"Ada banyak cara mencintai"
Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.
Apakah Edgar akan luluh?,
Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.
Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.
Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Siang, pukul 10.30. Helena ke rumah Edgar. Memakai celana jeans dan baju tanktop, disertai kardigan lengan panjang oversize. Rambutnya dicepol. Dia membawa Handphone dan tas rajut kecil untuk dompet.
"ting tung" Bel rumah Edgar, berbunyi. Helena sabar menunggu diluar. Sesekali dia juga agak was-was jika Dila memergokinya.
"Bukannya, siang? " tanya. Edgar. mengerutkan keningnya.
"Ini udah siang Uncle, matahari udah ada.. lumayan tinggi" jawab Helena tersenyum ke arah Edgar
"Masuk, saya siap-siap dulu" ucap Edgar. Lalu Helena berlari kecil menuju. Shofa.
"Uncle itu habis ngeloundry, pakaiannya sedikit basah? " tebak Helena
"Iya" jawab Edgar singkat, masih kaku dan dingin sesuai setel awalnya.
Mata. Edgar melihat kearah leher Helena yang terlihat.., saat Helena menoleh kearahnya Edgar langsung sadar
"Saya keatas" ucap Edgar
Helena di ruang tamu scroll media sosial, melihat story teman di kampusnya. Kakinya naik ke meja, reflek. Sambil menyanyikan reff lagu Ariana Grande Hate that I made you love me.
"Hate that I made you love me..
sorry if I made me me your type..
Yeah....I... I hate that I made you love
cause I barely tired
Yeah I... I.. "
Dia melihat status Dila
"miss my unyil.. ", menampilkan gambar keponakan Dila yang bernama Naykila, ada sedikit kemiripan dengan Dila terutama pada alis.
"Weekend produktive, 2:3.." Dion menampilkan story dengan gambar dia dan tema footsalnya berfoto bersama ala cowok futsal.
Beberapa dari mereka, Helena pernah berpapasan di kampus. Atau biasanya nongkrong bersama Dion di Cafe.
Dia Curious, Mamanya tak membuat status sejak hari kepergiannya ke luar kota. Biasanya beliau menyempatkan buat status.
Tak lama, ada sering telphone panggilan dari mamanya.
"Halo ma, Mama sehat? " tanya Helena
"Kita video call aja ya" ucap Mamanya
"Telphone biasa aja ma, Helena belum cantik ini" jawab Helena, padahal ia takut ketahuan bahwa sekarang ini berada di rumah Edgar.
"Mama pulang besok kayaknya atau lusa" terang Sandra
"Mama sama siapa disana?" tanya Helena
"Mama sama sekretaris mama. Kamu belanja bulanan kapan? ditemenin sama Dila? " tanya Sandra
"Ohh iya ma, Minta ditemenin Dila. Kan Dila ototnya keker biar bisa diminta bantuan buat angkat beras ma 20 kg" jawab Helena membuat ibunya tertawa akibat candaan Helena mengenai Dila.
Dila memang selain cegik juga punya otot kawat tulang besi, walau gak berotot kekar seperti yang dijelaskan Helena.
"Nanti ajak Dila makan ya, sama Nonton. Nanti mama tf uangnya" jelas Sandra
"Beneran ma.... aaa senangnya" Jawab Helena kegirangan karena di kasih jajan tambahaan buat nonton sama makan bareng Dila.
"Nanti malem, Ajak Dila lagi aja nginep ya Helena" Pinta mamanya terdengar khawatir
"Iya ma, tenang aja" jawab Helena
"Ma, bawa oleh-oleh yaa.. buat Helena sama Dila " pinta Helena dengan suara diimut-imutkan
"Helena-helena.. iyaa mama bawain" jawab Sandra tersenyum, geleng-geleng
"Bawa calon papa juga boleh ma hehe" lanjut Helena
"Iss... kamu ni suka banget ngegodain mama" jawab Sandra seolah-olah kesal dengan godaan Helena
"Udah dulu ya ma, mama jangan lupa minum vitamin terus nanti malem bobo mimpiin Helena" ucap Helena
"bye ma" lanjutnya
"bye sayang" jawab Sandra di seberang sana
*
*
*
Sementara Edgar shower sebentar, lalu mengenakan baju hitam lengan pendek dan celana jeans.
Setelah menyemprotkan parfum, dibberapa titik dipakaian. Edgar mengambil kunci mobil dan handphone lalu turun ke lantai dasar menemui gadis cerewet itu..
Helena sekarang masih duduk dengan salah satu kaki di meja, menyadari langkah sepatu Edgar. Helena langsung menurunkan kakinya. Helena lupa bahwa ini bukan rumahnya.
"Uncle wangi banget... " ucap Helena memuji wangi parfum Edgar
"Kita berangkat sekarang ya" ucap Edgar, tidak menanggapi pujian gadis itu.
Mereka berdua menaiki mobil Edgar berwarna hitam. Mobil itu melaju membawa mereka berdua ke super market langganan Helena.
Diperjalan, Helena mendengar lagu yang diputar oleh Edgar. Lagu Country road take me home.
We work
"Pria dewasa sukanya lagu beginian" pikirnya
Perjalanan mereka sekitar kurang dari 20 menit. Selama itu pula Edgar akan mendengarkan ocehan burung di sebelahnya.
"Ah lega banget udah weekend, Tapi senin bakal ketemu dosen killer" keluh Helena
"killer? " tanggapan edgar, dengan mata berfokus ke depan
"Iya, beberapa temenku dapet nilai jelek semester kemarin, paling tinggi 85 dimakulnya . Dia bilang kesempurnaan hanya milik Tuhan". Helena membayangkan betapa seramnya wajah si dosen
"Stree bangt kalau udahh mata kuliahnya, " lanjut Helena.
