NovelToon NovelToon
Please, Menikahlah Denganku!

Please, Menikahlah Denganku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:247
Nilai: 5
Nama Author: Nona Khansa

Aku tidak meminta banyak padamu, hanya satu hal. Menikahlah Denganku!

Cinta yang terpaut 2 tahun lebih tua dari Arhan, siapa bilang ia tidak bisa mendapatkannya? Ia bertekad pada dirinya, apapun yang terjadi Lula Khansa hanyalah miliknya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22-Kecemburuan

Semenjak kejadian pahit yang menimpa mereka berdua. Sejak hari itu dan detik itu juga baik Arhan ataupun Lula tidak pernah bertegur sapa sama sekali. Bahkan untuk sekedar menatap saja seakan sama-sama sombong dan tidak pernah saling mengenal.

Tapi, bukan berarti perasaan Arhan hilang begitu saja pada Lula. Semua itu tetap tidak akan mudah begitu saja. Orang-orang tidak tau saja, ia menyembunyikan wajah rapuhnya dan menunjukkan wajah baik-baik saja didepan semua orang. Padahal, jika malam sudah tiba, perasaan sakit karena tidak bisa memiliki itu akan muncul. Apalagi saat Arhan melihat kembali isi galeri yang masih tersimpan banyak sekali foto kenangannya bersama Lula.

Dan, bukan berarti Arhan juga akan menghentikan orang suruhannya untuk tidak lagi mengawasi cewek itu. Semua itu tetap berjalan lancar seperti sebelumnya. Namun bedanya mengawasi cewek itu hanya dari jarak jauh saja. Dan selama masa pengawasan juga, Arhan berpikir bahwa tidak ada yang janggal ataupun mencurigakan dari Lula namun sampai saat ini ia masih belum menemukan dengan jelas mengapa alasan cewek itu menolak cintanya. Yang jelas, Arhan tau sebenernya perasaan nya dan Lula itu sama-sama saling suka dan mencintai. Entah apa yang cewek itu sembunyikan darinya.

Selama tiga bulan lebih ia berusaha mati-matian untuk tidak menegur ataupun saling menatap dengan cewek itu. Bahkan untuk terlihat baik-baik saja, Arhan sampai rela dekat dengan teman sekelasnya yang bernama Anya. Seperti sekarang ini, mereka sedang makan dikantin bersama menikmati semangkuk mie ayam bakso yang sebelumnya sudah dipesan.

"Uhuk... Uhuk..." Anya memukul dadanya karena tersedak kuah mie ayam yang pedas itu.

Melihat Anya yang sedang tersedak, Arhan dengan sigap mengambil air mineral tidak membukakan tutup botol air mineral itu, lalu memberikannya pada Anya. "Gimana sih Anya." Ucapnya lalu segera memberikan botol itu.

Anya dengan sigap menerima air mineral yang Arhan berikan, lalu meneguknya dengan pelan untuk menghilangkan batuk dan rasa pedas di tenggorokannya.

Byurr....

Sementara ditempat yang tak jauh dari sana terlihat Aska yang sedang emosi dan langsung membentuk adik kelasnya.

"WOI JALAN PAKE MATA O_ON!." Bentak Aska tak terima. Bukan dirinya yang terkena tumpahan es teh, namun cewek disampingnya yang bernama Lula itu basah karena es teh yang tidak sengaja adik kelasnya tumpahkan hingga membuat rok yang Lula pakai jadi kotor.

"M-maaf kak .... Beneran enggak sengaja...." Ucap cowok itu dengan terbata-bata. Wajahnya benar-benar pucat pasi. Siapa yang tidak takut pada Aska? Cowok dingin yang keras kepala dan juga begitu kejam disekolah ini. Apalagi Aska adalah kakak tingkatnya.

Lula langsung menahan tangan Aska yang ingin memukul cowok itu. "Aska, dia enggak sengaja tau."

Aska menatap Lula dengan wajah yang masih menyelimuti nya. "La, liat rok Lo jadi basah, gara-gara orang ini." Jelasnya dengan nada lembut pada Lula.

"Ini cuman masalah sepele Aska. Udah ya kita pergi sekarang." Titahnya karena ia merasa malu dilihat banyak siswa siswi dikantin itu. Sumpah demi apapun Lula ingin segera menyelesaikan masalah ini. Lula menarik lengan Aska dengan kuat untuk segera pergi dari kantin.

Namun Aksa menahannya. Menatap kembali cowok yang tadi menabrak Lula dan membuat pakaian sekolah Lula menjadi basah. "Minta maaf sama dia!" Tukasnya dengan penuh perintah dan tidak dapat dibantah.

