Yelin adalah seorang gadis muda yang bekerja sebagai dayang di kerajaan naga.
iya selalu menghabiskan hari-harinya sebagai gadis yang selalu riang dan baik hati.
Namun saat kaisar kerajaan naga merusak hidupnya bersama para pejabat tingginya, hal itu membuat hidup yelin menjadi rusak.
tubuh suci seorang gadis telah dirusak oleh kaisar wang Kaisar paling biadab dari kerajaan naga.
Keinginan yelin hanyalah satu, ingin mati secepatnya. karena ia tidak ingin noda yang telah diberikan oleh sang Kaisar terus menggerogoti hatinya.
Hingga ia harus terjun ke jurang dan diselamatkan oleh seorang guru besar
yang memberinya bekal untuk membalaskan dendam ya.
Hanya satu tujuan yelin, ia ingin membalas semua kekejaman dan ketidak berdayaan Nya kepada seluruh orang yang telah menodainya. tak ada jalan untuk yerin kembali
Namun dia di pertemukan kepada seseorang pria dan yelin berharap pria itu akan selalu bersamanya.
namun apa yang terjadi, ternyata Pangeran Xing juga lebih memilih kekuasaan, hingga yelin di pertemukan dengan pangeran dari kerajaan Phoenix.
bagaimana kelanjutan kehidupan yelin.yuk di baca☺️☺️
mohon bijak dalam membaca cerita ini ya.. karena ini hanyalah sebuah karangan fiksi belaka 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kematian pengawal dan wanita malam jenderal Tao
Akhirnya nyonya meily, Putri Am be dan Putri Ang rai melihat kondisi jenderal Tao. hal itu hanya untuk bersandiwara agar mereka tidak dicurigai oleh jenderal Tao.
" apa yang terjadi tabib?." tanya nyonya meily kepada tabib itu.
" jenderal Tao terlalu banyak meminum obat perkasa nyonya." jawab sang tabib
" memang suamiku sering meminum obat itu, tapi tidak seperti ini hasilnya." jawab nyonya Melly yang berpura-pura.
" kemungkinan jenderal meminum obat itu melebihi dosisnya, hingga terjadi hal seperti ini." jawab sang tabib
" lalu apa yang akan terjadi dengan suamiku tabib?." tanya nyonya Meily.
sedangkan Putri Am bee dan Putri Ang rai berada di ruangan para wanita dan istri- istri jenderal Tao keadaan mereka sama menyedihkannya dengan jenderal Tao, mereka terus menggeliat saat melihat kaum pria seolah dahaga. mereka belum tersalurkan banyak pelayan laki-laki yang lari terbirit-birit dengan kelakuan para istri jenderal Tao.
" apa yang kau lakukan, kenapa kau berlari?." tanya putri am bee kepada pelayan itu.
" saya tidak mau di sana nyonya." jawab pelayan itu
" kenapa?." tanya Putri am bee
" para istri dan wanita itu terus menyerang kami semua dan mencoba melucuti pakaian kami!." seru pelayan laki-laki itu, dalam hati Putri Am bee dan Putri Ang rai ingin tertawa " lalu siapa yang akan merawat mereka?." tanya Putri Ang rai kepada pelayan laki-laki itu.
" sebaiknya dirawat oleh pelayan wanita saja nyonya, karena kami takut kalau mereka menyerang kami." jawab pelayan pria itu sesaat kemudian
Putri Ang rai menemukan ide licik di dalam pikirannya.
" Putri Am bee." guman Putri Ang rai ditelinga Putri Ambi
" ada apa Putri Ang rai?." tanya Putri am bee. " aku punya rencana." jawab Putri Ang rai. " rencana apa?." guman Putri am bee. akhirnya Putri Ang rai, menceritakan rencananya kepada putri am bee, Putri ambek ingin tertawa dengan rencana licik Putri Ang rai. namun dia juga ingin membalas sakit hatinya kepada para pengawal kepercayaan Jendral Tao. sesaat kemudian Putri Ang rai meminta pelayan wanita untuk memanggil pengawal kepercayaan jendral Tao, dengan alasan mereka tidak akan bisa mengatasi kekuatan para wanita itu. akhirnya para pelayan itu menganggukkan kepala dan memanggil para pengawal kepercayaan jenderal Tao. sesaat kemudian para pelayan wanita itu di minta putri Ang rai untuk menyingkir dari ruangan itu, saat para pengawal pria itu masuk ke dalam kamar para istri dan wanita penghibur Jendral Tao. betapa terkejutnya mereka saat mereka langsung diserang oleh para wanita itu teriakan mulai terdengar dari kamar itu kemudian Putri Am bee dengan segera meminta para pelayan mencari kayu untuk mengunci pintu itu. para pelayan wanita nampak bingung dengan kelakuan Putri Ang rai dan putri am bee, namun sesaat kemudian Putri Ang rai berbicara.
" anggap saja kita sedang membalas dendam kepada para pengawal bejat itu!." seru Putri Anggraini. akhirnya para pelayan itu tahu apa yang dimaksud oleh Putri Anggraini, mereka mengangguk sambil mendengarkan teriakan dari di luar kamar para istri dan wanita penghibur jenderal Tao. nampak terdengar suara jeritan kesakitan bukan jeritan desahan yang terdengar karena suara itu seolah meminta tolong untuk dilepaskan. tentu saja empat dari sepuluh orang itu itu pejantannya tidak bisa bereaksi karena diberikan racun pelumpuh syaraf oleh Putri Ang rai dan Putri Am bee sedangkan salah satunya itu nampak sudah berumur dan kelima orang yang belum diberi Putri Am bee racun itu diserang oleh para wanita itu hingga mereka tidak mampu melayani nafsu dari para wanita dan istri komandan jenderal tao.
" hahaha.. kita biarkan mereka menyelesaikannya hingga mereka mati." guman Putri Am bee, akhirnya para pelayan itu menempelkan telinganya di dinding kamar durjana itu. sesaat kemudian tidak ada teriakan yang keluar dari kamar itu, saat mereka masuk betapa mengenaskan nya melihat lima pengawal dari sepuluh pengawal jenderal Tao yg mengenaskan dengan alat **** yang mengeluarkan darah dan mulut yang mengeluarkan darah pula, entah apa yang dilakukan para wanita itu hingga membuat kelima pengawal itu mati secara mengenaskan dengan mata yang melotot. seolah ingin meminta tolong, sedangkan lima pengawal yang lain nampak tidak sadarkan diri seperti orang yang sekarat dan sepuluh wanita itu nampak kelelahan kemungkinan empat dari sepuluh wanita itu juga meninggal karena kelelahan. setelah percintaan dua hari tanpa henti.
" akhirnya pembalasan kita telah terlaksana." guman Putri Ang rai dan Putri Am bee serta para pelayan wanita, karena para pelayan itu juga adalah korban dari kebejatan sang jenderal serta pengawalnya nya.
makanya jangan panjang2 Thor
jd gantung kn
jelek dihina hina
enaklah kaisar Wang masih hidup belum mati
kapan ye Lin balas dendam sama kaisar wangi