"Ikutin saja, apa permintaannya" ucap Edgar memberikan masukan
"Nah, itu. Dosennya itu maunya kita sepemikiran sama. beliau. Kita menyampaikan aspirasi juga mental.. uncle" lanjut Helena sedikit kesal
Edgar menoleh sekilas pada Helena, betapa menggemaskan wajah gadis itu mengoceh dengan pipi menggembul dan bibir yang sedikit monyong ke depan.
"Gawat.. little bird kelihatan imut" pikir Edgar, mencoba fokus pada jalan dengan telinga yang mulai memerah.
"thanks uncle udah mau dengerin ocehan Helena,
btw Helena kasian sama putih, hamil tanpa suami. Mungkin bentar lagi melahirkan" curhat Helena tentang kucingnya
"kemana suaminya? seharusnya bertanggung jawab" tanya Edgar yang bisa menanggapi sedikit lebih panjang karena sedang berada di lampu merah.
"Gak tau kemana uncle, kasian" jawab Helena
"Tapi tenang uncle, putih sekarang udah dirumah Helena. Kemungkinan anakny kembar tiga sih kayaknya sih, keliatan dari besar perut sama makannya lahap banget" jelas Helena
"Dia tinggal di rumah kamu sekarang? " tanya Edgar
"Iya uncle, nanti pas di supermarket Helena mau beliin putih makanan yang dia suka" jawab Helena
Edgar menatap kagum kearah Helena yang perrhatian dengan temannya, itulah yang ada dipikiran Edgar bahwa putih itu manusia, teman Helena yaang hamil dititinggal suami.
Helena menceritakan kampusnya, perihal dosennya yang killer, sampai ke perihal kucingnya yang hamil Si Putih, gak ada ayahnya.
Super Market "Monthly Mart"
Edgar memarkirkan mobilnya sesuai arahan kang parkir. Mereka membawa satu trolly untuk membawa barang belanjaan mereka. Mereka mencari barang dari lorong ke lorong supermarket. Posisi barang ternyata ada beberapa yang mengalami perubahan letak. Yang semula ada di lorong tiga beralih ke lorong lima, mungkin Super market sedang merapikan Management produk untuk memudahkan pelanggan.
Iya, Supermarket saingan mempermudah Helena sedikit lebih lama bersama Edgar mencari barang-barang itu. hehe
Helena membuka handphone, disitu ada list belanja bulanannya. Sedang Edgar hanya membeli beberapa saja sebab stok di rumahnya masih ada. Hanya membeli isi ulang pengharum ruangan, Pewangi pel dan plastik sampah.
Sedangkan Helena akan belanja cukup banyak, alat kebersihan, bumbu dapur, beras, buah dan sayur serta daging. Yang paling penting stok cemilan asin, manis, susu kotak kemasan dua liter dan Yogurts.
Saat sampai di lorong daging, dia membeli daging ikan untuk Putih
"syukurlah daging ikan ada jual disini" ucap Helena
"kamu suka ikan? " tanya Edgar
"nggak juga sih uncle, ini buat putih" jawab Helena
Edgar mengangguk sebagai respon.
mereka antri cukup lama karena awal bulan, apalagi pas saat weekend. Adalah waktu dimana para ibu rumah tangga belanja. Edgar dan Helena sudah seperti para suami dan istri yang berbelanja bersama.
Saat tiba giliran mereka kasir menanyakan apakah mereka membawa member card
"Ini kak" Helena menyerahkan member card super market
"mau cash atau cashless? " tanya Kakak itu
"Cash less" jawab Edgar dari belakang Helena.
"Wah, suami kakak siaga sekali" Kakak kasir tersenyum lalu memberikan kertas yang terdapat barcode untuk di scan.
"Terimaksih Kakak dan suami, selamat datang kembali" ucap kasir yang membuat Helena senyum-senyum.
Belanjaan Helena yang banyak, Edgar dengan sigap membantu menganggkat belanjaan yang sudah dimasukkan dalam Ruth bag besar. Aura lelaki dewasa Edgar semakin membuat Helena kecintaan, apalagi saat otot-otot Edgar mengeras saat mengangkat tas belanja ke bagasi mobil.
"Thanks uncle" ucap Helena tersenyum sesaat Setelah Edgar menutup bagasi
Saat berada di mobil Edgar bertanya pada Helena dia mau kemana lagi selanjutnya.
"Kamu ada mau kemana lagi ? " tanya Edgar
"Mau ke Pet shop uncle mau beliin makanan kesukaan putih" jawab Helena
"maksud kamu putih.. yang hamil itu..? " tanya Edgar bingung
"Iya uncle, dia suka banget snack wiskas. Dia satu-satunya yang Helena punya dirumah. Kucing pertama yang Helena pelihara" Jelas Helena
"Jadi dia kucing? " ucap Edgar sadar, dia memutar bola matanya
"Jadi uncle tadi... ngira dia.. " Helena tertawa saat mengetahui bahwa selama dia menceritakan tentang putih Edgar mengira dia adalah seorang wanita yang malang hmm
"Boleh minta no rek uncle gak? " tanya Helena
"Buat apa? " Edgar malah balik nanya
"Buat ngembaliin uang belanja yang tadi dibayarin uncle" tutur Helena
"gak perlu, uang saya masih banyak" jawab Edgar terdengar sombong, padahal dia hanya bersikap gentleman
"Hmm, kalau gitu sebagai bayarannya. Ntar Helena masakin uncle yang enak-enak. dech" jawab Helena
Niat baik Edgar malah membuat nya terjebak, sebab Helena akan semakin sering bertemu dengannya. Edgar akan sulit menghadapi tingkah gadis itu yang sulit diprediksi alias unpredictable.