Cowok itu mengangguk cepat. "Kak, aku minta maaf ya, enggak sengaja tadi tumpahin es teh nya..." Pinta cowok itu dengan penuh penyesalan karena tidak berhati-hati saat membawa minumannya.

"Iya dimaafin." Jawab Lula cepat. "Udah ayo pergi!" Lula menarik lengan Aska lebih kuat lagi hingga mereka benar-benar pergi meninggalkan kantin itu menuju kantin dilantai atas. Niatnya Aska ingin mengajak Lula memakan dimsum malah hancur karena masalah sepele.

Anya dan Arhan melihat kejadian tersebut dengan seksama.

"So sweet banget deh cowok nya. Dia posesif banget ya Ar? Keliatan suka sama si cewek." Titah Anya yang merasa baper dengan kejadian tadi.

Jika Anya yang merasa bahagia dan baper, maka tidak dengan Arhan. Hatinya panas, sangat panas melihat kejadian tadi. Harusnya itu adalah tugasnya, bukan tugas cowok itu untuk melindungi Lula. Harusnya dirinya yang ada diposisi itu, bukan Aska. Ia cemburu, benar-benar cemburu setengah mati melihat kejadian tadi. Hingga sekarang saja hatinya masih terasa terbakar api matahari.

*****

*****

Lima bulan berlalu.....

Ini adalah waktu yang sangat tidak terasa. Demi apapun Lula masih tidak menyangka jika sebentar lagi ia akan lulus dari sekolah ini. Sekali lagi ia akan lulus .....

Hari ini adalah ujian praktek terakhirnya sebelum kelulusan. Lula menjalankan praktek itu dengan begitu baik dan gesit karena ia yang sebelumnya sudah belajar mati-matian untuk ulangan kelulusan itu.

Prok!

Lula bertos tangan dengan Aska karena berhasil mengerjakan praktek itu. Mereka kemudian tertawa kecil karena terasa begitu lega akhirnya selesai juga tahap terakhir ini.

"Baru kali ini gue ngerjain tugas kaya gampang banget." Ucap Aska pada Lula dengan perasaan bangga pada dirinya sendiri. Pasalnya ia masih tidak menyangka jika ia bisa mengerjakan praktek yang menurutnya sulit karena ya otaknya yang sedikit minim, namun dari awal ujian kelulusan rasanya seperti gampang saja. "Thanks ya ini semua berkat Lo." Aska tersenyum senang menatap Lula. Ya, karena cewek itu yang selalu meng-support nya dan tidak henti-hentinya mengajarkan dirinya untuk bisa ke tahap ini.

Lula tersenyum. Ia lalu membereskan alat praktik nya tadi. "Sama-sama." Jawab Lula kemudian. "Oh iya, lulus ini mau lanjut mana?."

"Kuliah di Dubai, bokap yang nyuruh gue kesana untuk ambil manajemen bisnis dan keuangan selama dua tahun, abis itu gue dipaksa suruh pimpin perusahaan ca bang nantinya." Ucap Aska lirih. Ia benar-benar sangat amat dipaksa oleh ayahnya untuk kuliah di Dubai, padahal ini bukanlah keinginannya.

Lula menghembuskan nafasnya pelan, menepuk pundak Aska beberapa kali. "Semangat ya! Kita ketemu di versi yang udah sama-sama sukses oke? Gue enggak sabar liat Lo pake jas keren nanti waktu mimpin perusahaan." Lula menyemangati Aska yang terlihat murung.

Aska tersenyum getir, mengangguk pelan. "Hehe... Oke deh, Lo baik-baik ya di Eropa. Gue seneng bisa kenal dan bisa sedekat ini sama Lo walaupun cuman just friend doang." Aska beralih menatap cewek itu. "Di Eropa Lo harus jadi orang yang sukses juga oke?."

Lula tersenyum lebar. "Pasti! Gue bakal tunjukin kalo gue sukses."

"Semoga tujuan utama Lo kesana juga tercapai ya, nanti gue nyusul Lo kalo gue main ke Eropa."

Lula mengangguk, tak terasa air matanya jatuh membasahi wajahnya. "Makasih udah dengerin keluh kesah gue ya Ka" Ucapnya kemudian. Ya, Aska sudah tau semuanya, tentang masalah-masalah hidupnya, tentang perasaannya pada Arhan, tenang tente Ghea yang meminta nya untuk menjauhi Arhan, dan tentang permintaan nya pada Tante Ghea untuk menguliahkan nya di Eropa, bahkan tujuan utamanya kesana juga Aska sudah mengetahuinya.

"Sama aja kali, gue juga sering curhat ke Lo."

Setelah selesai membereskan semuanya. Aska dan Lula pun keluar dari ruangan laboratorium tersebut untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!