NovelToon NovelToon
Jantung Hatiku, Aku Hanya Ingin Kamu

Jantung Hatiku, Aku Hanya Ingin Kamu

Status: tamat
Genre:CEO / Wanita perkasa / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mira K.

4 tahun lalu, Naomi Liem dipaksa meninggalkan satu-satunya orang yang pernah dicintainya.

Dia hampir mati karenanya.

4 tahun kemudian, Darren Wijaya kembali — pewaris konglomerat terkaya, pria dengan mata rubah yang berbahaya, dan senyum yang bisa menghancurkan dunianya.

"Aku sudah menunggu 4 tahun. Kali ini, aku tidak akan melepaskanmu."

Yang tidak Naomi ketahui: Darren sudah diam-diam mencintainya selama 10 tahun. Sejak bangku SMA. Tanpa pernah goyah.

Yang tidak Darren ketahui: Ada rahasia gelap di balik perpisahan mereka — dan musuh yang jauh lebih berbahaya dari yang mereka bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira K., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Bab 9

Kehidupan Baru

Status suami istri itu terdengar sederhana di ruang Catatan Sipil. Namun ketika Naomi berdiri di depan penthouse Darren sore harinya, dua koper kecil di samping kaki, ia baru benar-benar merasakan beratnya.

Darren membuka pintu dengan sidik jari, lalu berhenti sebelum masuk.

"Kalau kamu belum siap tinggal di sini, aku antar kamu kembali ke apartemenmu," katanya.

Naomi menatap ruang luas di balik pintu. Penthouse itu berada di lantai tertinggi salah satu gedung apartemen mewah Kota Megah. Jendela kaca membentang dari lantai sampai langit-langit, memperlihatkan kota yang mulai menyala. Interiornya rapi, terlalu rapi, dengan warna abu-abu, hitam, dan kayu gelap. Semua terlihat mahal, tetapi juga sepi.

"Barangku sudah dibawa," ucap Naomi.

"Bisa dibawa pulang lagi."

Naomi menoleh. "Kamu benar-benar akan membiarkanku pulang setelah semua drama Akta Nikah itu?"

Darren menggaruk ujung hidung. "Aku akan menangis di kamar mandi, tapi iya."

Naomi menahan senyum. "Dramatis."

"Aku belajar dari hidupku sendiri."

Sebelum Naomi bisa menjawab, sesuatu yang kecil, bulat, dan berwarna-warni berlari dari dalam apartemen.

"Aduh!"

Seekor Pomeranian dengan bulu dicat gradasi pastel menabrak ujung sepatu Naomi, lalu berputar-putar dengan gembira. Di lehernya ada pita biru, dan tubuh kecilnya memakai baju rajut putih dengan tulisan kecil: Mama pulang.

Naomi terpaku.

Darren berdeham. "Rainbow. Bersikap sopan pada ibumu."

"Ibumu?"

"Istri ayahnya berarti ibunya."

Naomi menatap anjing kecil itu, lalu tulisan di bajunya. "Kamu menyiapkan ini kapan?"

"Semalam."

"Kamu menikah pagi ini dan semalam masih sempat pesan baju anjing?"

"Prioritas keluarga."

Rainbow menggonggong sekali, seolah mendukung. Naomi akhirnya tertawa. Suara itu membuat wajah Darren melembut begitu cepat sampai Naomi harus memalingkan mata.

Ponsel Naomi berdering saat Rainbow masih sibuk mencium ujung kopernya. Nama Tiffany muncul di layar.

"Angkat," kata Darren. "Kalau tidak, dia akan mengira aku menguburmu di pot tanaman."

Naomi menerima video call. Wajah Tiffany langsung memenuhi layar.

"Lo hidup?"

"Hidup."

"Putar kamera. Gue mau inspeksi lokasi."

Naomi menurut. Kamera bergerak melewati ruang tamu, jendela kaca, lalu berhenti pada Rainbow yang sedang memakai baju bertuliskan Mama pulang.

Tiffany terdiam dua detik. "Oke, gue benci harus mengakui ini lucu."

Darren muncul di belakang Naomi dan melambaikan tangan. "Halo, saksi galak."

"Jangan terlalu senang. Gue cuma memberi masa percobaan."

"Berapa lama?"

"Seumur hidup Naomi."

Darren mengangguk serius. "Adil."

Tiffany menunjuk layar. "Ingat, gue cuma satu lift dan satu emosi buruk dari datang ke sana."

Malam pertama mereka sebagai suami istri tidak dipenuhi hal-hal yang membuat Naomi takut. Darren menyiapkan kamar tamu untuknya, lengkap dengan seprai baru, diffuser beraroma lavender, dan satu rak kosong untuk sketsa. Di kamar utama, pintunya tetap terbuka sedikit, seolah ia ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang dikunci dari Naomi, tetapi juga tidak ada yang dipaksa.

"Aku tidur di kamar utama," katanya. "Kamu di sini. Kalau kamu butuh apa pun, panggil aku."

Naomi berdiri di ambang kamar tamu. "Kamu tidak kecewa?"

