena sahabat baiknya sekaligus mantan adik iparnya kemudian berbaring disamping anaknya sambil tersenyum mengingat masa-masa manis yang mereka lalui bersama.
Tak terasa Gladis pun memejamkan matanya dan terlena bersama Shakeel menyebrangi dunia mimpi mereka yang berbeda dan berharap kelak mimpi mereka akan menjadi kenyataan.
Jam terus berputar hingga pagi yang cerah menyapa penduduk bumi yang masih terlelap dengan dunia mereka. Karena kelelahan atau karena rasa nyaman bisa tidur kembali dikasurnya yang telah lama ditinggalkan membuat Gladis tak merasa terganggu dengan sinar matahari yang mengintipnya dari balik jendela.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
moon maaf,.kali ini up-nya agak pendek.🙏🙏✌️✌️
jangan lupa votenya, ya 😀😀😀
salam.hangat selalu dari author