Darren mengangkat alis. "Karena istriku tidak langsung melompat ke ranjangku di hari pertama?"

Wajah Naomi panas. "Darren."

"Aku bercanda." Senyumnya turun menjadi lembut. "Nao, aku menunggu sepuluh tahun. Aku bisa menunggu sampai kamu benar-benar nyaman."

Kalimat itu membuat malam terasa terlalu sunyi.

Naomi masuk ke kamar sebelum hatinya membuat keputusan bodoh.

Keesokan paginya, ia terbangun karena bau sesuatu yang gosong.

Naomi duduk tegak. Untuk sesaat ia lupa sedang berada di mana. Lalu suara panik dari dapur membuatnya keluar tanpa sempat mengganti piyama.

Darren berdiri di depan kompor dengan celemek hitam, rambut berantakan, dan wajah serius seperti sedang memimpin operasi penyelamatan negara. Di atas wajan, sesuatu yang seharusnya telur dadar berubah menjadi benda cokelat mencurigakan.

Rainbow duduk di lantai memakai baju rajut lain yang sama persis dengan celemek Darren, hanya versi mini.

Naomi menatap mereka berdua.

"Apa yang kalian lakukan?"

Darren mematikan kompor dengan cepat. "Sarapan."

"Itu sarapan?"

"Versi pertama."

Rainbow menggonggong kecil.

"Dia tidak setuju," kata Naomi.

"Dia terlalu kritis."

Naomi berjalan mendekat, melihat meja makan. Ada roti panggang yang terlalu hitam, potongan buah yang rapi, kopi tanpa gula untuknya, dan segelas susu untuk Darren yang tampaknya belum disentuh. Di tengah semua kekacauan itu, ada satu piring kecil berisi telur rebus yang selamat.

"Kamu bisa pesan chef," ucap Naomi.

"Aku tahu."

"Atau GoFood."

"Aku tahu."

"Lalu kenapa memasak?"

Darren menatap wajan dengan sedikit malu. "Aku ingin kamu bangun dan merasa ada orang yang menyiapkan rumah untukmu."

Naomi diam.

Selama empat tahun, ia terbiasa menyiapkan semuanya sendiri. Mengunci pintu sendiri. Membeli obat sendiri saat demam. Makan seadanya di meja kerja karena tidak ada yang menunggu di rumah. Kalimat Darren terlalu sederhana, tetapi menghantam tempat yang tidak ia lindungi.

"Telurnya gosong," katanya akhirnya.

"Aku bisa perbaiki."

"Jangan." Naomi mengambil piring. "Kita makan yang bisa diselamatkan."

Darren terlihat seperti baru mendapat penghargaan bisnis terbesar.

Setelah sarapan yang lebih banyak diisi tawa tertahan daripada makanan enak, Naomi kembali ke kamar untuk mengambil ponsel. Ia berniat mandi dan pergi ke Maison de Belle, tetapi Darren muncul di pintu kamar dengan Rainbow di gendongan.

"Hari ini libur," katanya.

"Aku punya fitting."

"Sudah dipindah ke besok. Tiffany yang mengatur."

Naomi menyipit. "Kalian bersekongkol?"

"Kami menyebutnya perlindungan pengantin baru."

"Aku tetap harus bekerja."

Darren berjalan masuk, meletakkan Rainbow di karpet, lalu tiba-tiba memeluk Naomi dari belakang. Gerakannya pelan, memberi kesempatan untuk menolak. Naomi membeku, tetapi tidak mendorongnya.

Darren menunduk, dagunya hampir menyentuh bahunya. "Sepuluh menit."

"Apa?"

"Jangan pergi dulu. Sepuluh menit saja."

Naomi merasakan napasnya di sisi leher, hangat dan hati-hati. Pelukan itu tidak menuntut. Justru seperti seseorang yang akhirnya berani memastikan bahwa orang di tangannya nyata.

"Lima menit," bisik Naomi.

"Delapan."

"Enam."

"Tujuh. Aku CEO, aku jago negosiasi."

Naomi tertawa pelan. "Enam setengah."

"Deal."

Mereka berdiri seperti itu dalam diam. Rainbow berputar di sekitar kaki mereka, lalu menggigit ujung celana Darren sampai ia meringis.

"Anak durhaka," gumam Darren.

Naomi menunduk untuk mengangkat Rainbow. Saat itulah lengan kemeja Darren tertarik ke atas.

Di kulit putih lengan kirinya, tepat dari dekat siku sampai pergelangan, terbentang bekas luka panjang. Warnanya sudah memudar, tetapi garisnya jelas, terlalu dalam untuk luka biasa.

Tawa Naomi berhenti.

Darren ikut membeku.

Naomi menyentuh udara di atas luka itu tanpa benar-benar menempel. Dadanya tiba-tiba sesak.

"Ini..." Suaranya mengecil. "Dari mana?"

Darren menurunkan lengan bajunya perlahan.

Untuk pertama kalinya sejak mereka menikah, ia tidak menjawab.

1
Wawan
Salam kenal untuk Naomi 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!